1 of 57

SERANGGA HAMA DAN LINGKUNGANNYA

2 of 57

3 of 57

4 of 57

Kemampuan Berkembangbiak

(Reproductive potential)

Kemampuan berkembangbiak dinyatakan sbg kemampuan st sp srg utk bertambah banyak dalam waktu tertentu tanpa adanya faktor HL.

Kemampuan ini tergantung kepada kecepatan bertambah banyak dan sex ratio.

Kec bertambah banyak tergantung pada keperidian srg dan lama masa pertumbuhan/perkembangan. Sex ratio dinyatakan sbg perbandingan jumlah betina dengan jumlah populasi.

5 of 57

Keperidian st srg betina adl potensi u berproduksi, yaitu banyaknya jlh keturunan baru atau banyaknya telur yang diletakkan satu ekor srg betina selama masa hidupnya.

6 of 57

Spesies serangga

Nama umum

Keperidian

Triporyza incertulas

Pengerek batang padi

300

Orseolia oryzae

Ganjur

250

Spodoptera mauritia

Ulat grayak padi

1500

Spodoptera litura

Ulat grayak

3000

Leptocorisa oratorius

Walang sangit

100

Nilaparyata lugens

Wereng coklat

500

Nephotettix nigropictus

Wereng hijau

200

Ostrinia furnancalis

Penggerek batang jagung

500

Omphisa anastomosalis

Penggerek umbi ubi jalar

300

Heliothis armigera

Penggerek tongkol

1000

Phaedonia inclusa

Wereng daun kedelai

250

Jumlah maks telur yang diletakkan oleh

Beberapa spesies serangga hama

7 of 57

Kemampuan Berkembangbiak

(Reproductive potential)

Srg pada umumnya berkembang biak secara kawin, namun beberapa sp ada yang tanpa kawin (partenogenesis).

Karenannya perbandingan kelamin merupakan pula faktor yang penting yang menentukan cepatnya kenaikan populasi.

Pada spesies yang berproduksi secara partogenetik yang tidak mempunyai serangga jantan (kutu daun, homoptera), kenaikan populasi lebih cepat lagi.

8 of 57

Jangka waktu perkemb adalah waktu yang dibutuhkan u berkembangbiak sejak telur diletakkan (ovipar), atau nimfa dilahirkan (ovovipar) spi masak kelamin, (dpt berbiak menghasilkan turunan baru) (satu generasi).

Waktu perkembangan ini umumnya satu sampai beberapa minggu), terutama di daerah tropik

Di daerah beriklim dingin, waktu perkembangan lebih lama, shg dlm satu tahun bbrp sp srg hanya menghasilkan 1-3 generasi.

Jangka waktu perkembangan dapat pula disebut waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan siklus hidupnya atau disingkat dengan siklus hidup.

9 of 57

10 of 57

Faktor Luar

(Hambatan Lingkungan

Environmental Resistance)

Faktor luar sering juga disebut faktor lingkungan yang merupakan semua kekuatan yang terdapat di lingkungan yang dapat menekan kemapunan serangga untuk berproduksi. Sering disebut hambatan lingkungan

Kekuatan untuk menghambat ini terdiri dari banyak faktor, yang dapat dikatagorikan ke dalam beberapa kelompok, fisik, topografi, nutrisi, fisiologi tanaman, dan biotis.

11 of 57

Faktor fisik atau iklim

Dari semua faktor penghambat di lingkungan, faktor fisik paling banyak dipelajari.

Faktor fisik terdiri dari temperatur, cahaya, kelembaban, curah hujan, angin, yang semuanya disatukan menjadi faktor cuaca atau iklim

Iklim adl hsl kombinasi pengaruh semua faktor fisik di st lingk u jangka waktu yang panjang. Biasanya iklim di st wilayah dpt dikatakan stabil

12 of 57

Faktor fisik atau iklim

Cuaca adl hsl kombinasi pengaruh suatu faktor fisik di st lingk u waktu tertentu dan bervarasi dari jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu

Cuaca mempeng pertumb dan perkemb pop srg dan kepadatan populasinya.

Pengaruh cuaca terhadap kehidupan srg terlihat jelas di daerah yang mempunyai musim panas dan dingin yang nyata, seperti di Eropa

13 of 57

Srg hewan berdarah dingin (poikilothermal)

Suhu badan tdk tetap, mengikuti suhu lingkungan

Aktivitas srg dipengaruhi oleh suhu lingkungan

Stp srg membutuhkan suhu lingk yg berbeda

Penyesuaian suhu tergantung jenis hama

Selama suhu sekitar cukup tinggi mereka dapat aktif, seperti untuk makan, tumbuh, dan berbiak

a. Suhu

14 of 57

Kisaran suhu yang memberikan peluang aktivitas tadi disebut daerah suhu efektif.

Di dalam batas daerah suhu efektif ini aktivitas serangga akan meningkat bila suhu meningkat.

Suhu yang berada dalam daerah suhu efektif disebut suhu optimum.

Suhu optimum bagi kebanyakan serangga disekitar 26o C.

15 of 57

Aestivasi? Berkaitan dengan suhu tinggi

Hibernasi? Berkaitan dengan suhu rendah

16 of 57

b. Kelembaban

Dlm kelemb sesuai, srg lebih tahan suhu ekstrim

Umumnya srg lbh tahan pd keadaan banyak air

Bbrp sp srg kehidupannya sangat dipengaruhi oleh kelembaban tempat hidupnya.

Cth:

Kumbang ambrosia tdk dpt hdp dlm kayu kering

Bubuk beras (Sitophiplus oryzae) tidak menyukai beras yang kadar airnya kurang dari 14 %.

17 of 57

Kelembaban yang sangat tinggi secara langsung tidak menguntungkan bagi kehidupan serangga, karena kondisi tersebut lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan penyebaran organisme penyebab penyakit bagi serangga.

18 of 57

c. Cahaya

Cahaya berpengaruh terhadap prilaku srg

Srg ttt aktif siang hari (diurnal) , serangga lain aktif malam dan aktif sore (nocturnal)

Reaksi serangga terhadap cahaya ada yang bersifat positif dan negatif

19 of 57

d. Angin

Angin berpengaruh terhadap penyebaran hama.

e. Curah hujan

Secara langsung ch dpt menghanyutkan srg hama terutama yang kecil.

Secara tidak langsung ch menyebabkan kelembaban yang tinggi, sehingga patogen berkembang pada serangganya.

20 of 57

Faktor topografi

Perairan luas

seperti lautan, merup penghalang terhadap penyebaran secara alamiah

Srg yang tidak mampu terbang, penyebaran terhalang oleh danau atau sungai besar dan penyebarannya tergant pd manusia at hewan

Cth: srg bubuk beras

Pengunungan

Merupakan penghalang

Dgn iklim yang berbeda, srg tdk dapt melampaui tanpa bantuan dari mahluk lain.

21 of 57

Faktor nutrisi

Makanan bagi hama adl sbr gizi yang digunakan untuk kehidupan dan perkembangan hama.

Bila mak sesuai tersedia cukup banyak maka srg akan berkembangbiak dengan baik

Perkemb pop jg ditentukan oleh kualitas mak

Kurangnya unsur ttt di tanah akan berpeng buruk pada tan, tetapi mungkin berpeng baik bagi srg

Apabila kita ingin menekan populasi hama maka yang penting adalah mengurangi makanan yang tersedia.

22 of 57

Makanan ini penting artinya dlm pengend hama

varitas-varitas tahan (tanaman tidak disukai)

pergiliran tanaman (terputusnya persediaan)

Selain kuantitas, kualitas mak dapat mengatasi perkembangan hama.

Cth:

Artona

menyukai daun kelapa setengah tua-tua daun muda tidak dimakan

Walang sangit (padi matang susu saja)

23 of 57

Tanaman secara monokultur

memberikan kuantitas yang baik bagi

srg pemakan tan tersebut.

Kualitas mak menentukan perkembangan pop hama, kesuburan, danmortalitas.

24 of 57

25 of 57

26 of 57

27 of 57

Faktor fisiologi tanaman

Keadaan fisiologi tanaman tertentu dapat menyulitkan kehidupan serangga yang hidup di tanaman tersebut.

Mungkin tanaman tersebut mempunyai zat kimia tertentu yang menyebabkan tanaman terasa tidak enak bagi serangga.

Daun yang cepat mengeras menyulitkan kehidupan ulat yang menyenangi daun yang masih muda dan lunak, sehingga ulat tersebut akan mati karena kekurangan makanan.

28 of 57

Faktor biologis/hayati

Faktor-faktor hayati yang mempengaruhi pop adalah organisme yang tergolong tumbuhan dan hewan yang dapat menimbulkan serangga sakit bahkan dapat menyebabkan kematian

Istilah umum untuk organisme tersebut dikenal dengan musuh alami.

Musuh alami yang tergolong tumbuhan adalah

virus, bakteri dan fungi yang selalu disebut dengat patogen.

29 of 57

Faktor biologis/hayati

Hewan yang dimanfaatkan dlm pengend hama tergolong filum Arthopoda terutama serangga, tungau dan laba-laba.

Serangga yang berperan sebagai faktor hayati dapat sebagai parasitoid, predator maupun pesaing

Serangga yang tergolong parasitoid sebagian besar dari ordo Hymenoptera dan Diptera.

30 of 57

Faktor biologis/hayati

Cth

Telur-telur pengerek batang padi banyak diparasit oleh serangga jenis Trichogramma dan Tetrastichus.

Ordo serangga yang spesiesnya banyak sebagai predator adalah Coleoptera.

31 of 57

32 of 57

33 of 57

34 of 57

35 of 57

Kumbang Predator

Burung Hantu

Laba-laba

Hymenoptera parasitoid

36 of 57

37 of 57

PATOGEN SERANGGA

  • Bakteri, Bacillus thuringiensis
  • Cendawan, Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana
  • Virus,Nuclear Polyhedrosis Virus

38 of 57

Larva Lepidoptera yang terserang bakteri patogen serangga� Bacillus thuringiensis

39 of 57

Serangga terseranga oleh jamur patogen Metarhizium sp

40 of 57

Serangga terseranga jamur patogen �Beauveria bassiana

41 of 57

Faktor biologis/hayati

Parasitoid, predator dan patogen merupakan faktor hambatan lingkungan yang penting di daerah tropis.

Populasi hama dapat tertekan karena keberadaan musuh alami tersebut.

Di alam, musuh alami tersebut merup teman manusia yang baik yang aktif menekan pop hama.

Pengendalian hayati dipusatkan kepada pemanfaatan parasitoid, predator dan patogen.

42 of 57

Faktor biologis/hayati

Kompetisi thd mak, ruang dan perlindungan dapat terjadi antara individu dan spesies yang sama, atau antara spesies yang berbeda

Kompetisi thd mak merup kompetisi yang terpenting.

Selalu terjadi bahwa serangan hama yang meluas akan menurun dan terhenti akibat makanan yang tersedia di lapangan jumlahnya sudah berkurang atau habis

43 of 57

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

KEHIDUPAN HAMA

Keseimbangan Alami

Serangga berkembangbiak dengan cepat. Seekor betina mampuh meletakkan telur sekitar puluhan-ribuan butir dalam masa hidupnya dengan beberapa generasi dalam satu tahun. Tetapi, telur-telur hanya sbgn kecil menjadi imago dan berproduksi, shg pop srg dari tahun ke tahun boleh dikatakan tetap.

44 of 57

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

KEHIDUPAN HAMA

Keseimbangan Alami

Pop st srg di alam tidak akan terus meningkat, tetapi pada suatu waktu populasi ditekan oleh kekuatan-kekuatan yang menghambat perkembangbiakan.

Cth:

sepasang lalat rumah dari April hg agustus, jika tidak ada yang mati yang akan menghasilkan 191. 010.000.000.000.000.000 individu. Namun hingga kini bumi ini tidak dipenuh dengan lalat.

45 of 57

Serangga disatu pihak memiliki kemampuan yang besar untuk berkembangbiak, sehingga populasi dapat meningkat tinggi. Pihak lain, lingkungan mempunyai kekuatan menghambat perkembangbiakan sehingga populasi menurun. Kedua kekuatan ini saling bertentangan. Apabila kekuatan sama kuat, populasi serangga praktis akan menjadi tetap dari tahun ke tahun. Dalam keadaan ini dikatakan bahwa populasi serangga berada dalam keseimbangan alami.

Keseimbangan Alami

46 of 57

Bila faktor hambatan lingkungan (HL) melemah pop srg akan meningkat dan bila HL menguat, pop srg akan menurun.

Dkl naik turunnya pop srg tergantung kepada keadaan lingkungan.

Karenanya, untuk keberhasilan pengendalian hama, manusia harus membuat faktor HL menjadi lebih kuat, atau paling tidak, tidak merusak faktor HL.

Di masa lalu manusia telah membuat kekeliruan karena kurang menghiraukan faktor lingkungan dalam usaha pengendalian hama.

Keseimbangan Alami

47 of 57

Keseimbangan Alami

Kepadatan Populasi

Waktu

Hambatan lingkungan

Populasi hama

AE

48 of 57

Istilah serangga hama muncul terjadi akibat perubahan status dari suatu serangga menjadi hama

TIMBULNYA SERANGGA HAMA

(LEDAKAN HAMA)

49 of 57

Stern, Smith, Van den Bosch dan Hagen (1959)

Perub ekosistem alami menjadi agroekosistem

Mmasukkan tan baru yg sblmnya tdk ada di st daerah

Srg terbawa ke tpt baru melintasi rintangan geografis ttt, ttp m.a tertinggal di tempat yang lama

Penetapan a.e st pop srg perusak tan yg lbh rendah, atau menurunya toleransi manusia thd kerusakan tan

TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)

50 of 57

Ambang ekonomi (AE, Eeconomic threshold)

Kepadatan pop hama yg membutuhx st tindakan pengendalian, ut mencegah peningkatan pop berikutnya yg dpt mengakibat kerusakan ekonomi

Tingkat kerusakan ekonomi

(TKE, economic injury level)

Kepadatan pop hama terendah yang dpt mengakibatx kerusakan dan kerugian ekonomi

Posisi keseimbangan (PK)

Kepadatan populasi hama rata-rata

TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)

51 of 57

Tingkat Populasi Leptinotarsa decemlineata

sebelum dan sesudah pembukaan kebun kentang

PKA

PKB

AE

TKE

Kepadatan Populasi

Waktu

1800

1850

1860

1870

TKE: Tingkat Kerusakan ekonomi

AE: Ambang ekonomi

PKA: Posisi keseimbangan awal

PKB: Posisi keseimbangan baru

52 of 57

Tingkat Populasi Icerya purchasi

setelah dimasukkan musuh alaminya

PKB

AE

TKE

Kepadatan Populasi

Waktu

1868

TKE: Tingkat Kerusakan ekonomi

AE: Ambang ekonomi

PKB: Posisi keseimbangan baru

53 of 57

Pimentel (1982)

Pertanaman monokultur

Keadaan ekosistem yang kurang stabil memberikan lingkungan yang sesuai bagi peningkatan pop hama secara ekspansif

Pemasukan jenis tanaman baru

Tidak dapat menahan serangan organisme asli di ekosistem tersebut

Pemasukan spesies hama baru

M.a alami belum tersedia di habitat baru

TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)

54 of 57

Pimentel (1982)

Pemindahan tanaman ke daerah berbeda iklim

Iklim sesuai bagi hama

Hasil pemulian tanaman

Menghasilkan genotipe tanaman yang rentan terhadap suatu hama

Berkurangya keanekaan genetik

Hama mampuh mengatasi faktor ketahanan tunggal pada tanaman inang

TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)

55 of 57

Primentel (1982)

Unsur hara tanah

perubahan nutrisi pada tanaman inangnya

Jarak tanam

Memudahkan hama untuk mencapai tanaman inangnya

Penanaman terus-menerus

Hama semakin berkembang

TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)

56 of 57

Piimentel (1982)

Masa tanam

Terjadi kesesuaian fenologi hama dan tanaman

Asosiasi antara tanaman dan hama

Kemampuan makan beberapa spesies tanaman

Pestisida yang merubah fisiologi tanaman

Tanaman lebih rentan terhadap hama

TIMBULNYA SERANGGA HAMA (LEDAKAN HAMA)

57 of 57