1 of 41

MODUL AJAR

Unit Modul

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

2 of 41

Tujuan

  • Peserta mampu memahami konsep, tujuan, strategi dan prosedur pengembangan modul ajar.
  • Peserta mampu memodifikasi modul ajar yang telah tersedia disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan sekolah masing-masing.
  • Peserta mampu menentukan asesmen/penilaian yang sesuai dari modul ajar yang dimodifikasi.
  • Peserta mampu mengembangkan bahan ajar yang relevan serta menyesuaikan tingkat capaian siswa untuk mendukung pembelajaran pada modul ajar yang dimodifikasi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

3 of 41

Icebreak��Siapkan 1 kertas dan pena untuk menulis.

�Ikuti instruksi pelatih. Gambarlah apapun yang diinstruksikan oleh pelatih pada kertas yang sudah di sediakan!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4 of 41

Siapkan 1 kertas dan pena untuk menulis.�Ikui instruksi pelatih. Gambarlah apapun yang diinstruksikan oleh pelatih pada kertas yang sudah di sediakan.

Instruksi 1.

  • Gambarlah 4 buah persegi empat kecil.
  • Gambar 1 persegi panjang besar
  • Kemudian gambar 1 segitiga sama kaki
  • Terakhir gambarlah 2 buah tabung.

Gambar yang dimaksud adalah gambar

Icebreak

(Digunakan Untuk Membuka Kegiatan, Instruksi ini hanya dibacakan oleh instrukstur, tidak perlu ditampilkan pada

peserta)

Gambar apakah yang Bapak/Ibu buat?

Lalu gambar apa yang pelatih maksud?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

5 of 41

Yang dimaksud adalah gambar RUMAH

Berdasarkan 1 instruksi yang sama, namun mengapa ada banyak gambar berbeda yang dibuat oleh peserta?

Hal tersebut karena adanya INSTRUKSI YANG KURANG JELAS yang menyebabkan persepsi beragam dari peserta didik.

Begitu pula saat kita mengajar di kelas, apabila instruksi tidak jelas, maka persepsi dari siswa akan beragam dan seringkali keluar dari pemahaman yang dimaksud. Hal ini membuat tujuan pembelajaran sulit dicapai.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk membuat perencanan pembelajaran yeng tepat, jelas dan relevan.

Membuat modul ajar / RPP yang tepat adalah salah satu hal wajib yang harus dilakukan oleh guru.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

6 of 41

MULAI DARI DIRI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

7 of 41

  1. Bapak dan Ibu memahami pentingnya dokumen perancangan pembelajaran (RPP/Modul Ajar)?
  2. Tantangan apa yang sering muncul dalam dalam menyiapkan/menulis dokumen perancangan pembelajaran yang efektif, menarik, berpusat pada siswa, serta memperhatikan perbedaan capaian mereka?
  3. Usaha apa yang sudah Bapak dan Ibu lakukan untuk mengatasi tantangan tersebut?
  4. Apakah Bapa/Ibu sudah pernah mendengar tentang modul ajar?

Mari diskusi!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8 of 41

Mari berdiskusi lebih banyak, apakah selama ini sebagai seorang guru kita telah merancang dan melaksanakan perencanaan pembelajaran dengan baik?

Apakah perencanaan itu disusun secara sistematis hanya sekedar pelengkap dokumen semata atau memang telah digunakan secara optimal sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran?

Mari diskusi!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

9 of 41

EKSPLORASI�KONSEP

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

10 of 41

Mari menyimak bersama!

  1. Mengapa modul ajar harus sederhana dan dapat memandu pembelajaran dengan

efektif?

  1. Bagaimana mengembangkan modul ajar yang sederhana namun efektif?
  2. Bagaimana menentukan asesmen/penilaian untuk modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa?
  3. Mengapa modul ajar perlu berpusat kepada murid dan memperhatikan perbedaan karakteristik siswa?
  4. Bagaimana memilih dan memodifikasi modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan

dan karakteristik siswa?

6. Bagaimana mengadaptasi modul ajar agar relevan dan sesuai dengan tingkat capaian siswa?

7. Bagaimana memilih dan menentukan bahan ajar yang relevan untuk modul ajar?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

11 of 41

Apa yang dimaksud dengan Modul Ajar?

Modul ajar adalah sebuah dokumen yang berisi tujuan, langkah, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran.

Modul Ajar merupakan salah satu perangkat ajar yang digunakan untuk merencanakan pembelajaran. Modul ajar sama seperti RPP, namun modul ajar dapat disusun dengan komponen lain yang lebih lengkap misalnya pertanyaan pemantik, pengetahuan prasyarat dan pemahaman bermakna serta komponen lain yang dianggap dibutuhkan oleh satuan pendidikan.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih atau memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, kebutuhan dan karakteristik peserta didik di satuan pendidikan masing-masing.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

12 of 41

ALUR PENULISAN MODUL AJAR

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

13 of 41

Komponen Modul Ajar Wajib

Alur tujuan pembelajaran menjadi dasar bagi pendidik untuk menyusun perencanaan pembelajaran atau modul ajar. 

�Secara umum modul ajar memiliki  tiga komponen utama yaitu:

1. Tujuan Pembelajaran

2. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

3. Asesmen/penilaian

Pendidik yang menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah tidak perlu lagi menyusun perencanaan pembelajaran atau modul ajar.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

14 of 41

Komponen Modul Ajar Lengkap

Struktur modul ajar tersebut BUKAN struktur wajib yang semuanya harus dilampirkan dalam modul ajar yang dibuat/dimodifikasi. Guru diperbolehkan untuk memilih/menyederhanakan beberapa komponen utama untuk dicantumakan dalam modul ajar sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

15 of 41

Apa yang Baru dari modul ajar?

Pemahaman Bermakna

Pemahaman bermakna mencerminkan jawaban atas pertanyaan pemantik, merupakan pemahaman yang kita ingin murid-murid capai setelah mempelajari topik tertentu.

Pertanyaan Pemantik

Rangkaian pertanyaan mengenai hal paling penting dalam suatu topik pembelajaran. Pertanyaan ini diturunkan dari pemahaman bermakna dan didiskusikan bersama murid-murid sebelum memulai topik.

. Pertanyaan pemantik ini digunakan untuk membantu murid mencapai pemahaman bermakna.

Pengetahuan Prasayarat

Pengetahuan prasayarat adalah kemampuan/informasi awal yang dimiliki oleh siswa sebelum memahami materi baru yang akan dipelajari. Dengan mengetahui pengetahuan prasyarat maka akan terlihat kesiapan untuk menerima materi berikutnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

16 of 41

Acuan Teknik Modifikasi Modul Ajar

  1. Menetapkan tujuan belajar berdasarkan CP dan ATP.
  2. Menentukan teknik asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  3. Menyusun desain pembelajaran; melaksanakan; dan merefleksikan kegiatan pembelajaran yang efektif.
  4. Proses pembelajaran dan asesmen yang dipilih harus mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
  5. Pembelajaran yang dirancang harus sesuai konteks, lingkungan budaya, dan capaian yang berbeda pada peserta didik (diferensiasi).
  6. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

17 of 41

Hal yang diperhatikan saat memilih modul ajar untuk dimodifikasi:

  • Apakah selaras dengan rencana yang sudah dibuat saat penyusunan ATP?
  • Apakah asesmen sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran?
  • Apakah cocok dengan kondisi dan capaian peserta didik yang berbeda?
  • Apakah sarana dan prasarananya tersedia di satuan pendidikan?
  • Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan karakteristik satuan pendidikan?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

18 of 41

Contoh Modifikasi Modul Ajar

Sila memilih contoh modul ajar lengkap sesuai jenjang yang diinginkan yang tersedia di LMS, simak modifikasi modul ajar dari contoh tersebut.

Contoh yang dilampirkan bukan contoh baku. Peserta diperbolehkan untuk membuat modifikasi modul ajar sesuai dengan karakteristik, konteks dan kebutuhan peserta didik.

Struktur wajib dalam modul ajar adalah tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran atau kegiatan pembelajaran dan asesmen pembelajaran. Pendidik diperbolehkan apabila ingin menambahkan komponen lain yang relevan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

19 of 41

Paradigma Asesmen

Yang Harus Diperhatikan Dalam Menentukan Asesmen

Penerapan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset

Terpadu dimana Asesmen mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.

Sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan teknik dan jenis asesmen.

Khusus SMK, terdapat juga bentuk asesmen khas yang membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu Asesmen Praktek Kerja Lapangan, Uji Kompetensi Kejuruan dan uji unit kompetensi.

Keleluasaan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

20 of 41

Asesmen Awal Pembelajaran

Asesmen awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Pendidik dapat melaksanakan asesmen awal pembelajaran sesuai kebutuhan, misalnya pada awal tahun pelajaran, pada awal semester, sebelum memulai satu lingkup materi (dapat berupa 1 atau beberapa TP), atau sebelum menyusun modul ajar secara mandiri.  Dengan demikian, asesmen awal pembelajaran tidak perlu dilakukan setiap mengawali tatap muka.

Asesmen pada awal pembelajaran diharapkan tidak memberatkan pendidik atau satuan pendidikan.  Namun demikian jika pendidik atau satuan pendidikan memiliki kemampuan, dapat melengkapi data tambahan  dengan melakukan asesmen non kognitif yang mencakup, kesiapan belajar, minat, profil belajar, latar belakang keluarga, riwayat tumbuh kembang, dll.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

21 of 41

Asesmen Pembelajaran

  • Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.
  • Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
  • Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.
  • Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.
  • Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

22 of 41

Alur Asesmen

  • Menentukan tujuan pembelajaran (sesuai alur perkembangan dimensi).
  • Merancang indikator (memastikan kedalaman tujuan, membuat indikator yang mencakup aspek kognisi, sikap, dan keterampilan).
  • Menyusun strategi asesmen yang akan digunakan (praktik, produk, proyek, portofolio, tertulis, lisan dan sebagainya).
  • Menyiapkan alat ukur atau instrumennya (rubrik)
  • Menyiapkan instruksi atau panduan untuk peserta didik (lembar kerja)
  • Mengolah hasil asesmen dan bukti pencapaian peserta didik untuk membuat inferensi (kesimpulan) mengenai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran.
  • Menyusun laporan kemajuan belajar peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

23 of 41

Acuan yang digunakan untuk melaksanakan asesmen pembelajaran :

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

24 of 41

  • JENIS ASESMEN

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

25 of 41

Contoh Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

PRODUK

  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi, kolaborasi dan interaksi antar siswa.
  • Meningkatkan kemampuan analisis dan keterampilan proses.

DRAMA

PRODUK

TES LISAN

PRESENTASI

  • Melatih kepercayaan diri dan jiwa seni.
  • Belajar bekerjasama, komunikasi serta berfikiri kritis.
  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
  • Belajar memahami topik secara mendalam, berfikir dan bernalar kritis.
  • Mengembangkan kkreatifitas
  • Meningkatkan ketelitian dan jiwa seni.
  • Meningkatkan kemampuan berbicara
  • mengkonfirmasi pemahaman.
  • Menerapkan umpan balik

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

26 of 41

  • Pelaksanaan Asesmen Sumatif dan Formatif

Pelaksanaan asesmen formatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut:

  • Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran, yang, kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti observasi, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi.
  • Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung

(Infografis)

Pelaksanaan asesmen sumatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut:

  • Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti portofolio, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi kepada peserta didik maupun proses pembelajaran yang telah dilakukan

Penting bagi para guru untuk memegang rubrik penilaian sebagai dasar penilaian pada siswa.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

27 of 41

Pengembangan Bahan Ajar

Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Bahan Ajar

Bahan ajar bersifat variatif. Bisa berupa bahan ajar cetak dan bahan ajar non-cetak.

Sesuaikan buku yang disediakan tersebut dengan ATP, kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.

Kembangkan bahan ajar untuk membuat kegiatan pembelajaran semakin bermakna dan variatif.

Buku yang disediakan pemerintah hanya salah satu alternatif bahan ajar, guru diperbolehkan untuk mengembangkan dan menambahkan bahan ajar lain yang relevan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

28 of 41

Hal penting lain yang harus diperhatikan saat akan membuat modul ajar adalah ; “Menyesuaikan Lingkup kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

29 of 41

�Contoh Modifikasi Modul Ajar

Amati beragam contoh modifikasi modul ajar yang terlampir. Contoh modifikasi tersebut bukan ketentuan wajib. Guru diperkenankan untuk membuat modifikasi bentuk lain dengan memilih komponen-komponen yang dianggap penting dan memudahkan sekaligus membantu untuk membuat rancangan yang sederhana namun mudah diimplementasikan di kelas. Komponen wajib dalam modul ajar adalah tujuan pembelajaran, Langkah-Langkah kegiatan pembelajaran dan asesmen.

Contoh modifikasi modul ajar terlampir pada LMS.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

30 of 41

RUANG�KOLABORASI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

31 of 41

Mari bekerja bersama!

  • Bersama teman dalam kelompok, pilihlah salah satu modul ajar yang tersedia pada platform digital atau link modul ajar untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan karakteristik sekolah-masing-masing.
  • Sesuaikan rancangan kegiatan dengan tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian/asesmen yang tepat dari modul ajar yang dimodifikasi tersebut.
  • Pilihlah bahan ajar yang relevan dengan modul ajar yang dikembangkan.
  • Kelompok diberi kebebasan untuk memodifikasi semua bagian-bagian/mencantumkan beragam komponen modul ajar yang dibutuhkan.
  • Setelah selesai berdiskusi, masing-masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.

Link Kumpulan Modul Ajar :

https://drive.google.com/drive/folders/1KSNPlBLz7rGcC9ptXEoRRMa2mHb-lAML?usp=sharing

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

32 of 41

�Berikut ini adalah dan cara pengisian format lembar kerja ruang kolaborasi.����

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

33 of 41

REFLEKSI�TERBIMBING

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

34 of 41

Refleksi Diri

Narasumber menunjuk 1 orang peserta untuk menjawab pertanyaan refleksi diri. Penjawab pertama diperbolehkan menunjuk peserta lain untuk menjawab pertanyaan refleksi berikutnya. Jawaban dijawab bersama dengan penguatan oleh narasumber.

Pertanyaannya di antaranya :

  • Apa saja tantangan yang dihadapi dalam memodifikasi modul ajar?
  • Bagian mana dari modul ajar yang belum dipahami dan masih membutuhkan pemahaman yang lebih?
  • Kesulitan apa yang muncul terkait asesmen yang direncanakan dalam modul ajar?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

35 of 41

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

36 of 41

Sesi Tugas Individual

Pilihlah salah satu modul ajar pada platform digital dan link yang telah disediakan, kemudian analisis tujuan pembelajaran, aktivitas/Langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan asesmen yang sesuai dari modul ajar yang telah dimodifikasi sesuai karakteristik, kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing!

Link KumpulanModul Ajar :

https://drive.google.com/drive/folders/1KSNPlBLz7rGcC9ptXEoRRMa2mHb-lAML?usp=sharing

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

37 of 41

Berikut ini adalah dan cara pengisian format lembar kerja demonstrasi kontekstual.�����

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

38 of 41

RENCANA AKSI NYATA

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

39 of 41

Buatlah rencana terkait ide perancangan perencanaan pembelajaran melalui modifikasi modul ajar yang nanti akan dilakukan di sekolah penggerak!����

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

40 of 41

SESI REFLEKSI

Mari membuat catatan kecil mengenai :

  1. Apa yang telah dipelajari, hal baru apa saja yang bisa menjadi bahan belajar terkait perancangan pembelajaran dalam modul ajar?
  2. Apa saja yang akan dilakukan untuk membuat rancangan belajar yang baik?
  3. Manfaat apa yang diperoleh setelah mempelajari modul ini?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

41 of 41

TERIMA KASIH

SAMPAI JUMPA DI SESI SELANJUTNYA!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi