PEMBELAJARAN KSE
FELISIA, S.Pd
PEMBELAJARAN KSE
dan Emosional
adalah
Pembelajaran Sosial pembelajaran yang
dilakukan
secara kolaboratif
keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan
seluruh komunitas sekolah. Pembelajaran ini berisi
anak
untuk dapat bertahan dalam masalah
sekaligus
memiliki kemampuan memecahkannya, juga
untuk
mengajarkan mereka menjadi orang yang baik.
Apakah anak kita memiliki kesadaran diri, apakah mereka memiliki pemahaman kesadaran sosial, apakah mereka mampu mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab. Baru setelah itu, kita membahas mengenai konteks akademis dan semua keterampilan-keterampilan penting yang kita butuhkan untuk dapat berhasil dalam hidup.
Tujuan:
Tiga Ruang Lingkup:
Rutin:
Pada saat kondisi yang sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik, misalnya kegiatan lingkaran pagi (circle time), kegiatan membaca setelah jam makan siang
Tiga Ruang Lingkup:
Rutin:
Pada saat kondisi yang sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik, misalnya kegiatan lingkaran pagi (circle time), kegiatan membaca setelah jam makan siang
Protokol: menjadi budaya atau aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan diterapkan secara mandiri oleh murid atau sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu. Misalnya, menyelesaikan konflik yang terjadi dengan membicarakannya tanpa kekerasan, mendengarkan orang lain yang sedang berbicara, dll.
Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis Kesadaran Penuh
ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu dan kebaikan.
Kesadaran penuh (mindfulness) dapat
diartikan sebagai kesadaran
yang muncul
Kegiatan-kegiatan seperti latihan menyadari nafas (mindful breathing); latihan bergerak sadar (mindful movement), yaitu bergerak yang disertai kesadaran tentang intensi dan tujuan gerakan; latihan berjalan sadar (mindful walking) dengan menyadari gerakan tubuh saat berjalan, dan berbagai kegiatan sehari-hari yang mengasah indera (sharpening the senses) dengan melibatkan mata, telinga, hidung, indera perasa, sensori di ujung jari, dan sensori peraba kita. Kegiatan- kegiatan di atas seperti bernapas dengan sadar, bergerak dengan sadar, berjalan dengan sadar dan menyadari seluruh tubuh dengan sadar dapat diawali dengan cara yang paling sederhana yaitu dengan menyadari nafas.
Teknik STOP dapat membantunya bersikap lebih responsif terhadap situasi.
Stop/ Berhenti. Hentikan apapun yang sedang Anda lakukan
Take a deep Breath/ Tarik nafas dalam. Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar
dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Nafas masuk, nafas keluar.
Observe/ Amati. Amati apa yang Anda rasakan pada tubuh Anda? Amati perut yang mengembang sebelum membuang napas. Amati perut yang mengempis saat anda membuang napas. Syukuri semua yang kita miliki.
Proceed/ Lanjutkan. Latihan selesai. Silahkan lanjutkan kembali aktivitas Anda dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.
.
TERIMA KASIH!
Referensi: Hepburn, Ronald W. “THEORIES OF ART.” THEORIES OF ART- RONALD W, 30 Nov. 1999,
users.rowan.edu/~clowney//Aesthetics/theories_of_art.htm. Spiegel, Laurie. “Theories of Art.” Retiary, 1998, retiary.org/art_theories/theories_of_art.html.