1 of 53

ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER – LAUT;�ANALISIS & PREDIKSI CURAH HUJAN

BIDANG ANALISIS VARIABILITAS IKLIM

PUSAT INFORMASI PERUBAHAN IKLIM - KEDEPUTIAN BIDANG KLIMATOLOGI

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

UPDATE  

 DASARIAN I NOVEMBER 2021

1

1

2 of 53

OUTLINE

  1. Status dan Prediksi ENSO serta IOD
    • Analisis Suhu Subsurface Samudera Pasifik; 
    • Analisis dan Prediksi SST; 
    • Prediksi ENSO dan IOD;
  2. Analisis dan Prediksi Monsun
    • Analisis dan Prediksi Angin 850 mb;
    • Analisis dan Prediksi Monsun; 
  3. Analisis OLR
  4. Analisis dan Prediksi MJO
  5. Analisis dan Prediksi SST Perairan Indonesia
  6. Analisis dan Prediksi Kelembapan Udara Relatif (RH)
  7. Analisis dan Prediksi Suhu Udara Permukaan
  8. Monitoring dan Prediksi Hari Tanpa Hujan (HTH)
  9. Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis dan Curah Hujan Tinggi
  10. Analisis Curah Hujan
  11. Analisis Perkembangan Musim
  12. Prakiraan dan Peluang Curah Hujan
  13. Kesimpulan

2

3 of 53

Status dan Prediksi ENSO serta IOD

3

3

4 of 53

Monitoring suhu bawah permukaan laut di wilayah Pasifik pada Agustus - November 2021, anomali negatif terlihat dan menguat di kedalaman 0-150 m terutama di wilayah Pasifik bagian tengah hingga timur.

Peta evolusi suhu bawah permukaan laut (peta kanan) dari 5 September s.d. 4 November 2021 juga menunjukkan kondisi anomali suhu negatif terlihat semakin menguat di Pasifik tengah hingga timur pada kedalaman 0-200 m. 

Anomali Suhu SubSurface Samudera Pasifik

(PEMUTAKHIRAN DASARIAN I NOVEMBER 2021)

Sumber: bom.gov.au

Sumber: CPC NOAA

4

5 of 53

ANALISIS ANOMALI SUHU MUKA LAUT

Indeks Nino3.4 : -0.99 ; Indeks Dipole Mode : -0.3

  • Secara umum, anomali SST di Samudera Pasifik bagian timur hingga barat didominasi kondisi dingin.
  • Di Samudera Hindia umumnya anomali SST bagian barat dalam kondisi dingin sedangkan di bagian timur terjadi kondisi hangat.
  • Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan nilai yang memenuhi prasyarat kondisi La Niña dan berlangsung selama lima dasarian terakhir, sedangkan anomali SST di Samudera Hindia  menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD)  Netral.

                                           

5

6 of 53

PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST�(PEMUTAKHIRAN NOVEMBER 2021)

  • SST Pasifik di Wilayah Nino 3.4 diprediksi didominasi kondisi dingin pada November 2021 hingga Februari 2022 kemudian mulai berangsur netral hingga April 2022.
  • SST Wilayah Samudera Hindia pada November hingga Desember 2021 di bagian timur diprediksi dalam kondisi hangat kemudian berangsur netral sedangkan dibagian timur didominasi netral hingga April 2022.

6

7 of 53

ANALISIS & PREDIKSI ENSO  �(PEMUTAKHIRAN DASARIAN I NOVEMBER 2021)

*November 2021 = pemutakhiran s.d. 08 November 2021

Peningkatan Konveksi di Indonesia

Pengurangan Konveksi di Indonesia

El-NIÑO

KUAT

MODERAT

LEMAH

KUAT

MODERAT

LEMAH

LA-NIÑA

  • Indeks ENSO bulan November 2021* sebesar -0.99 menunjukkan ENSO dalam kondisi prasyarat La Nina Lemah.

  • BMKG memprakirakan fenomena ENSO La Niña Lemah akan berlangsung hingga April-Mei-Juni 2022.

  • Sebagian besar pusat layanan   iklim lainnya memprakirakan kondisi ENSO  La Niña Lemah – Moderat dan akan berlangsung hingga AMJ 2022.

Prediksi ENSO BMKG

NDJ'21

DJF'22

JFM'22

FMA'22

MAM'22

AMJ'22

-0.92

-0.83

-0.75

-0.70

-0.74

-0.74

7

8 of 53

ANALISIS & PREDIKSI IOD�(PEMUTAKHIRAN DASARIAN  I NOVEMBER 2021)

*November 2021 = pemutakhiran s.d. 8 November 2021

DM [+]

NORMAL

DM [-]

Peningkatan Konveksi di Indonesia

Pengurangan Konveksi di Indonesia

  • Indeks IOD bulan November 2021* sebesar –0.40, yang menunjukkan IOD Netral.

  • BMKG memperkirakan kondisi IOD akan berada pada kondisi  IOD  Netral.

  • NMME memperkirakan kondisi IOD cenderung Netral hingga Mei 2022.

PREDIKSI IOD BMKG

Des'21

Jan'22

Feb'22

Mar'22

Apr'22

Mei'22

-0.05

0.06

-0.04

0.04

-0.23

-0.35

8

9 of 53

ENSO UPDATE : NOVEMBER 2021

  • ENSO Alert System Status: La Niña Advisory.
  • La Niña conditions have developed and are expected to continue with an 87% chance of La Niña in December 2021- February 2022.

IRI ENSO Forecast,   CPC/IRI ENSO Update

Published: 14 October 2021

  • The tropical Pacific has been ENSO-neutral since May 2021, based on both oceanic and atmospheric indicators.
  • Model predictions and expert assessment favor the continuation of the cool side of ENSO-neutral through September-November 2021 with 60% likelihood, and 40% likelihood for the re-emergence of La Niña conditions. Those probabilities shift to 50%-50% for the October-December 2021 and November-January 2021/2022 seasons.
  • In December-February 2021/2022, the odds shift to 60% for La Niña conditions, 30% for ENSO-neutral, and 10% for El Niño conditions.

  • The ENSO Outlook remains at La Niña ALERT.
  • This means that the El Niño–Southern Oscillation is currently neutral, but the chance of La Niña forming in the coming months is around 70%.
  • A La Niña ALERT is not a guarantee that La Niña will occur, rather it is an indication that most of the typical precursors of an event are in place.

  • La Niña conditions are considered to be present in the equatorial Pacific.
  • La Niña conditions are more likely to continue (60%) until the end of boreal winter than not to continue (40%).

El Niño Outlook 

Last Updated:  10 November 2021  next update 10 Desember 2021

El Niño Outlook

Issued : 9 November 2021 next update 23 November 2021

El Niño Outlook 

Updated : September 2021

9

10 of 53

Analisis dan Prediksi Monsun

10

10

11 of 53

ANALISIS ANGIN ZONAL LAPISAN 850 mb

Pola angin zonal (Timur-Barat): 

  • Angin timuran mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara dan Kalbar bagian utara.
  • Angin timuran yang bertiup di wilayah Indonesia umumnya relatif lebih lemah dari klimatologisnya, namun meluas di wilayah Kalimantan bagian utara hingga Timur, Sulawesi kecuali Sulsel, Maluku, Papua dan Papua bagian utara.

(Sumber : ITACS - JRA-55)​

11

12 of 53

ANALISIS ANGIN MERIDIONAL LAPISAN 850 mb

Pola angin meridional (Utara-Selatan): 

  • Angin dari selatan umumnya mendominasi di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera, sebagian Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat.
  • Angin dari selatan yang bertiup di wilayah Indonesia umumnya relatif lebih lemah dari klimatologisnya.

(Sumber : ITACS - JRA-55)​

12

13 of 53

ANALISIS & PREDIKSI ANGIN LAPISAN 850 mb

(Sumber : ITACS - JRA-55)​

  • Analisis Dasarian I November 2021

Aliran massa udara di wilayah Indonesia umumnya masih didominasi angin timuran kecuali wilayah Sumatera hingga Jawa dan Kalimantan bagian barat. Pola angin lebih lemah dari normalnya.

  • Prediksi Dasarian I November 2021

Aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi angin baratan mulai memasuki wilayah Indonesia terutama di wilayah sekitar ekuator.

13

14 of 53

PREDIKSI ANGIN LAPISAN 850 mb(Sumber : ECMWF)

DESEMBER 2021 – FEBRUARI 2022

Desember 2021 diprediksi Angin Monsun Asia sudah aktif dimana massa udara dari Samudera Pasifik mulai memasuki wilayah Indonesia khususnya di utara garis equator, kemudian semakin menguat dengan massa udara berasal dari Samudera Hindia pada hingga Februari 2022.

14

15 of 53

ANALISIS & PREDIKSI INDEKS MONSUN

  • Monsun Asia: Pada dasarian I November 2021 aktif dan diprediksi tetap aktif hingga dasarian I Desember 2021. Kondisi tersebut diprediksi mendukung pembentukan awan di wilayah utara Indonesia.
  • Monsun Australia: Pada dasarian I November 2021 aktif dan diprediksi masih aktif hingga dasarian I Desember 2021 dengan intensitas relatif sama dengan klimatologisnya, tidak mendukung pembentukan awan di wilayah selatan Indonesia.

15

16 of 53

ANALISIS & PREDIKSI INDEKS SCS-CEF & CENS�(monitoring potensi peningkatan curah hujan di ibu kota)

  • Indeks SCS CEF (South China Sea Cross Equatorial Flow): Pada dasarian I November 2021 aktif dan diprediksi tetap aktif hingga dasarian I Desember 2021 dengan intesitas yang cenderung sama dengan normalnya. 

  • Indeks CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge): Pada dasarian I November 2021 aktif dan diprediksi tidak aktif hingga dasarian I Desember 2021.  

16

17 of 53

ANALISIS OUTGOING LONGWAVE RADIATION (OLR)

17

17

18 of 53

ANALISIS OUTGOING LONGWAVE RADIATION (OLR)

(Sumber : NOAA/ PSD)

Daerah pembentukan awan (OLR ≤ 220 W/m2terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan sebagian Papua. 

Tutupan awan di wilayah Indonesia umumnya cenderung lebih kuat dibandingkan dengan kondisi normalnya.

Ref: Evans and Webster, Aust. Meteorol. Oceanogr. J, 2014

18

19 of 53

Analisis dan Prediksi MJO

19

19

20 of 53

ANALISIS DAN PREDIKSI MJO & GEL. ATMOSFER

(Sumber : NCEP – NOAA)

Analisis pada tanggal 10 November 2021 menunjukkan MJO tidak aktif dan diprediksi tetap tidak aktif hingga pertengahan dasarian III November 2021.

Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan relatif cukup banyak dibanding biasanya terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga akhir November 2021.

20

21 of 53

Analisis dan Prediksi �Suhu Muka Laut Perairan Indonesia

21

21

22 of 53

�ANALISIS ANOMALI SUHU MUKA LAUT INDONESIA

SSTA Indonesia : 0.39

Rata-rata anomali suhu perairan Indonesia umumnya menunjukkan kondisi hangat pada sebagian besar wilayah Indonesia. Kisaran anomali SST antara –1.0 s.d +1.0 °C. Suhu muka laut yang lebih hangat (anomali positif) umumnya terjadi di wilayah perairan Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan Jawa, Perairan Kepulauan Riau dan Bangka Belitung, perairan utara dan selatan Nusa Tenggara, perairan Maluku, Maluku Utara dan utara Papua.

(Sumber : ICOBE-SST)

22

23 of 53

PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST INDONESIA�(PEMUTAKHIRAN NOVEMBER 2021)

Anomali SST Perairan Indonesia pada Desember 2021 hingga April 2022 diprediksi didominasi kondisi hangat (anomali positif) pada seluruh wilayah Indonesia dan melemah menuju kondisi netral. Anomali SST Perairan Indonesia diprediksi menguat pada April 2022.

23

24 of 53

Analisis dan Prediksi �Kelembapan Udara Relatif (RH)

24

24

25 of 53

ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) PERMUKAAN�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian I November 2021

Kelembapan udara relatif (relative humidity) pada lapisan permukaan umumnya di atas 90 %.

  • Prakiraan Dasarian II November s.d. I Desember 2021 

Kelembapan udara relatif permukaan diprediksi umumnya di atas 85% dan terjadi hingga Dasarian I Desember 2021.

25

26 of 53

ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) 850mb�Sumber: CFSv2

  • Analisis Dasarian I November 2021

Kelembapan udara relatif pada lapisan 850mb umumnya berkisar 55  – 90 %.

  • Prakiraan Dasarian II November s.d. I Desember 2021 

Kelembapan udara relatif pada lapisan 850mb umumnya diprediksi berkisar antara 60 – 90 %.

26

27 of 53

ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) 700mb�Sumber: CFSv2

  • Analisis Dasarian I November 2021

Kelembapan udara relatif pada lapisan 700mb umumnya berkisar 40 – 90 %.

  • Prakiraan Dasarian II November s.d. I Desember 2021 

Kelembapan udara relatif pada lapisan 700mb umumnya diprediksi berkisar antara 45 – 90 %.

27

28 of 53

Analisis dan Prediksi �Suhu Rata-rata, Minimum dan Maksimum

28

28

29 of 53

ANALISIS & PREDIKSI SUHU RATA-RATA PERMUKAAN�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian I November 2021

Suhu rata-rata permukaan berkisar 24 – 29 °C.

  • Prakiraan Dasarian II November s.d. I Desember 2021 

Suhu rata-rata permukaan diprediksi berkisar  22 – 29 °C.

29

30 of 53

ANALISIS & PREDIKSI SUHU MINIMUM�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian I November 2021

Suhu minimum permukaan berkisar 20 – 25 °C.

  • Prakiraan Dasarian II November s.d I Desember 2021 

Suhu minimum permukaan diprediksi berkisar  22 – 27 °C.

30

31 of 53

ANALSIS & PREDIKSI SUHU MAKSIMUM�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian I November 2021

Suhu maksimum permukaan berkisar 27 – 34 °C.

  • Prakiraan Dasarian II November s.d. I Desember 2021 

Suhu maksimum permukaan diprediksi berkisar  24 – 31 °C.

31

32 of 53

Analisis dan Prediksi �Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH)

32

32

33 of 53

MONITORING HARI TANPA HUJAN �(pemutakhiran: 10 NOVEMBER 2021)

33

34 of 53

PRAKIRAAN HARI TANPA HUJAN (HTH)

34

35 of 53

PRAKIRAAN PELUANG HARI TANPA HUJAN (HTH)�(PERIODE HTH :01 NOVEMBER – 12  DESEMBER 2021)

HTH > 5 Hari

HTH > 10 Hari

HTH > 15 Hari

HTH > 20 Hari

HTH > 25 Hari

35

36 of 53

PERINGATAN DINI KEKERINGAN METEOROLOGIS�PEMUTAKHIRAN : 11 NOVEMBER 2021

36

37 of 53

PERINGATAN DINI CURAH HUJAN TINGGI�PEMUTAKHIRAN : 11 NOVEMBER 2021

37

38 of 53

ANALISIS CURAH HUJAN

38

38

39 of 53

Analisis Curah dan Sifat Hujan Bulan Oktober 2021

Analisis Curah Hujan Bulanan – Oktober 2021

Analisis Sifat Hujan Bulanan – Oktober 2021

Umumnya curah hujan pada Oktober 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 - 300 mm/bulan). Curah hujan tinggi-sangat tinggi (>300 mm/bulan) terjadi dis sebagian Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera Barat bagian tengah dan selatan, Riau bagian barat, Bengkulu, Jawa Barat bagian barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian barat dan utara, Kalimantan Utara bagian utara, sebagian Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan bagian tengah, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua.

Sifat hujan pada Oktober 2021 umumnya Normal – Atas Normal. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di Aceh bagian barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat bagian utara dan barat, Riau bagian utara, Bengkulu bagian selatan, Jambi bagian selatan, Sumatera Selatan, Lampung bagian barat, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah, DIY bagian barat, sebagian Jawa Timur, Bali bagian selaran, Pulau Sumbawa bagian timur, Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Kalimanta Tengah, Kalimantan Selatan bagian barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian utara, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah bagian utara, sebagian Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara bagian utara, Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara dan sebagian Papua.

39

40 of 53

Analisis Curah dan Sifat Hujan Dasarian I November 2021

Umumnya curah hujan pada Dasarian I November 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 – 150 mm/dasarian). Curah hujan tinggi dan sangat tinggi (> 150 mm/dasarian) terjadi di sebagian Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera Barat bagian selatan, Riau bagian tengah, sebagian Jambi, Bengkulu bagian selatan, sebagian Sumatera Selatan, sebagian besar Lampung, sebagian P. Bangka, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian barat, sebagian NTT, Kalimantan Barat bagian tengah, Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Gorontalo, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua.

Sifat hujan pada Dasarian I November 2021 umumnya Normal hingga Atas Normal. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di sebagian Sumatera Utara, Sumatera Barat bagian utara, Riau bagian utara, P. Belitung, sebagian Banten, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur bagian timur, Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi Selatan, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian tengah

Analisis Curah Hujan Dasarian –  November I 2021

Analisis Sifat Hujan Dasarian – November I 2021

40

41 of 53

ANALISIS PERKEMBANGAN MUSIM

41

41

42 of 53

Analisis Perkembangan Musim Hujan 2021

42

43 of 53

PRAKIRAAN DAN PELUANG CURAH HUJAN

43

43

44 of 53

Prakiraan Hujan Dasarian�(Update 08 November 2021)

PRAKIRAAN CH DASARIAN

PRAKIRAAN SH DASARIAN

NOV - II

NOV - III

DES - I

44

45 of 53

Prakiraan Peluang Hujan Dasarian�(Update 08 November 2021)

PELUANG HUJAN >150mm

PELUANG HUJAN >50mm

NOV - II

NOV - III

DES - I

45

46 of 53

Prakiraan Curah Hujan Bulanan 2021-2022

DESEMBER

JANUARI 2022

FEBRUARI 2022

MARET 2022

APRIL 2022

MEI 2022

    • Desember pada umumnya berada pada kategori menengah - tinggi. Curah hujan sangat tinggu (>500mm/bulan) diprakirakan terjadi di NAD bagian barat, SUmatera Utara bagian barat, SUmatera Barat bagian selatan, Bengkulu bagian selatan, Jawa Barat bagian selatan, Sulawesi Barat bagian tengah, dan Papua bagian tengah.
    • Januari 2022– Februari 2022 pada umumnya berada pada kategori menengah - tinggi. Curah hujan sangat tinggi (>500mm/bulan) diprakirakan terjadi di Sulawesi Tenggara bagian utara, Papua barat bagian tengah dan Papua bagian tengah.
    • Maret 2022 – Mei 2022 pada umumnya berada pada kategori menengah - tinggi. Curah hujan sangat tinggi (>500mm/bulan) diprakirakan terjadi di Papua Barat bagian tengah dan Papua bagian tengah.

(Update : 08 November 2021)

46

47 of 53

Prakiraan Sifat Hujan Bulanan 2021-2022

DESEMBER

JANUARI 2022

FEBRUARI 2022

MARET 2022

APRIL 2022

MEI 2022

  • Prakiraan sifat hujan pada bulan Desember 2021 – April 2022 umumnya kategori Normal – Atas Normal. 
  • Desember – Februari 2022, sifat hujan Bawah Normal diprakirakan terjadi di sebagian Riau, Jambi bagian tengah, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian timur,  sebagian Bangka Belitung, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian NTB, dan sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan bagian selatan, Maluku bagian tenggara, dan Papua Barat bagian selatan.
  • Maret 2022 – Mei 2022,  sifat hujan Bawah Normal diprakirakan terjadi Sumatera Utara bagian tengah, sebagian Riau, sebagian Sumatera Barat, Jambi bagian tengah, sebagian Sumatera Selatan, Lampung bagian utara, sebagian Bangka Belitung, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian barat, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur bagian barat, sebagian Bali, sebagian NTB, dan sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur bagian selatan, Kalimantan Utara bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian selatan, Maluku bagian tenggara, dan sebagian Papua.

(Update : 08 November 2021)

47

48 of 53

Peluang Curah Hujan Bulanan 2021-2022

DESEMBER

JANUARI 2022

FEBRUARI 2022

MARET 2022

APRIL 2022

MEI 2022

Peluang hujan di atas kriteria TINGGI (curah hujan > 300 mm/ bulan)

  • Desember - Februari  2022: curah hujan >300 mm/bulan berpeluang terjadi Aceh, pesisir barat Pulau Sumatera, sebagian P. Jawa, Sebagian Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Barat, Pulau Sulawesi bagian tengah, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Sebagian Papua.
  • Maret 2022 – April 2022: curah hujan >300 mm/bulan berpeluang terjadi sebagian Aceh, sebagian P. Jawa, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Sebagian Papua. 
  • Mei 2022 : curah hujan > 300 mm/bulan berpeluang terjadi di Kalimantan Timur bagian barat dan utara, sebagian Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua.

(Update : 08 November 2021)

48

49 of 53

Prakiraan Awal Musim Hujan 2021/2022

49

50 of 53

Prakiraan Puncak Musim Hujan 2021/2022

50

51 of 53

�RINGKASAN�

  • Analisis dan Prediksi ENSO dan IOD 

Indeks ENSO dasarian I November 2021 menunjukkan ENSO dalam kondisi prasyarat La Nina Lemah. BMKG dan sebagian institusi memprakirakan kondisi ENSO  La Niña Lemah – Netral dan akan berlangsung hingga awal April-Mei-Juni 2022.​ Sedangkan Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD Netral  dan diprakirakan akan netral  setidaknya hingga Mei 2022.

  • Analisis dan Prediksi Angin 850b 

Dasarian I November 2021, timuran kecuali wilayah Sumatera hingga Jawa dan Kalimantan bagian barat. Pola angin lebih lemah dari normalnya. Dasarian II November 2021, aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi angin baratan mulai memasuki wilayah Indonesia terutama di wilayah sekitar ekuator.

  • Analisis OLR 

Daerah pembentukan awan terjadi di sebagian besar wilayah wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan sebagian Papua.  Tutupan awan di wilayah Indonesia umumnya cenderung lebih kuat dibandingkan dengan kondisi normalnya.

  • Analisis dan Prediksi MJO 

Analisis pada tanggal 31 Oktober 2021 menunjukkan MJO tidak aktif dan diprediksi tetap tidak aktif hingga pertengahan dasarian III November 2021.​ Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan relatif cukup banyak dibanding biasanya terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga akhir November 2021.​

  • Analisis dan Prediksi Kelembapan Udara Relatif (RH) 

Dasarian I November 2021, Kelembapan udara relatif (relative humidity) pada lapisan permukaan umumnya di atas 90 %. Kelembapan udara relatif permukaan diprediksi umumnya di atas 85% dan terjadi hingga Dasarian I Desember 2021.

  • Analisis dan Prediksi Suhu 

Dasarian I November 2021, suhu rata-rata permukaan berkisar 24-29 °C dan diprediksi dasarian II November hingga I Desember berkisar 22-29 °C. Pada dasarian II November hingga I Desember 2021, suhu minimum diprediksi berkisar 22-27 °C  dan suhu maksimum diprediksi umumnya berkisar 24-31 °C.

  • Peringatan Dini 

Tidak ada peringatan dini kekeringan meteorologis.

Beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada klasifikasi waspada hingga siaga untuk satu dasarian kedepan.

51

52 of 53

RINGKASAN

  • Analisis Curah Hujan Dasarian I November 2021 

Umumnya curah hujan pada Dasarian I November 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 – 150 mm/dasarian). Curah hujan tinggi dan sangat tinggi (> 150 mm/dasarian) terjadi di sebagian Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera Barat bagian selatan, Riau bagian tengah, sebagian Jambi, Bengkulu bagian selatan, sebagian Sumatera Selatan, sebagian besar Lampung, sebagian P. Bangka, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian barat, sebagian NTT, Kalimantan Barat bagian tengah, Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Gorontalo, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua.

  • Analisis Perkembangan Musim Hujan Dasarian I November 2021: Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 40,35% wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan. Wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Sumatera Barat, Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung bagian barat, Banten, DKI Jakarta, sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, sebagian kecil Jawa Timur bagian selatan, sebagian Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, dan sebagian besar Maluku.
  • Prakiraan Curah Hujan Dasarian November II – Desember I 2021 : pada November II – Desember I 2021 umumnya diprakirakan curah hujan berada di kriteria rendah hingga menengah (0 – 150 mm/dasarian). Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi (> 150 mm/dasarian) pada November II meliputi Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian utara, Kalimantan Timur bagian tengah, Sulawesi Selatan bagian utara, Papua Barat bagian timur dan Papua bagian tengah; pada November III – Des I meliputi Papua bagian tengah.
  • Prakiraan Curah Hujan atas 300  mm/bulan untuk Bulan Desember 2021 – Mei 2022 :
  • Desember - Februari  2022: curah hujan >300 mm/bulan berpeluang terjadi Aceh, pesisir barat Pulau Sumatera, sebagian P. Jawa, Sebagian Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Barat, Pulau Sulawesi bagian tengah, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Sebagian Papua.
  • Maret 2022 – April 2022: curah hujan >300 mm/bulan berpeluang terjadi sebagian Aceh, sebagian P. Jawa, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Sebagian Papua.
  • Mei 2022 : curah hujan > 300 mm/bulan berpeluang terjadi di Kalimantan Timur bagian barat dan utara, sebagian Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua.

52

53 of 53

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA

Info Iklim : 021 4246321 ext. 1707

Info Cuaca : 021 6546315/18

Info Gempabumi : 021 6546316

Terima kasih

www.bmkg.go.id

@infoBMKG

Jl. Angkasa 1 No.2 Kemayoran Jakarta Pusat, Indonesia

53

53