DIPANGGIL �MENGASIHI SESAMA
By: Pdt. Jairus Hasugian
Yohanes 13: 34-35
34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
PENDAHULUAN
Background:
I. PERINTAH BARU
-) Perintah lama: mengasihi sesama spt. diri sendiri.
-) Perintah baru: mengasihi spt. Kristus mengasihi (“… sama spt. Aku telah mengasihi kamu…”).
II. MENGASIHI
a. Arti mengasihi.
Memberi diri demi kebaikan org. lain.
dilakukan dgn. penuh pengorbanan,
dan pengampunan.
Menyukai (Like) | Mengasihi (Love) |
Berdasarkan perasaan | Berdasarkan komitmen dan kehendak |
Utk. kepentingan diri sendiri | Utk. kebaikan orang lain |
Bersifat sementara | Tahan uji, dan tetap setia |
Menghindari konflik | Mau menegur demi pertumbuhan |
b. Mengasihi Menurut Alkitab:
1. Mengutamakan Pengorbanan
2. Mendatangkan Kesembuhan & Pengampunan
3. Mendatangkan Kedamaian & Kebahagiaan
* Jadi tdk. hanya bermanfaat bagi org. yg. menerima, tetapi juga bagi kita yang memberi.
III. SEPERTI YESUS MENGASIHI
* Apa saja bedanya ?
Aspek | Kasih Manusia | Kasih Kristus |
Sumber | Dari hati yang terbatas | Dari Allah, sempurna (I Yoh. 4:8) |
Sifat | Terbatas, berubah-ubah | Tak terbatas, kekal (Ibr. 13:8) |
Kondisi | Bersyarat | Tanpa syarat (Roma 5:8) |
Motivasi | Sering karena kepentingan pribadi atau emosi | Murni demi keselamatan dan kebaikan orang lain |
Aspek | Kasih Manusia | Kasih Kristus |
Pemberian diri | Memberi selama tidak merugikan diri sendiri | Memberi diri sepenuhnya, bahkan mati di salib (Yoh. 15:13) |
Respon terhadap luka | Mudah menyimpan sakit hati, dendam | Cepat mengampuni (Luk. 23:34) |
Kepada siapa diberikan | Umumnya hanya kepada orang yang disukai | Kepada semua orang, bahkan musuh (Mat. 5:44) |
Aspek | Kasih Manusia | Kasih Kristus |
Tujuan akhir | Utk. mendapat balasan, atau rasa diterima | Utk. membawa keselamatan dan pemulihan |
Ketulusan | Kadang penuh pamrih atau manipulatif | Murni, tanpa pamrih |
Standar kasih | Mengasihi mnrt. ukuran dunia | Mnrt. ukuran kasih sejati (Yoh. 13:34-35) |
* Cara Yesus Mempraktekkan Kasih:
1. Melayani murid-2-Nya, bahkan cuci kaki mrk. (Yoh. 13:1-20).
2. Tdk. pakai syarat (Roma 5:8, “Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa.”)�Yesus mengasihi bukan karena kita layak, tapi karena kasih-Nya murni.
3. Tdk. pilih-2 org. Semua dikasihi.
* Cara Yesus Mempraktekkan Kasih:
4. Dgn. penuh pengorbanan (Yoh. 15:13, “Tdk. ada kasih yg. lebih besar dari kasih seorg. Yg. menyerahkan nyawanya...”). Kasih Kristus mengorbankan kenyamanan, kehormatan, bahkan nyawa-Nya sendiri.
* Cara Yesus Mempraktekkan Kasih:
5. Mengampuni (Luk. 23:34, “Ya Bapa, ampunilah mereka...”. Kristus tetap mengampuni murid-murid yang berkhianat; juga orang-orang yang menyakiti Dia.
6. Setia dan sabar. Yesus tetap kasihi murid-2 yg. lambat mengerti, bahkan yang sempat meninggalkan-Nya.
* Cara Kita Mempraktekkan Kasih :
1. Tindakan nyata (1 Yoh. 3:18, "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.").
tapi hrs. diwujudkan dlm. pelayanan,
perhatian, dan bantuan nyata.
* Cara Kita Mempraktekkan Kasih :
2. Empati (Roma 12:15, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis."). Kita dipanggil untuk merasakan apa yang orang lain rasakan, bukan sekadar menasihati dari jauh.
3. Sabar (Kol. 3:13a, "Sabarlah kamu seorang akan yang lain …). Sabar = menahan derita hingga waktun yang lama.
* Cara Kita Mempraktekkan Kasih :
4. Mengampuni (Kol. 3:13b, "… ampunilah seorang akan yang lain..."). Kasih sejati tidak menyimpan dendam.
5. Tanpa pamrih (I Kor. 13:5, "Kasih itu … tidak mencari keuntungan diri sendiri...").�Kasih sejati tidak egois, tapi memberi tanpa mengharapkan balasan.
* Cara Kita Mempraktekkan Kasih :
6. Mengasihi org. yg. sulit dikasihi (Mat. 5:44, "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.").
7. Bersedia berkorban (Yesus berkata: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya...” (Yoh. 15:13)
KESIMPULAN
KESIMPULAN