ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM
.
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
Di kompilasi Oleh :
HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd,MM
LATAR BELAKANG
Konsep Asesmen Pembelajaran Mendalam
DESAIN MERENCANAKAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN
MITOS ATAU FAKTA
BERKEADILAN
OBJEKTIF
EDUKATIF
PRINSIP ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN
PRINSIP ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN
BERKEADILAN |
Asesmen hasil belajar murid dilakukan sesuai dengan tujuan asesmen secara berkeadilan. Pendidik melakukan asesmen yang tidak bias oleh latar belakang, identitas, atau kebutuhan khusus murid |
(Panduan Pembelajaran dan Asesmen – Edisi Revisi tahun 2025)
PRINSIP ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN
OBJEKTIF |
Asesmen hasil belajar murid dilakukan sesuai dengan tujuan asesmen secara objektif. Pendidik melakukan asesmen berdasarkan pada informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar murid. Asesmen dilakukan secara konsisten dan berdasarkan kriteria ketercapaian yang jelas serta disepakati, bukan berdasarkan persepsi pribadi atau faktor subjektif lainnya. Asesmen fokus pada kompetensi yang ingin dicapai, dengan prosedur dan instrumen asesmen yang sahih dan reliable |
PRINSIP ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN
EDUKATIF |
Asesmen hasil belajar murid dilakukan sesuai dengan tujuan asesmen secara edukatif. Pendidik melakukan asesmen yang hasilnya digunakan sebagai umpan balik bagi pendidik, murid, dan orang tua untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar yang membangun, mendorong perbaikan, dan memotivasi murid untuk terus belajar. Asesmen tidak hanya menghakimi hasil, tetapi memperkuat proses belajar |
ASESMEN PADA PEMBELAJARAN MENDALAM
Asesmen Formatif
yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan murid untuk memperbaiki proses belajar.
Asesmen Sumatif
yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran.
Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, asesmen ini bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar murid sebagai dasar penentuan:
Asesmen formatif berupa:
Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam
Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam (PM)
Pertimbangan dalam Perencanaan Asesmen
1. ASESMEN FORMATIF
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Merancang Asesmen Formatif
Asesmen Formatif di Awal Pembelajaran
CONTOH PELAKSANAAN ASESMEN FORMATIF
(motorik kasar, halus, taktil, bahasa, dan komunikasi) — cocok untuk PAUD dan Fase A.
untuk mengaitkan konsep/topik sebelumnya dengan pembelajaran baru.
diakhiri dengan umpan balik pendidik terhadap pemahaman murid.
2. ASESMEN SUMATIF
Menilai hasil belajar murid sebagai dasar kenaikan kelas dan/atau kelulusan, dengan cara membandingkan capaian murid terhadap kriteria tujuan pembelajaran.
Asesmen Formatif
FUNSI UTAMA ASESMEN
Asesmen Sumatif
Assessment as Learning
Asesmen untuk merefleksi diri murid dan refleksi proses pembelajaran.
Contoh:
Assessment for Learning
Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran.
Contoh:
Assessment of Learning
Asesmen mengukur capaian pembelajaran murid pada akhir pembelajaran.
Contoh:
MENGAPA KITA PERLU MENGUTAMAKAN ASESMEN FORMATIF �(Assement as Learning dan Assement for Learning) �dalam pembelajaran mendalam?
±70%
±30%
4 CARA MENETAPKAN KKTP
KRITERIA KETERCAPAIAN PEMBELAJARAN (KKTP)
Guru dapat menentukan capaian murid dengan cara:
Atau dengan pendekatan lain sesuai kebutuhan dan kesiapan guru
CONTOH
Kriteria | Belum Tercapai | Tercapai |
Laporan menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut. | | √ |
Laporan menunjukkan hasil pengamatan berdasarkan data yang terkumpul. | √ | |
Laporan menceritakan pengalaman secara terstruktur. | √ | |
Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca. | | √ |
Kesimpulan: Murid dianggap mencapai tujuan pembelajaran jika minimal 3 kriteria tercapai. Pada contoh ini, hanya ada dua kriteria yang tercapai sehingga murid masuk kategori belum mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan intervensi pembelajaran agar pencapaian murid dapat diperbaiki. | ||
salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C:
“Murid mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara"
Pendekatan 1
Menggunakan Deskripsi Kriteria
Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu menulis laporan dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi.
PENDEKATAN 2: MENGGUNAKAN RUBRIK
Eviden | Baru berkembang | Layak | Cakap | Mahir |
Isi laporan | Belum mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman belum jelas tertuang dalam tulisan. Ide dan informasi dalam laporan tercampur dan hubungan antara paragraf tidak berhubungan. | Mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menunjukkan hubungan yang jelas di sebagian paragraf. | Mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca. | Mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca serta ada fakta-fakta pendukung yang relevan. |
Penulisan (tanda baca dan huruf kapital) | Belum menggunakan tanda baca dan huruf kapital atau sebagian besar tidak digunakan secara tepat. | Sebagian tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat. | Sebagian besar tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat. | Semua tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat. |
Kesimpulan: Murid dianggap sudah mencapai tujuan pembelajaran jika kedua kriteria/bukti kinerja di atas MINIMAL mencapai tahap cakap. | ||||
Aspek yang Dinilai | Mulai memahami | Memahami | Sangat memahami |
Mengenal sifat bilangan | Dapat mengidentifikasi informasi dari soal, tetapi kesulitan dalam memilih sifat bilangan berpangkat yang tepat untuk digunakan | Dapat memilih sifat bilangan pangkat dan menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan | Dapat memilih sifat bilangan pangkat dan menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan kompleks tanpa kesalahan |
Aspek yang Dinilai | Mulai memahami | Memahami | Sangat memahami |
Menerapkan sifat | Menyelesaikan soal | Menyelesaikan soal | Menyelesaikan soal |
bilangan berpangkat | sederhana (1 sifat) | dengan dua sifat bilangan | campuran termasuk |
| dengan bantuan dan/ | berpangkat dan/atau | bilangan berpangkat |
| atau jawaban akhir | menunjukan proses | pecahan dengan benar, |
| tidak logis atau tidak selesai | pengerjaan yang logis | dapat menjelaskan secara logis |
Menyimpulkan pola | Menyebutkan hasil | Mengidentifikasi | Menjelaskan pola |
dan generalisasi | tanpa menyimpulkan | pola operasi bilangan | dan sifat bilangan |
| pola | berpangkat | berpangkat yang ditemukan |
Pemecahan masalah | Menyelesaikan soal | Menyelesaikan soal | Menyelesaikan soal |
kontekstual | kontekstual dengan | kontekstual dengan | kontekstual dengan |
| Menggunakan | 1 - 2 sifat bilangan | beberapa sifat bilangan |
| satu sifat bilangan berpangkat | berpangkat | berpangkat |
Kesimpulan: Murid dianggap sudah mencapai tujuan pembelajaran jika semua aspek 1 sd 3 mencapai minimal tahap memahami, aspek 4 minimal tahap mulai memahami. | |||
(Matematika Fase E)
Tujuan Pembelajaran:
Menggeneralisasi sifat bilangan berpangkat (termasuk pangkat pecahan) dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.
Rubrik Penilaian:
Interval | Kriteria | Intervensi |
0 – 20 % | Belum Mencapai Tujuan | Remedial Di Seluruh Bagian |
21 – 40 % | Belum Mencapai Tujuan | Remedial Di Sebagian Besar Kriteria |
41 – 60% | Hampir Mencapai Tujuan | Remedial di Kriteria yang diperlukan |
61 – 80 % | Sudah Mencapai Tujuan | Belum Perlu Pengayaan |
81 – 100 % | Sudah Mencapai Tujuan | Perlu Pengayaan Atau Tantangan Lebih |
| ||
KKTP : 61 – 80%
PENDEKATAN 3: INTERVAL NILAI
Contoh: Jumlah IKTP (Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) dari sebuah Pokok Bahasan sejumlah 20 indikator.
Misalkan murid telah mencapai ketercapaian pembelajaran sebanyak 15 indikator, maka murid tersbut telah mencapai ketercapaian pembelajaran (15 : 20) x 100% = 75%.. Sehingga murid tersebut telah mencapai Interval 61 – 80% Sudah mencapai Tujuan namun belum perlu mendapat pengayaan
PENDEKATAN 4: MENGGUNAKAN INTERVAL NILAI DIOLAH DARI RUBRIK
Terdapat empat kriteria ketercapaian—keruntutan teks, kejelasan hasil pengamatan, kejelasan pengalaman, dan logika hubungan kausalitas.
Masing-masing dinilai dengan skala 1–5.
Skala Kriteria | Belum Muncul pada seluruh bagian | Muncul pada salah satu unsur | Sudah Muncul pada Sebagian Kecil | Sudah Muncul pada Sebagian Besar | Terlihat Pada Keseluruhan |
Bobot | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
1. Menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut |
| | | √ |
|
2. Laporan menunjukkan hasil pengamatan yang jelas |
| |
| √ |
|
3. Laporan menceritakan pengalaman secara jelas. |
| |
| √ | |
4. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca. |
| √ | |
|
|
Interval | Ketercapaian dan Tindak Lanjut |
0 - 20 | Belum mencapai tujuan pembelajaran. Pendidik menanyakan kepada murid tantangan apa yang mereka hadapi (perlu remedial dengan mempelajari kembali seluruh kriteria). |
21 - 40 | Belum mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar kriteria. |
untuk menentukan ketercapaian dan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.
Interval | Ketercapaian dan Tindak Lanjut |
41- 60 | Hampir mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali kriteria yang diperlukan. |
61 - 80 | Sudah mencapai tujuan pembelajaran |
81-100 | Sudah mencapai tujuan pembelajaran, perlu tantangan lebih (pengayaan). |
Sebagai contoh: Didi memperoleh 3 kriteria pada bobot 4, dan satu kriteria berada pada bobot 2.
Oleh karena itu, pendidik dapat menghitung 3x4 = 12, ditambah 2x1 = 2. Jadi, 12+2 = 14. Karena kriterianya ada 4 dan skalanya ada 5 sehingga jumlah pembagi adalah 20. Jadi, 14:20 x100 = 70. Dengan demikian, murid mendapat nilai 70. Dengan menggunakan interval nilai di atas, Didi berada pada interval 61- 80.
ALTERNATIF: PENDEKATAN PERSENTASE
Pendekatan ini menilai capaian belajar murid berdasarkan persentase ketercapaian indikator pembelajaran.
ALTERNATIF: PENCAPAIAN DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM (REVISI ANDERSON)
Dilakukan dengan memperhatikan kompetensi yang ada dalam tujuan pembelajaran misalnya kemampuan “Menganalisis”(C4).
Maka guru membuat tes berjenjang yaitu C1, C2, C3 dan C4. Siswa yang telah dapat mengerjakan tes sampai soal yang berasal dari C4 maka dikatakan telah mencapai tujuan pembelajaran
CONTOH PERENCANAAN PENILAIAN FORMATIF DAN SUMATIF
No | Tujuan Pembelajaran | Indikator Capaian/ Kinerja/Performa | Bentuk Penilaian | Instrumen | KKTP |
1. | TP. 1 | |
|
|
|
2. | TP. 2 | | |||
3. | TP. 3 | | |||
4. | TP. 4 | | |||
5. | TP. 5 | | |||
6. | TP. 6 | | |||
7. | TP. 7 | | |||
8. | TP. 8 | | |||
9. | TP. 9 | | |||
10. | TP. 10 | | |||
| | |
CATATAN PENTING ASESMEN
Instrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh pendidik
Contoh instrumen asesmen yang dapat menjadi inspirasi bagi pendidik.
Rubrik | Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja murid sehingga pendidik dapat menyediakan bantuan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja. Rubrik juga dapat digunakan oleh pendidik untuk memusatkan perhatian pada kompetensi yang harus dikuasai. Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik |
Ceklis | Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju |
Catatan Anekdot | Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasi yang dilakukan. |
Grafik Perkembangan (Kontinum) | Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar. |
Observasi | Asesmen yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang diamati secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua murid atau per individu. Observasi dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian |
Kinerja | Asesmen yang ditujukan untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio |
Projek | Asesmen yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. |
Tes Tertulis | Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan murid. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya. |
Tes Lisan | Pemberian soal/pertanyaan agar murid dapat menjawab secara lisan dan diberikan ketika pembelajaran berlangsung. |
Penugasan | Pemberian tugas kepada murid untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi murid memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. |
Portofolio | Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya murid dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu. |
Classroom Assessment Technique (CATs) | Strategi asesmen formatif yang sederhana, cepat, dan efektif untuk mengukur pemahaman murid secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Contohnya: minute pьper, di akhir pelajaran murid menulis 1 hal paling penting yang dipelajari dan 2 hal yang masih membingungkan; muddiest point, murid menjawab satu pertanyaan bagian apa yang paling membingungkan dari pelajaran; one sentence summьry, murid merangkum topik dengan menjawab “siapa melakukan apa, kapan, dimana, bagaimana, dan mengapa” dalam satu kalimat; bьckground knowledge probe, kuesioner singkat di awal pelajaran untuk mengetahui pengetahuan awal murid; chьin notes, murid menjawab pertanyaan di amplop yang diedarkan selama pembelajaran; atau strategi lainnya. |
Kalau hanya menggunakan Assessment Of Learning
Pembelajaran mendalam hanya mungkin dicapai kalau For & As diperkuat
Mengapa jarang menggunakan Asesmen Formatif?
Analogi Kuat
Dokter ke pasien:
Kalau hanya cek Kesehatan setahun sekali (Sumatif 🡪 bisa jadi pasien keburu sakit parah)
Harus ada control rutin dan beragam pengecekan 🡪 Formatif
TERIMA
KASIH