1 of 43

“een en ondeelbaar”

Kejaksaan adalah satu dan tidak terpisahkan

SURAT DAKWAAN

SLAMET SISWANTA, SH, MH

KEPALA KEJAKSAAN NEGERI KOTA TEGAL

2 of 43

Dasar Hukum surat dakwaan

  • 1. Pasal 143 ayat (2) KUHAP
  • 2. Surat edaran Jaksa Agung republik Indonesia Nomor : SE004/J.A/1/1/1993 Tentang pembuatan Surat Dakwaan , Tanggal 16 November 1993
  • 3. Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum(JAMPIDUM) Nomor B-607/E/11/1993 Tentang Petunjuk Teknis pembuatan Surat Dakwaan , Tanggal 22 November 1993

1

3 of 43

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

  1. PENGERTIAN, FUNGSI DAN HAKEKAT SURAT DAKWAAN

2.1. Pengertian Surat Dakwaan

  • Surat atau akte yang memuat rumusan tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa yang disimpulkan dan ditarik dari hasil pemeriksaan penyidikan, dan merupakan dasar serta landasan bagi Hakim dlm pemeriksaan di muka sidang pengadilan.
    • Apabila hakim menjumpai rumusan surat dakwaan yang menyimpang dari hasil pemeriksaan penyidikan, hakim dapat menyatakan surat dakwaan tidak dapat diterima.
    • Pemeriksaan persidangan tidak boleh lari menyimpang dari apa yang dirumuskan dalam surat dakwaan.

2

4 of 43

2.2 Fungsi dan Hakekat Surat Dakwaan

  • Bagi Penuntut Umum
    • Sebagai dasar melakukan penuntutan
    • Sebagai dasar pembahasan yuridis dalam requisitoir
    • Sebagai dasar melakukan upaya hukum

  • Bagi Terdakwa / Penasehat Hukum (PH)
    • Sebagai dasar melakukan pembelaan dalam pledoi
    • Sebagai dasar mengajukan bukti meringankan
    • Sebagai dasar mengajukan upaya hukum

  • Bagi Hakim
    • Sebagai dasar melakukan pemeriksaan di sidang pengadilan
    • Sebagai dasar mengambil / menjatuhkan pidana

3

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

5 of 43

Mr. B.M TaverneMelihat surat dakwaan dari segi :

  • Positif

Keseluruhan isi surat dakwaan yang terbukti dalam persidangan, harus dijadikan dasar oleh hakim dalam putusannya.

  • Negatif

Apa yang dapat dinyatakan terbukti dalam persidangan harus dapat diketemukan kembali dalam surat dakwaan.

4

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

6 of 43

3. SYARAT-SYARAT DAN BENTUK-BENTUK SURAT DAKWAAN

a. Syarat Syahnya Surat Dakwaan

      • Syarat Formal
        • Diberi tanggal dan ditandatangani penuntut umum
        • Mencantumkan identitas terdakwa :
          • Nama Lengkap
          • Tempat tanggal lahir
          • Jenis kelamin
          • Kebangsaan
          • Tempat tinggal
          • Agama, dan
          • Pekerjaan

5

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

7 of 43

      • Syarat Materil
        • Memuat uraian secara ;
          • cermat,
          • Jelas, dan
          • lengkap,

mengenai tindak pidana yang didakwakan

        • Menyebutkan waktu tindak pidana dilakukan
        • Menyebutkan tempat tindak pidana dilakukan

(pasal 143 ayat (2) a, b KUHAP)

        • Memuat keterangan mengenai keadaan terutama yang dapat memberatkan / meringankan kesalahan terdakwa.

(pasal 250 ayat (4) HIR)

6

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

8 of 43

Makna “CERMAT”

  • Ketelitian Jaksa Penuntut Umum dalam mempersiapkan surat dakwaan yang didasarkan kepada undang-undang yang berlaku bagi terdakwa, serta tidak terdapat kekurangan dan atau kekeliruan yang dapat mengakibatkan batalnya surat dakwaan atau tidak dapat dibuktikan antara lain misalnya :
  • 1. Apakah ada pengaduan dalam hal delik aduan, apakah penerapan hukum/ketentuan pidananya sudah tepat,
  • 2. Apakah terdakwa dapat dipertanggunggjawabkan melakukan tindak pidana tersebut,
  • 3. Apakah tindak pidana tersebut sudah atau belum kadaluarsa dan apakah tindak pidana yang didakwakan itu tidak nebis in idem.

Pada pokoknya kepada Jaksa Penuntut Umum dituntut untuk bersikap teliti dan waspada dalam semua hal yang berhubungan dengan keberhasilan penuntutan perkara di muka sidang pengadilan.

7

9 of 43

Makna “JELAS”

Jaksa Penuntut Umum harus mampu merumuskan unsur-unsur delik yang didakwakan sekaligus memadukan dengan uraian perbuatan materiel (fakta) yang dilakukan oleh terdakwa dalam surat dakwaan.

Dalam hal ini harus diperhatikan, jangan sekali-kali mempadukan dalam uraian dakwaan antara delik yang satu dengan yang lain yang unsur-unsurnya berbeda satu sama lain, atau uraian dakwaan yang hanya menunjuk pada uraian dakwaan sebelumnya ( seperti misalnya menunjuk pada dakwaan pertama) sedangkan unsur-unsurnya berbeda.

8

10 of 43

Makna “LENGKAP”

Uraian surat dakwaan harus mencakup semua unsur-unsur yang ditentukan undang-undang secara lengkap. Jangan smapai nterjadi ada unsur delik yang tidak dirumuskan secara lengkap atau tidak diuraikan perbuatan materielnya secara tegas dalam dakwaan, sehingga berakibat perbuatan itu bukan merupakan tidak pidana menurut undang-undang.

9

11 of 43

a.1 Surat Dakwaan Tidak Memenuhi Ketentuan

    • Tidak Memenuhi Syarat Formal
      • Surat dakwaan tidak batal demi hukum
      • Surat dakwaan dapat dibatalkan (baik atas keberatan terdakwa / PH atau karena kewenangan hakim)
    • Tidak Memenuhi Syarat Materil
      • Surat dakwaan batal demi hukum (pasal 143 ayat 3 KUHAP; pasal 250 (4) HIR)
      • Tidak Cermat :
        • Delik aduan, yang pengaduannya surat dicabut
        • Penerapan hukum tidak tepat
        • Terdakwa tidak dapat dipertanggungjawabkan
        • Tidak dapat dituntut demi hukum
        • Surat dakwaan disusun berdasarkan hasil penyidikan yang tidak sah

10

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

12 of 43

      • Tidak Jelas :
        • Mencampur adukan unsur tindak pidana yang satu dengan yang lain (pencurian dgn penggelapan) ;
        • Tidak jelas menyebutkan fakta perbuatan yang menjadi dasar tindak pidana yang didakwakan ;
        • Tidak jelas menguraikan peranan masing-masing peserta (dlm delik penyertaan) ;
        • Tidak jelas membedakan antara unsur masing-masing delik yang didakwakan (concurcus / samanloop).

      • Tidak Lengkap :
        • Tidak lengkap menyebutkan unsur tindak pidana yang didakwakan ;
        • Tidak lengkap menguraikan fakta yang mendukung masing-masing unsur delik ;
        • Tidak menyebutkan unsur khusus delik berkwalifikasi (unsur PNS, unsur subyektif) ;
        • Tidak lengkap menguraikan perbuatan materil tindak pidana yang didakwakan (cara melakukan).

11

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

13 of 43

a.2 Pengertian Tempus dan Locus Delicti

  • Tempus Delicti
    • Menyangkut asas legalitas
    • Menyangkut umur terdakwa / korban pada waktu tindak pidana dilakukan
    • Menyangkut unsur delik tertentu (malam hari)
    • Menyangkut masa daluarsa
    • Menyangkut alibi terdakwa
    • Menyangkut masa recidivi

  • Locus Delicti
    • Kewenangan mengadili
    • Ruang lingkup berlakunya UU pidana
    • Menyangkut unsur delik tertentu (dimuka umum)
    • Menyangkut alibi terdakwa

12

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

14 of 43

a.3 Batalnya Surat Dakwaan

  • Syarat Formil Dapat Dibatalkan
  • Syarat Materil Batal Demi Hukum
  • Yang menentukan Batal Penilaian Hakim

Tidak semua fakta / keadaan Harus dirumuskan dalam Surat Dakwaan

    • hanya yang mendukung perbuatan pidana dan unsur tindak pidana
    • Yang tidak langsung mendukung tidak harus dimasukkan ;
      • Keadaan mati seketika atau tidak lama kemudian di rumah sakit
      • Terdakwa ditangkap kemudian diserahkan ke kantor Polisi

13

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

15 of 43

  • Contoh Surat Dakwaan Yang Batal
    • Tidak Cermat

Penerapan hukumnya tidak tepat

      • Unsur dan pasal yang disangkakan pencuriandengan kekerasan, akan tetapi uraian perbuatan : “karena takut korban menyerahkan arloji yang dipakainya(pemerasan)”
      • Anak berumur di bawah 18 tahun, didakwa bersama-sama dgn orang dewasa dalam satu surat dakwaan.

Tidak dapat dituntut demi hukum

      • Terdakwa didakwa melakukan pencurian yang dilakukan 13 tahun yang lalu.

Delik aduan tanpa pengaduan

      • Seorang didakwa mencuri mobil bapaknya, sementara si Bapak tidak mengadukan anaknya, atau pengaduannya sudah dicabut.

Pengadilan Negeri tidak bewenang mengadili

      • Tidak diuraikan / diuraikan tetapi tidak jelas dimana tindak pidana itu dilakukan.

14

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

16 of 43

15

  • Tidak Jelas
    • Bentuk Dakwaan tidak jelas
      • Apakah dakwaan kumulatif atau alternatif
      • Apakah terdakwa bersama-sama atau membantu
      • Apakah pembarengan atau perbuatan berlanjut
    • Tidak menyebutkan fakta yang menjadi dasar tindak pidana yg didakwakan
      • Didakwakan “pencurian pada malam hari”, tetapi tidak dijelaskan apakah terdakwa ada di rumah itu tidak dikehendaki yang berhak
      • Didakwakan penggelapan, tetapi yang dijadikan tempus dan locus delicti adalah ketika terdakwa menerima barang itu dan bukan pada waktu memiliki / menggunakan
    • Tidak jelas menguraikan Peranan masing-masing Peserta
      • Para terdakwa didakwa secara bersama-sama melakukan penganiayaan, tetapi tidak dijelaskan apa yang dilakukan dan bagaimana perbuatan itu dilakukan oleh masing-masing peserta
      • Terdakwa didakwa melakukan tindak pidana eks psl. 415 KUHP, tetapi tidak dijelaskan apakah terdakwa adalah PNS dan apa jabatannya.
    • Tidak jelas Membedakan Unsur Delik yang Didakwakan
      • Tidak jelas membedakan apakah perbuatan pidana sudah selesai atau baru percobaan

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

17 of 43

16

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

  • Tidak Lengkap
    • Tidak Lengkap Menyebutkan Unsur Tindak Pidana yang Didakwakan
      • Didakwa melakukan pencurian, tapi tidak menyebutkan unsur “dengan maksud untuk memiliki”.
    • Tidak Lengkap Menguraikan Fakta Yang Mendukung Unsur Delik.
      • Terdakwa didakwa “dengan sengaja” merampas nyawa orang lain; tapi tidak diuraikan apakah terdakwa menyadari / mengetahui dan menghendaki perbuatan terdakwa yang mengakibatkan matinya korban.
    • Tidak Menyebutkan Unsur Khusus Delik Berkwalifikasi
      • Pencurian ternak, tidak menyebutkan jenis ternak yang diambil;
      • Pencurian – kekerasan, tidak menyebutkan apakah dalam sebuah rumah /pekarangan tertutup yang ada rumahnya, atau di jalan umum, atau kereta api yang sedang berjalan.
    • Tidak Lengkap Menguraikan Perbuatan Materil Delik Yang Didakwakan
      • Bagaimana cara pembunuhan, pemalsuan
      • Penganiayaan, tipu muslihat terdakwa lakukan

18 of 43

b. Bentuk-bentuk Surat Dakwaan

  • Perumusan surat dakwaan ditentukan oleh penguasaan pengetahuan hukum acara dan hukum materiel
  • Bentuk surat dakwaan mengikuti perbuatan pidana yang terjadi
    • Pelaku dan perbuatannya tunggal
    • Deeineming / penyertaan
      • Medeplegen / bersama
      • Uitlokking / penganjuran
      • Doenplegen / menyuruh melakukan
      • Medeplichtige pembantuan
    • Concursus / perbarengan
      • Concursus idealis
      • Concursus realis
      • Voorgezette handeling
  • Penyusunan dan perumusan surat dakwaan yang baik dan benar memerlukan kemampuan :
    • Penguasaan pengetahuan hukum acara pidana dan hukum pidana materil
    • Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
    • Memilik jiwa seni (bahasa sastra

17

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

19 of 43

b.1. Bentuk Dakwaan Biasa / Tunggal

  • Terdakwa hanya melakukan satu tindak pidana
    • Seorang terdakwa melakukan satu tindak pidana (paling sederhana)
    • Seorang terdawka melakukan perbuatan berlanjut (voorgezette handeling)
    • Beberapa orang terdakwa secara bersama-sama (medeplegen) melakukan satu tindak pidana

  • Kerangka / Pola Surat Dakwaan
    1. Identitas Terdakwa / Para Terdakwa
    2. Status tahanan (tidak harus)
    3. Dakwaan
      • Jumlah dan peran masing-masing terdakwa
      • Waktu terjadinya tindak pidana
      • Tempat terjadinya tindak pidana
      • Uraian lengkap unsur delik
      • Dirangkaikan dengan fakta / keadaan yang mendukung masing-masing unsur delik (cara tindak pidana dilakukan dan akibat yang ditimbulkan – delik materil)
    4. Diberi tanggal pembuatan surat dakwaan dan ditandatangani Penuntut Umum

18

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

20 of 43

b.2. Bentuk Dakwaan Alternatif

  • Terdiri dari lebih satu tindak pidana yang didakwakan
    • Antara dakwaan yang satu dengan yang lain saling mengecualikan
    • Hanya satu dakwaan yang dibuktikan
    • P.U bebas memilih dakwaan mana yang dianggap terbukti
    • Hakim hanya memilih satu dakwaan yang dapat dipertanggung jawabkan kepada terdakwa
  • Sifat / Ciri :
    • Antara dakwaan yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kata penghubung “ATAU”
    • Antara dakwaan yang satu dengan yang lain bukan tindak pidana yang sejenis (tidak mutlak)
  • Cara Pemeriksaan / Pembuktian
    • Semua dakwaan diperiksa lebih dahulu
    • Dari hasil pemeriksaan, PU dan Hakim memilih satu dakwaan yang tepat dan terbukti

Contoh :

    • P.U ragu apakah tindak pidana yang disangkakan dalam berkas; “penipuan” atau “penggelapan”
    • Susunannya :
      • … rumusan tindak pidana penipuan …

ATAU

      • … rumusan tindak pidana penggepalan …

19

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

21 of 43

b.3. Bentuk Dakwaan Subsidair

  • Terdiri dari lebih satu tindak pidana yang didakwakan
    • Hanya satu dakwaan yang dibuktikan
    • P.U / Hakim memilih hanya dakwaan yang dianggap terbukti
    • Yang pertama-tama dibuktikan adalah dakwaan utama/primair. Kalau dakwaan primair terbukti, dakwaan pengganti/subsidair tidak perlu dibuktikan
    • Dakwaan subsidair dibuktikan, jika dakwaan primair tidak terbukti.

  • Sifat / Ciri :
    • Tindak pidana yang satu dengan yang lain sejenis atau menimbulkan akibat yang sama
    • Terdapat titik singgung antara ketentuan pidana yang satu dengan lainnya
    • Susunan dimulai dari ancaman pidana terberat sbg dakwaan primair baru yang ringan sbg dakwaan subsidair, dan seterusnya lebih subsidair …

20

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

22 of 43

  • Cara Pemeriksaan / Pembuktian Dakwaan Subsidair
    • Dakwaan diperiksa dan dibuktikan satu persatu
    • Yang pertama diperiksa adalah dakwaan primair; dakwaan subsidair baru diperiksa jika dakwaan primair tidak terbukti

Contoh :

    • Primair :
      • Pembunuhan berencana
    • Subsidair :
      • Pembunuhan biasa
    • Lebih subsidair
      • Penganiayaan berencana mengakibatkan kematian
    • Lebih subsidair labi
      • Penganiayaan yang mengakibatkan kematian

21

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

23 of 43

b.4. Bentuk Dakwaan Kumulatif

  • Dalam satu surat dakwaan didakwakan beberapa tindak pidana sekaligus, yang masing-masing berdiri sendiri baik dengan ancaman pidana sejenis atau tidak sejenis.
    • P.U / Hakim harus membuktikan satu persatu tindak pidana yang didakwakan
    • Terdakwa dipertanggungjawabkan terhadap dakawaan yang terbukti dan membebaskan dari dakwaan yang tidak terbukti atau dilepas darisegala tuntutan pidana
    • Yang pertama-tama dibuktikan adalah dakwaan utama/primair. Kalau dakwaan primair terbukti, dakwaan pengganti/subsidair tidak perlu dibuktikan
    • Dakwaan subsidair dibuktikan, jika dakwaan primair tidak terbukti.
  • Jenis Dakwaan Kumulatif
    • Kumulasi dalam penyertaan
      • Dalam bentuk penganjuran / pembujukan
        • Antara pembujuk dan yang dibujuk
      • Dalam bentuk pembantuan
        • Antara yang melakukan dan yang membantu melakukan
    • Kumulasi dalam pembarengan
      • Dalam concursus idealis
      • Dalam concursus realis
        • Yang hukuman pokonya sejenis
        • Yang hukuman pokoknya tidak sejenis.

22

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

24 of 43

  • Sifat / ciri dakwaan Kumulatif
    • Terdiri dari lebih dari satu tindak pidana
    • Antara dakwaan yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kata penghubung “DAN”.
    • Dilarang mengkumulasikan antara delik yang diperiksa dengan acara pemeriksaan biasa/singkat dengan delik yang diperiksa dengan acara pemeriksaan cepat.

23

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

25 of 43

b.5. Bentuk Dakwaan Gabungan / Kombinasi

  • Dasarnya adalah Surat Dakwaan Kumulatif
  • Salah satu atau setiap Dakwaan Kumulatif itu terdapat bentuk Dakwaan Alternatif atau Dakwaan Subsidair
  • Merupakan concursus idealis
  • Contoh :

Dakwaan Kesatu

Primair :

Melakukan tindak pidana “pembunuhan berencana”. Dakwaan pasal 340 KUHP

Subsidair :

Melakukan tindak pidana “pembunuhan biasa”; Dakwaan pasal 338 KUHP

Dakwaan Kedua

Membawa senjata api tanpa hak; dakwaan pasal 1 ayat (1) UU No. 12/Drt/1951

Atau sebaliknya

Dakwaan KesatuBerbentuk Tunggal dan Alternatif

Dan

Dakwaan Kedua :

Berbentuk Subsidair atau Alternatif juga

24

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

26 of 43

  • Pembuktian Dakwaan Gabungan
    • Dakwaan Kesatu Primair lebih dahulu dibuktikan, kalau sudah terbukti, Dakwaan Subsidair tidak dibuktikan ;
    • Kemudian Dakwaan Kedua juga harus dibuktikan (dan seterusnya).
  • Dalam Surat Dakwaan Gabungan tidak boleh ada dakwaan tindak pidana yang diperiksa dengan acara pemeriksaan cepat

25

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

27 of 43

b.6 Surat Dakwaan Dalam Hubungannya dgn Pasal

141 dan 142 KUHP

    • Pasal 141 KUHP

Penggabungan perkara dalam satu surat dakwaan

      • Beberapa tindak pidana dilakukan oleh satu terdakwa yg sama (concursus realis)
      • Beberapa tindak pidana yang bersangkut paut satu dengan yang lain (voorgezette handelig)
      • Beberapa tindak pidana yang satu sama lain ada hubungannya (pasal 84 (2) KHUP) disusun secara concursus realis
      • Lihat juga penjelasan pasal 141 tsb)
      • Beberapa orang melakukan satu tindak pidana secara bersama-sama (medeplegen)
    • Pasal 142 KUHP

Satu berkas perkara memuat beberapa tindak pidana yang dilakukan beberapa orang

Penuntut umum melakukan penuntutan terhadap masing-masing terdakwa secara terpisah (spiltsing )

      • Penganjur dan pelaku
      • Pembantu dan pelaku
      • Orang dewasa dan anak dibawah umur 18 tahun
      • Tindak pidana ekonomi dan tindak pidana umum
      • Dll.

26

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

28 of 43

b.7 Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan

    • Jangan merumuskan kualifikasi delik dalam surat dakwaan (mencuri; menipu; membunuh; memeras dll)
    • Jangan hanya menguraikan unsur-unsur delik tanpa uraian perbuatan materil yg dilakukan terdakwa
    • Jangan hanya menguraikan perbuatan materil saja tanpa didahului perumusan unsur deliknya
    • Yang diuraikan dan dirumuskan hanya fakta perbuatan.
      • Jangan menyebutkan kesimpulan (kesimpulan nanti dlm tuntutan pidana)
      • Jangan menyebutkan fakta perbuatan yang tidak ada dalam berkas perkara (yg diperoleh dari alat bukti)
    • Dalam hal terjadi penyertaan dalam satu surat dakwaan, maka harus dirumuskan secara jelas terperinci peran masing-masing terdakwa
    • Hindari pertentangan antara uraian unsur delik dengan perumusan fakta perbuatan.
    • Contoh :
      • Pasal 170 KUHP; … dengan tenaga bersama atau sendiri-sendiri …
      • Pasal 368 KUH; … setelah tidak berdaya, terdakwa mengambil dompet

dalam saku celana korban ….

      • Pasal 82 UU No. 14/1997; … menggunakan merek yang sama pada

pokoknya, … tapi dalam uraian yang disebutkan

perbedaannya.

27

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

29 of 43

    • Hindari pengulangan kalimat yang sama dan hindari kalimat yang berbelit-belit
    • Jangan mendakwakan tindak pidana ringan atau pelanggaran lalu lintas jalan dalam surat dakwaan (sekalipun dlm bentuk Kumulatif, Subsidair; atau Alternatif)
    • Dalam rumusansurat dakwaan jangan mencampur adukan antara :
      • Penganjur dgn pembantu
      • Penganjur dgn menyuruh melakukan
      • Concursus idealis dgn voorgezette hendeling
      • Concursus idealis dgn concursus realis
      • Voorgezette handeling dgn concursus realis
    • Dalam unsur delik tertentu perlu penjelasan untuk menghindari dakwaan tidak jelas
      • Dalam delik culpa, harus menguraikan perbuatan terdakwa yang dianggap alfa
      • Unsur dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu; harus menguraikan motiv, bentuk perencanaan, hubungan antara perencanaan dengan pelaksanaan.
    • Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar dapat dimengerti dan dakwaan tidak kabur.

28

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

30 of 43

b.8. Beberapa Yurisprudensi

  • Putusan MA; tgl. 31-1-1973, No. 104 K/Kr/1971 dalam perkara : Rinie Juiar Tutut

“…bahwa dalam tuduhan ternyata tidak disebutkan semua unsur delik pasal 378 KUHP dan meskipun disebutkan waktu dan tempat perbuatan dilakukan tapi tidak dengan jelas dan tepat diluruskan hal ihwal terdakwa.

“… oleh karena itu tuduhan harus dinyatakan batal”.

  • Putusan MA; tgl. 25-1-1975 No. 41 K/Kr/1973, dalam perkara : Andi Tadang Anwar

“ … tindak pidana penggelapan secara prinsipil berbeda dengan tindak pidana penipuan. Ia harus dengan tegas dirumuskan dalam tuduhan dan tidak cukup menunjuk kepada tuduhan primair saja”.

  • Putusan MA; tgl. 10-12-1974, No. 74 K/Kr/1973, dalam perkara : Sungani Sunjaya.

“ … suatu tuduhan tindak pidana yang dirumuskan berdasarkan unsur-unsur pemerasan psl 368 KUHP bersama-sama unsur-unsur penipuan pasal 378 KUHP merupakan kesalahan yang essensial yang menyebabkan tuduhan itu batal” .

29

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

31 of 43

  • Putusan H.R; tgl. 17-11-1941

“…dianggap kurang memenuhi syarat adalah kwalifikasi sebagai berikut : bahwa pegawai negeri tersebut “dalam menjalankan tugasnya yang sah”, karena tidak dijelaskan perbuatan yang memperjelas kwalifikasi.

  • Putusan H.R ; tgl 27-6-1938 N.j 1939 hal 24

“ … kata-kata : “dengan sengaja dan melawan hukum” bukan hanya kwalifikasi tapi juga merupakan pengertian yang nyata (artinya tidak perlu diuraikan)”.

  • Putusan H.R; Tgl. 23-4-1961 N.j 1970 No. 13-14

“ … tuduhan tersebut tidak cukup jelas menguraikan perbuatan konkrit dari terdakwa, karena di dalamnya tidak sedikitpun diuraikan bagaimana caranya dan dengan alat apa terdakwa dapat masuk ke stasiun bensin tersebut, sedang isitlah “memasuki” saja tidaklah cukup untuk menguraikan perbuatan yang dilakukan, karena “memasuki” dapat terjadi dengan bermcam-macam cara”.

Tuduhan demikian dibatalkan.

30

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

32 of 43

  • Putusan MARI No. 229 K/Kr/1953

Pengakuan terdakwa di luar sidang, yang kemudian ditarik tanpa alasan, adalah merupakan suatu petunjuk tentang adanya kesalahan terdakwa tersebut.

  • Putusan MARI No. 1671.K/Pid/1996, Tgl. 18-03-1997

Mahkamah Agung membenarkan putusan Hakim Pertama dan mempersalahkan terdakwa melakukan delik “membantu melakukan pembunuhan berencana” terhadap dakwaan alternatif yang tidak didakwakan Penuntut Umum.

Dakwaan PU :

Primair : psl. 340 jo psl. 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Subsidair : psl. 338 jo psl. 55 ayat (1) ke-1 KUHP

MARI : Terbukti psl. 338 jo psl. 56 KUHP

  • Putusan MARI No. 758.K/Pid/1996, Tgl. 25-02-1998
    1. Surat dakwaan yang mencantumkan psl. 55 KUHP secara umumn tanpa menjelaskan dan merinci ayat dan angka berapa dari pasal yg didakwakan, menyebabkan surat dakwaan batal demi hukum (kabur)
    2. Surat dakwaan yang demikian tidak memenuhi ketentuan pasal 143 ayat (2) KUHAP. Putusan hakim bukan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan, melainkan dakwaan penuntut umum dinyatakan tidak dapat diterima.

Catatan : Adnan Paslyadja

Seharusnya putusan MARI berbunyai “Surat Dakwaan batal demi hukum”

31

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

33 of 43

  • Putusan MARI No. 2125 K/Pid/1990, Tgl. 31-08-1993
    1. Ucapan terdakwa dengan kata-kata : “hakim Anjing, Jaksa Kancing, kerjanya merampas tanah orang saja”, bukan delik memfitnah ex psl. 311 KUHP, akan tetapi termasuk delik menista ex psl 310 ayat (1) KUHP.
    2. Dakwaan ketiga ex psl 335 ayat (1) KUHP, dinyatakan batal demi hukum karena tidak diterangkan dengan jelas apa yang dilakukan oleh saksi korban dan apa yang dibiarkan dengan perbuatan melawan hukum berupa paksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dari terdakwa atas korban

Catatan : Adnan Paslyadja

    • PU mendakwakan “memfitnah” ex psl 311 KUHP namun MARI menghukum terdakwa melakukan delik “menista” ex psl 310 KUP yang tidak didakwakan PU
    • Meskipun salah satu dakwaan kumulatif dinyatakan batal demi hukum, namun tidak membatalkan surat dakwaan secara keseluruhan.
  • Putusan MARI No. 758.K/Pid/1996, Tgl. 25-02-1998

Dalam tindak pidana pencurian ex psl 362 KUHP, unsur “mengambil barang” tidak harus ditafsirkan bahwa barang yang diambil harus dibawa pergi dan berpindah dari tempatnya semula, melainkan sudah cukup bilmana barang itu sudah berada di bawah penguasaan sepenuhnya oleh terdakwa

32

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

34 of 43

  1. MEMBUAT MATRIK DAN MENYUSUN SURAT DAKWAAN
  • Identitas Terdakwa (para terdakwa)
    • Merupakan syarat formal
    • Diisi sesuai dengan psl. 143 ayat (2) a KUHP
  • Status Tahanan (kalau ditahan)
    • Tidak wajib (bukan syarat)
    • Kalau dicantumkan harus jelas :
      • Jenis tahanan (Rutan, Rumah, Kota)
      • Tahanan penyidik berakhir s.d. penyerahan tanggungjawab tsk. kepada PU
      • Tahanan PU, mulai saat penerimaan tanggungjawab tsk dari penyidik s.d. dilimpahkan ke PN (Acara Biasa)

33

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

35 of 43

  • Dakwaan :
    1. Terdakwa / para terdakwa
      • Dimulai dengan kalimat : “Bahwa terdakwa … atau Bahwa para terdakwa I … dan Terdakwa II … (kalau terdakwanya lebih dari satu orang
      • Kalau terdakwa mempunyai kwalifikasi khusus seperti PNS (kejahatan jabatan) atau karena hubungan kerja pasal 374 dll harus disebutkan dengan jelas jabatan, kewenangan, tugas pekerjaan dsb.
      • Kalau dilakukan secara bersama-sama, haurs dijelaskan :
        • Peranan masing-masing terdakwa
        • Kedudukan masing-masing terdakwa (pelaku, penganjur, penyuruh melakukan, membantu melakukan, bersama-sama melakukan
        • Hindari penyebutan fungsi ganda terhadap terdakwa (bersama-sama melakukan dan membantu melakukan, psl. 55 jo psl. 56 KUHP)

34

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

36 of 43

    • Waktu / Tempus Delicti
      • Sesuai waktu yang ada dalam berkas perkara
      • Sebutkan hari, tanggal, bulan, tahun, atau setidak-tidaknya pada sekitar bulan, tahun
      • Kalau merupakan perbuatan berlanjut, maka waktunya (hari/tanggal) harus disebut secara terperinci, demikian juga kalau dakwaan dalam bantuk Concursus yang digabung dalam satu dakwaan.
      • Mengenai waktu tindak pidana dilakukan merupakan persyaratan materil surat dakwaan

    • Tempat / Locus Delicti
      • Sesuaikan dengan tempat terjadinya tindak pidana dalam berkas perkara
      • Bertempat di jalan …No. .. RT … RW… Desa… Kecamatan …Kabupaten/Kotamadya… atau setidak-tidaknya di suatu tempat dalam daerah hukum PN …
      • Dalam hal terjadinya di luar wilayah hukum PN yang bersangkutan, seperti halnya psl. 84 ayat (2), (4); psl. 85 dan 86, maka setelah menyebutkan tempat terjadinya tindak pidana, ditambahkan kalimat “… atau setidak-tidaknya termasuk kewenangan PN … untuk memeriksa dan mengadili”.

35

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

37 of 43

      • Kalau dakwaannya dalam bentuk Kumulatif dalam satu dakwaan maka masing-masing tempat kejadian harus disebut satu persatu secara terperinci disesuaikan dengan waktu kejadian
      • Dalam hal tindak pidana di laut / ZEE / Perikanan, yang disidik Penyidik Perwira TNI AL, maka yang berwenang mengadili adalah PN yang di dalam daerah hukumnya meliputi pelabuhan dimana Kapal / orang itu diserahkan.
      • Tempat terjadinya tindak pidana merupakan syarat materil Surat Dakwaan

    • Uraian Delik dirangkaikan dengan uraian Fakta perbuatan atau keadaan / kejadian.
      • Ada dua teknik penguraian dalam hal ini :
        1. Setelah uraian tempat terjadinya tindak pidana langsung dihubungkan dengan unsur-unsur delik yang didakwakan, baru kemudian dirangkaikan dengan fakta perbuatan / keadaan yang menyertai / mendukung unsur delik tadi
        2. Setelah uraian tempat terjadi tindak pidana langsung menguraikan fakta perbuatan/keadaan yang menyertai atau mendukung setiap unsur delik yang didakwakan, jadi tidak menyalin keseluruhan unsur-unsur delik secara utuh lebih dahulu.

36

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

38 of 43

      • Dalam praktek akhir-akhir ini PU lebih cenderung menggunakan teknik pertama, dengan maksud agar tidak ada unsur delik yang tertinggal.
      • Dalam hal suatu tindak pidana yang unsur deliknya merupakan Alternatif sepertihalnya pasal 480 KUHP, psl. 1 ayat (1) UU No. 12/Drt/1951, maka tidak harus semua unsur Alternatif disalin, tetapi disesuaikan dengan fakta perbuatan terdaklwa yang ada alam berkas perkara.
      • Uraian mengenai cara dan peran terdakwa / masing-masing terdakwa melakukan perbuatan harus jelas sehingga terdakwa dapat mempersiapkan pembelaan dirinya. (kalau tidak jelas Surat Dakwaan batal demi hukum)
      • Dalam delik materil (akibat yang dilarang) maka akibat yang ditimbulkan dari perbuatan terdakwa harus disebutkan.
      • Tidak semua fakta kejadian / keadaan yang tidak mendukung unsur delik harus dimasukkan dalam surat dakwaan, sehingga menimbulkan kesan bertele-tele yang justru bisa membingungkan terdakwa dan Hakim.

37

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

39 of 43

    • Sebutkan ketentuan pidana yang disangkakan
      • Pasal 363 ayat (1) ke – 1 KUHP
      • Pasal 338 jo pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP
      • Pasal 362 jo pasal 64 ayat (1) KUHP
      • Dll.

    • Surat Dakwaan ditutup dan ditandatangani PU

“… tanggal …. Bulan ….. Tahun …..”

Penutut Umum,

ttd.

SATYA A. WICAKSANA, S.H.

JAKSA PRATAMA NIP. 230022498

38

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

40 of 43

5. PERUBAHAN SURAT DAKWAAN

  • Setiap saat PU harus meneliti kemudian merubah surat dakwaann jika ada kekeliruan baik Syarat Formil maupun Syarat Materil, asalkan berkas perkara belum dilimpahkan ke pengadilan.
  • Jika berkas perkara telah dilimpahkan, maka PU hanya boleh mengubah Surat Dakwaannya.
    • Sebelum ditetapkan hari sidang
    • Selambat-lambatnya 7 hari sebelum sidang dimulai.
  • Tujuan Perubahan Surat Dakwaan
    • Untuk menyempurnakan Surat Dakwaan
      • Untuk hal yang memberatkan :
        • Perbuatan tidak direncanakan menjadi perbuatan berencana
        • Pegawai Negeri, atau karena pekerjaannya
        • Residivis
        • Tentang concursus / samenloop
        • Tindak pidana berkwalifikasi ; psl. 363 KUHP diubah menjadi 365 KUHP
      • Untuk memperbaiki kesalahan Syarat Formil maupun Syarat Materil (untuk menghindari batalnya atau dapat dibatalkannya Surat Dakwaan)

39

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

41 of 43

  • Perubahan surat dakwaan dapat juga dilakukan untuk tidak melanjutkan penuntutan (untuk menghentikan penuntutan)
    • Tadinya dituntut suatu tindak pidana, kemudian ternyata bukan tindak pidana
    • Harus dihentikan demi hukum ;
      • Daluarsa
      • Terdakwa meninggal dunia
      • Nebis in idem
    • Penyidikannya tidak sah, sehingga harus disidik kembali.

Catatan :

Suatu berkas perkara yang sudah dinyatakan lengkap (P-21) tidak menutup kemungkinan untuk dihentikan penuntutannya berdasarkan pasal 139, 140 (2) dan 144 ayat (1). Namun seyogyanya jangan terjadi.

40

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

42 of 43

  • Perubahan surat dakwaan menjadi tindak pidana lain ;
    • Semula terdakwa didakwa melakukan pencurian kemudian diperbaiki menjadi penggelapan
    • KUHAP tidak mengatur secara tegas
    • Sementara mengatakan boleh, dengan alasan
      • Belum ada penetapan hari sidang
      • Terdakwa masih banyak waktu untuk mempersiapkan pembeleaannya
    • Putusan MARI Tgl. 13-12-1971 No. 15 K/Kr/1969

“… perubahan surat tuduhan yang dimaksud psl. 282 HIR adalah perubahan yang tidak mengakibatkan timbulnya perbuatan pidana lain”. –

Catatan :

Psl 282 HIR, memberikan kekuasaan untuk mengubah surat dakwaan dengan suatu pembatasan, jangan sampai akibat perubahan itu tindak pidana yang didakwakan berubah menjadi tindak pidana lain.

  • Perubahan surat dakwaan :
    • Hanya boleh dilakukan 1 kali.
    • Surat dakwaan maupun perubahannya harus disampaikan kpd terdakwa / penasehat hukumnya dan penyidik

41

TEHNIK MENYUSUN SURAT DAKWAAN

43 of 43

“een en ondeelbaar”

Kejaksaan adalah satu dan tidak terpisahkan