ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Pertemuan Ke V, VI dan VII
Matakuliah Manajemen Keuangan
Dosen: Agung Budi
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Laporan keuangan scr garis besar dibedakan menjadi empat macam, yaitu laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
Analisis laporan keuangan merupakan analisis mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan yg melibatkan neraca dan laba rugi. Neraca merupakan laporan yg menggambarkan jumlah harta, kewajiban dan modal. Sedangkan laba rugi menggambarkan jumlah penghasilan/pendapatan dan biayasuatu perusahaan pd periode ttt.
Dari laporan neraca dan laba rugi, maka dapat dihasilkan laporan laba ditahan, laporan sumber dan penggunaan dana dan laporan aliran kas.
HARTA = KEWAJIBAN + MODAL
PENDAPATAN – BIAYA
Kegunaan Analisis Rasio Keuangan
Laporan keuangan yg baik dan akurat dapat menyediakan informasi yg berguna, antara lain:
Laporan keuangan yg baik juga harus dapat menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan masa lalu, masa sekarang dan meramalkan posisi keuangan dimasa datang.
Analisis laporan keuangan yg banyak digunakan adalah analisis rasio keuangan. Berdasarkan sumber analisis, rasio keuangan dapat dibedakan:
1. Perbandingan internal
Membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan rasio akan datang.
2. Perbandingan eksternal
Sumber-sumber rasio industry. Yaitu membandingkan rasio perusahaan dg perusahaan sejenis atau dg rata-rata industri pd saat yg sama.
Jenis-jenis Rasio
Secara garis besar ada 4 jenis rasio yg dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, yaitu:
1. Rasio Likuiditas
yaitu rasio yg menunjukkan hub antara kas perusahaan dan aktiva lancer lainnya dg hutang lancar. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansial yg harus segera dipenuhi (kewajiban jk pendek).
Rasio likuiditas dibagi menjadi 2 perhitungan, yaitu:
b. Rasio Cepat (Quick Ratio)
2. Rasio Aktivitas
Mengukur sejauh mana efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola asset-asetnya. Artinya mengukur kemampuan manajemen dalam mengelola persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi, serta kebijakan manajemen dalam mengelola aktivitas lainnyadan kebijakan pemasaran
Rasio ini menganalisis hubungan antara laporan laba rugi (khususnya penjualan), dg unsur-unsur yg ada pd neraca (khususnya aktiva). Rasio aktivitas diukur dg istilah perputaran unsur2 aktiva yg di hub dg penjualan.
Rasio aktivitas akan dibagi menjadi beberapa perhitungan, yaitu:
3. Rasio Solvabilitas (Leverage financial ratio)
Adalah rasio yg mengukur seberapa besar aktiva yg dimiliki perusahaan berasal dari hutang atau modal. Sehingga rasio ini dapat diketahui posisi perusahaan dan kewajibannyayg bersifat tetap kpd pihak lain serta keseimbangan nilai aktiva tetap dg nilai modal yg ada.
Rasio ini dibagi dalam beberapa perhitungan, seperti
4. Rasio Profitabilitas (Rasio Keuntungan)
Rasio probabilitas terdiri dari dua jenis rasio yg menunjukkan laba dalam hubungannya dg penjualan dan rasio yg menunjukkan laba dalam hubungannya dg investasi. Kedua rasio ini scr bersama-sama menunjukkan efektivitas rasio profitabilitas dalam hubungannya antara penjualan dg laba dapat dibedakan sbb:
d. Return on investasi & Pendekatan Dupont
Pendekatan Dupont menggunakan pendekatan tertentu dari analisis rasio untuk mengevaluasi efektivitas perusahaan. Dupont menganalisis return on investmen (ROI) dg net profit margin (NPM) dikalikan dg total assets turnover (TATO) yg digambarkan pd skema berikut ini:
Kemampuan menghasilkan laba= keuntungan penjualan x efisiensi aktiva
ROI = NPM x TATO
ROI 2011 = 5,04% x 1,24 = 6,25%
ROI 2012 = 5,38% x 1,18 = 6,35%
ANALISIS COMMON SIZE
Analisis common size dilakukan dg cara merubah angka-angka yg ada dalam neraca dan laporan laba-rugi menjadi persentase berdasarkan angka tertentu. Untuk angka-angka yg ada dalam neraca, commen base (angka dasar) nya adalah total aktiva.
Dalam hal ini total aktiva dianggap memiliki angka dasar 100. Sedangkan untuk laporan laba-rugi, maka penjualan dijadikan angka dasar yg bernilai 100%.
Penyajian dalam bentuk common size akan mempermudah pembaca menganalisis laporan keuangan dg memperhatikan perubahan-perubahan yg terjadi dalam laporan neraca dan laporan laba-rugi.
ANALISIS INDEX
Analisis index dilakukan untuk membandingkan perkembangan dari waktu ke waktu dengan cara merubah semua angka dalam suatu laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100%, pemilihan tahun dasar bukanlah tahun yg paling awal, tetapi yg dianggap normal.
LATIHAN SOAL
1. Nn. Ana akan mendepositokan uangnya pada sebuah Bank ABC sebesar Rp.125.000.000. Jika jatuh tempo deposito tersebut selama satu tahun menjadi Rp.137.500.000, berapakan tingkat bunga deposito Nn. Ana?
2. Diana menyimpan uangnya di bank sebesar Rp.5000.000,- dengan bunga 10%. Jika diana ingin uangnya menjadi Rp.10.000.000, berapa lamakah uang Diana harus disimpan di Bank?
3. Valdo berniat untuk menikah 3 tahun lagi, jika setiap tahunnya valdo dapat manabung sebesar 12 juta, berapakah jumlah uang valdo pada akhir tahun ketiga jika bunga saat itu sebesar 6%?
4. Obligasi PT XYZ bernilai Rp.17.700 per lembar, dengan harga pasar sebesar Rp.16.500 dan umur obligasi 10 tahun. Jika tingkat bunga 11% pertahun, hitunglah:
5.Buatlah analisis laporan keuangan dari laporan neraca dan laba rugi yang disajikan berikut ini!
Hitung dan analisislah rasio berikut ini: