SERANGGA HAMA DAN LINGKUNGANNYA
Kemampuan Berkembangbiak
(Reproductive potential)
Kemampuan berkembangbiak dinyatakan sbg kemampuan st sp srg utk bertambah banyak dalam waktu tertentu tanpa adanya faktor HL.
Kemampuan ini tergantung kepada kecepatan bertambah banyak dan sex ratio.
Kec bertambah banyak tergantung pada keperidian srg dan lama masa pertumbuhan/perkembangan. Sex ratio dinyatakan sbg perbandingan jumlah betina dengan jumlah populasi.
Keperidian st srg betina adl potensi u berproduksi, yaitu banyaknya jlh keturunan baru atau banyaknya telur yang diletakkan satu ekor srg betina selama masa hidupnya.
Spesies serangga | Nama umum | Keperidian |
Triporyza incertulas | Pengerek batang padi | 300 |
Orseolia oryzae | Ganjur | 250 |
Spodoptera mauritia | Ulat grayak padi | 1500 |
Spodoptera litura | Ulat grayak | 3000 |
Leptocorisa oratorius | Walang sangit | 100 |
Nilaparyata lugens | Wereng coklat | 500 |
Nephotettix nigropictus | Wereng hijau | 200 |
Ostrinia furnancalis | Penggerek batang jagung | 500 |
Omphisa anastomosalis | Penggerek umbi ubi jalar | 300 |
Heliothis armigera | Penggerek tongkol | 1000 |
Phaedonia inclusa | Wereng daun kedelai | 250 |
Jumlah maks telur yang diletakkan oleh
Beberapa spesies serangga hama
Kemampuan Berkembangbiak
(Reproductive potential)
Srg pada umumnya berkembang biak secara kawin, namun beberapa sp ada yang tanpa kawin (partenogenesis).
Karenannya perbandingan kelamin merupakan pula faktor yang penting yang menentukan cepatnya kenaikan populasi.
Pada spesies yang berproduksi secara partogenetik yang tidak mempunyai serangga jantan (kutu daun, homoptera), kenaikan populasi lebih cepat lagi.
Jangka waktu perkemb adalah waktu yang dibutuhkan u berkembangbiak sejak telur diletakkan (ovipar), atau nimfa dilahirkan (ovovipar) spi masak kelamin, (dpt berbiak menghasilkan turunan baru) (satu generasi).
Waktu perkembangan ini umumnya satu sampai beberapa minggu), terutama di daerah tropik
Di daerah beriklim dingin, waktu perkembangan lebih lama, shg dlm satu tahun bbrp sp srg hanya menghasilkan 1-3 generasi.
Jangka waktu perkembangan dapat pula disebut waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan siklus hidupnya atau disingkat dengan siklus hidup.
Faktor Luar
(Hambatan Lingkungan
Environmental Resistance)
Faktor luar sering juga disebut faktor lingkungan yang merupakan semua kekuatan yang terdapat di lingkungan yang dapat menekan kemapunan serangga untuk berproduksi. Sering disebut hambatan lingkungan
Kekuatan untuk menghambat ini terdiri dari banyak faktor, yang dapat dikatagorikan ke dalam beberapa kelompok, fisik, topografi, nutrisi, fisiologi tanaman, dan biotis.
Faktor fisik atau iklim
Dari semua faktor penghambat di lingkungan, faktor fisik paling banyak dipelajari.
Faktor fisik terdiri dari temperatur, cahaya, kelembaban, curah hujan, angin, yang semuanya disatukan menjadi faktor cuaca atau iklim
Iklim adl hsl kombinasi pengaruh semua faktor fisik di st lingk u jangka waktu yang panjang. Biasanya iklim di st wilayah dpt dikatakan stabil
Faktor fisik atau iklim
Cuaca adl hsl kombinasi pengaruh suatu faktor fisik di st lingk u waktu tertentu dan bervarasi dari jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu
Cuaca mempeng pertumb dan perkemb pop srg dan kepadatan populasinya.
Pengaruh cuaca terhadap kehidupan srg terlihat jelas di daerah yang mempunyai musim panas dan dingin yang nyata, seperti di Eropa
Srg hewan berdarah dingin (poikilothermal)
Suhu badan tdk tetap, mengikuti suhu lingkungan
Aktivitas srg dipengaruhi oleh suhu lingkungan
Stp srg membutuhkan suhu lingk yg berbeda
Penyesuaian suhu tergantung jenis hama
Selama suhu sekitar cukup tinggi mereka dapat aktif, seperti untuk makan, tumbuh, dan berbiak
a. Suhu
Kisaran suhu yang memberikan peluang aktivitas tadi disebut daerah suhu efektif.
Di dalam batas daerah suhu efektif ini aktivitas serangga akan meningkat bila suhu meningkat.
Suhu yang berada dalam daerah suhu efektif disebut suhu optimum.
Suhu optimum bagi kebanyakan serangga disekitar 26o C.
Aestivasi? Berkaitan dengan suhu tinggi
Hibernasi? Berkaitan dengan suhu rendah
b. Kelembaban
Dlm kelemb sesuai, srg lebih tahan suhu ekstrim
Umumnya srg lbh tahan pd keadaan banyak air
Bbrp sp srg kehidupannya sangat dipengaruhi oleh kelembaban tempat hidupnya.
Cth:
Kumbang ambrosia tdk dpt hdp dlm kayu kering
Bubuk beras (Sitophiplus oryzae) tidak menyukai beras yang kadar airnya kurang dari 14 %.
Kelembaban yang sangat tinggi secara langsung tidak menguntungkan bagi kehidupan serangga, karena kondisi tersebut lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan penyebaran organisme penyebab penyakit bagi serangga.
c. Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap prilaku srg
Srg ttt aktif siang hari (diurnal) , serangga lain aktif malam dan aktif sore (nocturnal)
Reaksi serangga terhadap cahaya ada yang bersifat positif dan negatif
d. Angin
Angin berpengaruh terhadap penyebaran hama.
e. Curah hujan
Secara langsung ch dpt menghanyutkan srg hama terutama yang kecil.
Secara tidak langsung ch menyebabkan kelembaban yang tinggi, sehingga patogen berkembang pada serangganya.
Faktor topografi
Perairan luas
seperti lautan, merup penghalang terhadap penyebaran secara alamiah
Srg yang tidak mampu terbang, penyebaran terhalang oleh danau atau sungai besar dan penyebarannya tergant pd manusia at hewan
Cth: srg bubuk beras
Pengunungan
Merupakan penghalang
Dgn iklim yang berbeda, srg tdk dapt melampaui tanpa bantuan dari mahluk lain.
Faktor nutrisi
Makanan bagi hama adl sbr gizi yang digunakan untuk kehidupan dan perkembangan hama.
Bila mak sesuai tersedia cukup banyak maka srg akan berkembangbiak dengan baik
Perkemb pop jg ditentukan oleh kualitas mak
Kurangnya unsur ttt di tanah akan berpeng buruk pada tan, tetapi mungkin berpeng baik bagi srg
Apabila kita ingin menekan populasi hama maka yang penting adalah mengurangi makanan yang tersedia.
Makanan ini penting artinya dlm pengend hama
varitas-varitas tahan (tanaman tidak disukai)
pergiliran tanaman (terputusnya persediaan)
Selain kuantitas, kualitas mak dapat mengatasi perkembangan hama.
Cth:
Artona
menyukai daun kelapa setengah tua-tua daun muda tidak dimakan
Walang sangit (padi matang susu saja)
Tanaman secara monokultur
memberikan kuantitas yang baik bagi
srg pemakan tan tersebut.
Kualitas mak menentukan perkembangan pop hama, kesuburan, danmortalitas.
Faktor fisiologi tanaman
Keadaan fisiologi tanaman tertentu dapat menyulitkan kehidupan serangga yang hidup di tanaman tersebut.
Mungkin tanaman tersebut mempunyai zat kimia tertentu yang menyebabkan tanaman terasa tidak enak bagi serangga.
Daun yang cepat mengeras menyulitkan kehidupan ulat yang menyenangi daun yang masih muda dan lunak, sehingga ulat tersebut akan mati karena kekurangan makanan.
Faktor biologis/hayati
Faktor-faktor hayati yang mempengaruhi pop adalah organisme yang tergolong tumbuhan dan hewan yang dapat menimbulkan serangga sakit bahkan dapat menyebabkan kematian
Istilah umum untuk organisme tersebut dikenal dengan musuh alami.
Musuh alami yang tergolong tumbuhan adalah
virus, bakteri dan fungi yang selalu disebut dengat patogen.
Faktor biologis/hayati
Hewan yang dimanfaatkan dlm pengend hama tergolong filum Arthopoda terutama serangga, tungau dan laba-laba.
Serangga yang berperan sebagai faktor hayati dapat sebagai parasitoid, predator maupun pesaing
Serangga yang tergolong parasitoid sebagian besar dari ordo Hymenoptera dan Diptera.
Faktor biologis/hayati
Cth
Telur-telur pengerek batang padi banyak diparasit oleh serangga jenis Trichogramma dan Tetrastichus.
Ordo serangga yang spesiesnya banyak sebagai predator adalah Coleoptera.
Kumbang Predator
Burung Hantu
Laba-laba
Hymenoptera parasitoid
PATOGEN SERANGGA
Larva Lepidoptera yang terserang bakteri patogen serangga� Bacillus thuringiensis
Serangga terseranga oleh jamur patogen Metarhizium sp
Serangga terseranga jamur patogen �Beauveria bassiana
Faktor biologis/hayati
Parasitoid, predator dan patogen merupakan faktor hambatan lingkungan yang penting di daerah tropis.
Populasi hama dapat tertekan karena keberadaan musuh alami tersebut.
Di alam, musuh alami tersebut merup teman manusia yang baik yang aktif menekan pop hama.
Pengendalian hayati dipusatkan kepada pemanfaatan parasitoid, predator dan patogen.
Faktor biologis/hayati
Kompetisi thd mak, ruang dan perlindungan dapat terjadi antara individu dan spesies yang sama, atau antara spesies yang berbeda
Kompetisi thd mak merup kompetisi yang terpenting.
Selalu terjadi bahwa serangan hama yang meluas akan menurun dan terhenti akibat makanan yang tersedia di lapangan jumlahnya sudah berkurang atau habis
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEHIDUPAN HAMA
Keseimbangan Alami
Serangga berkembangbiak dengan cepat. Seekor betina mampuh meletakkan telur sekitar puluhan-ribuan butir dalam masa hidupnya dengan beberapa generasi dalam satu tahun. Tetapi, telur-telur hanya sbgn kecil menjadi imago dan berproduksi, shg pop srg dari tahun ke tahun boleh dikatakan tetap.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEHIDUPAN HAMA
Keseimbangan Alami
Pop st srg di alam tidak akan terus meningkat, tetapi pada suatu waktu populasi ditekan oleh kekuatan-kekuatan yang menghambat perkembangbiakan.
Cth:
sepasang lalat rumah dari April hg agustus, jika tidak ada yang mati yang akan menghasilkan 191. 010.000.000.000.000.000 individu. Namun hingga kini bumi ini tidak dipenuh dengan lalat.
Serangga disatu pihak memiliki kemampuan yang besar untuk berkembangbiak, sehingga populasi dapat meningkat tinggi. Pihak lain, lingkungan mempunyai kekuatan menghambat perkembangbiakan sehingga populasi menurun. Kedua kekuatan ini saling bertentangan. Apabila kekuatan sama kuat, populasi serangga praktis akan menjadi tetap dari tahun ke tahun. Dalam keadaan ini dikatakan bahwa populasi serangga berada dalam keseimbangan alami.
Keseimbangan Alami
Bila faktor hambatan lingkungan (HL) melemah pop srg akan meningkat dan bila HL menguat, pop srg akan menurun.
Dkl naik turunnya pop srg tergantung kepada keadaan lingkungan.
Karenanya, untuk keberhasilan pengendalian hama, manusia harus membuat faktor HL menjadi lebih kuat, atau paling tidak, tidak merusak faktor HL.
Di masa lalu manusia telah membuat kekeliruan karena kurang menghiraukan faktor lingkungan dalam usaha pengendalian hama.
Keseimbangan Alami
Keseimbangan Alami
Kepadatan Populasi
Waktu
Hambatan lingkungan
Populasi hama
AE
Istilah serangga hama muncul terjadi akibat perubahan status dari suatu serangga menjadi hama
TIMBULNYA SERANGGA HAMA
(LEDAKAN HAMA)
Stern, Smith, Van den Bosch dan Hagen (1959)
Perub ekosistem alami menjadi agroekosistem
Mmasukkan tan baru yg sblmnya tdk ada di st daerah
Srg terbawa ke tpt baru melintasi rintangan geografis ttt, ttp m.a tertinggal di tempat yang lama
Penetapan a.e st pop srg perusak tan yg lbh rendah, atau menurunya toleransi manusia thd kerusakan tan
TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)
Ambang ekonomi (AE, Eeconomic threshold)
Kepadatan pop hama yg membutuhx st tindakan pengendalian, ut mencegah peningkatan pop berikutnya yg dpt mengakibat kerusakan ekonomi
Tingkat kerusakan ekonomi
(TKE, economic injury level)
Kepadatan pop hama terendah yang dpt mengakibatx kerusakan dan kerugian ekonomi
Posisi keseimbangan (PK)
Kepadatan populasi hama rata-rata
TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)
Tingkat Populasi Leptinotarsa decemlineata
sebelum dan sesudah pembukaan kebun kentang
PKA
PKB
AE
TKE
Kepadatan Populasi
Waktu
1800
1850
1860
1870
TKE: Tingkat Kerusakan ekonomi
AE: Ambang ekonomi
PKA: Posisi keseimbangan awal
PKB: Posisi keseimbangan baru
Tingkat Populasi Icerya purchasi
setelah dimasukkan musuh alaminya
PKB
AE
TKE
Kepadatan Populasi
Waktu
1868
TKE: Tingkat Kerusakan ekonomi
AE: Ambang ekonomi
PKB: Posisi keseimbangan baru
Pimentel (1982)
Pertanaman monokultur
Keadaan ekosistem yang kurang stabil memberikan lingkungan yang sesuai bagi peningkatan pop hama secara ekspansif
Pemasukan jenis tanaman baru
Tidak dapat menahan serangan organisme asli di ekosistem tersebut
Pemasukan spesies hama baru
M.a alami belum tersedia di habitat baru
TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)
Pimentel (1982)
Pemindahan tanaman ke daerah berbeda iklim
Iklim sesuai bagi hama
Hasil pemulian tanaman
Menghasilkan genotipe tanaman yang rentan terhadap suatu hama
Berkurangya keanekaan genetik
Hama mampuh mengatasi faktor ketahanan tunggal pada tanaman inang
TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)
Primentel (1982)
Unsur hara tanah
perubahan nutrisi pada tanaman inangnya
Jarak tanam
Memudahkan hama untuk mencapai tanaman inangnya
Penanaman terus-menerus
Hama semakin berkembang
TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)
Piimentel (1982)
Masa tanam
Terjadi kesesuaian fenologi hama dan tanaman
Asosiasi antara tanaman dan hama
Kemampuan makan beberapa spesies tanaman
Pestisida yang merubah fisiologi tanaman
Tanaman lebih rentan terhadap hama
TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)