1 of 24

Gambar Potongan & Struktur

2 of 24

  • Gambar Potongan & Struktur
  • Sebelum menggambar potongan harus direncanakan gambar dan bagian konstruksi sebagai berikut ,
    • Untuk bangunan kayu :
      • Denah dan tampak bangunan.
      • Perletakan tiang tongkat, balok keep dan gelegar.
      • Ukuran kolom dan posisi kolom, sengkang, balok tutup.
      • Rencana lantai, balok lantai dan balok induk.
      • Bentuk atap dan posisi kapspant, sengkang, balok tutup.

    • Untuk bangunan beton :
      • Denah dan tampak bangunan.
      • Type pondasi dan posisi pondasi.
      • Ukuran kolom dan posisi dari kolom.
      • Rencana lantai dan balok lantai.
      • Bentuk atap dan posisi kapspant.

3 of 24

  • Contoh ;

y

x

Sebelum membuat potongan, kita buat sketsa ;

    • Lantai 1
    • Lantai 2
    • atap

A

A

A

A

B

B

B

B

4 of 24

KONSTRUKSI KAYU

  • Untuk bangunan satu lantai arah keep dan gelegar cukup bebas.
  • Untuk bangunan dualantai atau lebih harus diperhatikan dinding yang

menahan lantai 2, struktur/ kolom yang menahan lantai 2 sebaiknya diletakan

pada keep, jangan diletakan pada gelegar.

  • Perhatikan rencana letak gelegar pada lantai 2

y

x

  • Gelagar diletakan pada arah X, sehingga dinding2 pada arah Y yang menahan

lantai 2, keep diletakan dibawah dinding tersebut.

  • Lihat sketsa gambar.

5 of 24

  • eee

Sketsa gambar

  • Garis merah adalah rencana keep pada lantai 1 dan dinding penahan lantai 2.
  • Garis biru rencana gelegar.
  • garis nijau dinding tidak menahan lantai 2
  • Garis merah putus-putus rencana balok induk penahan lantai 2

6 of 24

  • Garis merah adalah rencana keep pada

lantai 1 dan dinding penahan lantai 2.

  • Garis keep 1, 4, 7 dan 10 merupakan keep

penahan dinding yang menahan lantai 2.

  • Jarak keep dibuat 1,33 m atau 2,00 m

disesuaikan dengan ukuran gelegar.

  • Garis biru adala rencana gelegar.

Sketsa gambar lt 1

Sketsa gambar lt 1 dipergunakan untuk menggambar rencana pondasi dan lantai 1.

7 of 24

  • Garis merah adalah dinding penahan

yang lantai 2.

  • Garis hijau adalah dinding yang tidak

direncanakan menahan lantai 2.

  • Garis merah putus putus merupakan

rencana balok induk yang menahan

gelegar lantai 2.

  • Garis biru adala rencana gelegar.

  • Tentukan tinggi lantai 2, sehingga kita

dapat menentukan jumlah anak tangga

dan ruang yang dipakai.

Sketsa gambar lt 2 dipergunakan untuk menggambar rencana denah konstruksi lantai 2.

Sketsa gambar lt 2

void

8 of 24

K2 K2

K2 K2

K1

K1

J

J

J

J

  • Garis merah putus-putus adalah

kaki atap dan nok.

  • Kuda-kuda direncanakan sesuai

perkiraan panjang dari gording.

  • K1 merupakan kuda-kuda dengan

bentang 12,00 m dengan jumlah

2 unit.

  • K1 merupakan kuda-kuda dengan

bentang 12,00 m dengan jumlah

2 unit.

  • K2 merupakan setengah kuda-kuda

dengan bentang 12,00 m dengan

jumlah 4 unit.

  • J jurai jumlah 4 buah.

Sketsa gambar atap dipergunakan untuk menggambar rencana denah atap.

Sketsa gambar atap.

9 of 24

Sketsa gambar lt 1 dipergunakan untuk menggambar rencana pondasi dan lantai 1.

Sketsa gambar lt 2 dipergunakan untuk menggambar rencana denah konstruksi lantai 2.

Sketsa gambar atap dipergunakan untuk menggambar rencana denah atap.

Dari 3 Skets a gambar diatas kita dapat menggambar potongan bangunan dengan benar.

10 of 24

POTONGAN B - B

11 of 24

POTONGAN A - A

12 of 24

bangunan beton

13 of 24

14 of 24

15 of 24

16 of 24

17 of 24

18 of 24

19 of 24

20 of 24

21 of 24

22 of 24

23 of 24

24 of 24