1 of 95

PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN

PADA KURIKULUM MERDEKA

2 of 95

Pada Akhir Kegiatan ini Bapak/Ibu akan memahami tentang:

  • Pembelajaran Paradigma Baru
  • Konsep Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
  • Pengolahan Hasil Penilaian (Asesmen)
  • Pelaporan Kemajuan Belajar

3 of 95

Agenda Kegiatan

Pembelajaran Paradigma Baru

Perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran dan penilaian Pengolahan Hasil Penilaian (Asesmen)

Pelaporan Kemajuan Belajar

4 of 95

PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU

5 of 95

Apa itu pembelajaran paradigma baru?

Pada proses pembelajaran yang terbuka dan dinamis, interaksi pendidik dan peserta didik akan berubah. Peserta didik akan memiliki peluang untuk melakukan inisiatif, mempunyai suara dan kepemilikan pada proses pembelajaran serta memiliki kesempatan untuk memberikan umpan balik, baik kepada diri sendiri, peserta didik lainnya serta kepada pendidik.

Dengan paradigma baru ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang bergerak, berawal dari pemetaan kompetensi, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta pelaksanaan assesmen yang hasilnya dimanfaatkan untuk memperbaiki pembelajaran agar dapat membantu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan.

Istilah pembelajaran paradigma baru bukan berarti menghadirkan konsep dan prinsip pembelajaran yang sepenuhnya baru, namun lebih pada upaya untuk memastikan praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Oleh sebab itu pada Kurikulum Merdeka, pendidik memiliki keleluasaan untuk merumuskan tujuan pembelajaran serta rancangan pembelajaran dan assesmen yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, sehingga proses pembelajaran akan menjadi proses pembelajaran yang terbuka dan dinamis.

6 of 95

PRINSIP PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN (ASESMEN)

7 of 95

1

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;

2

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat

3

Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;

4

Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra;

5

Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Prinsip Pembelajaran

8 of 95

Tinggalkan hal-hal berikut

Membuat pembelajaran mengikuti buku

dengan mengabaikan

kebutuhan peserta didik

Interaksi dengan peserta didik hanya memberikan dan menagih tugas.

Menggunakan hanya satu perspektif misalnya hanya melihat kemampuan kognitif peserta didik, tanpa melihat faktor lain seperti sosial emosi atau spiritual.

Kegiatan pembelajaran searah (memberikan pemaparan dalam bentuk ceramah dan instruksi tugas) tanpa adanya pendampingan dan pemberian umpan balik

Proses belajar bertujuan tes atau ujian akhir, serta pembelajaran dengan kegiatan yang sama dari tahun ke tahun dengan soal tes dan ujian yang sama.

9 of 95

1

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya

2

Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran;

3

Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;

4

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut;

5

Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Prinsip Asesmen

10 of 95

Tinggalkan hal-hal berikut

Asesmen dilakukan

secara terpisah dari

pembelajaran, serta

terpisah antara ranah

sikap, pengetahuan

dan keterampilan dilakukan secara terpisah-pisah.

Tidak menggunakan instrumen penilaian atau menggunakan instrumen asesmen, namun tidak sejalan dengan dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Berfokus pada asesmen sumatif.

Kegiatan pembelajaran searah (memberikan pemaparan dalam bentuk ceramah dan instruksi tugas) tanpa adanya pendampingan dan pemberian umpan balik

Proses belajar bertujuan tes atau ujian akhir, serta pembelajaran dengan kegiatan yang sama dari tahun ke tahun dengan soal tes dan ujian yang sama.

11 of 95

Bagaimana keterkaitan Prinsip Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen) untuk kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran?

12 of 95

Kurikulum

Asesmen

Pembelajaran

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, dengan demikian asesmen dapat dirancang selaras dengan perancangan proses pembelajaran melalui Perencanaan Pembelajaran.

Sehingga kegiatan penilaian terintegrasi dan berkaitan dengan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Proses Asesmen

Proses Pembelajaran

13 of 95

PERENCANAAN SERTA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN (ASESMEN)

14 of 95

Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

1

Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran

2

Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

3

Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

4

15 of 95

Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

1

Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran

2

Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

3

Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

4

16 of 95

Fase Pondasi

Fase A

Fase B

Fase C

Fase D

Fase E

Fase F

PAUD/RA

SD/MI/Paket A Kelas 1-2

SD/MI/Paket A Kelas 3-4

SD/MI/Paket A Kelas 5-6

SMP/Mts/Paket B

Kelas 7-9

SMA/MA/Paket C

Kelas 10

SMA/MA/Paket C

Kelas 11-12

Sebelum melangkah pada strategi perencanaan dan pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian,

mari sejenak kita bahas Konsep Capaian Pembelajaran,

Konsep Capaian Pembelajaran

“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.”

Pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase (CP) dan waktu tempuhnya (fase). Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan strategi dan cara atau jalur untuk mencapainya. Agar bisa menentukan strategi yang sesuai, kita perlu tau titik awal keberangkatan para peserta didik.

Pembagian Fase

17 of 95

Perlu diketahui

Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.

Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX. Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi dengan kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai mana proses belajar sudah ditempuh peserta didik di kelas VII. Selanjutnya ia juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan informasi tersebut.

Pembelajaran yang fleksibel.

Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19), sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari suatu konsep. Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang sudah dirancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya.

Pemanfaatan fase Capaian Pembelajaran dalam Perencanaan Pembelajaran

Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik.

Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya. Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di Kelas III SD, namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas mempelajarinya. Hal ini berkaitan dengan Mekanisme Kenaikan Kelas.

18 of 95

Komponen Capaian Pembelajaran

Dibuat dalam bentuk matriks. Setiap elemen dipetakan menurut perkembangan peserta didik

Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan dalam paragraf yang utuh.

Kemampuan yang perlu dicapai peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran tersebut

  • Alasan mempelajari mapel tersebut
  • Keterkaitan antara Mapel dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar Pancasila

Rasional Mata Pelajaran

Tujuan Mata Pelajaran

Karakteristik Mata Pelajaran

Capaian dalam Setiap Fase Secara Keseluruhan

Capaian dalam Setiap

Fase menurut Elemen

  • Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran
  • Elemen-elemen (strands) atau domain mata pelajaran serta deskripsinya

19 of 95

Perlu diketahui

Prinsip penyusunan CP menggunakan pendekatan konstruktivisme yang membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual. Menurut teori belajar konstruktivisme (constructivist learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.

Konsep “Memahami” dalam CP dalam konstruktivisme adalah proses membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata.

Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi dan berubah secara konstan sepanjang siswa mengonstruksikan

pengalaman-pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya.

Bentuk “Pemahaman” dalam CP

Apabila merujuk pada Taksonomi Bloom, pemahaman dianggap sebagai proses berpikir tahap yang rendah (C2). Namun demikian, konteks Taksonomi Bloom sebenarnya digunakan untuk perancangan pembelajaran dan asesmen kelas yang lebih operasional, bukan untuk CP yang lebih abstrak dan umum. Taksonomi Bloom lebih sesuai digunakan untuk menurunkan/menerjemahkan CP ke tujuan pembelajaran yang lebih

konkret.

20 of 95

Arti “Elemen” dalam CP

Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.

Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.

Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya, hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik pada masing-masing mata pelajaran.

Perlu diketahui

Contoh:

  • Dalam CP Matematika terdapat elemen Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, dan Analisis Data dan Peluang
  • Dalam CP IPA terdapat elemen

Pemahaman IPA dan Keterampilan Proses

  • Dalam CP Bahasa Indonesia

terdapat elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis

21 of 95

Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B

Karakteristik Mata Pelajaran

Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses (inkuiri) untuk menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Setiap elemen berlaku untuk empat cakupan konten yaitu makhluk hidup, zat dan sifatnya, energi dan perubahannya, serta bumi dan antariksa.

Capaian Pembelajaran

Pemahaman IPA

Elemen CP

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana.

Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.

Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.

Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.

22 of 95

Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B

Keterampilan Proses

Capaian Pembelajaran

Elemen CP

  1. Mengamati

Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati.

  1. Mempertanyakan dan memprediksi

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

  1. Merencanakan dan melakukan penyelidikan

Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi.

4. Memproses, menganalisis data dan informasi

Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.

5. Mengevaluasi dan refleksi

Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi.

6. Mengomunikasikan hasil

Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.

CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.

23 of 95

Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

1

Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran

2

Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

3

Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

4

24 of 95

Secara strategis, Proses Perancangan Kegiatan Pembelajaran dapat dipahami melalui skema berikut:

Memahami Capaian Pembelajaran

Menyusun Tujuan Pembelajaran

Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran

Merancang Pembelajaran

Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari.

CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase

Dalam

merancang

pem

belajaran

pendidik

dapat

(3) menggunakan contoh yang disediakan.

(1) mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran dan/atau perencanaan pembelajaran,

(2) mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau rencana

pem

belajaran berdasarkan contoh-contoh yang disediakan

Pemerintah

Pendidik menentukan pilihan tersebut berdasarkan kemampuan masing-masing

25 of 95

Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis

Kompetensi

kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat didemonstrasikan oleh peserta didik yang menunjukkan telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran yang dikembangkan perlu dicapai peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

menurut urutan dari awal hingga akhir fase.

Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran. Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi kriteria berikut ini:

Tujuan Pembelajaran (TP)

terdiri atas:

Lingkup materi

ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran

Kriteria

Alur Tujuan

Pembelajaran

(ATP)

Menggambarkan urutan pengembangan kompetensi yang harus dikuasai secara utuh dalam satu fase.

ATP menggambarkan cakupan dan tahapan

pembelajaran yang linear dari awal hingga

akhir fase.

ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang menggambarkan tahapan perkembangan kompetensi dalam satu fase

26 of 95

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Perlu diketahui

Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan rujukan teori untuk merumuskan tujuan pembelajaran, diantaranya:

Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson dan Krathwohl (2001)

6 Aspek Pemahaman yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins

(2005)

6 Level Taksonomi Marzano (2000)

Pendidik diharapkan untuk tidak fokus pada satu teori saja, melainkan dapat menggunakan teori atau pendekatan lain dalam merancang tujuan pembelajaran, selama teori tersebut dinilai relevan dengan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, serta konteks lingkungan pembelajaran.

27 of 95

Perlu diketahui

mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, termasuk definisi, fakta-fakta, daftar urutan, atau menyebutkan kembali suatu materi yang pernah diajarkan kepadanya.

menjelaskan ide atau konsep seperti menjelaskan suatu konsep menggunakan kalimat sendiri, menginterpretasikan suatu informasi, menyimpulkan, atau membuat parafrasa dari suatu bacaan.

menggunakan konsep, pengetahuan, atau informasi yang telah dipelajarinya pada situasi berbeda dan relevan

kemampuan untuk membuat keputusan, penilaian, mengajukan kritik dan rekomendasi yang sistematis

merangkaikan berbagai elemen menjadi satu hal baru yang utuh, melalui proses pencarian ide, evaluasi terhadap hal/ide/benda yang ada sehingga kreasi yang diciptakan menjadi salah satu solusi terhadap masalah yang ada. termasuk memberikan nilai tambah terhadap suatu produk yang sudah ada.

Anderson dan Krathwohl mengelompokkan kemampuan kognitif menjadi

tahapan-tahapan berikut ini, dengan urutan dari kemampuan yang paling dasar ke yang paling tinggi sebagai berikut:

Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson dan Krathwohl (2001)

(C1)

Mengingat

(C2)

Memahami

(C3)

Mengaplikasikan

(C4)

Menganalisis

(C5)

Mengevaluasi

(C6)

Menciptakan

memecah-mecah informasi menjadi beberapa bagian, kemampuan untuk mengeksplorasi hubungan/korelasi atau membandingkan antara dua hal atau lebih, menentukan keterkaitan antar konsep, atau mengorganisasikan beberapa ide dan/atau konsep.

28 of 95

6 Aspek Pemahaman Tighe dan Wiggins (2005)

6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan modal untuk menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen, dan instruksi yang

tepat.

Perlu diketahui

6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi pemahaman peserta didik atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.

Jika peserta didik melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman (mampu menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.

29 of 95

6 Aspek Pemahaman (6 facet of understanding) (Wiggins and Tighe, 2005)

Merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis.

Perlu diketahui

Penjelasan

Explanation

Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.

Interpretasi

Interpretation

Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.

Aplikasi

Application

Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan)

Perspektif

Perspective

Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

Empati

Empathy

Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu

Pengenalan diri

Self-Knowledge

Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal.

30 of 95

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP Bahasa Indonesia Fase D elemen Menyimak

Perlu diketahui

Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.

Interpretasi

Interpretation

Mendeskripsikan makna dari puisi serta emosi yang ditangkap dari puisi tersebut

Aplikasi

Application

Membacakan/mendeklamasikan atau membuat karya untuk merespons puisi

Perspektif

Perspective

Melakukan bedah puisi melalui diskusi dari sudut pandang yang berbeda.

Empati

Empathy

Menaruh diri di posisi penulis puisi dan mencoba merasakan emosi yang dirasakan penulis dan dituangkan dalam media yang berbeda.

31 of 95

Perlu diketahui

Tingkat 5: metakognisi

Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan yaitu sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Terdapat 6 level taksonomi yaitu:

mengingat kembali (retrieval) informasi dalam batas mengidentifikasi sebuah informasi secara

umum.

6 Level Taksonomi Marzano (2000)

Tingkat 1: mengenali dan mengingat kembali (retrieval)

Pemahaman yang dimaksud melibatkan dua proses

yang saling berkaitan

yaitu integrasikan dan

simbolisasi.

Tingkat 2: pemahaman

Cakupan analisis disini berupa kemampuan menggenerasi informasi baru yang belum diproses oleh seseorang.

Ada lima proses analisis:

  1. mencocokan,
  2. mengklasifikasikan,
  3. menganalisis kesalahan,
  4. menyamaratakan
  5. menspesifikasikan.

Tingkat 3: analisis

Pemanfaatan pengetahuan digunakan saat seseorang ingin menyelesaikan tugas tertentu.

Ada empat kategori umum pemanfaatan pengetahuan:

  1. pengambilan keputusan,
  2. penyelesaian masalah,
  3. percobaan,
  4. penyelidikan.

Tingkat 4: pemanfaatan pengetahuan

Sistem metakognisi berfungsi untuk memantau, mengevaluasi

dan mengatur fungsi dari semua jenis

pemikiran lainnya.

Ada empat fungsi dari metakognisi:

  1. menetapkan tujuan,
  2. memantau proses,
  3. memantau kejelasan,
  4. memantau ketepatan.

Tingkat 6: sistem diri

Menentukan apakah seseorang akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu tugas.

Ada empat jenis dari sistem diri:

  1. memeriksa kepentingan,
  2. memeriksa kemanjuran,
  3. memeriksa respon emosional,
  4. memeriksa motivasi secara keseluruhan.

32 of 95

Pendidik harus melakukan analisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk kemudian disusun menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (TP). Merumuskan tujuan pembelajaran dari CP dapat dilakukan melalui beberapa alternatif:

Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan pembelajaran yang efektif?

Alternatif 1

Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP

Alternatif 2

Merumuskan TP dengan Menganalisis ‘Kompetensi’ dan ‘Lingkup Materi’ pada CP.

Alternatif 3

Merumuskan TP Lintas Elemen CP

33 of 95

Alternatif 1

Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP

34 of 95

Alternatif 2

Capaian Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Elemen Pengukuran

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.

Elemen Geometri

Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak). Mereka dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan

  1. Menentukan hubungan antarsatuan baku panjang (cm, m).
  2. Menjelaskan cara mengukur panjang benda menggunakan satuan baku.
  3. Menjelaskan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak).
  4. Menentukan ciri bagian-bagian dari bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak).
  5. Mengukur bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak) menggunakan satuan baku

Merumuskan TP dengan Menganalisis ‘Kompetensi’ dan ‘Lingkup Materi’ pada CP.

Penting untuk diperhatikan: dapat mengembangkan dengan cara lain selama Capaian Pembelajaran di akhir fase tercapai

35 of 95

Alternatif 3

Merumuskan TP Lintas Elemen CP

Elemen

Kompetensi

Lingkup Materi

Bilangan

Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi, dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, dan seterusnya.

  1. Memahami
  2. Menentukan
  3. Membandingkan
  4. Mengurutkan
  5. Mengidentifikasi
  6. Melakukan
  7. Menyelesaikan masalah
  1. Bilangan cacah sampai 10.000
  2. Nilai tempat
  3. Komposisi dan dekomposisi bilangan
  4. Menggunakan ribuan sebagai satuan
  5. Operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000

Tujuan Pembelajaran:

B1.1 Menyajikan nilai tempat dan urutan pada bilangan cacah sampai 1.000.

B1.2 Melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai dengan 1.000. B1.3 Menghubungkan gambar dengan nilai pecahan

Dan seterusnya

36 of 95

Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan pembelajaran yang efektif?

Perhatikan kompetensi serta materi yang hendak dicapai pada CP tersebut.

1

Rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi dan lingkup materinya. Pastikan kompetensi utama yang termuat dalam CP tercapai.

2

Pertimbangkan beban jam pelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, agar selaras dengan beban JP pada mata pelajaran.

3

Susun tujuan pembelajaran secara linear dari awal fase hingga akhir fase. Dalam menyusun alur, perhatikan kesesuaian tujuan pembelajaran terhadap kompleksitas dan perkembangan peserta didik.

4

Perhatikan hal berikut:

  • CP berlaku untuk 1 FASE.
  • Lihat karakteristik masing-masing mata pelajaran, karena terdapat CP berbasis konten (PP, Matematika), sintaks (Seni), bahkan terdapat pula yang berbasis kompetensi (Bahasa).
  • Kalimat dalam tujuan pembelajaran dapat mengambil dari berbagai referensi, poin utamanya adalah “operasional” (kompetensinya terukur).

Alur strategi yang dapat dilakukan,guna menyusun alur tujuan pembelajaran sebagai berikut:

37 of 95

Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang efektif?

Pendidik yang merancang alur tujuan pembelajarannya sendiri, tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya akan disusun sebagai satu alur (sequence) yang berurutan secara sistematis, dan logis awal hingga akhir fase.

Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, pendidik dapat mengacu pada berbagai cara yang diuraikan pada tabel di bawah ini:

Pengurutan dari yang Konkret ke yang Abstrak

Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis. Contoh : memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak).

Pengurutan Deduktif

Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh : mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional.

Pengurutan dari Mudah ke yang lebih Sulit

Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh: mengajarkan cara mengeja kata-kata pendek dalam kelas bahasa sebelum mengajarkan kata yang lebih panjang.

Pengurutan Hierarki

Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh : siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian.

Pengurutan Prosedural

Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh : dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah perangkat lunak statistik.

Scaffolding

Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh : dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.

(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)

38 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B” merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing-masing tujuan pembelajaran.

Lingkup Materi

39 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B” merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing-masing tujuan pembelajaran.

Lingkup Materi

40 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B” merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing-masing tujuan pembelajaran.

Lingkup Materi

41 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B” merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing-masing tujuan pembelajaran.

Lingkup Materi

42 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B” merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing-masing tujuan pembelajaran.

43 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

Keterangan:

  • Konten (materi) diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B” merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing-masing tujuan pembelajaran.

44 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

Keterangan:

  • Konten (materi) diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B” merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing-masing tujuan pembelajaran.

45 of 95

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP)

ini bukanlah format utama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam TP maupun ATP

atau akses melalui link bit.ly/ATP_PP_SMP

Selengkapnya, pindai QR code berikut melalui gawai

46 of 95

Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

1

Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran

2

Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

3

Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

4

47 of 95

Perlu diketahui

Jelas

dokumen mudah dipahami

Merupakan merupakan aktivitas untuk merumuskan:

  1. capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran;
  2. cara untuk mencapai tujuan belajar; dan
  3. cara menilai ketercapaian tujuan belajar.

Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan

Pembelajaran

dituangkan dalam

bentuk yang:

Sederhana

dokumen yang berisi hal pokok dan penting

sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran

Fleksibel

dokumen tidak terikat pada bentuk tertentu dan dapat disesuaikan dengan konteks pembelajaran

“Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP.”

48 of 95

Pilihan Dokumen Perencanaan

Pembelajaran

Dokumen Perencanaan pembelajaran ini dapat berupa:

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  • Modul Ajar

Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi

komponen-komponen dalam RPP.

Komponen minimum dalam

rencana pelaksanaan pembelajaran

Komponen minimum dalam

modul ajar

  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan.
  • Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran
  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.
  • Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya
  • Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya
  • Media pembelajaran yang digunakan, termasuk misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik

49 of 95

Perlu diketahui

“Komponen dalam Perencanaan Pembelajaran ditentukan oleh pendidik berdasarkan kebutuhannya”

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PALING SEDIKIT memuat:

Tujuan Pembelajaran

Langkah/ Kegiatan Pembelajaran

Penilaian/ Asesmen Pembelajaran

Memuat kompetensi dan lingkup materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan

  • Kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangan peserta didik
  • Menunjukkan bagaimana media pembelajaran digunakan

Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kesiapan dan hasil belajar peserta didik

(untuk pendidikan khusus

memperhatikan kebutuhan peserta

didik)

Pendidik dapat mengembangkan lebih dari 3 komponen tersebut, asalkan relevan de

ngan

kebutuhannya. Penyederhanaan ini berfokus agar pendidik dapat lebih menyelaraskan dan mengembangkan aktivitas pembelajaran dan penilaian (asesmen)

50 of 95

Perlu diketahui

“Komponen dalam Perencanaan Pembelajaran ditentukan oleh pendidik berdasarkan kebutuhannya”

Komponen Lengkap Modul Ajar

51 of 95

Tips Memodifikasi Perencanaan Pembelajaran

Perlu diketahui

Pendidik memiliki kemerdekaan untuk:

  • memilih atau memodifikasi perencanaan pembelajaran yang sudah disediakan pemerintah untuk disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
  • menyusun sendiri perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Dalam menyusun Perencanaan Pembelajaran, Pendidik harus memperhatikan suasana belajar yang:

interaktif

inspiratif

menyenangkan

menantang

memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi

aktif

memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,

kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat,

minat, dan perkembangan fisik, serta

psikologis Peserta Didik.

Ketika memodifikasi/menyusun perencanaan pembelajaran, Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik dan/atau instrumen penilaian (asesmen) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

52 of 95

Penyusunan Perencanaan Pembelajaran

Pembelajaran terdiferensiasi didasarkan pada hasil asesmen awal pembelajaran pada lingkup

materi tertentu.

Hasil asesmen awal pembelajaran ini memberikan informasi kesiapan belajar peserta didik (readiness), yaitu informasi kesesuaian pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki peserta didik saat ini, dengan pengetahuan atau keterampilan baru yang akan

dipelajari.

Melakukan Asemen Awal Guna Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Peserta Didik

Asesmen di awal pembelajaran dilakukan hanya terkait kesiapan peserta didik pada kompetensi yang akan dituju/dipelajari.

Hasilnya digunakan untuk menyesuaikan rencana pembelajaran yang dibuat agar sesuai dengan tahap pembelajaran peserta didik.

Asesmen pada awal pembelajaran diharapkan dapat dilakukan secara natural, seperti diskusi ringan pemantik di awal kegiatan, permainan, kuis, atau sederhana.

Perlu diketahui

Melakukan Diferesiasi Pembelajaran

53 of 95

Diferensiasi Pembelajaran

Pendidik dapat mendesain pembelajaran berdiferensiasi meliputi :

Diferensiasi Konten (Materi)

Diferensiasi Proses (Metode/Strategi)

Diferensiasi Produk

Materi pembelajaran disesuaikan dengan kesiapan peserta didik berdasarkan kompleksitasnya.

Misal:

Kompetensi yang akan dicapai yaitu mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat terkait dalam keseharian

Pendidik dapat melakukan diferensiasi terhadap pemahaman konsep bilangan bulat peserta didik di kelas

Proses Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan penerimaan/keterampilan peserta didik.

Misal:

Kompetensi memahami gaya dan tekanan.

Pendidik dapat melakukan diferensiasi berupa:

  • pendampingan pada praktik yang dilakukan peserta didik secara langsung
  • Modeling-praktik-kerja mandiri-review
  • Memberi pertanyaan pemantik untuk belajar mandiri

Penyesuaian hasil dari kegiatan pembelajaran berdasarkan peminatan peserta didik

Misal:

Menceritakan ulang nilai-nilai luhur yang didapatkan dalam teks narasi (dongeng nusantara)

Pendidik dapat melakukan diferensiasi produk hasil belajar peserta didik berupa:

  • Bahan tayang visual (poster, slide paparan, dan sejenisnya)
  • Podcast
  • Review berbasis media Audio-visual
  • Pagelaran drama

Perlu diketahui

54 of 95

Perubahan Paradigma Penilaian (Asesmen)

  • Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran
  • Berfungsi sebagai

asesmen formatif

  • Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran
  • Berfungsi sebagai

asesmen sumatif

Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar. Hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.

Pada kurikulum merdeka, pendidik diharapkan lebih berfokus pada asesmen formatif dibandingkan sumatif dan menggunakan hasil asesmen formatif untuk perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut ini:

Perlu diketahui

Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran (Assessment FOR Learning)

Asesmen PADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning)

Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran (Assessment AS Learning)

  • Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran
  • Berfungsi sebagai

asesmen formatif

55 of 95

Formatif

  • Merupakan alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu lingkup materi atau periode tertentu, misalnya satu lingkup materi, akhir semester, atau akhir tahun ajaran;
  • Capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan
  • Digunakan pendidik atau satuan pendidikan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran.

Kedua memiliki kesamaan yaitu adanya umpan balik untuk pemberian intervensi kepada peserta didik maupun perbaikan proses pembelajaran berikutnya;

Karakteristik Asesmen Formatif dan Sumatif

Sumatif

  • Terpadu dengan proses pembelajaran, sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan. Perencanaan asesmen formatif dibuat menyatu dengan perencanaan pembelajaran;
  • Melibatkan peserta didik dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian antarteman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya);
  • Memperhatikan kemajuan penguasaan dalam berbagai ranah, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga dibutuhkan metode/strategi pembelajaran dan teknik/instrumen.

“Pendidik dan satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk mengatur pelaksanaan asesmen formatif maupun sumatif melalui berbagai teknik guna mengukur dan mengintervensi capaian yang dilakukan dalam pembelajaran”

56 of 95

Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Formatif

  • Dilakukan secara terus menerus bersamaan dengan proses pembelajaran
  • menggunakan berbagai teknik asesmen sesuai dengan target pada tujuan pembelajaran
  • memberikan umpan balik baik untuk peserta didik maupun pendidik
  • berorientasi pada perubahan, bukan sekadar memenuhi kuantitas nilai yang termuat dalam rapor
  • bersifat informatif
  • Dilakukan untuk mengonfirmasi capaian pembelajaran peserta didik pada periode tertentu (akhir lingkup materi, semester atau akhir jenjang)
  • Hasilnya akan digunakan sebagai bahan pengolah laporan hasil belajar
  • Pemberian umpan balik tetap dilakukan walaupun data hasil pengukuran capaian telah didapat
  • Menggunakan berbagai teknik asesmen

Perlu diketahui

Hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Sumatif

57 of 95

Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran

Asesmen performa dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio.

Peserta didik diamati secara berkala, dengan fokus secara keseluruhan maupun individu. Observasi bisa dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.

Teknik dan Instrumen Asesmen

“Terdapat berbagai teknik dalam melakukan asesmen, pendidik diberikan keleluasaan memilih teknik dan instrumen agar asesmen selaras dengan kegiatan pembelajaran. Sehingga hasil belajar peserta didik valid dan dapat ditindak lanjuti”

Observasi

Penilaian Kinerja (Performance Test)

Tes Lisan

Teknik Asesmen

Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis.

Tes Tertulis

Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu.

Portofolio

58 of 95

Teknik dan Instrumen Asesmen

“Terdapat berbagai teknik dalam melakukan asesmen, pendidik diberikan keleluasaan memilih teknik dan instrumen agar asesmen selaras dengan kegiatan pembelajaran. Sehingga hasil belajar peserta didik valid dan dapat ditindak lanjuti”

Rubrik

Ceklist

Grafik Perkembangan

Instrumen Asesmen

Catatan Anekdotal

Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik. Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik.

Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemen yang dituju.

Catatan singkat hasil observasi pada peserta didik. Berisi catatan performa dan perilaku peserta didik yang penting, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisa dari observasi yang telah dilakukan.

Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar peserta didik.

59 of 95

Penerapan Pola Pikir Bertumbuh

Penerapan pola pikir bertumbuh dalam asesmen diharapkan membangun kesadaran bahwa proses pencapaian tujuan pembelajaran, lebih penting daripada sebatas hasil akhir.

Pendidik diharapkan mampu menerapkan ide penerapan pola pikir bertumbuh, sebagaimana uraian di berikut ini:

Kesalahan dalam belajar itu wajar. Jika diterima, dikomunikasikan, dan dicarikan jalan keluar, maka kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik.

Belajar bukan tentang kecepatan, tetapi tentang pemahaman, penalaran, penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam.

Ekspektasi pendidik yang positif tentang kemampuan peserta didik akan sangat mempengaruhi performa peserta didik.

Setiap peserta didik unik, memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu dibandingkan dengan teman-temannya.

Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar.

Melatih dan membiasakan peserta didik untuk melakukan asesmen diri (self assessment), asesmen antarteman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman (peer feedback).

Apresiasi/pesan/umpan balik yang tepat berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik.

60 of 95

Berikut acuan dalam memberikan umpan balik kepada peserta didik melalui tangga umpan balik (Ladder of Feedback)

61 of 95

Penerapan Tangga Umpan Balik Berorientasi Pola Pikir Bertumbuh

(Growth Mindset)

Contoh Mengidentifikasi Unsur-unsur Bangun Ruang (Jaring-jaring Kubus) - Fase C

“Bagaimana Ananda mengetahui gambar ini akan membentuk kubus?”

Klarifikasi

“Bentuk kotak-kotak yang Ananda gambar, hampir sama sehingga mudah jika disusun menjadi bentuk kubus.”

Nilai

“Ibu melihat Ananda menarik garis secara langsung. Bagaimana jika menggunakan penggaris agar garisnya lebih lurus?”

Perhatian

“Jika tugas membuat jaring-jaring bangun ruang akan kita laksanakan kembali, pada bagian yang mana Ananda akan melakukan perbaikan?”

Saran

“Selamat Nak, telah menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas ini. Ibu juga senang karena kamu mengumpulkan tugas tepat waktu.”

Apresiasi

62 of 95

Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen

Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.

“Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP.”

Rencana pembelajaran ini dapat berupa:

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  • Modul Ajar

Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi

komponen-komponen dalam RPP.

Komponen minimum dalam

rencana pelaksanaan pembelajaran

Komponen minimum dalam

modul ajar

  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan.
  • Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran
  • Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
  • Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.
  • Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya
  • Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya
  • Media pembelajaran yang digunakan, termasuk misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik

63 of 95

ini bukanlah format utama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar

Inspirasi Penyusunan Modul Ajar

64 of 95

ini bukanlah format utama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar

Inspirasi Penyusunan Modul Ajar

65 of 95

ini bukanlah format utama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar

Inspirasi Penyusunan Modul Ajar

66 of 95

ini bukanlah format utama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar

Inspirasi Penyusunan Modul Ajar

67 of 95

ini bukanlah format utama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar

Inspirasi Penyusunan Modul Ajar

68 of 95

Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

1

Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran

2

Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

3

Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

4

69 of 95

Pendidik menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran termasuk di dalamnya rencana asesmen formatif yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen di akhir pembelajaran

1

Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang

Berdasarkan hasil asesmen, pendidik memodifikasi rencana yang dibuatnya dan/atau membuat penyesuaian untuk sebagian peserta didik

Melaksanakan pembelajaran dan menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar

Melaksanakan asesmen Sumatif untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini dapat digunakan sebagai asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.

5

Siklus

2

perencanaan

dan

pelaksanaan

pembelajaran

4

dan asesmen

3

70 of 95

  1. Mayoritas peserta didik telah memahami konsep keliling dan dapat menghitung keliling bangun datar.
  2. Beberapa peserta didik dapat memahami konsep keliling, namun belum lancar dalam menghitung keliling bangun datar.
  3. Beberapa peserta didik belum memahami konsep keliling.

Instrumen asesmen awal pembelajaran yang digunakan adalah soal isian singkat dan soal cerita yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari terkait keliling segiempat, segitiga, dan lingkaran.

Atas jawaban peserta didik, pendidik mengidentifikasi kesiapan peserta didik di kelasnya, yaitu:

Inspirasi Pelaksanaan Pembelajaran Terdiferensiasi

Kesiapan Belajar

(readiness)

Mayoritas peserta didik telah memahami konsep keliling dan dapat menghitung keliling bangun datar.

Beberapa peserta didik dapat memahami konsep keliling, namun belum lancar dalam menghitung keliling bangun datar

Beberapa peserta didik belum memahami konsep keliling.

Pembelajaran Terdiferensiasi

  • Peserta didik mengerjakan soal yang lebih menantang yang mengaplikasikan konsep keliling dalam kehidupan sehari-hari.
  • Peserta didik bekerja secara mandiri dan saling memeriksa pekerjaan masing-masing.

Pendidik menjelaskan cara menghitung keliling bangun datar Peserta didik diberi latihan untuk berkelompok menghitung keliling bangun datar dengan menggunakan bantuan benda-benda konkret.

Jika mengalami kesulian, peserta didik diminta mengajukan pertanyaan kepada 3 teman sebelum bertanya langsung kepada pendidik. Pendidik akan sesekali mendampingi kelompok untuk memastikan agar tidak terjadi miskonsepsi.

Berdasarkan data tersebut, pendidik melakukan pembelajaran berdiferensiasi sebagai berikut:

71 of 95

PENGOLAHAN HASIL ASESMEN

72 of 95

Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran.

Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar.

Pengolahan hasil penilaian dapat dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau kualitatif terhadap data hasil pelaksanaan penilaian yang berupa angka dan/atau deskripsi. Pendidik perlu menentukan kriteria untuk memetakan ketercapaian tujuan pembelajaran.

Dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

Tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya 75, 80, dan sebagainya) sebagai kriteria. Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, pendidik diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya).

Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan menggunakan beberapa pendekatan,

1. Menggunakan deskripsi kriteria

2. Menggunakan rubrik

3. Menggunakan interval nilai

73 of 95

Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Kriteria:

Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.

1. Menggunakan deskripsi kriteria

Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”

74 of 95

Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

2. Menggunakan rubrik

Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”

75 of 95

Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

3. Menggunakan interval

Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”

76 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen

Pendidik telah melaksanakan asesmen untuk salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran IPAS Fase C:

Menyelidiki ragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar

rubrik penilaiannya dapat dibuat sebagai berikut:

Mengolah Hasil Asesmen dalam Satu Tujuan Pembelajaran

1

Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau lebih tujuan pembelajaran.

Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian dari tujuan pembelajaran

setiap peserta didik. Pendidik

dapat menggunakan data kualitatif sebagai hasil asesmen tujuan pembelajaran peserta didik.

Namun, dapat juga menggunakan data kuantitatif dan mendeskripsikannya secara kualitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional.

Bukti Tujuan Pembelajaran

Perlu Bimbingan (0-60)

Cukup (61-70)

Baik (71-80)

Sangat Baik (81-100)

1. Mampu

Belum mampu

Menguraikan

Menguraikan

Menguraikan

menguraikan manfaat sumber energi

menguraikan

manfaat sumber energi

1 contoh

manfaat sumber energi

2 contoh

manfaat sumber energi

lebih dari

2 contoh manfaat sumber energi

2. Mampu

Memerlukan bimbingan dalam melakukan prosedur pengamatan

Melakukan

Melakukan

Mampu

melakukan pengamatan sesuai prosedur

prosedur

pengamatan secara mandiri, namun masih ditemukan

prosedur

pengamatan secara mandiri dengan tepat

mengarahkan

teman yang lain dalam melakukan prosedur

1 atau 2 kali

pengamatan

kesalahan

Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas CUKUP, peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi.

77 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen

Nama

Kualitas Bukti (Indikator 1)

Kualitas Bukti (Indikator 2)

Deskripsi

Nilai (rerata)

Amar

Baik (75)

Cukup (69)

Mampu menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi dan dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri meskipun masih ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan

72

Badu

Perlu Bimbingan (55)

Cukup (63)

Belum mampu menguraikan manfaat sumber energi tetapi dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri meskipun masih ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan

59*

Candra

Sangat Baik (95)

Baik (80)

Mampu menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber energi serta dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri dengan tepat

87,5

Berdasarkan hasil asesmen TES untuk indikator 1 dan UNJUK KERJA untuk indikator 2 yang telah dilaksanakan pendidik, untuk pengolahan hasil asesmen tujuan pembelajaran dapat disajikan seperti dalam tabel berikut ini

Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas CUKUP, peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi.

* peserta didik belum memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

78 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen

Penting untuk Diperhatikan

Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik, mana kompetensi yang belum dikuasai, dan dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas bila ada.

Mengolah Capaian Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai Akhir

2

Pendidik

tidak mencampur

penghitungan dari hasil asesmen

formatif dan sumatif

karena asesmen

formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda.

Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada

proses sehingga asesmen

formatif

bukan menjadi penentu atau

pembagi untuk nilai akhir

Dalam mengolah dan menentukan hasil akhir asesmen sumatif, pendidik perlu membagi asesmennya ke dalam beberapa kegiatan asesmen sumatif agar peserta didik dapat menyelesaikan asesmen sumatifnya dalam kondisi yang optimal (tidak terburu-buru atau tidak terlalu padat). Untuk situasi ini, nilai akhir merupakan gabungan dari beberapa kegiatan asesmen tersebut

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

Cara 1

Contoh Pengolahan Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai Akhir dapat dilakukan melalui 2 cara berdasarkan bentuk datanya:

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)

Cara 2

79 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

Cara 1

Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan pembelajaran untuk mapel IPA, 7 tujuan pembelajaran untuk B.Indonesia, dan 5 tujuan pembelajaran untuk mapel Agama (contoh hanya 3 mapel, namun cara ini dapat berlaku untuk semua mapel).

Perlu diketahui

Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang nilai untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk setiap mapel atau berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan.

Ketuntasan ditentukan untuk setiap tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir pengolahan nilai sumatif per mata pelajaran.

Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan

pembelajaran tertentu saja. Hal ini bertujuan untuk mengkomunikasikan kepada orang tua dan peserta didik tentang tujuan pembelajaran mana yang belum dituntaskan oleh peserta didik.

Pada contoh ini pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum mencapai ketuntasan dan 56- 100 sudah mencapai ketuntasan.

80 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)

Cara 2

Perlu diketahui

Asumsi:

Penilaian tujuan pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan rubrik 4 kategori yaitu:

  • Perlu bimbingan (1)

peserta didik masih kesulitan dan sangat bergantung pada bimbingan

  • Cukup (2)

peserta didik masih kesulitan dalam mencapai sebagian tujuan pembelajaran

  • Baik (3)

peserta didik sudah menuntaskan sebagian besar indikator tujuan pembelajaran

  • Sangat Baik (4)

peserta didik mengikuti pembelajaran selanjutnya dan dilibatkan diberikan pengayaan

Tanda centang iberikan sesuai dengan rubrik ketercapaian yang ada pada masing-masing tujuan pembelajaran

deskriptor tertera pada rubrik penilaian yang telah disusun.

81 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen untuk Nilai Rapor

Contoh Data Kuantitatif

82 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen untuk Nilai Rapor

Contoh Data Kualitatif

83 of 95

Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran

Terdapat 3 opsi dalam menyusun deskripsi capaian kompetensi pada rapor, ketiga opsi tersebut sebagai berikut:

Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidentifikasi capaian kompetensi tertinggi dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian kompetensi terendah ditandai dengan warna merah

Opsi 1 : Deskripsi Berdasarkan CP

1

84 of 95

Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran

Opsi 2 : Deskripsi Berdasarkan ATP

2

Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidentifikasi capaian kompetensi tertinggi dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian kompetensi terendah ditandai dengan warna merah

85 of 95

Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran

Opsi 3 : Deskripsi mengambil dari poin-poin penting dari materi yang sudah diberikan

2

Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidentifikasi capaian kompetensi tertinggi dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian kompetensi terendah ditandai dengan warna merah

86 of 95

PELAPORAN KEMAJUAN BELAJAR

87 of 95

Pengolahan Hasil Asesmen

Pelaporan hasil penilaian (asesmen) dituangkan dalam bentuk laporan kemajuan belajar. Laporan hasil belajar merupakan dokumen yang disusun berdasarkan pengolahan hasil Penilaian.

Bentuk-bentuk laporan hasil belajar diantaranya:`

Rapor

1

Portofolio

2

Diskusi/Konferensi

3

Diskusi/Konferensi

4

88 of 95

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Sebagaimana diuraikan pada prinsip asesme, laporan hasil belajar hendaknya bersifat sederhana dan informatif. Dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut bagi pendidik, satuan pendidikan dan orang tua untuk mendukung capaian pembelajaran.

Rapor

1

  1. Identitas peserta didik
  2. Nama satuan pendidikan
  3. Kelas
  4. Semester
  5. Mata pelajaran
  6. Nilai
  7. Deskripsi
  8. Catatan guru
  9. Presensi
  10. Kegiatan ekstrakurikuler.

Komponen pada Rapor DIKDASMEN

Catatan: Format dapat disesuaikan berdasarkan struktur kurikulum masing-masing

jenjang.

Deskripsi capaian kompetensi peserta didik berisi informasi tentang kompetensi yang sudah dicapai dan kompetensi yang perlu ditingkatkan. Deskripsi menggunakan kalimat positif

dan memotivasi.

89 of 95

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Tujuan dari portofolio adalah kumpulan dokumen dari hasil karya peserta didik. Isi portofolio adalah hasil karya peserta didik yang dipilih oleh peserta didik, berdasarkan hasil diskusi dengan pendidik. Portfolio bisa berupa foto, video, infografis, poster atau karya apapun yang bukan berupa lembar soal - jawaban.

Portofolio

2

90 of 95

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Tujuan diskusi adalah berbagi informasi antara pendidik, peserta didik dan orang tua. Sekolah perlu menentukan fungsi dari suatu diskusi untuk dapat mengembangkan struktur, dan kegiatannya melibatkan menentukan target belajar. Diskusi atau konferensi bisa dalam struktur formal maupun informal.

Diskusi/Konferensi

3

91 of 95

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Tujuan dari pameran karya adalah sebagai perayaan proses belajar peserta didik dan juga sebagai asesmen sumatif. Pameran karya berisi proses dari pembelajaran hingga produk dari sebuah proyek belajar. Pameran karya bisa mengundang orang tua peserta didik, komunitas sekolah maupun mengundang peserta didik dan pendidik dari sekolah lain untuk saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang lebih luas selain pendidik kelas

Pameran Karya

4

92 of 95

Mekanisme Kenaikan Kelas

Satuan pendidikan tidak perlu menentukan kriteria dan mekanisme kenaikan kelas. Kenaikan kelas dilaksanakan secara otomatis (automatic promotion). Pembelajaran dilaksanakan menggunakan prinsip mastery learning yang sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran sesuai tahap capaian (teaching at the right level).

Setiap peserta didik mempelajari tujuan pembelajaran yang sama dalam setiap pertemuan, namun bagi peserta didik yang tidak dapat mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran perlu ditindaklanjuti dengan memberikan perlakukan khusus agar dapat mencapainya. Dengan kata lain, tindakan untuk peserta didik yang berisiko tidak seharusnya menunggu hingga tahun ajaran, tetapi perlu segera diberikan.

Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA,

SMK/MAK, atau sederajat, kenaikan kelas mempertimbangkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran

Dalam Kurikulum Merdeka penggunaan fase dalam Capaian Pembelajaran adalah salah satu alasan mengapa peserta didik dapat terus naik kelas bersama teman-teman sebayanya meskipun ia dinilai belum sepenuhnya mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran di fase sebelumnya atau tujuan pembelajaran yang ditargetkan untuk dicapai pada kelas tersebut.

Apabila terdapat tujuan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu yang tidak tercapai sampai saatnya kenaikan kelas, maka pada rapor peserta didik tersebut dituangkan nilai aktual yang dicapai dan dideskripsikan bahwa peserta didik tersebut masih memiliki tujuan pembelajaran yang perlu ditindaklanjuti di kelas berikutnya

Perlu diperhatikan

Dalam proses penentuan peserta didik tidak naik kelas, perlu dilakukan musyawarah dan pertimbangan yang matang sehingga opsi tidak naik kelas menjadi pilihan paling akhir apabila seluruh pertimbangan dan perlakuan telah dilaksanakan.

93 of 95

Isu-isu terkait Kenaikan Kelas

Contoh Isu

Pertimbangan yang Diambil Sekolah

Peserta didik mempunyai tujuan pembelajaran yang belum tuntas (ada tujuan-tujuan pembelajaran yang hasilnya belum memenuhi pencapaian minimum).

Peserta didik dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya dengan pendampingan tambahan untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran yang belum tercapai/tuntas.

Peserta didik mempunyai masalah presensi/ketidakhadiran yang banyak (Banyaknya jumlah ketidakhadiran disepakati oleh satuan pendidikan)

Dapat dipertimbangkan dengan mengetahui alasan ketidakhadiran. Jika peserta didik tidak hadir karena kondisi keluarga (siswa yang membantu orang tua bekerja karena alasan ekonomi) atau masalah kesehatan peserta didik, maka dapat dipertimbangkan naik dengan catatan khusus. Jika alasan ketidakhadiran karena “malas”, meskipun kecil kemungkinan untuk naik kelas; peserta didik tetap dapat dipertimbangkan naik dengan catatan di rapor bagian sikap yang perlu ditindaklanjuti di kelas berikutnya. Misalnya, permasalahan ketidakhadiran harus diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun dengan cara konseling atau behavior treatment lain. Khusus permasalahan ketidakhadiran, wali kelas harus dapat mendeteksi permasalahan ini sedini mungkin, sehingga tidak terjadi penumpukan jumlah ketidakhadiran dari peserta didik di akhir semester.

94 of 95

Mekanisme Kelulusan

  1. kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk lain yang sederajat; dan
  2. setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama atau bentuk lain yang sederajat dan sekolah menengah atas atau bentuk lain yang sederajat.

Penentuan kelulusan dari satuan pendidikan dilakukan dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain pada

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan/program pendidikan setelah:

  1. Menyelesaikan Seluruh Program Pembelajaran
  2. mengikuti penilaian sumatif yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

95 of 95

Terima Kasih