1 of 35

AGROFORESTRY dan ETIKA LINGKUNGAN

2 of 35

AGROFORESTRY

  • Konsepsi “agroforestry” dirintis oleh suatu tim dari Canadian International Development Centre, yang bertugas untuk mengindentifikasi prioritas-prioritas pembangunan di bidang kehutanan di negara-negara berkembang sekitar tahun 1970.
  • Oleh tim dilaporkan bahwa hutan-hutan di negara tersebut belum cukup dimanfaatkan. Penelitian yang dilakukan di bidang kehutanan pun sebagian besar hanya ditujukan kepada dua aspek produksi kayu, yaitu eksploitasi secara selektif di hutan alam dan tanaman hutan secara terbatas

3 of 35

AGROFORESTRY

  • Agroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk mencegah perluasan tanah terdegradasi, melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan intensifikasi dan diversifikasi silvikultur.
  • Sistem ini telah dipraktekan oleh petani di berbagai tempat di Indonesia selama berabad-abad (Michon dan de Foresta, 1995),

4 of 35

Definisi Agroforestri

  • Dalam Bahasa Indonesia, kata Agroforestry dikenal dengan istilah wanatani atau agroforestri yang arti sederhananya adalah menanam pepohonan di lahan pertanian.
  • Koppelman (1996) mendefinisikan Agroforestry sebagai bentuk menumbuhkan dengan sengaja dan mengelola pohon secara bersama-sama dengan tanaman pertanian dan atau makanan ternak dalam sistem yang bertujuan menjadi berkelanjutan secara ekologi, sosial dan ekonomi.

5 of 35

  • Reijntjes (1999) : Agroforestry sebagai pemanfaatan tanaman kayu tahunan (pepohonan, belukar, palem, bambu) pada suatu unit pengelolaan lahan yang sama sebagai tanaman yang layak tanam, padang rumput dan atau hewan, baik dengan pengaturan ruang secara campuran atau ditempat dan saat yang sama maupun secara berurutan dari waktu ke waktu.

6 of 35

  • King and Chandler, (1978) : agroforestry adalah Suatu system pengelolaan lahan yang lestari untuk meningkatkan hasil, dengan cara memadukan produksi hasil tanaman pangan (termasuk hasil pohon-pohonan) dengan tanaman kehutanan dan/atau kegiatan peternakan baik secara bersama-sama maupun berurutan pada sebidang lahan yang sama, dan menggunakan cara-cara pengelolaan yang sesuai dengan pola kebudayaan penduduk setempat

7 of 35

  • Menurut FAO (1989)

agroforestri merupakan suatu sistem penggunaan lahan yang tepat untuk mendukung pertanian berkelanjutan, karena disamping memiliki konstribusi produksi yang nyata dan beragam, juga fungsi konservatif  terhadap lingkungan dan keadaan sosial sehingga menjamin ekonomi yang lebih luas dan keamanan pangan lebih tinggi.

8 of 35

Definisi Agroforestri

Menurut De Foresta dan Michon (1997), agroforestri dapat dikelompokkan menjadi dua sistem, yaitu :

- sistem agroforestri sederhana

- sistem agroforestri kompleks

9 of 35

  • adalah suatu sistem pertanian dimana pepohonan ditanam secara tumpang-sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim.
  • Pepohonan bisa ditanam sebagai pagar mengelilingi petak lahan tanaman pangan, secara acak dalam petak lahan, atau dengan pola lain misalnya berbaris dalam larikan sehingga membentuk lorong/pagar.

Sistem agroforestri sederhana

10 of 35

  • Jenis-jenis pohon yang ditanam juga sangat beragam, bisa yang bernilai ekonomi tinggi misalnya kelapa, karet, cengkeh, kopi, kakao (coklat), nangka, melinjo, petai, jati dan mahoni atau yang bernilai ekonomi rendah seperti dadap, lamtoro dan kaliandra.
  • Jenis tanaman semusim biasanya berkisar pada tanaman pangan yaitu padi (gogo), jagung, kedelai, kacang-kacangan, ubi kayu, sayur-sayuran dan rerumputan atau jenis-jenis tanaman lainnya.

Sistem agroforestri sederhana

11 of 35

Sistem agroforestri kompleks

  • adalah suatu sistem pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis tanaman pohon (berbasis pohon) baik sengaja ditanam maupun yang tumbuh secara alami pada sebidang lahan dan dikelola petani mengikuti pola tanam dan ekosistem menyerupai hutan.
  • Di dalam sistem ini, selain terdapat beraneka jenis pohon, juga tanaman perdu, tanaman memanjat (liana), tanaman musiman dan rerumputan dalam jumlah besar.

12 of 35

Sistem agroforestri kompleks

  • Ciri utama dari sistem agroforestri kompleks ini adalah kenampakan fisik dan dinamika di dalamnya yang mirip dengan ekosistem hutan alam baik hutan primer maupun hutan sekunder, oleh karena itu sistem ini dapat pula disebut sebagai Agroforestri (ICRAF dalam Hairiah et al. 2003)

13 of 35

14 of 35

Tiga komponen pokok dalam agroforestri : kehutanan, pertanian dan peternakan

Contohnya :

Agrisilvikultur = Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pepohonan, perdu, palem, bambu, dll.) dengan komponen pertanian.

Silvopastura = Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan

Sylvofishery = Kombinasi antara kegiatan kehutanan dengan peternakan ikan

  • Agropastura = Kombinasi antara kegiatan pertanian dengan peternakan/hewan

15 of 35

16 of 35

17 of 35

Beberapa indikator terselenggaranya sistem pertanian yang berkelanjutan

  • dapat dipertahankannya sumber daya alam sebagai penunjang produksi tanaman dalam jangka panjang,
  • penggunaan tenaga kerja yang cukup rendah,
  • tidak adanya kelaparan tanah,
  • tetap terjaganya kondisi lingkungan tanah dan air,
  • rendahnya emisi gas rumah kaca serta
  • terjaganya keanekaragaman hayati

18 of 35

CONTOH sistem PHBM�(sistem pengelolaan hutan bersama masyarakat)

No

lokasi

Komoditi

Petani terlibat

1

Perhutani KPH Madiun dan Ngawi

Jati + tanaman pangan (jagung, kedelai,

2

KPH Banyuwangi Selatan

Hutan + jagung (550 ha)

2750

3

KPH Banyuwangi Barat

Damar / pinus + vanili + lidah buaya

2250

4

KPH Kediri

Sengon + nanas (4000 ha)

8700

5

KPH Blitar

Jati + jeruk + pepaya

550

6

Lampung

gamal (Gliricisidia sepium), dadap (Erythrina sp.), sengon (Paraserianthes falcataria) atau lamtoro (Leucaena leucocephala)

Kopi (Coffea canephora)

750

19 of 35

20 of 35

Integrasi tanaman Albizia dan kopi

Aspek Ekologi :

  • Albizia sebagai tanaman pelindung bagi tanaman kopi
  • Albizia sebagai tanmanan legum dapat menyumbangkan N bagi tanah
  • Konservasi tanah dan air dan mengurangi erosi tanah
  • Sebagai rosot karbon
  • Memperbaiki iklim mikro

Aspek Ekonomi :

  • Pendapatan semesteran dari biji kopi
  • Tabungan pendapatan dari tanaman Albizia

21 of 35

integrasi tanaman lada-gamal-kambing

Aspek Ekologi :

  • Gamal sebagai tanaman pelindung dan tiang panjat bagi tanaman lada dan menyumbangkan bahan organik bagi tanah
  • Kotoran kambing dapat menyumbang bahan organik dan N bagi tanah.
  • Bahan organik akan meningkatkan kesuburan tanah dan sangat baik untuk menunjang pertumbuhan tanaman lada

Aspek Ekonomi :

  • Adanya sumbangan unsur N dari tanaman Gamal dapat menghemat pemberian pupuk urea pada tanaman lada
  • Kotoran kambing dapat diolah menjadi bokashi dan mengurangi pengeluaran petani untuk pembelian pupuk organik.
  • Produktivitas tanaman lada meningkat (rata-rata 576 kg/ha/tahun, lebih baik dari cara petani dengan produksi hanya 266 kg/ha/thn)

22 of 35

Etika dan Moral Lingkungan

23 of 35

Konflik kebutuhan dan LH

24 of 35

Manusia mahluk tidak berpengetahuan

  • Pendengaran terbataskah ?
  • Penglihatan terbataskah ?
  • Hati (Akal dan perasaan) sangat dipengaruhi informasi yang masuk.
    • Akal dapat terdistorsi :
        • Tergesa
        • Mengikuti hawa nafsu
        • Mengikuti tradisi
        • Mengikuti kebanyakan orang /mayoritas

25 of 35

Manusia mahluk tidak berpengetahuan

  • Dapatkah mencapai kesejahteraan dgn semau sendiri ?
    • Kesehatan prima?
    • Ketenangan jiwa?
    • Persaudaraan?
    • Organisasi yang baik?
  • Apakah manusia mengetahui segala-galanya?
    • Pengetahuan manusia terbatas
    • Pengetahuannya untuk mengatur diri sendiri saja tdk cukup. Apalagi mengatur lingkungan yg menyangkut orang lain.

26 of 35

Yang menghalangi kebaikan

  • Tidak mau mendengar orang
  • Tidak mau berpikir
  • Sombong
  • Menjadikan tradisi sebagai kebenaran mutlak
  • Tidak mau menerima kebenaran dari orang yang tidak disukai

27 of 35

Problematika

  • Banyak pakar dan lembaga lingkungan namun kerusakan lingkungan terus terjadi
  • Banyak pakar dan lembaga lingkungan yang merusak lingkungan

28 of 35

Solusi

  • Ideologi, nilai ideal, Tata nilai
  • Aturan yang mengatur agar tegaknya tata nilai.
  • Lembaga yang terus menerus mengontrol pelaksanaan program menuju tercapainya tujuan ideologi,
  • Pakar yang menjunjung tinggi tata nilai

29 of 35

Kepakaran :Amanah dan tanggung jawab

  • Kepakaran dan jabatan adalah amanah yang akan dimintai tanggungjawab.
  • Kepakaran dan jabatan bukan kemegahan dan kebanggaan.
  • Kepakaran dan jabatan tidak diberikan kecuali kapada mereka yang memiliki kredibilitas (intelektual, moral dan sosial).

30 of 35

Hal-hal yg membantu kesuksesan pembangunan lingkungan hidup

  • Pakar LH yang memiliki kredibilitas intelektual, moral dan sosial.
  • Sistem kontrol kepakaran yang meliputi kontrol terhadap intelektual, moral dan soaial.
  • Pribadi pakar yang sadar pengawasan atas kepakaran bukan hanya oleh manusia.
  • Pakar yang selalu tanggungjawab dalam memegang amanah.
  • Megutamakan ilmu bukan nafsu.
  • Mengutamakan kaderisasi dan networking.
  • Networking dengan sesama pakar LH yang berakhlak mulia.
  • Memiliki program yg tepat
  • Senantiasa bersungguh sungguh menyalakan semangat, mengukuhkan tekad pencapauan cita-cita.

31 of 35

Akhlaq Pakar LH-1

  • Ikhlas, jauh dari penyakit hati.
  • Berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman luas, berpandangan jauh dan tajam, mampu menganalisis masalah LH. (Memiliki motivasi untuk terus belajar)
  • Penyantun, kasih sayang, lemah lembut dan ramah.
  • Bersahabat, tidak kasar atau angker.

32 of 35

Akhlaq Pakar LH 2

  • Berani dan sportif, tdk pengecut dan tdk membabibuta alias tanggungjawab.
  • Shiddiq, benar kata dan perbuatan.
  • Tawaddu, rendah hati dan tidak sombong.
  • Pemaaf, dpt menahan marah dan ihsan, senantiasa baik.
  • Menepati janji dan berpegang teguh pada kaidah LH.

33 of 35

Akhlaq Pakar LH- 3

  • Sabar, tidak tergesa dan tidak mudah putus asa.
  • Iffah, tdk mengikuti hawa nafsu, dan menjaga kemuliaan.
  • Tidak rakus
  • Adil dan jujur walau thd diri sendiri

34 of 35

TERIMA KASIH

35 of 35

KUIS

  1. APA YANG DIMAKSUD AGROFORESTRY SEDERHANA DAN AGROFORESTRY KOMPLEKS?
  2. JELASKAN EMPAT BENTUK AGROFORESTRY?
  3. APA MANFAAT DARI PENERAPAN SISTEM AGROFORESTRY?