-- PRESS CONFERENCE KINERJA APBN�Bulan Juli 2025�Pada KPPN Klaten�
Isu-Isu Terkini dalam Pengelolaan Fiskal Jawa Tengah
Provinsi Jawa Tengah menghadapi beberapa isu krusial dalam pengelolaan fiskalnya yang memerlukan
perhatian strategis:
1
Implementasi Coretax & SPT
Progres program MBG dan pemungutan PPN oleh Instansi Pemerintah kepada WP Non PKP memerlukan adaptasi dan monitoring berkelanjutan.
2
Dampak Penghentian Pembelian Tembakau
Penghentian pembelian tembakau oleh pabrikan di Temanggung mendorong petani menjual ke produsen rokok ilegal, berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal dan mengganggu perekonomian daerah.
3
Pagu Blokir Anggaran
Rp4,46 triliun (12,10%) dari total pagu anggaran diblokir hingga Juni 2025, memengaruhi penyerapan belanja K/L. Pembukaan blokir baru akhir Maret 2025 memerlukan percepatan pelaksanaan kegiatan.
4
Penyaluran Kredit Program
KUR dan UMi mengalami penurunan penyaluran kumulatif hingga Juni 2025 (masing-masing 8,05% dan 25,24% yoy), menandakan tantangan dalam akses pembiayaan UMKM.
5
Progres Pendanaan Tanah PSN
Realisasi signifikan pada proyek jalan tol, namun sektor bendungan dan kereta api masih perlu percepatan untuk pemerataan pembangunan.
Pendapatan dan Belanja Negara di Jawa Tengah
Data menunjukkan capaian pendapatan dan belanja negara di Jawa Tengah yang mencerminkan upaya pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan daerah. Kinerja ini menjadi indikator penting kesehatan fiskal.
Belanja negara yang terealisasi menggambarkan prioritas pengeluaran untuk sektor-sektor kunci seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Pendapatan dan Belanja Daerah Jawa Tengah
Peningkatan pendapatan daerah merupakan hasil dari optimalisasi sumber-sumber penerimaan asli daerah dan transfer dari pemerintah pusat, menunjukkan kemandirian fiskal yang membaik.
Alokasi belanja daerah yang efektif dan efisien menjadi kunci dalam mewujudkan program-program pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah.
Kinerja Perekonomian Provinsi Jawa Tengah
(s.d. 30 Juli 2025)
Demografi & Indeks Pembangunan Manusia
Pertumbuhan Ekonomi & Inflasi
terendah di Kab. Wonosobo (1,92%).
Kesejahteraan Masyarakat
dengan 3,40 juta penduduk miskin.
Kinerja Perekonomian Provinsi Jawa Tengah
(s.d. 30 Juli 2025)
Ketenagakerjaan & Keyakinan Konsumen
Sektor Pertanian & Ketahanan Pangan
dan pemanfaatan pangan yang baik.
KINERJA FISKAL KABUPATEN KLATEN
DATA TKD PAD APBD KABUPATEN KLATEN 2021 S/D 2025
(dalam miliar rupiah)
STATISTIK KUNCI KABUPATEN KLATEN 2020 S/D 2024
(dalam persen)
DATA STRUKTUR APBD KABUPATEN KLATEN 2021 S/D 2025
(dalam miliar)
OVERVIEW KINERJA APBD KLATEN JULI 2025
APBD KABUPATEN KLATEN DALAM MILIAR RUPIAH
KINERJA FISKAL KABUPATEN BOYOLALI
DATA TKD PAD APBD KABUPATEN BOYOLALI 2021 S/D 2025
(dalam miliar rupiah)
STATISTIK KUNCI KABUPATEN BOYOLALI 2020 S/D 2024
(dalam persen)
DATA STRUKTUR APBD KABUPATEN BOYOLALI 2021 S/D 2025
(dalam miliar)
OVERVIEW KINERJA APBD BOYOLALI JULI 2025
APBD KABUPATEN BOYOLALI DALAM MILIAR RUPIAH
Kinerja Belanja APBN KPPN KLATEN�Hari Rabu per tanggal 30 Juli 2025
Sumber:
** data TKD dari SIMTRADA run (tanggal) pukul (waktu)
Meski pengaruhnya hanya 33.37%, namun belanja satker turut berperan terhadap kualiatas belanja secara keseluruhan:
• secara keseluruhan realisasi belanja negara s/d saat ini Rp.2.902T atau 56,49% mengalami pertumbuhan (yoy)negatif sebesar 5,23%, dimana realisasi belanja K/L mencapai 56,50% atau Rp.676M dengan growth negatif 18,02% dan realisasi TKD sebesar 56,48% atau 2.225 M sedang growth mengalami pertumbuhan negative yaitu 0,51%
• untuk Belanja Modal mengalami penurunan growth dibandingkan periode yang sama ditahun lalu yaitu sebesar -76,88%. Realisasi belanja modal sebesar 5,56M atau 15,71% dari pagu.
• pada Belanja sosial terdapat peneingkatan Pagu dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 1,61M realisasi pada periode ini sangat kecil sebesar 720jt atau 44,58% dari pagu. Realiasi dari belanja sosial yaitu penyaluran bantuan sosial bagi mahasiswa STAHN pemegang KIP
KinerjaBelanja TKD
Kinerja Belanja K/L
Untuk kinerja Transfer Keuangan Daerah mengalami pertumbuhan yg negatif yaitu 0.51% dimana realisasi TKD mencapai 56,48% atau Rp2.225. Realisasi belanja TKD terbesar pada DAU yaitu 1,276M, disusul oleh Dana Desa sebesar 525,93M sedang untuk DAK Non Fisik mencapai 375,85M , Realisasi DBH mencapai 40,44% atau 43,65M dan realisasi Insentif Fiskal mencapai 11,48 M atau 50% dari realisasi.Sedang untyuk Dak Fisik realisasi sudah meningkat yaitu sebesar 3,85M atau 3,67%
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Kinerja APBN KPPN Klaten�berdasarkan 10 Kementerian/Lembaga Pagu Terbesar
Miliar rupiah
Tabel 2
Realisasi 10 K/L Pagu Terbesar Lingkup KPPN Klaten Tahun 2025
Kinerja Belanja 10 Satker Pagu Terbesar
Realisasi Belanja 10 Satker dengan pagu 10 K/L terbesar mencapai Rp 668,87 atau 56,39% dari realisasi total belanja satker, growth mencapai 98,89%(YoY) didorong oleh:kegiatan kegiatan pada satker sudah mulai berjalan dan realisasi belanja yg meningkat.
Kinerja Belanja Satker Lainnya
Realisasi Belanja Satker Lainnya sebesar Rp 7,52 atau 68,40% dari realisasi total belanja satker, mengalami peningkatan sebesar 1,11%(yoy). hal ini didorong oleh telah banyaknya satker K/L lainnya yang melakukan realisasi belanja barang dan modal
Isu dan Permasalahan
2. Dampak dari adanya efisiensi membuat satker banyak melakukan pemotongan terhadap UP nya. Adanya blokir atau efisiensi belanja barang membuat pencapaian realisasi belanja barang menjadi rendah.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Kinerja APBN KPPN Klaten�berdasarkan 5 Kementerian/Lembaga dengan Realisasi Tertinggi dan Terendah
Kinerja Belanja 5 K/L Tertinggi
Pada periode ini % realisasi terhadap pagu terbesar pada Mahkamah RI yaitu dengan realisasi sebesar Rp.22,92 atau 68,80% dari pagu
Disusul oleh KPU dengan realisasi sebesar 7,52M atau 68,40% terhadap pagu
Kinerja Belanja 5 K/L Terendah
Belanja K/L terendah ada pada K/L Kementerian Keuangan sebesar 5,49 M atau 29,63% . Hal ini dikarenakan efisiensi anggaran yang cukup besar pada Kementerian Keuangan.
Upaya/Mitigasi dari KPPN
Upaya yang telah dan/atau akan dilakukan KPPN:
Dalam miliaran rupiah
Lima Kementerian/Lembaga Realisasi Belanja Tertinggi
Lima Kementerian/Lembaga Realisasi Belanja Terendah
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Terima Kasih