1 of 14

KELEMBAGAAN PERTANIAN

2 of 14

MENGAPA KELMBAGAAN DIPERLUKAN….. ?????

  • Nilai tambah terbesar dalam kegiatan eko pert tdp pd kegiatan yg justru tdk dilakukan secara individual.
  • Kegiatan perdagangan, pengangkutan, pengolahan dll lebih ekonomis jk dilaksanakan bersama-sama shg keuntungan lbh besar
  • Kelembagan pert baik formal maupun informal, memegang peranan penting dlm peningkatan kualitas SDM, produksi dan pendapatan pet
  • Namun petani masih sulit (???) mengaksesnya

3 of 14

DEFINISI ……………

Kelembagaan

sbg aturan main

merup perangkat aturan yg membatasi aktivitas anggota dan pengurus dlm mencapai tujuan organisasi

Aktivitas eko yg dikoordinasikan bukan oleh mekanisme pasar, tetapi melalui mekanisme administrasi / komando

Kelembagaan sbg organisasi

Kesatuan yg memungkinkan orang2 (para petani) mencapai tujuan yg tdk dapat dicapai individu secara perseorangan

4 of 14

    • Menurut Asal Usulnya
      • Lembaga Asli
        • Pemilikan tanah
        • Aturan jual beli
        • Perilaku musyawarah
        • Aturan bagi hasil
        • Gotong royong

      • Lembaga baru (lembaga lama yang diperbaharui)
        • Gotong royong
        • Simpan pinjam informal
        • Penyuluhan Pertanian
        • Penelt & Pengembangan
        • Badan Usaha Desa
        • Jual beli

5 of 14

Koperasi :

Tujuan ????

Kendala ????

BPPT

Apa ????

AIP

Definisi ?????

Apa saja elemennya ???

KUAT

6 of 14

2. Lembaga BPPT �( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)

  • Sbg lembaga intermediasi, lembaga pelaksana, lembaga pengkaji tekno, pelaksana audit tekno dan lembaga pemberi solusi teknologi
  • Balai Inkubator Teknologi (BIT) sbg ujung tombak perekayasaan tekno sbg wahana inkubasi dan komersialisasi invensi & inovasi tekno yg dihasilkan BPPT utk mewujudkan wirausahawan baru berbasis teknologi

7 of 14

3. Kelembagaan AIP (Agribisnis Industrial Pedesaan)

  • Inovasi kelembagaan yg dikembangkan melalui PRIMA TANI
  • Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian
  • Penumbuhan elemen AIP meliputi :

    • 1
      • Lembaga Produksi, berupa Kelompok Tani maupun GAPOKTAN (pendekatan domisili ataupun hamparan) 🡺 Aktivitas usahatani berdasar keputusan kolektif

    • 2
      • Lembaga Produksi , berupa Kelompok Tani maupun GAPOKTAN (pendekatan domisili ataupun hamparan) 🡺 Aktivitas usahatani berdasar keputusan kolektif

8 of 14

    • 3
      • Lembaga Klinik Agribisnis,
      • Tujuan : meningkatkan pelayanan info : tekno pert, pasar & modal
      • Merup organisasi dg anggota : para penyuluh, peneliti BPTP, Puslit dan Balit di lingkup DEPTAN dan petugas dinas terkait.

    • 4
      • Lembaga Pasca Panen / Pemasaran Hasil Pert
      • Tuj : menekan kehilangan hasil mentah nilai tambah 🡺 posisi tawar pet meningkat & memperlancar pemasaran hasil

    • 5
      • Lembaga Jasa ALSINTAN
      • Dirintis dg pelayanan jasa penyewaan alsintan, tuj : efisiensi usaha dg biaya terjangkau oleh petani dan memberikan keuntungan yg layak (bagi lembaga),Pembinaan dg pemberian kredit murah bagi pelaku usaha jasa alsintan

    • 6
      • Lembaga Permodalan
      • Merup bentukan baru atau memanfaatkan yg sudah ada. Dikembangkan dg pola Kredit Usaha Mandiri (KUM)

9 of 14

Produsen tekno komersial (benih unggul)

BPTP (tekno matang, spesifik lokasi dan user)

Institusi daerah, univ (tekno dasar)

Balit/Puslit (tekno terapan)

KLINIK AGRIBISNIS

Info tekno matang , Info pasar

Info permodalan, Umpan balik kebuthn tekno

Jasa Alsintan

Permodalan

Sarana prod

Prod pert

Pasca panen

Pemasaran Hasil

Permodalan

Sistem inovasi

Sistem Agribisnis

10 of 14

4. Kuat : Kelompok usaha agribisnis terpadu

  • Rekayasa kelembagaan yg dikembangkan dlm P3T (Peningkatan Produktivitas Padi Terpadu) yg diharapkan dpt mewujudkan lembaga keuangan mikro yg berorientasi agribisnis di pedesaan
  • Program yg dikembangkan: Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi , Sistem Integrasi Padi Ternak(SIPT), Pengembangan Padi Hibrida / Padi Tipe Baru dan pelayanredit Usaha Mandiri (KUM).
  • Kondsi tahun 2003 : Lokasi KUAT di 11 propinsi 21 di 35 desa . Melibatkan 68 kelp tani dg 8.575 petani
  • Diagram Sistem pengembangan KUAT

11 of 14

PROSES KELEMBAGAAN KUAT

INPUT LINGKUNGAN :

  1. Kebijakan Pemrth
  2. Agroklimat

INPUT TAK TERKONTROL

  1. Motivasi Petani
  2. Motivasi Anggota
  3. Motivasi Peg Tekno
  4. Harga input
  5. Harga output

INPUT TERKONTROL :

  1. Tekno budidaya padi
  2. Tekno budidaya ternak & pengandangan (SIPT)
  3. Pembentukan kelp (PTT, KUM, SIPT)
  4. Penyaluran kredit
  5. Sistem Irigasi
  6. Pandum, Juklak, Juknis

Monitoring dan Pengendalian

OUTPUT DIKEHENDAKI :

  1. Produktivitas padi meningkat
  2. Populasi dan prod ternak meningkat
  3. Kredit kembali, tunggakan rendah), modal bergulir
  4. Sistem agrib berkembang
  5. Pembentukan tabungan
  6. Pdptn RT pet meningkat

OUTPUT TAK DIKEHENDAKI :

  1. Produktivitas padi menurun
  2. Populasi dan prod ternak menurun
  3. Tunggakan kredit tinggi
  4. Agrib tdk berkembang
  5. Tdk ada keg menabung
  6. Pdptn RT pet menurun

12 of 14

13 of 14

14 of 14