Strategi peningkatan kompetensi ASN melalui Sumbar Corporate university
Oleh :
Dr. Ir. DESNIARTI, MM
Kepala BPSDM Provinsi sumatera barat
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat
MIsBela Series ke 94, Kamis, 24 Juli 2025
NAMA
DR. Ir. Desniarti, MM
NIP
19650824 199003 2 001
TTL
Pematang Panjang, 24 Agustus 1965
Pangkat/Gol
Pembina Utama Muda / IV.C
Jabatan
Kepala BPSDM Prov. Sumbar
Pendidikan
S3 Doktor Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan
Agama
Islam
BIODATA
I. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelaskan bahwa ASN memiliki fungsi utama yaitu:
1) Sebagai pelaksana kebijakan publik;
2) Pelayanan publik, dan
3) Perekat dan pemersatu bangsa.
TANTANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS
Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih (2025–2029) dalam Program Asta Cita: Menjawab Tantangan Zaman Menuju Indonesia Maju
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
Apa yang Berubah?
Arah Transformasi Pembelajaran ASN
ASTA CITA (RPJMN 2025-2029)
Prioritas Nasional: 90% ASN yang Berkompetensi dan Berbudaya Digital dalam Pelaksanaan Pemerintah Digital
Menjadi Ukuran Keberhasilan Pengembangan Kompetensi
Apa yang dkontribusikan dari K/L/Pemda?
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
AGENDA TRANSFORMASI ASN
UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
TUJUAN TRANSFORMASI
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
bahwa dalam rangka mempercepat pelaksanaan transformasi aparatur sipil negara untuk mewujudkan aparatur sipil negara dengan hasil kerja tinggi dan perilaku yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara;
Bagian menimbang huruf b UU 20 tahun 2023 tentang ASN
Kebutuhan Kompetensi ASN Nasional Masa Depan
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
Pengemb kapasitas pegawai utk mendukung :
Generic Competency:
- Literasi Digital - mencapai 100% ASN pada tahun 2029 (50% pada tahun 2025) di tingkat dasar, menengah, dan lanjutan.
- Adaptabilitas dan Inovasi - target 6% ASN pada tahun 2025.
- Praktik Ramah Lingkungan - target 6% ASN pada tahun 2025.
- Layanan Unggul - target 50% ASN pada tahun 2025.
- Anti-Korupsi - target 50% ASN pada tahun 2025.
Specific Competency:
- Menyesuaikan dg program dan kegiatan prioritas masing-masing KLD,
- Fokus pada wilayah yg memerlukan percepatan pembangunan.
Profil ASN 2030 (Robust and Inclusive)
Sumber: Tim Dok. Bangkom ASN Nasional.
LAN, 2022
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
Tantangan Umum Instansi Pemerintah dalam Pengembangan Kompetensi
Ekosistem birokrasi yang tidak mendukung Budaya belajar
01
02
03
05
06
07
Dampak Pengembangan
kompetensi ASN belum optimal
Sistem yang terfragmentasi dikelola masing masing instansi
04
Dukungan Sumber daya yang terbatas (Efisiensi)
Akses belajar terbatas
Pembelajaran belum terintegrasi
dengan maanjemen talenta
Pengembangan kompetensi belum mendukung rencana pembangunan dan rencana strategis organisasi
UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN
Amanat Pasal 49 UU No. 20 Tahun 2023�
1. Setiap Pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus menerus agar tetap relevan dengan tuntutan organisasi.
2. Pembelajaran dilaksanakan melalui sistem pembelajaran terintegrasi.
3. Pembelajaran terintegrasi merupakan pendekatan yang secara komprehensif menempatkan proses pembelajaran Pegawai ASN:
Bangkom melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi (pendekatan Corporate University)
Ke depannya setiap pegawai memiliki Individual Development Plan, berkaitan dengan penilaian SKP, Instansi dan atasan wajib mendukung bangkom pegawai
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
LAN_RI
Humas LAN RI
Kecenderungan fokus pemenuhan kuantitas (20 JP), meskipun tidak selalu terjamin relevansi dan dampak dengan pekerjaan dan arah organisasi
Menempatkan strategi organisasi menjadi basis pembelajaran
Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi terpusat pada Unit yang memiliki fungsi penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi
Pengembangan Kompetensi terhubung dengan pekerjaan, sasaran kinerja pegawai, dan komponen manajemen ASN lainnya serta melibatkan seluruh aktor dalam organisasi
Penyelenggaraan Bangkom eksisting/sebelumnya
Pendekatan Corporate University
ASN Corporate University Sebagai Pendekatan Pengembangan Kompetensi ASN
Bangkom memberikan dampak nyata bagi sasaran kinerja pegawai, unit kerja, instansi, dan sasaran pembangunan nasional
Lan_detransjar
www.lan.go.id
Lembaga Administrasi Negara
Merupakan suatu metode pembelajaran terintegrasi yang menggabungkan metode klasikal dan non klasikal yang lebih mengutamakan pembelajaran di tempat kerja guna meningkatkan kompetensi pegawai (skill, knowledge, attitude) melalui pembelajaran untuk mengatasi permasalahan yang ada di suatu organisasi, mencari solusinya sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
CORPORATE UNIVERSITY / CORPU
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
I. DASAR HUKUM
UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (Pasal 49)
PP No. 11/2017 Sebagaimana telah diubah dengan PP No. 17/2020 (Pasal 203)
Peraturan LAN No. 6/2023 tentang Sistem Bangkom Terintegrasi (Corporate University)
Keputusan Kepala LAN No. 306/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan ASN Corpu Instansi
SE Gub Sumbar No. 14/ED/GSB-2025 tanggal 13 Maret 2025 tentang Implementasi ASN Sumbar Corpu
Buku Panduan Penerapan ASN Sumbar Corpu dari BPSDM Provinsi Sumatera Barat
1. Inklusif : membuka akses untuk semua guna menjamin kemudahan, keterjangkauan pemanfaatan sumberdaya pembelajaran bagi ASN sesuai kebutuhan pembelajaran secara efektif dan berkelanjutan
2.Berdampak : mampu menciptakan manfaat nyata bagi organisasi dan pemangku kepentingan, membantu ASN dalam solusi permasalahan kinerja
3. Efisien : pembelajaran dilaksanakan dengan strategi dan metode yang butuh waktu, biaya dan sumberdaya seminimal mungkin
4. Terintegrasi : mengedepankan kolaboratif, dengan memadukan metode pembelajaran formal, berbasis lingkungan sosial dan berbasis pengalaman
Prinsip dasar asn sumbar corpu
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
Instansi sebagai organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu terus-menerus mengembangkan kapasitas dan mampu menjawab tantangan yang selalu berubah
TUJUAN SISTEM PEMBELAJARAN TERINTEGRASI �(CORPORATE UNIVERSITY)
“ASN Corpu adalah entitas kegiatan pengembangan kompetensi ASN yang berperan sebagai sarana strategis untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional dalam bentuk penanganan isu-isu strategis melalui proses pembelajaran tematik dan terintegrasi dengan melibatkan instansi pemerintah terkait dan tenaga ahli dari dalam/luar instansi pemerintah.” – Peraturan Kepala LAN No. 6/2023
Learning Organization
Menghubungkan pengembangan kompetensi dengan visi misi organisasi dan tujuan pembangunan nasional
Terhubung dengan pekerjaan, komponen Manajemen ASN lainnya, dan pegawai ASN/pihak lain
Pembelajaran melibatkan seluruh elemen organisasi tanpa membuat struktur baru
Menjadi Organisasi Pembelajar
III. RUANG LINGKUP
III. RUANG LINGKUP
1. STRUKTUR ASN SUMBAR CORPU
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
DEWAN PENGARAH PEMBELAJARAN
TIM PELAKSANA
ASISTEN I
ASISTEN II
ASISTEN III
KOORDINATOR KELOMPOK KEAHLIAN / CHIEF GROUP SKILL (CGS)
OPD LINGKUP ASISTEN I
OPD LINGKUP ASISTEN I
OPD LINGKUP ASISTEN II
OPD LINGKUP ASISTEN II
OPD LINGKUP ASISTEN III
OPD LINGKUP ASISTEN III
KELOMPOK KEAHLIAN / GROUP SKILL (GS)
OPD LINGKUP ASISTEN I
OPD LINGKUP ASISTEN II
OPD LINGKUP ASISTEN III
KOORDINATOR PEMBELAJARAN
CHIEF LEARNING OFFICER (CLO)
KEPALA BPSDM
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
TUGAS DEWAN PENGARAH PEMBELAJARAN
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
TUGAS TIM PELAKSANA
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
TUGAS DARI KOORDINATOR PEMBELAJARAN (CHIEF LEARNING OFFICER/CLO)
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
TUGAS DARI KOORDINATOR KELOMPOK KEAHLIAN (CHIEF GROUP SKILL/CGS)
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
TUGAS DARI KELOMPOK KEAHLIAN
(GROUP SKILL/GS)
STRUKTUR ASN SUMBAR CORPU
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
2. MANAJEMEN PENGETAHUAN
Mekanisme untuk memastikan berjalannya manajemen pembelajaran di dalam pengorganisasian Corpu
Forum Pembelajaran Level Teknis
Untuk menetapkan diagnosis kebutuhan, pengembangan desain pembelajaran, penyelenggaraan dan evaluasi pengembangan kompetensi dan strateginya untuk menyelesaikan masalah dalam kelompok keahlian, diikuti oleh: Koordinator kelompok keahlian (CGS) dan anggota kelompok keahlian masing-masing (GS)
Forum Pembelajaran Level Operasional
Untuk menyelesaikan masalah lintas kelompok keahlian, diikuti coordinator kelompok pembelajar (CLO) dan CGS dan GS
Forum Pembelajaran Level Strategis
Unyuk menyelesaikan masalah yang bersifat strategis. Forum ini diikuti oleh Dewan Pengarah Pembelajaran dan Tim Pelaksana
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
3. FORUM PEMBELAJARAN
Forum Pembelajaran Level Teknis
Mengumpulkan dan menganalisa data kebutuhan pembelajaran ASN (Desk yang dilakukan oleh seluruh OPD pada akhir tahun 2024)
Antara CGS dan CG membahas sistem pembelajaran
Forum Pembelajaran Level Operasional
CLO melakukan Forum OPD yang dihadiri oleh seluruh OPD membahas tentang Konsep ASN Corpu (Februari 2025), antara CLO dan CGS
Forum Pembelajaran Level Strategis
Forum yang diikuti oleh Dewan Pengarah dan Tim Pelaksana ASN Sumbar Corpu (April 2025) membahas Rencana Implementasi ASN Sumbar Corpu
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
3. FORUM PEMBELAJARAN
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
4. SISTEM PEMBELAJARAN
Diagnosa Kebutuhan
Pembelajaran
Desain dan Pengembangan
Pembelajaran
Implementasi
Pembelajaran
Evaluasi
Pembelajaran
LEARNING VALUE CHAIN
Group Skill (OPD) menganalisis kebutuhan pembelajaran yang mensupport isu strategis dan Gap Kinerja. (difasilitasi oleh BPSDM)
Mendesain bentuk pembelajaran (klasikal dan non-klasikal) sesuai hasil analisa kebutuhan
Mengukur dampak pembelajaran terhadap pencapaian isu strategis dan kinerja
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
Diagnosa Kebutuhan pembelajaran
a. Dari 51 OPD terdapat 849 Jenis Pembelajaran yang dibutuhkan ASN
b. pengembangan Kompetensi yang dibutuhkan meliputi:
(1) Pengembangan kompetensi teknis inti (sesuai dengan urusan tugas ASN JA/JF)
(2) Pengembangan kompetensi bagi pengelola keuangan dan aset, perencanaan dan pengawasan
(3) Pengembangan kompetensi bagi kesekretariatan (tata naskah, kepegawaian dan keprotokolan)
(4) Pengembangan kompetensi manajerial (PKP, PKA, PKN)
(5) Pengembangan kompetensi untuk sikap dan perilaku ASN
(6) Pengembangan kompetensi dalam penggunaan Teknologi Informasi
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
Diagnosa Kebutuhan pembelajaran
Berdasarkan hal tersebut, sudah dirancang tema dari ASN Sumbar Corpu yakni:
“Transformasi Tata Kelola Pemerintahan
melalui Inovasi dan Digitalisasi
menuju Sumbar Madani”.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
PROSES BISNIS LEARNING VALUE CHAIN
Contoh Jalur Pengembangan Pegawai berdasarkan Talenta
4
| 7
| 9
|
2
| 5
| 8
|
1
| 3
| 6
|
Pengembangan Desain Pembelajaran dapat memperhatikan pengembangan talenta
Kompetensi
Kinerja
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
5. STRATEGI PEMBELAJARAN
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
10
20
70
Formal
Learning
Social
Learning
Experential
Learning
Pembelajaran yang melibtkan tenaga pengajar baik secara daring, luring ataupun campuran, seperti pelatihan, bimtek, workshop, sosialisasi dll
Pembelajaran dari orang lain dan lingkungan seperti coaching dan mentoring serta komunitas belajar berdasarkan kepakaran
Pembelajaran dari pengalaman berupa squad tim, patok banding, magang, datasering, pertukaran PNS, komunitas belajar, outbond dan validasi pembelajaran di tempat kerja
5. STRATEGI PEMBELAJARAN
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
Telah disusun dan didistribusikan panduan Social Learning dan Experential Learning
5. STRATEGI PEMBELAJARAN
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
Telah dilaksanakan Pelatihan Coaching dan Mentoring pada Maret 2025
kepada 40 orang ASN Provinsi Sumatera Barat
Sudah dibuat Konsep SK Tim Coach Pemprov Sumbar
Training
Proses membantu para ASN untuk memperoleh efektivitas dalam pekerjaan mereka yang sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan tentang pikiran, tindakan, kecakapan, pengetahuan, dan sikap yang layak.
Atau training adalah cakupan dari pengembangan serta memfokuskan individu untuk mencapai kemampuan yang baru yang berguna baik bagi pekerjaannya sekarang ini ataupun di masa mendatang.
Selft Study
Self Study adalah proses belajar tanpa bantuan dari orang lain atau sumber eksternal. Ini bisa terjadi melalui kegiatan belajar mandiri, membaca buku atau sumber informasi online, atau melalui pengalaman dan percobaan. Tujuannya adalah untuk membangun pengetahuan dan keterampilan secara independen.
10%
Formal Learning
Coaching
Proses pembimbing untuk membantu individu untuk mengembangkan solusi mereka sendiri dan melatih proses berpikir, yang kemudian dapat diterapkan secara mandiri di masa depan.
Mentoring
Proses membantu individu meningkatkan atau meningkatkan keterampilan tertentu untuk meningkatkan kinerja dan karir mereka dari orang yang lebih senior melalui berbagi pengalaman
Job Shadowing
Penugasan seorang pegawai untuk waktu mengamati orang lain yang melakukan pekerjaan
Community of Practice
Sebuah komunitas berisikan sekelompok orang dengan profesi sama yang dibentuk untuk berbagi pengetahuan tentang topik tertentu yang spesifik.
20%
SOCIAL LEARNING
BELAJAR MELALUI ORANG LAIN /LINGKUNGAN SOSIAL
Secondments
Penempatan sementara pegawai ke departemen atau tim lain dalam satu organisasi, atau ke organisasi lain
Magang
Proses pembelajaran untuk memperoleh dan menguasai keterampilan dengan melibatkan diri dalam proses pekerjaan tanpa atau dengan petunjuk orang yang sudah terampil dalam pekerjaan itu (learning by doing).
On the job training
Pelatihan terstruktur yang berlangsung
di tempat kerja (di tempat kerja) berdasarkan 1: 1
Project
Penugasan seseorang dalam suatu project untuk mengembangkan pengalaman dan kompetensi social, manajerial dan teknis
70%
EXPERIENTIAL LEARNING
(PEMBELAJARAN MELALUI PENGALAMAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
6. TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
LMS Sumbar Cadiak sebagai media pembelajaran secara online
KMS Prov Sumbar sebagai media penyimpanan aset intelektual OPD yang bisa diakses oleh seluruh ASN
Portal ASN Sumbar Corpu sebagai aplikasi pengembangan kompetensi ASN yang mengintegrasikan KMS, LMS dan Simpang Kinol
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
7. INTEGRASI SISTEM
IV. PROGRES ASN SUMBAR CORPU
2023
2024
2025
LAUNCHING ASN SUMBAR CORPORATE UNIVERSITY (asn sumbar CORPU),
23 JULI 2025
Implementasi ASN SUMBAR CORPORATE UNIVERSITY (asn sumbar CORPU)
KMS DAN SIMPANG KINOL
PENUTUP
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
‘ ORGANISASI PEMBELAJAR BUKANLAH PILIHAN TETAPI
SUATU KEHARUSAN” 0
“DALAM DUNIA YANG TERUS BERUBAH , PEMBELAJARLAH YANG
AKAN MEWARISI MASA DEPAN’
“MARI BERSAMA KITA WUJUDKAN ASN SUMBAR YANG BERGERAK, BELAJAR, DAN BERKINERJA KARENA ASN YANG TERUS BELAJAR ADALAH ASN YANG SIAP MEMBAWA PERUBAHAN”
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
ASN SUMBAR CORPU LANGKAH MENUJU KINERJA GEMILANG
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat
PAGI BERSERI CAHAYA MENYAPA
DI RANAH MINANG PENUH BUDAYA
ASN SUMBAR TAK HANYA BEKERJA
TAPI TERUS BELAJAR SEPANJANG USIA
LANGKAH DISUSUN PENUH STRATEGI
BUKAN SEKEDAR RUTINITAS SEHARI-HARI
CORPU HADIR MEMBANGUN SINERGI
TINGKATKAN KINERJA, RAIH PRESTASI
TERIMA KASIH
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat