1 of 15

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SMK KELAS XI

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

2 of 15

Kajian Q.S.

Ar-Raḥmān/55: 33 dan Hadis tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Bab 2

3 of 15

Q.S. Ar-Raḥmān/55: 33 tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ (۳۳)

Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”

(Q.S. Ar-Raḥmān/55: 33)

4 of 15

Kajian Tajwid

Q.S. Ar-Raḥmān/55: 33

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ (۳۳)

Ikhfa

Mad Tabi’i

Mad Aridh Lissukun

Izhar

5 of 15

Asbabun Nuzul

Q.S. Ar-Raḥmān/55: 33

Tidak ada sebab khusus bagi latar belakang turunnya ayat ke-33 dari Q.S. Ar-Raḥmān ini. Terkait sejarah turunnya Q.S. Ar-Raḥmān secara umum, Al-Hasan, Urwah, Ibnu Zubair, Atha', dan Jabir berpendapat bahwa surat ini turun di Mekah. Adapun Menurut Ibnu Mas‘ud dan Muqatil, surat ini turun di Madinah.

6 of 15

Penjelasan Ayat

Q.S. Ar-Raḥmān/55: 33

01

02

03

Dr. Wahbah Zuhaily :

Maksud dari “menerobos atau menembus penjuru langit dan bumi” adalah berlari untuk menghindari ketetapan (qada dan qadar) Allah Swt. Adapun kata al-ma’syar didefinisikan sebagai golongan besar atau bilangan banyak yang hanya bisa bertambah jika ditambah dengan bilangan yang lain

At-Thabari :

Ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan kata “in-istaṭa’tum an tanfużū,” yang maksudnya adalah “jika kalian mampu menembus langit dan bumi, maka lakukanlah, tetapi kalian tidak akan mampu melakukan hal tersebut, kecuali dengan kekuatan (sulthan).”

Buya Hamka :

Manusia dan jin diberi kebebasan untuk melintasi alam ini sebagai wujud kasih sayang Allah Swt.

7 of 15

Isi dan Kandungan Ayat

Q.S. Ar-Raḥmān/55: 33

01

Seruan kepada jin dan manusia dari Allah Swt. yang membebaskan mereka untuk menembus atau melintasi langit

02

Jin maupun manusia tidak dapat menghindar dari qada dan qadar Allah Swt. juga dari kekuasaan-Nya

03

Jin maupun manusia juga tidak akan dapat menghindar dari tanggung jawab atas segala amal yang dilakukan selama di dunia

04

Adanya kemungkinan bagi manusia untuk mengeksplorasi luar angkasa dengan sulthan , tetapi kemampuannya itu terbatas

05

Mendorong manusia untuk menuntut ilmu serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi

06

Kekuatan yang dimiliki manusia adalah karunia Allah Swt

8 of 15

Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas segala bentuk dan jenis kenikmatan yang dianugerahkan-Nya

Berupaya istikamah dalam ketaatan kepada Allah Swt. dan rela menerima semua ketetapan/takdir-Nya

Senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu dan melakukan penelitian terhadap alam raya yang terhampar

Selalu memohon kepada Allah Swt. agar diberikan ketetapan iman dan Islam hingga akhir hayat

Menyadari akan keterbatasan kemampuan manusia dalam mengarungi alam raya di hadapan kekuasaan Allah Swt

Perilaku yang Mencerminkan Kandungan

Q.S. Ar-Raḥmān/55: 33

9 of 15

Hadis tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ

فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنِّي جِئْتُكَ مِنْ مَدِينَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَدِيثٍ بَلَغَنِي

أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا جِئْتُ لِحَاجَةٍ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُرَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ

طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ

لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ

الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ

الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ

وَافِرٍ

(رواه أبو داود)

10 of 15

Terjemahan Hadis

Dari Katsir bin Qais ia berkata, "Aku pernah duduk bersama Abu Darda di Masjid Damaskus, lalu datanglah seorang laki-laki kepadanya dan berkata, "Wahai Abu Darda, sesungguhnya aku datang kepadamu dari kota Rasulullah Saw., karena sebuah hadis yang sampai kepadaku, bahwa engkau meriwayatkannya dari Rasulullah Saw. Tidaklah aku datang kecuali untuk itu." Abu Darda lalu berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: "Barang siapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai tanda kerelaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi, hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.“

(H.R. Abu Daud)

11 of 15

Isi dan Kandungan Hadis

    • Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim
    • Seluruh makhluk yang berada di bumi dan di langit akan memohonkan ampunan, doa ini dikhususkan bagi orang-orang yang giat dan bersemangat untuk menuntut ilmu
    • Ulama merupakan pewaris para nabi, sehingga manusia tetap berada di jalur yang benar di jalan Allah Swt
    • Para malaikat senang terhadap orang-orang yang gigih dalam menuntut berbagai ilmu pengetahuan
    • “Ibarat bulan purnama yang bersinar di antara bintang-bintang”, itulah perumpamaan perbandingan seorang alim dengan seorang ahli ibadah

12 of 15

Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Hadis tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan seharihari

Bersemangat untuk mencari ilmu tanpa mengenal batas usia

Selalu rendah hati dan merasa masih banyak yang belum diketahui

Tidak hanya mencari ilmu, tetapi juga bersemangat dalam mengamalkannya.

Selalu berupaya menambah ilmu pengetahuan

01

02

03

05

04

13 of 15

Meyakini bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah Perintah Agama (1)

Menuntut ilmu merupakan perintah agama dan perlu digarisbawahi bahwa tujuan menuntut ilmu bukan untuk kepuasan dan kesenangan jasmani semata, melainkan untuk mencari keridaan Allah Swt., serta melindungi totalitas sisi kemanusiaan, saat berhubungan dengan semesta alam.

Hukum menuntut ilmu itu terbagi dua, yaitu:

  1. Fardu ‘ain, yaitu menuntut ilmu yang sifatnya wajib bagi semua orang yang beriman, misalnya yang terkait dengan masalah agama
  2. Fardu kifayah, yaitu ilmu-ilmu yang harus ada di kalangan umat Islam, misalnya ilmu yang terkait dengan masalah duniawi.

www.freepik.com

14 of 15

Meyakini bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah Perintah Agama (2)

Setiap muslim wajib mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi dan implementasi dari mencintai adalah berjuang untuk mencari dan menuntut ilmu.

Adapun pentingnya menuntut ilmu, antara lain:

  1. bernilai ibadah;
  2. termasuk wujud perjuangan di jalan Allah Swt. karena menghadapi musuh yang tidak diinginkan berupa kebodohan dan keterbelakangan;
  3. mengantarkan pada derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt. dan manusia;
  4. merupakan syarat amalan seorang muslim diterima;
  5. mendapat pahala yang besar atas kebermanfaatan ilmu;
  6. mendapat doa dari semua makhluk, yang ada di langit maupun bumi;
  7. memudahkan terbukanya jalan menuju surga.

15 of 15

Membiasakan Diri Bersikap Adaptif terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Ada kaidah yang harus dibiasakan oleh setiap pencari ilmu sebagai bentuk sikap adaptif terhadap IPTEK. Bagi para pencari ilmu, tentunya tidak asing dengan syair Imam Syafi’i: “Saudaraku, kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas: kecerdasan, ketamakan dalam ilmu, kesungguhan, harta benda, menghormati guru, dan waktu yang panjang.”