1 of 48

Kelompok Avian Influenza H5N1

  • Ketua : drg. Fini Esawatie
  • Sekretaris : Wahyu Purnama
  • Anggota : Afifa Tri Mulyani, SKM

Neni Gustini

drh. Henny Kusuma Dewi

drh. Siti Istiqomah, M.Si

drh. Arie khoiriyah

Emi Hayati Danis, S.Mn

2 of 48

Avian Influenza H5N1�di Kota Bengkulu�Waktu 6 Bulan

3 of 48

LATAR BELAKANG

  • Pernah ditemukannya kasus suspect Avian Influenza H5N1 pada manusia tahun 2012 di Kota Bengkulu
  • Pernah ditemukannya suspect Avian Influenza H5N1 pada hewan Ayam Kampung (ayam petelur) tahun 2022 di Kota Bengkulu namun tidak terlaporkan.
  • Melakukan penyuluhan / sosialisasi Avian Influenza H5N1 di tingkat Sekolah Dasar se-Kota Bengkulu setelah ditemukannya Suspect.

4 of 48

STEERING KOMITE

  • SEKRETARIS DAERAH KOTA BENGKULU
  • KEPALA DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN

KOTA BENGKULU

  • KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU
  • KEPALA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BENGKULU

5 of 48

KETUA TIM JRA AVIAN INFLUENZA H5N1

  • KEPALA BIDANG PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT (P2P) DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU

6 of 48

TIM TEKNIS

  • Afifa Tri Mulyani, SKM (Dinas kesehatan propinsi Bengkulu)
  • Neni Gustini (Dinas kesehatan propinsi Bengkulu)
  • drg. Fini Esawatie (Dinas Kesehatan Kota Bengkulu)
  • drh Henny Kusuma Dewi (DKP2 Kota bengkulu)
  • drh. Siti Istiqomah, M.Si (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu)
  • drh. Arie khoiriyah (BBVet Lampung)
  • Emi Hayati Danis, S.Mn (Balai Besar TNKS)
  • Wahyu purnama (BKSDA Bengkulu)

7 of 48

Pemangku Kepentingan

  • Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu
  • Dinas Kesehatan Kota Bengkulu
  • Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu
  • Dinas Perdagangan Kota Bengkulu
  • Rumah Sakit
  • Laboratorium
  • Poultry Shop
  • Penjual Burung
  • Peternak
  • Komunitas Burung Berkicau

8 of 48

MODUL 2 �PEMBINGKAIAN RISIKO

9 of 48

Draft Kerangka Resiko�Hazard : AVIAN INFLUENZA H5N1

10 of 48

Ruang Lingkup

  • Lokasi di Kota Bengkulu dengan Waktu 6 bulan ke depan

11 of 48

TUJUAN

  • Mengetahui seberapa besar potensi resiko zoonosis Avian Influenza H5N1 di Kota Bengkulu
  • Mendukung komunikasi resiko terkait kasus Avian Influenza H5N1
  • Mendukung mitigasi resiko

12 of 48

SASARAN

  • Kesiapsiagaan terhadap ancaman Avian Influenza H5N1 di Kota Bengkulu.
  • Mendukung Kerjasama multi sektor terkait kasus Avian Influenza H5N1

13 of 48

MODUL 3 �PELAKSANAAN JRA

14 of 48

Mengidentifikasi dan Menggambar Jalur Risiko�(Risk Pathway)

Ayam Kampung Backyard terinfeksi

Ayam Kampung Kandang yang Lain

Ayam Kampung di RPU

Ayam Kampung Terinfeksi dari Luar

Pasar Ayam Kampung

Walet (lingkungan terkontaminasi)

Ayam Kampung Liar

Ayam Kampung di Pengepul

Manusia Terinfeksi

Ayam Kampung Air

Lomba Burung Bekicau

15 of 48

Mengidentifikasi dan Menggambar Jalur Risiko�(Risk Pathway) Ayam KampungBackyard

  • Hitam = Awal Infeksi
  • Biru = Interface hewan - hewan
  • Merah = Interface hewan - Manusia

Manusia Terinfeksi

Ayam Kampung Backyard terinfeksi AI H5N1

Pasar Ayam Kampung

Pengepul

Ayam Kampung terinfeksi AI H5N1 dari luar

RPU

Pasar Tradisional

Manusia Terinfeksi:

  • Peternak
  • Petugas Keswan
  • Masyarakat sekitar kandang

Pekerja yg membawa ungags

Masyarakat yg konsumsi

  • Penjual / Pembeli
  • Petugas RPU

16 of 48

Langkah 7. Memformulasikan dan Mendokumentasikan Pertanyaan Penilaian Risiko

  1. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu manusia di Kota Bengkulu terpajan Avian Influenza H5N1 di sebuah Backyard dalam waktu 6 bulan mendatang?
  2. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu manusia terpajan Avian Influenza H5N1 di sebuah Pasar Ayam Kampung yang terinfeksi dalam waktu 6 bulan mendatang?
  3. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu manusia terpajan Avian Influenza H5N1 di Rumah Pemotongan Ayam Kampung dalam waktu 6 bulan mendatang?
  4. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu lingkungan terpajan Avian Influenza H5N1 di burung wallet dalam waktu 6 bulan mendatang?
  5. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu lingkungan terpajan Avian Influenza H5N1 dari Ayam Kampung Liar dalam waktu 6 bulan mendatang?
  6. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu peternak terpajan Avian Influenza H5N1 dari Ayam Kampung air dalam waktu 6 bulan mendatang?
  7. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu pecinta burung berkicau terpajan Avian Influenza H5N1 dari burung berkicau peliharaan dalam waktu 6 bulan mendatang?

17 of 48

Langkah 7. Memformulasikan dan Mendokumentasikan Pertanyaan Penilaian Risiko

  • Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu manusia di Kota Bengkulu terpajan Avian Influenza H5N1 di sebuah Backyard dalam waktu 6 bulan mendatang?

Peluang dan Dampak dari H5N1

Jumlah / Tingkat kejadian

Populasi Sasaran

Lokasi Geografis

Hasil

Sumber Bahaya

Sumber Paparan

Kerangka Waktu

Apakah kemungkinan dan dampak dari adanya Avian Influenza H5N1 dari backyard ke kandang yang lain

1

Peternak, masyarakat sekitar kandang

Kota Bengkulu

Terpajan

H5N1

Ayam Kampung yang terinfeksi

Waktu 6 Bulan

18 of 48

Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu manusia terpajan Virus H5N1 di sebuah Pasar Ayam Kampung yang terinfeksi dalam waktu 6 bulan mendatang?

Peluang dan Dampak dari H5N1

Jumlah / Tingkat kejadian

Populasi Sasaran

Lokasi Geografis

Hasil

Sumber Bahaya

Sumber Paparan

Kerangka Waktu

Apakah kemungkinan dan dampak dari adanya Avian Influenza H5N1 dari Ayam Kampung di Pasar terinfeksi

1

Masyarakat

Kota Bengkulu

Terpajan

Virus Avian Influenza (H5N1)

Ayam Kampung yang terinfeksi dari luar Kota Bengkulu

Waktu 6 Bulan

19 of 48

Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu manusia terpajan Virus H5N1 di Rumah Pemotongan Ayam Kampung dalam waktu 6 bulan mendatang?

Peluang dan Dampak dari H5N1

Jumlah / Tingkat kejadian

Populasi Sasaran

Lokasi Geografis

Hasil

Sumber Bahaya

Sumber Paparan

Kerangka Waktu

Apakah kemungkinan dan dampak dari adanya Avian Influenza H5N1 Rumah Pemotongan Ayam Kampung (RPU)

1

Masyarakat sekitar RPU. Petugas RPU

Kota Bengkulu

Terpajan

Virus Avian Influenza (H5N1)

Ayam Kampung yang terinfeksi dari luar Peternak

Waktu 6 Bulan

20 of 48

Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu lingkungan terpajan Virus H5N1 di burung wallet dalam waktu 6 bulan mendatang?

Peluang dan Dampak dari H5N1

Jumlah / Tingkat kejadian

Populasi Sasaran

Lokasi Geografis

Hasil

Sumber Bahaya

Sumber Paparan

Kerangka Waktu

Apakah kemungkinan dan dampak dari adanya Avian Influenza H5N1 dari burung walet

1

Peternak, burung liar, Ayam Kampung milik masyarakat

Kota Bengkulu

Terpajan

Virus Avian Influenza (H5N1)

Ayam Kampung yang terinfeksi dari satwa liar

Waktu 6 Bulan

21 of 48

Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu lingkungan terpajan Virus H5N1 dari Ayam Kampung Liar dalam waktu 6 bulan mendatang?

Peluang dan Dampak dari H5N1

Jumlah / Tingkat kejadian

Populasi Sasaran

Lokasi Geografis

Hasil

Sumber Bahaya

Sumber Paparan

Kerangka Waktu

Apakah kemungkinan dan dampak dari adanya Avian Influenza H5N1 dari Ayam Kampung Liar

1

Peternak, Ayam Kampung milik masyarakat, penjual burung liar

Kota Bengkulu

Terpajan

Virus Avian Influenza (H5N1)

Ayam Kampung yang terinfeksi dari Ayam Kampung terinfeksi

Waktu 6 Bulan

22 of 48

Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu peternak terpajan Virus H5N1 dari Ayam Kampung air dalam waktu 6 bulan mendatang?

Peluang dan Dampak dari H5N1

Jumlah / Tingkat kejadian

Populasi Sasaran

Lokasi Geografis

Hasil

Sumber Bahaya

Sumber Paparan

Kerangka Waktu

Apakah kemungkinan dan dampak dari adanya Avian Influenza H5N1 dari Ayam Kampung air

1

Pengepul Ayam Kampung dan Peternak

Kota Bengkulu

Terpajan

Virus Avian Influenza (H5N1)

Ayam Kampung yang terinfeksi dari Ayam Kampung terinfeksi

Waktu 6 Bulan

23 of 48

Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu pecinta burung berkicau terpajan Virus H5N1 dari burung berkicau peliharaan dalam waktu 6 bulan mendatang?

Peluang dan Dampak dari H5N1

Jumlah / Tingkat kejadian

Populasi Sasaran

Lokasi Geografis

Hasil

Sumber Bahaya

Sumber Paparan

Kerangka Waktu

Apakah kemungkinan dan dampak dari adanya Avian Influenza H5N1 dari burung berkicau peliharaan

1

Pecinta Burung Berkicau. Komunitas

Kota Bengkulu

Terpajan

Virus Avian Influenza (H5N1)

Ayam Kampung yang terinfeksi dari Ayam Kampung terinfeksi

Waktu 6 Bulan

24 of 48

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

Kemungkinan

Informasi Kesehatan Manusia

  • Adanya 1 kasus kematian pada manusia di tahun 2012 di Kota Bengkulu dengan konfirmasi positif oleh Badan Litbang Kesehatan Paparan terjadi pada 1 orang perempuan, usia 22 tahun Tanda klinis ditandai dengan sesak napas dan pneumonia
  • Kasus serupa di Bali pada tahun 2017 (Kasus berinisial IKP (L, 4 tahun) beralamat di Dusun Dongkap 1, Desa Batu Kandik, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, ini telah dikonfirmasi oleh dikonfirmasi pula oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan)

Informasi Kesehatan Hewan

  • Adanya laporan kasus positif AI di kota Bengkulu pada bulan Juni Tahun 2018 terhadap 1300 ekor ayam kampung di kelurahan Pematang Gubernur dan bulan Oktober Tahun 2018 terhadap 20 ekor itik di kelurahan Kandang Kota Bengkulu yang merupakan peternakan backyard.
  • Hasil surveilans Penyakit AI oleh Bvet Lampung pada tahun 2022 di pasar Baru Koto dan pasar Panorama yang menunjukkan hasil positif AI dari sampel swab lingkungan dan swab kloaka.

25 of 48

b. Informasi umum dan antarmuka

  • Sumber potensi paparan pada manusia yang berasal dari ternak ayam kampung backyard
  • Faktor musim pancaroba yang menjadi faktor predisposisi terjadinya kasus Avian Influenza pada Ayam Kampung
  • Kebiasaan manajemen pemeliharaan ayam kampung yang hanya sebagai sambilan dan tidak dikandangkan
  • Adanya interaksi antara burung liar dengan ayam kampung yang dipelihara tidak dikandangkan

26 of 48

c. Patogen/Sumber bahaya

  • Agen penyebab Avian Influenza pada manusia yaitu Avian Influenza H5N1 dan agen penyebab AI pada Ayam Kampung yaitu Avian Influenza H5N1 clade 2.3.2
  • Virus influenza tergolong virus dengan genom bersegmen, sehinga mudah mengalami mutasi. Mutasi dapat terjadi melalui proses antigenic drift dan antigenic shift, sehingga sulit dikenal oleh sistem kekebalan inang.
  • Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dari Ayam Kampung terinfeksi dan Ayam Kampung peka melalui saluran pernapasan, konjungtiva, lendir dan feses; atau secara tidak langsung melalui debu, pakan, air minum, petugas, peralatan kandang, sepatu, baju dan kendaraan yang terkontaminasi virus AI serta ayam hidup yang terinfeksi. Ayam Kampung air seperti itik dan entog dapat bertindak sebagai carrier (pembawa virus) tanpa menujukkan gejala klinis.
  • Tujuan pelaksanaan vaksinasi pada hewan adalah untuk mengurangi jumlah hewan yang peka terhadap infeksi dan mengurangi sheding virus atau virus yang dikeluarkan dari hewan tertular sehingga mengurangi kontaminasi lingkungan (memutus mata rantai penyebaran virus AI)
  • vaksin konvensional berupa vaksin inaktif, atau vaksin rekombinan (vaksin dengan vektor virus Fowlpox (Pox-AI:H5) atau vaksin subunit yang dihasilkan oleh ekspresi Baculovirus yang hanya mengandung antigen H5 atau H7

27 of 48

d. Konteks

  • Perubahan musim pancaroba cukup berpengaruh terhadap kejadian outbreak HPAI pada hewan
  • Sistem produksi rumah tangga dan budaya yang memiliki kebiasaan memelihara ayam kampung yang tidak dikandangkan sehingga bisa mencemari lingkungan dan pemilik ternak yang kontak langsung jika ayam yang dipeliharanya terjangkit HPAI
  • Investigasi kasus HPAI di hewan dilaksanakan bersama antara dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di Kab/Kota Bengkulu dengan Bvet Lampung
  • Laporan dari faskes adanya penderita ILI (influenza like illness) yang diindikasikan bergejala mirip dengan gejala klinis flu burung pada manusia

28 of 48

Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Kemungkinan

Faktor risiko

Data

Sumber Data

Introduksi manusia dari daerah terjangkit

•Dari januari 2003 sampai Februari 2022 terdapat 863 kasus pada manusia yang dilaporkan di 18 negara (Kamboja, China, Laos, Vietnam dan India)

WHO

•Kasus AI H5N1 di Indonesia pada tahun 2005

Jurnal : Kandun, et.al 2006

Introduksi hewan dari daerah terjangkit

•Hasil pengujian PCR AI asal ayam kampung di Kabupaten Lebong Kaur dan Kota Bengkulu pada tahun 2019 dan 2022

Hasil uji Bvet Lampung

Populasi penduduk Kota Bengkulu

Jumlah penduduk Kota Bengkulu : 373.591 orang

BPS

Populasi Ayam Kampung Kota Bengkulu

Jumlah populasi ayam kampung kota Bengkulu : 116.350 ekor

BPS

 

Jumlah populasi Itik kota Bengkulu : 3050 ekor

 

Populasi Burung Liar

Status burung liar di Indonesia : 1.821 jenis

BKSDA bengkulu

29 of 48

Faktor risiko

Data

Sumber Data

Populasi Berisiko Tinggi

Jumlah peternak ayam kampung Kota Bengkulu :

Dinas Peternakan dan Keswan Kota Bengkulu

 

Petugas kesehatan Hewan Kota Bengkulu :

 

Surveilans Deteksi Kasus Introduksi

Mengaktifkan Surveilans berbasis Faskes

Kemenkes RI

Tindakan pengendalian untuk mitigasi risiko introduksi pada manusia

penemuan kasus di wilayah

Kemenkes RI

 

Peningkatan sosialisasi kepada pemilik ternak ayam kampung

Kementan RI

Tindakan pengendalian untuk mitigasi risiko introduksi pada hewan

Pelaporan dari pemilik ternak ayam kampung

Kementan RI

 

Analisa risiko

Kementan RI

30 of 48

Estimasi Dampak

A. Dampak Langsung

  • Dampak Kesehatan
  • Dengan terjangkitnya Avian Influenza H5N1 terhadap manusia maka menimbulkan gangguan Kesehatan bagi masyarakat.
  • Menularkan Avian Influenza H5N1 dari hewan ke hewan.
  • Menularkan Avian Influenza H5N1 dari hewan ke manusia.
  • Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap penyakit influenza.

B. Dampak Tidak Langsung

  • Dampak Ekonomi
  • Pemusnahan secara masal terhadap kandang dan Ayam Kampung yang dinyatakan positif Avian Influenza oleh tim URC Avian Influenza H5N1 Kota Bengkulu sehingga mengganggu ketahanan pangan yang bernilai ekonomis.
  • Penurunan produktifitas di Sektor Ayam Kampung.

Dampak Sosial

  1. Berkurangnya keinginan masyarakat terhadap konsumsi Ayam Kampung dan produk turunannya.
  2. Terdapatnya traumatik masyarakat dalam pemeliharaan Ayam Kampung.
  3. Berkurangnya asupan gizi protein pada masyarakat yang bersumber dari Ayam Kampung.

31 of 48

Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Dampak (langsung/tidak langsung)

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

1. Kasus pada manusia

1997

Kasus Avian Influenza H5N1 menyerang dan menewaskan 6 orang dari 18 orang penduduk yang terinfeksi virus di Hongkong.

2021

Jumlah kasus pada manusia di

Kabupaten Rejang Lebong :

- 6 orang (pkm Sindang Dataran),

Bengkulu Tengah

-15 orang (pkm Kembang Seri),

dengan suspect influenza plus ILI

2022

Kabupaten Kaur

12 orang (Pkm Nasal)

Kabupaten Lebong

39 0rang (Pkm kota Baru), 8 orang (pkm Muara Aman)

Kabupaten Mukomuko

22 orang (pkm Bantal)

Kabupaten Seluma

25 orang (RSU Seluma)

Kabupaten Bengkulu Utara

20 orang (RSU BU), 8 orang (pkm Sukamakmur).

cdc.gov/flu/avianflu/h5n1.human_infection.htm

Data SKDR (ALERT) 2021 dan 2022, dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu

32 of 48

Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Dampak (langsung/tidak langsung)

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

2. Kasus pada Hewan

Hasil pengujian Polymerase Chain Reaction (PCR) Avian Influenza H5N1 menunjukan hasil positif sampel SWAB cloaca pada 2 ekor ayam buras,di Kabupaten Lebong dan 1 ekor ayam buras di Kabupaten Kaur (2019), 3 ekor ayam buras di Kota Bengkulu (2020), serta di lingkungan dan itik di pasar (2022).

Hasil Uji BBVet Lampung tahun 2019, 2020, 2022

3. Tingkat penyebaran pada hewan

Sebanyak 1300 ekor ayam kampung di kelurahan pematang gubernur kecamatan muara bangkahulu kota Bengkulu positif H5N1 (Juni 2018)

Sebanyak 20 ekor itik di Kelurahan Kandang Kota Bengkulu Positif H5N1 (Oktober 2018)

ISIKNAS, 2018

4. Tingkat penyebaran dari hewan ke manusia

Faktor Penyebab Terjadinya Penularan Penyakit Avian InfluenzaH5N1 pada Manusia di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan

5. Traumatik Masyarakat terhadap Ayam Kampung

Terdapatnya kepanikan berlebihan dari masyarakat terhadap isu Avian Influenza H5N1 yang menyerang pada Ayam Kampung atau manusia.

Lokalitbangp2b2 banjarnegara

33 of 48

Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Dampak (langsung/tidak langsung)

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

6. Populasi Penduduk Kota Bengkulu

Jumlah Penduduk Kota Bengkulu sebanyak 373.591 jiwa pada tahun 2022

BPS, 2022

7. Populasi Ayam kampung dan Itik

Jumlah ayam kampung di Kota Bengkulu sebanyak 116.350 ekor dan jumlah itik sebanyak 3.050 ekor pada tahun 2022.

BPS, 2022

8. Populasi Beresiko

Warga Kota Bengkulu yang beresiko tinggi terhadap Avian Influenza H5N1 yaitu peternak dan petugas URC PHM Kota Bengkulu.

SK Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian No 10.A/DKP2/06/2022

9. Produksi daging ayam kampung

Data produksi daging ayam kampung di Kota Bengkulu sebesar 235.885 kg

BPS, 2022

10. Produksi daging itik

Data Produksi daging itik di Kota Bengkulu sebesar 2.315 Kg.

BPS, 2022

34 of 48

8.3.3. Memperkirakan Dampak

Estimasi dampak

Kriteria

Parah (Severe)

  • Kasus pernah dilaporkan dengan kematian pada manusia sebanyak 1 orang pada tahun 2012
  • Berpotensi pandemi pada populasi manusia (berdampak pada kelompok risiko tinggi yang besar), dan / berdampak pada populasi hewan (domestik atau satwa liar) dengan kematian yang tinggi, adanya kerugian produksi hewan ternak pada tingkat nasional atau internasional.
  • Gangguan yang parah pada pelayanan dan aktivitas masyarakat normal.
  • Ancaman terhadap keamanan pangan dan atau keamanan pasokan makanan dan gangguan secara tidak langsung terhadap kehidupan dan mata pencaharian masyarakat pada tingkat nasional.
  • Ancaman terhadap perdagangan nasional dan internasional, larangan import, menurunnya harga pasokan (daging, telur, dll).
  • Pengendalian yang sangat besar dibutuhkan pada tingkat nasional dan internasional dengan biaya yang cukup signifikan dari pemangku kepentingan.
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya

35 of 48

8.3.3. Memperkirakan Dampak

Estimasi dampak

Kriteria

Sedang (Moderat)

  • Kasus pernah dilaporkan dengan kematian pada manusia sebanyak 1 orang pada tahun 2012.
  • Dengan terjangkitnya Avian Influenza H5N1 terhadap manusia maka menimbulkan gangguan Kesehatan bagi masyarakat.
  • Terjadinya penularan Avian Influenza H5N1 antar Ayam Kampung, sehingga menyebabkan cepatnya penularan pada hewan dan manusia.
  • Penularan penularan dari hewan kepada manusia sehingga terjadi pandemi.
  • Terjadinya kekhawatiran masyarakat terhadap influenza.
  • Ancaman terhadap keamanan pangan dan atau keamanan pasokan makanan pada masyarakat
  • Gangguan secara tidak langsung terhadap kehidupan dan mata pencaharian masyarakat yang berasal dari hasil ternak akibat Pemusnahan secara masal terhadap kandang dan Ayam Kampung yang dinyatakan positif Avian Influenza H5N1.
  • Penurunan produksi pangan berbahan Ayam Kampung.
  • Terjadinya keinginan masyarakat yang berkurang terhadap konsumsi Ayam Kampung dan produk turunannya sehingga mengakibatkan penurunan nilai ekonomi
  • Traumatik masyarakat terhadap pemeliharaan Ayam Kampung.
  • Terjadi kekurangan gizi protein masyarakat yang berasal dari Ayam Kampung
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya.

36 of 48

Estimasi dampak

Kriteria

Kecil (Minor)

  • Kasus pada manusia yang dilaporkan jarang (pada kelompok berisiko yang kecil), dengan kematian yang jarang, dan laporan kasus pada hewan yang rendah (domestik/ satwa liar), dengan kematian yang rendah.
  • Dampak pada wilayah kecil (Tingkat regional atau lebih rendah lagi)
  • Diperlukan pengendalian pada tingkat regional/ wilayah tertentu dengan biaya medium/ sedang- rendah.
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya

Negligible/ dapat diabaikan

  • Tidak terdapat laporan aksus pada manusia dan tidak ada atau sedikit laporan kasus pada hewan pada lokasi terbatas (domestik/ satwa liar).
  • Tidak ada ancaman pada keamanan pangan atau ekonomi
  • Beberapa pengendalian spesifik perlu dilakukan pada tingkat sub-regional atau tingkat yang lebih rendah dan bersifat lokal dengan biaya yang kecil.
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya

37 of 48

Deskripsi Perkiraan Dampak

Parah

Kejadian Virus Avian Influenza H5N1 pada ayam kampung akan memiliki konsekuensi negatif yang substansial pada kehidupan manusia, hewan, dan lingkungan. Terjadi kematian 1 orang dengan kasus positif Avian Influenza H5N1 di Kota Bengkulu.

38 of 48

8.3.4. Menetapkan ketidakpastian untuk dampak

Ketidakpastian

Kriteria

Rendah

Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli

39 of 48

KESIMPULAN ESTIMASI DAMPAK

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

Kasus pada manusia

1997

Kasus Avian Influenza H5N1 menyerang dan menewaskan 6 orang dari 18 orang penduduk yang terinfeksi di Hongkong.

2021

Jumlah kasus pada manusia di

Kabupaten Rejang Lebong :

- 6 orang (pkm Sindang Dataran),

Bengkulu Tengah

-15 orang (pkm Kembang Seri),

dengan suspect influenza plus ILI

2022

Kabupaten Kaur

12 orang (Pkm Nasal)

Kabupaten Lebong

39 0rang (Pkm kota Baru), 8 orang (pkm Muara Aman)

Kabupaten Mukomuko

22 orang (pkm Bantal)

Kabupaten Seluma

25 orang (RSU Seluma)

Kabupaten Bengkulu Utara

20 orang (RSU BU), 8 orang (pkm Sukamakmur).

cdc.gov/flu/avianflu/h5n1.human_infection.htm

Data SKDR (ALERT) 2021 dan 2022, dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu

Estimasi dampak Parah :

40 of 48

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

Kasus pada Hewan

Hasil pengujian Polymerase Chain Reaction (PCR) Avian Influenza H5N1 menunjukan hasil positif sampel SWAB cloaca pada 2 ekor ayam buras,di Kabupaten Lebong dan 1 ekor ayam buras di Kabupaten Kaur (2019), 3 ekor ayam buras di Kota Bengkulu (2020), serta di lingkungan dan itik di pasar (2022).

Hasil Uji BBVet Lampung tahun 2019, 2020, 2022

Tingkat penyebaran pada hewan

Sebanyak 1300 ekor ayam kampung di kelurahan pematang gubernur kecamatan muara bangkahulu kota Bengkulu positif Avian Influenza H5N1 (Juni 2018)

Sebanyak 20 ekor itik di Kelurahan Kandang Kota Bengkulu Positif Avian Influenza H5N1 (Oktober 2018)

ISIKNAS, 2018

Tingkat penyebaran dari hewan ke manusia

Faktor Penyebab Terjadinya Penularan Penyakit Avian Influenza H5N1 pada

Manusia di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan

Traumatik Masyarakat terhadap Ayam Kampung

Terdapatnya kepanikan berlebihan dari masyarakat terhadap isu Avian Influenza H5N1 yang menyerang pada Ayam Kampung atau manusia.

Lokalitbangp2b2 banjarnegara

41 of 48

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

Populasi Penduduk Kota Bengkulu

Jumlah Penduduk Kota Bengkulu sebanyak 373.591 jiwa pada tahun 2022

BPS, 2022

Populasi Ayam kampung dan Itik

Jumlah ayam kampung di Kota Bengkulu sebanyak 116.350 ekor dan jumlah itik sebanyak 3.050 ekor pada tahun 2022.

BPS, 2022

Populasi Beresiko

Warga Kota Bengkulu yang beresiko tinggi terhadap Avian Influenza H5N1 yaitu peternak dan petugas URC PHM Kota Bengkulu.

SK Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian No 10.A/DKP2/06/2022

Produksi daging ayam kampung

Data produksi daging ayam kampung di Kota Bengkulu sebesar 235.885 kg

BPS, 2022

Produksi daging itik

Data Produksi daging itik di Kota Bengkulu sebesar 2.315 Kg.

BPS, 2022

42 of 48

  • Ketidakpastian : rendah
  • Justifikasi : Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli

43 of 48

Memperkirakan Risiko dengan Plot pada Matriks Risiko

  • Keterangan :
  • Merah: menerapkan upaya mitigasi risiko tambahan disamping yang sudah ada; meningkatkan surveilans

Kemungkinan

High

moderate

Negligible

Low

Negligible

Low

moderate

High

Dampak

44 of 48

Interpretasi Teknis

  • Kemungkinan : Tinggi
  • Dampak : Tinggi
  • Ketidakpastian: Rendah

Kemungkinan risiko terkena Avian Influenza H5N1 di Kota Bengkulu yang tertular dari Ayam Kampung backyard dalam kurun waktu 6 bulan adalah tinggi dengan dampak yang ditimbulkannya adalah tinggi Penilaian risiko dilakukan dengan ketidakpastian yang rendah

45 of 48

Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko

No

Kegiatan Manajemen Risiko

Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi)

Waktu Pelaksanaan

Sumber Anggaran

1

Sosialisasi penyakit Avian Influenza H5N1 pada masyarakat

Bidang PKH DKP2 Kota Bengkulu

Maret s.d Agustus 2023

APBD

2

Sosialisasi Penyakit Avian Influenza H5N1 pada anak SD

Maret s.d Agustus 2023

Maret s.d Agustus 2023

APBD

3

Surveillance Avian Influenza H5N1

Bidang PKH DKP2 Kota Bengkulu

Balai veteriner Lampung

Maret s.d Agustus 2023

APBD

APBN

4

Rakor Avian Influenza H5N1 multi sektoral

Dinkes

Diskeswan

DLH

BKSDA

Maret s.d Agustus 2023

APBD

APBN

5.

Penyusunan SOP penanganan Avian Influenza H5N1 dan Pengendalian Avian Influenza H5N1

IDI

Sekretariat dareh

Maret s.d Agustus 2023

APBD

6.

Pemasangan Banner tentang bahaya Avian Influenza H5N1 di tempat Strategi

DKP2 Kota Bengkulu

Maret s.d Agustus 2023

APBD

46 of 48

Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko

No

Pesan Kunci Komunikasi Risiko

Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi)

Waktu Pelaksanaan

Sumber Anggaran

1

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya Avian Influenza H5N1

DKP2 Kota Bengkulu

Dinkes Kota Bengkulu

Maret s.d Agustus 2023

APBD

47 of 48

Kesenjangan/ketidaktersediaan Informasi

  • Data Penyebaran Avian Influenza H5N1 dari hewan (Ayam Kampung) ke Manusia di Kota Bengkulu
  • Data penyebaran Avian Influenza H5N1 dari manusia ke manusia di Kota Bengkulu
  • Data Hasil uji dan Laporan kasus positif Avian Influenza H5N1 pada satu orang manusia di Kota Bengkulu

48 of 48