1 of 49

WORKSHOP

PEMBELAJARAN MENDALAM

Dody Adyansyah

Transformasi Pembelajaran

menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

TAHAPAN PEDATI

Angkatan 6

2 of 49

DALIL

WORKSHOP PEMBELAJARAN MENDALAM

“WAHAI PARA PESERTA WORKSHOP, DIWAJIBKAN ATAS KAMU MENGIKUTI KEGIATAN INI, SEBAGAIMANA TELAH DIWAJIBKAN ATAS ORANG-ORANG SEBELUM KAMU AGAR KAMU MENJADI GOLONGAN ORANG YANG LEBIH CERDAS”

3 of 49

Tujuan

Memahami Posisi Pembelajaran Mendalam Dalam Kurikulum

Memahami Tujuan Pembelajaran Mendalam

Mengenal lebih dalam tentang Pembelajaran Mendalam

Merancang Pembelajaran Mendalam

Membut RPP dengan tahapan PEDATTI

4 of 49

6 atau 9?

Mengapa terjadi perbedaan pendapat dari dua orang yang melihat angka di atas?

Six

Nine

5 of 49

KEDUDUDKAN

PEMBELABAJARAN MENDALAM

6 of 49

SARPRAS

PEMBIAYAAN

PENGELOLAAN

ISI

PENILAIAN

PROSES

LULUSAN

PTK

STD. NASIONAL PENDIDIKAN PP 04 - 2022

SKL : PERDIK 05 -2022

SK-BSKAP 031 -2024

S PROSES : PERDIK 16 -2022

S. PNIL : PERDIK 21 - 2022

S ISI: PERDIK 08- 2024

CP : SK-BSKAP 032-2024

LANDASAN:

    • FILOSOFIS (MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA)
    • SOSIOLOGIS (MEMBERIKAN DASAR KECAKAPAN YANG RELEVAN DENGAN ABAD 21)
    • PSIKOPEDAGOGIS (TEORI PEMBELAJARAN YANG MENGACU PADA KEBUTUHAN PESERTA DIDIK)

KARAKTERISTIK KM:

    • PENGEMBANGAN SOFT SKILLS DAN KARAKTER
    • FOKUS PADA MATERI ESENSIAL
    • PEMBELAJARAN YANG FLEKSIBEL

TUJUAN: Mewujudkan pembelajaran bermakna meningkatkan ketakwaan dan akhlak mulia & mengembangkan cipta, rasa, dan karsa sebagai pelajar sepanjang hayat berkarakter Pancasila.

TUGAS SEKOLAH MENYUSUN:

    • KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN (KSP)
    • PERANGKAT AJAR SECARA MANDIRI/LIHAT PMM
    • MEMANFAATKAN PMM SEBAGAI PEMBELAJARAN
    • MENGAKTIFKAN KOMBEL
    • BERBAGI PRAKTIK BAIK KEPADA SEKOLAH LAIN

7 of 49

PRINSIP

KURIKULUM MERDEKA

8 of 49

PROFIL

PELAJAR PANCASILA

BERIMAN KEPADA

TUHAN YME DAN BERAKHLAK MULIA

Mandiri

Bernalar

Kritis

Kreatif

Bergotong Royong

Berkebinekaan Global

TUJUAN UTAMA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DAN PROGRAM PEMBELAJARANNYA

PADA SATUAN PENDIDIKAN SD/SMP/SMA

1. TERWUJUDNYA KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA (A3)

2. MENGUATNYA KEMAMPUAN LITERASI (A1)

3. MENGUATNYA KEMAMPUAN NUMERASI (A2)

Dipelajari melalui

1.Program Pembelajaran Intrakurikuler

    • Pembelajaran yang bertujuan untuk mengauatkan kompetensi mata pelajaran dan bidang keahlian
    • Acuannya adalah “Capaian Pembelajaran” (SK-BSKAP 032/H/KR/2024)
    • Pelaksanaan Pembelajarannya berpusat pada peserta didik/ Terdiferensiasi

2. Program Pembelajaran Kokurikuler (P5)

    • Pembelajaran yang bertujuan pada penguatan karakter.
    • Acuannya Dimensi Profil Pelajar Pancasila, (SK-BSKAP 031/2024)
    • Pembelajaran interdisipliner di luar kegiatan kelas dan berbasis projek serta melibatkan masyarakat

3. Ektra Kurikuler (Minimal Satu Pilihan)

    • Pembelajaran yang bertujuan pada penguatan penguatan Bakat Minat
    • Acuan Panduan Ektrakurikuler
    • Pembelajarannya praktik lapangan di luar program Intra dan ko kurikuler.

9 of 49

TUJUAN PENERAPAN DEEP LEARNING DALAM KM DAN PROGRAM PEMBELAJARANNYA

PADA SATUAN PENDIDIKAN SD/SMP/SMA

1. TERWUJUDNYA DIMENSI PROFIL LULUSAN (A3)

2. MENGUATNYA KEMAMPUAN LITERASI (A1)

3. MENGUATNYA KEMAMPUAN NUMERASI (A2)

Dipelajari melalui

1.Program Pembelajaran Intrakurikuler

    • Pembelajaran yang bertujuan untuk mengauatkan kompetensi mata pelajaran dan bidang keahlian
    • Acuannya adalah “Capaian Pembelajaran” (SK-BSKAP 032/H/KR/2024)
    • Pelaksanaan Pembelajarannya berpusat pada peserta didik/ Terdiferensiasi

2. Program Pembelajaran Kokurikuler (?)

    • Pembelajaran yang bertujuan pada penguatan karakter.
    • Acuannya Dimensi Profil Lulusan, (Nasdemik 2025)
    • Pembelajaran interdisipliner di luar kegiatan kelas dan berbasis projek serta melibatkan masyarakat

3. Ektra Kurikuler (Minimal Satu Pilihan)

    • Pembelajaran yang bertujuan pada penguatan penguatan Bakat Minat
    • Acuan Panduan Ektrakurikuler
    • Pembelajarannya praktik lapangan di luar program Intra dan ko kurikuler.

10 of 49

PEMBELAJARAN MENDALAM

ALTERNATIF PENDEKATAN PEMBELAJARAN

11 of 49

(PEMBELAJARAN MENDALAM)

Pernahkah Bapak/Ibu menerapkan pembelajaran mendalam?

DEEP LEARNING

12 of 49

mari kita cermati!

Pak Budi adalah guru matematika kelas 7, Beliau selalu semangat ketika memberikan penjelasan kepada siswanya. Dengan spidol yang dipegannya, Beliau menulis rumus persamaan kuadrat di papan tulis. Suasana kelas tenang terlihat dari siswa-siswa yang duduk diam di bangku masing-masing, menatap papan tulis.

Pak Budi menjelaskan bahwa persamaan kuadrat adalah salah satu materi penting yang harus dikuasai untuk lulus ujian. Ia menjelaskan langkah demi langkah cara menyelesaikan soal dengan metode pemfaktoran, kuadrat sempurna dan rumus abc. Dengan nada suaranya yang cukup jelas, Pak Budi memberikan penjelasan dengan sangat terstruktur. Siswa mencatat apa yang dijelaskan tanpa bertanya atau berdiskusi.

Setelah penjelasan selesai, Pak Budi biasanya memberikan latihan soal dari buku teks. Siswa-siswa pun mulai mengerjakan soal dengan penuh semangat ada juga yang tampak bingung. Beberapa dari mereka hanya menyalin langkah-langkah yang ditunjukkan tanpa memahami konsep di baliknya. Yang penting siswa bisa mendapatkan jawaban dan berharap bisa lulus ujian nantinya.

Di akhir pelajaran, Pak Budi memberikan kesempatan pada siswa untuk menyelesaikan latihan yang belum selesai di rumah. Siswa-siswa pun bergegas keluar kelas. Mereka meninggalkan kelas dengan bahagia karena waktu belajar telah selesai dan berharap bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan dan bisa lulus.

Ibu Ani adalah guru IPA kelas 8, ketika memasuki ruang kelas, beliau selalu memberikan senyuman dan menciptakan suasana hangat di kelas. Ia mulai pelajaran dengan menampilkan gambar/video menarik dan memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan pendapatnya. Dengan semangat, Ia mengajak siswa untuk mempelajari pentingnya setiap ekosistem dan bagaimana semua makhluk hidup saling bergantung satu sama lain.

Ibu Ani membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk meneliti ekosistem tertentu. Dengan antusiasme yang tinggi, mereka mulai mencari informasi dari buku dan sumber daring, serta berdiskusi untuk memahami lebih dalam tentang ciri-ciri, flora, dan fauna yang ada di ekosistem tersebut.

Siswa-siswi tampak ceria, membicarakan penemuan menarik dari penelitian mereka. Mereka berbagi informasi tentang spesies unik yang hanya dapat ditemukan di ekosistem yang mereka pelajari, sekaligus mendiskusikan dampak perubahan iklim terhadap habitat tersebut.

Siswa-siswi dengan percaya diri menjelaskan hasil penelitian mereka. Ibu Ani mendengarkan dengan seksama, memberikan masukan yang membangun, dan mengajak seluruh kelas untuk berdiskusi lebih lanjut. Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi ekosistem dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Di akhir pelajaran, Ibu Ani meminta setiap siswa diminta untuk menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu tindakan kecil yang bisa mereka lakukan untuk menjaga lingkungan. Dia menutup pelajaran dengan harapan bahwa pengetahuan yang mereka peroleh akan membawa dampak positif bagi diri mereka dan lingkungan sekitar.

13 of 49

APa yang bisa bapak ibu tanggapi dari cerita tentang pak Budi dan bu ani?

Pak BUdi

bu ani

14 of 49

Aspek

Pembelajaran Mendalam (Ibu Ani)

Pembelajaran Tradisional (Bapak BUDI)

Peran guru

Fasilitator, motivator, dan pembimbing

Sumber utama informasi

Peran siswa

Aktif, konstruktor pengetahuan, kolaboratif

Pasif, penerima informasi

Strategi pembelajaran

Bervariasi, berpusat pada siswa, menekankan pemahaman dan penerapan

Monoton, berpusat pada guru, menekankan hafalan

Sumber belajar

Beragam, memanfaatkan teknologi

Terbatas pada buku teks

Penilaian

Autentik, menyeluruh

Tes tertulis, mengukur hafalan

yang beda adalah

15 of 49

KENAPA HARUS PEMBELAJARAN MENDALAM?

PERUBAHAN MASA DEPAN SULIT DIPREDIKSI

PERMASALAHAN MUTU PENDIDIKAN

BONUS DEMOGRAFI 2035 DAN VISI INDONESIA EMAS 2045

KOMPETENSI MASA DEPAN

16 of 49

Pembelajaran Mendalam

Olah Pikir

Olah Hati

Olah Rasa

mewujudkan

Profil Lulusan (8 Dimensi)

Pembelajaran Mendalam sebagai Solusi

Olah Raga

Berkesadaran

Bermakna

Menggembirakan

17 of 49

DEFINISI

PEMBELAJARAN MENDALAM

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan ( joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.

18 of 49

Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan

Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi

Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Kerangka Konsep Pembelajaran Mendalam

19 of 49

DIMENSI PROFIL LULUSAN

KEIMANAN DAN KETAKWAAN TERHADAP TUHAN YME

PENALARAN KRITIS

KEWARGAAN

KREATIVITAS

KOLABORASI

KESEHATAN

KEMANDIRIAN

KOMUNIKASI

20 of 49

PRINSIP

PEMBELAJARAN

Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsikuntuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.

BERKESADARAN (MINDFUL)

BERMAKNA (MEANFUL)

Peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata. Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas memahami informasi / penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan

MENGGEMBIRAKAN (JOYFUL)

Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.

21 of 49

STANDAR PROSES

PERMENDIKBUD RISTEK NO. 16 TAHUN 2022

PASAL 9 MENYEBUTKAN

Pelaksanaan pembelajaran hendaknya diselenggarakan dalam suasana belajar yang:

1. interaktif;

2. inspiratif;

3. menyenangkan;

4. menantang;

5. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif

6. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik

Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menurut kebijakan terkini?

22 of 49

PENGALAMAN

BELAJAR

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial(foundational knowledge), pengetahuan aplikatif (applied knowledge), dan pengetahuan nilai dan karakter (humanisticknowledge).

MEMAHAMI

MENGAPLIKASIKAN

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan (extending knowledge).

MEREFLEKSI

Proses di mana pesertadidik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah merekalakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri (self regulation) sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

23 of 49

PENDEKATAN

SAINTIFIK/DEEP LEARNING/ STEM

MODEL

(Inquiry, Project, Problem, Produk) base learning

Sintak Discovery/inquiri Base Learning :

1) Stimulasi

2) Mengumpulkan Informasi,

3) Pengolahan Informasi,

4) Verifikasi Hasil,

5) Generalisasi.

Sintak Project Base Learning

1) Merumuskan project,

2) Menyusun rancangan

penyelesaian Project,

3) Mengumpulkan Informasi,

4) Pengolahan Informasi,

5) Menyusun Laporan.

Produk base Learning

    • Merencanakan Produk
    • Melaksanakan Produk
    • Memonitor Pelaksnaan Produk
    • Mengevaluasi Produk
    • Menggelar hasil produksi untuk ditindak lanjuti

Sintak Problem Base Learning

1) Merumuskan Masalah,

2) Menyusun Rancangan Penyelesaian Masalah,

3) Mengumpulkan Informasi,

4) Mengolah Informasi,

5) Menyelesaikan Masalah.

METODE

(pengamatan, diskusi, penugasan, presentasi)

MODEL PEMBELAJARAN MENDALAM

24 of 49

TINGKATAN

PEMBELAJARAN

Tingkat Pembelajaran

Taksonomi SOLO

Taksonomi Bloom

Pengalaman Belajar PM

Deskripsi

Unggul (Excellence)

Pembelajaran Mendalam

Berpikir Abstrak yang Mendalam

    • Mencipta
    • Mengevaluasi

Merefleksi

Memperluas dan menerapkan ide

Cakap (Secure)

Relasional

    • Menganalisis
    • Menerapkan

Mengaplikasi

Menghubungkan ide-ide

Berkembang (Developing)

Pembelajaran Dasar

Multistruktural

Memahami

Memahami

Memiliki banyak ide

Dasar (Foundation)

Unistruktural

Mengingat

Mengingat kembali

Belum Berkembang (Incompetence)

Prastruktural

25 of 49

KERANGKA

PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIS

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual,dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam.Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar pesertadidik dengan optimal.

PEMANFATAAN TEKNOLOGI DIGITAL

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.

Kemitraan pembelajaran (learning partnerships) membentuk hubungan yang dinamis antaraguru, peserta didik, orangtua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.

26 of 49

RANCANGAN

PEMBELAJARAN MENDALAM

27 of 49

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Identifikasi

    • Mengidentifikasi kesiapan peserta didik
    • Memahami karakteristik materi pelajaran
    • Menentukan dimensi profil Lulusan

2

Desain Pembelajaran

    • Menentukan capaian pembelajaran
    • Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan
    • Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik
    • Menentukan tujuan pembelajaran
    • Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

Asesmen

    • Asesmen pada awal pembelajaran
    • Asesmen pada proses pembelajaran
    • Asesmen pada akhir pembelajaran

3

Rancangan Pengalaman Belajar

    • Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
    • Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan awal, inti dan penutup.
    • Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

1

4

28 of 49

Format RPP Pembelajaran Mendalam

29 of 49

30 of 49

CONTOH KEGIATAN

PEMBELAJARAN MENDALAM

MATEMATIKA

BAHASA INDONESIA

Siswa diajak menghitung biaya pengeluaran suatu acara menggunakan konsep persamaan linear dua variabel. Setelah itu, mereka diminta menyusun laporan anggaran secara kolaboratif.

Siswa membaca cerita pendek, lalu menganalisis nilai moral yang terkandung. Mereka diminta membuat cerpen sendiri berdasarkan isu sosial yang relevan di lingkungan sekitar.

IPS

PJOK

Siswa diberik studi kasus tentang sebuah wilayah yang memiliki sumber daya terbatas. Mereka berdiskusi untuk menyusun strategi pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Siswa membuat program latihan kebugaran selama satu minggu berdasarkan kebutuhan dan kemampuan fisik mereka. laporan mencakup aktivitas, durasi, dan hasil yang diharapkan.

31 of 49

TAHAPAN PEMBELEJARAN

PEDATTI

    • Pendahuluan
    • Dalami
    • Terapkan
    • Tularkan
    • Inovasi

PEDATTI Merupakan akronim dari sebuah tahapan pembelajaran yang dikembangkan oleh APSI yang memadukan antara pembelajaran mendalam dan pembelajaran STEAM. Berikut adalah tahapan pembelajarannya :

32 of 49

PEMBELAJARAN

STEAM

STEAM adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan Sains (Science), Teknologi (Technology), Teknik (Engineering), Seni (Art), dan Matematika (Mathematics) dalam konteks yang bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Model pembelajaran ini mendorong siswa untuk berpikir secara luas tentang masalah dunia nyata. Pendidikan STEAM juga membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja modern.

33 of 49

KOMPONEN UTAMA

PEMBELAJARAN STEAM

Teknologi: Memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya

Engineering: Mendesain dan menciptakan produk

Art/Seni : memasukan unsur keindahan

Matematika: Menganalisis untuk pengambilan keputusan

Sains: Melakukan penelitian dan eksperimen untuk memahami dunia

34 of 49

CONTOH

PENERAPAN TAHAPAN PEDATTI

35 of 49

PEMBELAJARAN MENDALAM

STEAM

Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kesadaran akan topik pembelajaran (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)

    • Berkesadaran (Mindful): Guru menciptakan suasana yang tenang dan fokus, mengajak siswa untuk hadir sepenuhnya dalam pembelajaran.
    • Bermakna (Meaningful): Guru mengaitkan materi dengan pengalaman siswa sehari-hari atau isu-isu relevan.
    • Menggembirakan (Joyful): Guru menggunakan ice breaking, permainan, atau aktivitas menyenangkan lainnya untuk membangkitkan minat siswa.

Mengamati fenomena (Science), mengidentifikasi masalah (Engineering)·   

    • Guru dapat menyajikan pertanyaan atau masalah yang menantang terkait dengan konsep yang dipelajari.
    • Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan observasi atau eksplorasi awal terkait topik yang akan dipelajari.

PENDAHULUN

36 of 49

pendahuluan

kegiatan yang dilakukan :

    • Memutar musik/Video yang menenangkan atau merangsang kreativitas sebelum memulai pelajaran. video teknik STOP (https://www.youtube.com/watch?v=rMaf8z9Zy1M)
    • Mengajukan pertanyaan pemantik yang mengundang rasa ingin tahu, seperti apa bentuk ruangan kels kita?, jika kita mengecat ruangan ini berapa biaya yang kita butuhkan?

37 of 49

PEMBELAJARAN MENDALAM

STEAM

Memahami konsep secara mendalam dengan menghubungkan pengetahuan awal dan pengalaman (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)·     

    • Siswa diajak untuk merasakan dan menghayati materi pembelajaran melalui berbagai aktivitas, seperti diskusi, simulasi, atau studi kasus.
    • Guru memfasilitasi siswa untuk berbagi pengalaman dan perspektif mereka terkait materi yang dipelajari.

Menganalisis data (Science), merancang solusi (Engineering, Technology), melibatkan elemen estetika (Art)·     

    • Siswa dapat melakukan percobaan atau proyek sederhana untuk memahami konsep.
    • Siswa dapat menggunakan teknologi untuk mencari informasi atau memvisualisasikan konsep.

DALAMI

38 of 49

dalami

Kegiatan yang dilakukan :

    • Guru menggunakan berbagai media pembelajaran seperti video, simulasi, atau presentasi interaktif untuk menjelaskan konsep bangun ruang.
    • Siswa secara berkelompok memahami jaring-jaring/LP/Volume dari benda yang dipilih.
    • Siswa membuat catatan pemahaman konsep secara rapih di buku masing-masing.

39 of 49

PEMBELAJARAN MENDALAM

STEAM

Menerapkan konsep dalam situasi baru dan nyata, memecahkan masalah (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)

    • Siswa menerapkan pengetahuan dan pemahaman mereka dalam konteks yang nyata atau relevan.
    • Siswa belajar untuk menghargai perbedaan pendapat dan bekerja sama dalam tim.

Membangun prototipe/model (Engineering, Technology), menguji dan mengevaluasi (Science, Engineering)

    • Siswa dapat merancang dan membangun solusi untuk masalah yang diberikan.
    • Siswa dapat menggunakan keterampilan desain dan rekayasa untuk menciptakan produk atau prototipe.

TERAPKAN

40 of 49

terapkan

Kegiatan yang dilakukan :

    • Siswa bekerjasama dalam kelompok masing-masing untuk memecahkan masalah kelompoknya yaitu mengukur secara langsung benda yang dipilih menggunakan alat ukur yang sesuai dan menerapkan perhitungan luas permukaan/volume bendanya.
    • Membuat presentasi yang kreatif dan menarik menggunakan berbagai media.

41 of 49

PEMBELAJARAN MENDALAM

STEAM

Mempresentasikan/menjelaskan/mengajarkan konsep kepada orang lain (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)

    • Siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan orang lain, baik teman sebaya, keluarga, atau masyarakat.
    • Siswa belajar untuk berkomunikasi secara efektif dan menyampaikan ide-ide mereka dengan jelas.

Mengomunikasikan hasil (Science), mengapresiasi (Art)

    • Siswa dapat mempresentasikan hasil proyek mereka kepada orang lain.
    • Siswa dapat membuat video atau blog untuk berbagi pengetahuan.

TULARKAN

42 of 49

tularkan

Kegiatan yang dilakukan:

    • Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan/hasil kerja kelompoknya.
    • Kelompok lain memberikan tanggapan atau menyampaikan refleksi tentang pengalaman belajarnya.

43 of 49

PEMBELAJARAN MENDALAM

STEAM

Menciptakan/mengembangkan/memodifikasi produk/proses/ide baru (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)

    • Siswa didorong untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menciptakan solusi baru atau mengembangkan ide-ide inovatif.
    • Siswa belajar untuk berani mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru.

Mengembangkan inovasi (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics)

    • Siswa dapat mengembangkan proyek yang lebih kompleks dan menantang.
    • Siswa dapat menggunakan teknologi atau peralatan laboratorium untuk melakukan penelitian atau eksperimen.

INOVASI

44 of 49

inovasi

Kegiatan yang dilakukan :

    • Secara berkelompok, siswa diberikan tantangan untuk membuat jaring-jaring sesuai kreatifitasnya berdasarkan gambar jaring-jaring yang telah mereka buat sebelumnya.
    • Siswa diberikan umpan balik atas hasil kerjanya.

45 of 49

PRAKTIK

MEMBUAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

46 of 49

TERIMA

KASIH

Dody Adyansyah

0857-2352-2368

47 of 49

LANDASAN

FILOSIFIS

FILOSOFI K.H. AHMAD DAHLAN

FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA

    • Pendidikan berlandaskan tujuan hidup.
    • Tidak sombong, gigih belajar, dan tuntas berkarya.
    • Optimalkan akaluntuk kebenaran sejati.
    • Berani menegakkan kebenaran.
    • Berbuat untukkemanusiaan (tidak memperalat).
    • Mengamalkan ilmu agama dengankualitas tinggi.
    • Pendidikan sebagai alat perubahan sosial menuju masyarakat berkemajuan.
    • Pembelajaran memerdekakan (tanpa pembiaran).
    • Pusat pada pesertadidik, mengakui otoritas guru.
    • Sistem among danTrikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas).
    • Prinsip Asah, Asih,Asuh.
    • Pendidikan: pranata sosial,pelestari kebudayaan, membangkitkan kegembiraan (konsep “Taman”).

48 of 49

LANDASAN

TEORITIS

    • Membangun keterkaitan antara pengetahuan konseptual dan prosedural.
    • Mengaplikasikan pengetahuan pada konteks baru.
    • Dukungan Experiential Learning (Kolb, 1984).
    • Pendekatan berbasispengalaman: refleksi, konseptualisasi, eksperimen.

KONSEP PEMBELAJARAN MENDALAM

KERANGAN PENGETAHUAN

    • Foundational Knowledge: Dasar ilmu dan fakta.
    • Meta Knowledge: Hubungan, pola, dan analisis.
    • Humanistic Knowledge: Nilai kemanusiaan dan makna mendalam. (Heick, 2020)
    • Teri pembelajaran mendalam dan pembelajaran dangkal (Marton & Saljo, 1976)
    • Konstruktivisme, Projek-Based Learning, Keterampialn abad ke-21 (1990-2000an)
    • Integrasi Teknologi, Isu Globar, literasi digital (2010an – sekarang)

49 of 49

ELEMEN

EKOSISTEM

Peran Guru adalah :

1. Guru sebagai activator

2. Guru sebagai collaborator

3. Guru sebagai culture builder