1 of 27

Kesehatan Jiwa Masyarakat

Dan Hidayat

2019

1

2 of 27

Kesehatan Jiwa (keswa)

  1. Kondisi
  2. Ilmu
  3. Kegiatan
  4. Gerakan

2

3 of 27

KESWA

Kondisi yang memungkinkan perkembangan optimal bagi individu secara fisik, intelektual, dan emosional sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan kepentingan orang lain (bio-psiko-sosial)

3

4 of 27

KESWA

Ilmu yang membahas, bagaimana manusia menghadapi kesulitan hidupnya dan berusaha mengatasinya, sambil menjaga kesejahteraannya

4

5 of 27

KESWA

Bidang kegiatan:

1. Promosi keswa

2. Prevensi G keswa

3. Kurasi G keswa

4. Rehabilitasi G keswa

5

6 of 27

KESWA

Gerakan yang bertujuan memberitahukan pada seluruh dunia bahwa :

masalah keswa adalah masalah bersama yang perlu diperhatikan sepenuhnya oleh semua kalangan

6

7 of 27

Kesehatan

  • Keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU 36/2009)

7

8 of 27

Masyarakat yang baik

  • Suatu masyarakat yang menjamin perkembangan optimal tadi, sambil menanggung pula perkembangannya sendiri dan yang ada toleransi terhadap masyarakat lain

8

9 of 27

Keswa Keluarga

  • Keluarga yg bebas dari gangguan keswa
  • Keluarga yg tahan thd stres (tuntutan kehidupan)
  • Keluarga yg dapat hidup harmonis dan produktif secara sosial dan ekonomis

  • berawal dari sepasang individu yg sehat jiwa membina rumah tangga melalui perkawinan yg harmonis, bahagia sejahtera, produktif, dan dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang beragam tanpa mengganggu kesejahteraan & lingkungannya

9

10 of 27

Keswa Masyarakat

  • Kegiatan keswa yg dilaksanakan dlm masy dg menggunakan / memanfaatkan sumber daya yg ada dlm masy
  • Upaya keswa ditujukan kepada individu, keluarga dan kelompok masy
  • Menekankan pd upaya promotif, preventif disamping upaya kuratif dan rehabilitatif thd masalah keswa

  • Lintas sektor (kesehatan, pendidikan, sosial, agama, KB, penerangan, Naker, keamanan)
  • Lintas disiplin ilmu (medis, psikiatri, psikologi, biologi, sosiologi, religi, ekonomi, komunikasi, pedagogi, geriatri dll)

10

11 of 27

  • Masalah keswa terdpt pd hampir setiap sektor kehidupan dan strata masy => upaya keswamas merupakan tanggung jawab bersama pemerintah & masy, bukan se-mata2 sektor kesehatan

  • Upaya keswamas dilaksanakan oleh sektor2 pemerintah di lingkungan kesejahteraan rakyat

  • Masalah keswamas pd hakekatnya merupakan masalah kesejahteraan masy, bukan hanya masalah kesehatan => dibentuk BPKJM (Badan Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat)

11

12 of 27

BPKJM

  • Forum konsultasi, informasi dan fasilitasi bagi pe-laksanaan program keswamas
  • wadah utk menampung dan memecahkan masalah sosial yg bersifat darurat berkaitan dg keswamas
  • pengumpul, pengelola dan penyaji data & informasi upaya keswamas utk masukan perencanaan & evaluasi
  • pemberi rekomendasi atau saran pemecahan yg dpt diaplikasikan kpd sektor terkait
  • pengembangan sistem & metode di bid keswamas => program yg berdaya guna & berhasil guna
  • koordinasi pengawasan & pengendalian program keswamas secara menyeluruh & terpadu

12

13 of 27

TPKJM

BPKJM diubah menjadi TPKJM pada tahun 2001:

  1. Tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat tingkat Pusat
  2. Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat tingkat Propinsi
  3. Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat tingkat Kabupaten/kota

13

14 of 27

Hari Keswa Se - Dunia

  • 10 Oktober 1993, oleh Presiden RI Soeharto
  • agar seluruh rakyat Indonesia berperan serta dlm upaya keswa di Indonesia dg:

  • menghormati hak2 mereka yg menderita g jiwa
  • memperluas program pencegahan dg tujuan mengurangi gangguan keswa di antara penduduk rentan
  • memperluas pelayanan yg memadai bagi masy
  • meningkatkan upaya perbaikan keswa secara optimal bagi penduduk

14

15 of 27

Derajat Kesehatan Masyarakat

Dipengaruhi oleh interaksi dari 4 faktor:

  1. lingkungan (environment)
  2. perilaku (behavior)
  3. genetik (genetic)
  4. yankes (health services)

Indikator:

  • angka kematian (mortalitas)
  • angka kesakitan (morbiditas)
  • status gizi, dll

15

16 of 27

Derajat Kesehatan Jiwa Masyarakat

Indikator morbiditas :

  • prevalensi/proporsi penderita gangguan jiwa
  • sindrom gangguan kesehatan jiwa tertentu dalam suatu populasi

Indikator disabilitas : hari produktif yang hilang akibat gangguan jiwa tertentu yang biasanya dinyatakan dalam DALYS (Disability Adjusted Life Years) yang merupakan ukuran dari sebuah “Disease Burden

16

17 of 27

Status Disabilitas Gangguan Jiwa Indonesia belum ada, data studi World Bank di beberapa negara berkembang & negara maju tahun 1995: Global Burden of Disease

  • 8,1 % masalah keswa
  • 7,2 % TBC
  • 5,8 % kanker
  • 4,4 % penyakit jantung
  • 2,6 % malaria

Masalah keswa merupakan the magnitude and importance of a priority problem in public health

17

18 of 27

Ruang lingkup masalah keswa

1. Masalah gangguan jiwa: suatu perubahan/ gg fungsi jiwa yg menimbulkan penderitaan dan/atau hambatan dlm melaksanakan peran sosial

2. Masalah psikososial: masalah psikis/ kejiwaan yg timbul sbg akibat terjadinya perubahan sosial

3. Masalah perkembangan manusia yg harmonis dan peningkatan kualitas hidup: masalah kejiwaan yg terkait dg makna dan nilai2 kehidupan manusia Mis. disabilitas dari peny. kronis, eutanasia, pemukiman

18

19 of 27

Masalah Kesehatan Jiwa

A. Masalah Gangguan Keswa dan Saraf

1. G. Psikotik (1-3 per 1000 penduduk)

2. G. Neurotik (20-60 per 1000 penduduk)

3. G. Penggunaan Zat Psikoaktif

4. Retardasi Mental 6. G. Psikogeriatrik

5. G. Psikoseksual 7. G.M.O & Epilepsi

B. Masalah Psikososial

1. M pernikahan 4. M Kriminalitas / Legal

2. M Kenakalan Remaja 5. M Psikoseksual

3. M Kesulitan Belajar 6. M Tuna-karya/wisma

C. Masalah Cacat Akibat G. Jiwa (G. Jiwa Kronis)

D. M Pemeliharaan Keswa (Promosi & Prev.)

19

20 of 27

Lingkup Upaya Keswa

A. Program Pokok :

1. Upaya Promotif & Preventif

2. Upaya Kuratif

3. Upaya Rehabilitatif

“TRI UPAYA BINA JIWA”

B. Program Penunjang:

1. Pendidikan & Pelatihan SDM

2. Pengelolaan Sarana

3. Administrasi

C. Program Pengembangan:

1. Penelitian, riset, survei

2. Kerja sama lintas sektor

20

21 of 27

Prinsip Pelayanan Keswa

A. Pelayanan bersifat Mediko-Psiko-Sosial

  • Pendekatan eklektik-holistik (terinci & menyeluruh)
  • Mengetrapkan prinsip2 ilmu kedokteran (psikiatri), ilmu perilaku (psikologi) dan ilmu sosial (sosiologi)

B. Pelayanan Komprehensif

  • Promosi, Prevensi, Kurasi, dan Rehabilitasi

C. Pelayanan Paripurna

  • Yan Keswa Spesialistik (Psikiater) di RSJ, RSKO, RSU
  • Yan Keswa Terpadu (integratif) - dokter umum di Puskesmas & RSU C/D
  • Yan Keswa yg bersumber daya masyarakat di Posyandu, PKK, LKMD, PMR, Pramuka, guru, ortu, tokoh masy

21

22 of 27

22

Upaya Keswamas

(Participial)

Yan Keswa Dasar

(Integrative)

Yan

Keswa

Rujukan

(Specialist)

Tertiary Health Care

Secondary Health Care

Prevensi Sekunder

Prevensi Tersier

Puskesmas

Primary Health Care

Prevensi Primer

Prevensi Sekunder

Community Based

Health Care

Prevensi Primer

Lingkungan Eksternal

Lingkungan Internal

Upaya Keswa Paripurna

23 of 27

Upaya Mencapai Keswa

Masa Kanak - Masa Remaja

  • keswa perlu upaya dan waktu utk mengembang-kannya
  • keswa sejak dlm kandungan sampai masa dewasa
  • kebutuhan bio-psiko-sosial & luhur secara memadai
  • kesehatan fisik: imunisasi, pemeliharaan kesehatan
  • lingkungan keluarga, sekolah & masy. yg sehat
  • suasana keluarga yg serasi/harmonis, bahagia, serta komunikasi yg sehat (asih, asah, asuh)
  • pengenalan dan pengamalan hidup beragama sejak masa kanak2

23

24 of 27

Masa Dewasa:

  • Penilaian diri yg positif
  • Pengendalian diri yg baik
  • Pengaruh buruk dari lingkungan dihindari

Penilaian diri yg positif

  • menentukan kepuasan dlm hidup
  • membina hubungan yg erat dan sehat
  • menetapkan tujuan dan upaya utk mencapainya
  • menghadapi tantangan kehidupan
  • mempunyai keyakinan utk menyelesaikan masalah
  • berpikiran positif, optimistik
  • mempertahankan harga diri

24

25 of 27

Pola Asuh Anak:

1. Perilaku Menang :

  • ortu menang sendiri, suka marah, otoriter
  • anak menjadi takut, tak ada inisiatif, rendah diri, tertutup

2. Perilaku Kalah

  • ortu selalu menuruti permintaan anak, memanja, overprotective
  • anak menjadi tidak menghormati ortu, tak ada inisiatif, tak kreatif, tak ada rasa tanggung jawab, lambat dewasa

25

26 of 27

3. Perilaku menang dan kalah

  • ortu tidak konsisten, mudah marah, mudah memanja, keras dan lemah tak menentu, ortu saling bertentangan
  • anak menjadi bingung & gelisah, tak tahu mana yg benar / salah, shg jiwanya terombang- ambing

4. Perilaku tidak menang dan tidak kalah

  • menghargai anak, tidak mengecilkan anak
  • biasakan minta maaf jika menyinggung perasaan anak
  • beritahu, peringati tanpa menurunkan harkat & martabat anak pd penyimpang dari peraturan, norma, hukum, agama
  • tidak mem-banding2kan, tidak menegur didepan orang lain

26

27 of 27

27

Selamat Belajar