1 of 15

ASESMEN DIAGNOSTIK

Oleh: Andi Sukmayadi, S.Pd

SD Negeri 2 Margacinta

[ AKSI NYATA ]

2 of 15

Apa manfaat adanya Asesmen?

Asesmen dilakukan untuk mencari bukti ataupun dasar pertimbangan tentang ketercapaian tujuan pembelajaran

3 of 15

Apa itu Asesmen Diagnostik?

Asesmen Diagnostik merupakan penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan peserta didik dalam menguasi materi atau kompetensi tertentu serta penyebabnya.

4 of 15

Tujuan Asesmen Diagnostik

2

Untuk memetakan kemampuan dasar peserta didik di kelas secara tepat

1

Untuk mengidentifikasi peserta didik yang sudah paham, belum pahan terhadap materi pelajaran

Tujuan Asesmen Diagnostik

5 of 15

Jenis Asesmen Diagnostik

2

Asesmen Diagnostik Non Kognitif

1

Asesmen Diagnostik Kognitif

Jenis Asesmen Diagnostik

6 of 15

Jenis Asesmen Diagnostik

7 of 15

  1. Mengidentifikasi capaian kompetensi peserta didik
  2. Menyelesaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata peserta didik
  3. Memberikan kelas remedial atau pembelajaran tambahan kepada peserta didik yang kompetensinya dibawah rata-rata
  1. Psikologis dan social emosi
  2. Aktivitas belajar di rumah
  3. Kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik
  4. Gaya belajar, karakter dan minat peserta didik

Phase 02

Tujuan Asesmen Diagnostik Kognitif

Tujuan Asesmen Diagnostik Non Kognitif

8 of 15

Langkah-langkah Asesmen Diagnostik Kognitif

Menganalisis raport peserta didik tahun sebelumnya

01

Membuat jadwal pelaksanaan asesmen

02

Mengidentifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan Kemendikbudristek

03

Menyusun instrumen asesmen, mengukur kompetensi peserta didik. Intrumen dapat berupa unjuk kerja, ceklis dan hasil observasi

04

Menyusun pertanyaan sederhana dengan permulaan sebagai berikut: 2 soal sesuai dengan materi yang akan dipelajari

05

Persiapan

9 of 15

Langkah-langkah Asesmen Diagnostik Kognitif

Pelaksanaan

Memberikan pertanyaan-pertanyaan asesmen yang telah disusun kepada semua peserta didik

10 of 15

Langkah-langkah Asesmen Diagnostik Kognitif

Mengolah hasil asesmen yang telah diberikan

01

Membagi peserta didik kedalam 3 katrgori: paham, paham sebagian, tidak paham

02

Hitung rata-rata kelas. Jika peserta didik mendapatkan nilai rata-rata kelas, maka mereka akan mengikuti pembelajaran sesuai fasenya

03

Mengulang proses yang sama di setiap awal pembelajaran untuk melakukan adaptasi materi pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik

04

Melaksanakan penilaian pembelajaran topik yang sudah dipelajari sebelum memulai topik pelajaran baru

05

Tindaklanjut

11 of 15

Langkah-langkah Asesmen Diagnostik Non Kognitif

Tindaklanjut

  1. Mengidentifikasi peserta didik yang ekspresinya negatif, kemudian mengajaknya untuk berdiskusi secara personal
  2. Menentukan tindaklanjut untuk membantu peserta didik dan mengkomunikasikan dengan peserta didik serta orang tuanya jika diperlukan
  3. Mengulang pelaksanaan asesmen non diagnostic dalam pembelajaran

Persiapan

  1. Guru harus mempersiapkan alat bantu berupa gambar ekspresi emosi
  2. Guru membuat daftar pertanyaan kunci, seperti: Apa saja yang kamu lakukan selama belajar dirumah?

Pelaksanaan

  1. Guru memberikan gambar ekspresi emosi kepada anak
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengekspresikan perasaan sesuai dengan pertanyaan yang diajukan

Asesmen Diagnostik Non Kognitif

12 of 15

Guru menyesuaikan aktivitas dan materi belajar di kelas dengan peningkatan rata-rata semua peserta didik.

Dengan demikian asesmen diagnostic sangan penting sebelum mengikuti pembelajaran sehingga akan diketahui kemampuan dasar peserta didik dalam sebuah mata pelajaran

Ternyata tidak sulit melakukan asesmen diagnostic, yang guru butuhkan hanyalah komitmen untuk memberikan pembelajaran terbaik untuk peserta didik serta memiliki pengalaman belajar yang bermakna

Phase 02

Hasil Diagnostik

Kesimpulan

13 of 15

Dokumentasi

14 of 15

Umpan Balik

15 of 15

Terima kasih