WORKSHOP
PEMBELAJARAN MENDALAM
Dody Adyansyah
Transformasi Pembelajaran
menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
TAHAPAN PEDATI
Angkatan 6
DALIL
WORKSHOP PEMBELAJARAN MENDALAM
“WAHAI PARA PESERTA WORKSHOP, DIWAJIBKAN ATAS KAMU MENGIKUTI KEGIATAN INI, SEBAGAIMANA TELAH DIWAJIBKAN ATAS ORANG-ORANG SEBELUM KAMU AGAR KAMU MENJADI GOLONGAN ORANG YANG LEBIH CERDAS”
Tujuan
Memahami Posisi Pembelajaran Mendalam Dalam Kurikulum
Memahami Tujuan Pembelajaran Mendalam
Mengenal lebih dalam tentang Pembelajaran Mendalam
Merancang Pembelajaran Mendalam
Membut RPP dengan tahapan PEDATTI
6 atau 9?
Mengapa terjadi perbedaan pendapat dari dua orang yang melihat angka di atas?
Six
Nine
KEDUDUDKAN
PEMBELABAJARAN MENDALAM
SARPRAS
PEMBIAYAAN
PENGELOLAAN
ISI
PENILAIAN
PROSES
LULUSAN
PTK
STD. NASIONAL PENDIDIKAN PP 04 - 2022
SKL : PERDIK 05 -2022
SK-BSKAP 031 -2024
S PROSES : PERDIK 16 -2022
S. PNIL : PERDIK 21 - 2022
S ISI: PERDIK 08- 2024
CP : SK-BSKAP 032-2024
LANDASAN:
KARAKTERISTIK KM:
TUJUAN: Mewujudkan pembelajaran bermakna meningkatkan ketakwaan dan akhlak mulia & mengembangkan cipta, rasa, dan karsa sebagai pelajar sepanjang hayat berkarakter Pancasila.
TUGAS SEKOLAH MENYUSUN:
PRINSIP
KURIKULUM MERDEKA
PROFIL
PELAJAR PANCASILA
BERIMAN KEPADA
TUHAN YME DAN BERAKHLAK MULIA
Mandiri
Bernalar
Kritis
Kreatif
Bergotong Royong
Berkebinekaan Global
TUJUAN UTAMA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DAN PROGRAM PEMBELAJARANNYA
PADA SATUAN PENDIDIKAN SD/SMP/SMA
1. TERWUJUDNYA KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA (A3)
2. MENGUATNYA KEMAMPUAN LITERASI (A1)
3. MENGUATNYA KEMAMPUAN NUMERASI (A2)
Dipelajari melalui
1.Program Pembelajaran Intrakurikuler
2. Program Pembelajaran Kokurikuler (P5)
3. Ektra Kurikuler (Minimal Satu Pilihan)
TUJUAN PENERAPAN DEEP LEARNING DALAM KM DAN PROGRAM PEMBELAJARANNYA
PADA SATUAN PENDIDIKAN SD/SMP/SMA
1. TERWUJUDNYA DIMENSI PROFIL LULUSAN (A3)
2. MENGUATNYA KEMAMPUAN LITERASI (A1)
3. MENGUATNYA KEMAMPUAN NUMERASI (A2)
Dipelajari melalui
1.Program Pembelajaran Intrakurikuler
2. Program Pembelajaran Kokurikuler (?)
3. Ektra Kurikuler (Minimal Satu Pilihan)
PEMBELAJARAN MENDALAM
ALTERNATIF PENDEKATAN PEMBELAJARAN
(PEMBELAJARAN MENDALAM)
Pernahkah Bapak/Ibu menerapkan pembelajaran mendalam?
DEEP LEARNING
mari kita cermati!
Pak Budi adalah guru matematika kelas 7, Beliau selalu semangat ketika memberikan penjelasan kepada siswanya. Dengan spidol yang dipegannya, Beliau menulis rumus persamaan kuadrat di papan tulis. Suasana kelas tenang terlihat dari siswa-siswa yang duduk diam di bangku masing-masing, menatap papan tulis.
Pak Budi menjelaskan bahwa persamaan kuadrat adalah salah satu materi penting yang harus dikuasai untuk lulus ujian. Ia menjelaskan langkah demi langkah cara menyelesaikan soal dengan metode pemfaktoran, kuadrat sempurna dan rumus abc. Dengan nada suaranya yang cukup jelas, Pak Budi memberikan penjelasan dengan sangat terstruktur. Siswa mencatat apa yang dijelaskan tanpa bertanya atau berdiskusi.
Setelah penjelasan selesai, Pak Budi biasanya memberikan latihan soal dari buku teks. Siswa-siswa pun mulai mengerjakan soal dengan penuh semangat ada juga yang tampak bingung. Beberapa dari mereka hanya menyalin langkah-langkah yang ditunjukkan tanpa memahami konsep di baliknya. Yang penting siswa bisa mendapatkan jawaban dan berharap bisa lulus ujian nantinya.
Di akhir pelajaran, Pak Budi memberikan kesempatan pada siswa untuk menyelesaikan latihan yang belum selesai di rumah. Siswa-siswa pun bergegas keluar kelas. Mereka meninggalkan kelas dengan bahagia karena waktu belajar telah selesai dan berharap bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan dan bisa lulus.
Ibu Ani adalah guru IPA kelas 8, ketika memasuki ruang kelas, beliau selalu memberikan senyuman dan menciptakan suasana hangat di kelas. Ia mulai pelajaran dengan menampilkan gambar/video menarik dan memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan pendapatnya. Dengan semangat, Ia mengajak siswa untuk mempelajari pentingnya setiap ekosistem dan bagaimana semua makhluk hidup saling bergantung satu sama lain.
Ibu Ani membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk meneliti ekosistem tertentu. Dengan antusiasme yang tinggi, mereka mulai mencari informasi dari buku dan sumber daring, serta berdiskusi untuk memahami lebih dalam tentang ciri-ciri, flora, dan fauna yang ada di ekosistem tersebut.
Siswa-siswi tampak ceria, membicarakan penemuan menarik dari penelitian mereka. Mereka berbagi informasi tentang spesies unik yang hanya dapat ditemukan di ekosistem yang mereka pelajari, sekaligus mendiskusikan dampak perubahan iklim terhadap habitat tersebut.
Siswa-siswi dengan percaya diri menjelaskan hasil penelitian mereka. Ibu Ani mendengarkan dengan seksama, memberikan masukan yang membangun, dan mengajak seluruh kelas untuk berdiskusi lebih lanjut. Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi ekosistem dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Di akhir pelajaran, Ibu Ani meminta setiap siswa diminta untuk menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu tindakan kecil yang bisa mereka lakukan untuk menjaga lingkungan. Dia menutup pelajaran dengan harapan bahwa pengetahuan yang mereka peroleh akan membawa dampak positif bagi diri mereka dan lingkungan sekitar.
APa yang bisa bapak ibu tanggapi dari cerita tentang pak Budi dan bu ani?
Pak BUdi
bu ani
Aspek | Pembelajaran Mendalam (Ibu Ani) | Pembelajaran Tradisional (Bapak BUDI) |
Peran guru | Fasilitator, motivator, dan pembimbing | Sumber utama informasi |
Peran siswa | Aktif, konstruktor pengetahuan, kolaboratif | Pasif, penerima informasi |
Strategi pembelajaran | Bervariasi, berpusat pada siswa, menekankan pemahaman dan penerapan | Monoton, berpusat pada guru, menekankan hafalan |
Sumber belajar | Beragam, memanfaatkan teknologi | Terbatas pada buku teks |
Penilaian | Autentik, menyeluruh | Tes tertulis, mengukur hafalan |
yang beda adalah
KENAPA HARUS PEMBELAJARAN MENDALAM?
PERUBAHAN MASA DEPAN SULIT DIPREDIKSI
PERMASALAHAN MUTU PENDIDIKAN
BONUS DEMOGRAFI 2035 DAN VISI INDONESIA EMAS 2045
KOMPETENSI MASA DEPAN
Pembelajaran Mendalam
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa
mewujudkan
Profil Lulusan (8 Dimensi)
Pembelajaran Mendalam sebagai Solusi
Olah Raga
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
DEFINISI
PEMBELAJARAN MENDALAM
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan ( joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.
Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi
Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital
Kerangka Konsep Pembelajaran Mendalam
DIMENSI PROFIL LULUSAN
KEIMANAN DAN KETAKWAAN TERHADAP TUHAN YME
PENALARAN KRITIS
KEWARGAAN
KREATIVITAS
KOLABORASI
KESEHATAN
KEMANDIRIAN
KOMUNIKASI
PRINSIP
PEMBELAJARAN
Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsikuntuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
BERKESADARAN (MINDFUL)
BERMAKNA (MEANFUL)
Peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata. Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas memahami informasi / penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan
MENGGEMBIRAKAN (JOYFUL)
Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
STANDAR PROSES
PERMENDIKBUD RISTEK NO. 16 TAHUN 2022
PASAL 9 MENYEBUTKAN
Pelaksanaan pembelajaran hendaknya diselenggarakan dalam suasana belajar yang:
1. interaktif;
2. inspiratif;
3. menyenangkan;
4. menantang;
5. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif
6. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik
Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menurut kebijakan terkini?
PENGALAMAN
BELAJAR
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial(foundational knowledge), pengetahuan aplikatif (applied knowledge), dan pengetahuan nilai dan karakter (humanisticknowledge).
MEMAHAMI
MENGAPLIKASIKAN
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan (extending knowledge).
MEREFLEKSI
Proses di mana pesertadidik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah merekalakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri (self regulation) sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
PENDEKATAN
SAINTIFIK/DEEP LEARNING/ STEM
MODEL
(Inquiry, Project, Problem, Produk) base learning
Sintak Discovery/inquiri Base Learning :
1) Stimulasi
2) Mengumpulkan Informasi,
3) Pengolahan Informasi,
4) Verifikasi Hasil,
5) Generalisasi.
Sintak Project Base Learning
1) Merumuskan project,
2) Menyusun rancangan
penyelesaian Project,
3) Mengumpulkan Informasi,
4) Pengolahan Informasi,
5) Menyusun Laporan.
Produk base Learning
Sintak Problem Base Learning
1) Merumuskan Masalah,
2) Menyusun Rancangan Penyelesaian Masalah,
3) Mengumpulkan Informasi,
4) Mengolah Informasi,
5) Menyelesaikan Masalah.
METODE
(pengamatan, diskusi, penugasan, presentasi)
MODEL PEMBELAJARAN MENDALAM
TINGKATAN
PEMBELAJARAN
Tingkat Pembelajaran | Taksonomi SOLO | Taksonomi Bloom | Pengalaman Belajar PM | Deskripsi | |
Unggul (Excellence) | Pembelajaran Mendalam | Berpikir Abstrak yang Mendalam |
| Merefleksi | Memperluas dan menerapkan ide |
Cakap (Secure) | Relasional |
| Mengaplikasi | Menghubungkan ide-ide | |
Berkembang (Developing) | Pembelajaran Dasar | Multistruktural | Memahami | Memahami | Memiliki banyak ide |
Dasar (Foundation) | Unistruktural | Mengingat | Mengingat kembali | ||
Belum Berkembang (Incompetence) | Prastruktural | | | | |
KERANGKA
PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIS
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual,dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam.Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar pesertadidik dengan optimal.
PEMANFATAAN TEKNOLOGI DIGITAL
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Kemitraan pembelajaran (learning partnerships) membentuk hubungan yang dinamis antaraguru, peserta didik, orangtua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
RANCANGAN
PEMBELAJARAN MENDALAM
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Identifikasi
2
Desain Pembelajaran
Asesmen
3
Rancangan Pengalaman Belajar
1
4
Format RPP Pembelajaran Mendalam
CONTOH KEGIATAN
PEMBELAJARAN MENDALAM
MATEMATIKA
BAHASA INDONESIA
Siswa diajak menghitung biaya pengeluaran suatu acara menggunakan konsep persamaan linear dua variabel. Setelah itu, mereka diminta menyusun laporan anggaran secara kolaboratif.
Siswa membaca cerita pendek, lalu menganalisis nilai moral yang terkandung. Mereka diminta membuat cerpen sendiri berdasarkan isu sosial yang relevan di lingkungan sekitar.
IPS
PJOK
Siswa diberik studi kasus tentang sebuah wilayah yang memiliki sumber daya terbatas. Mereka berdiskusi untuk menyusun strategi pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Siswa membuat program latihan kebugaran selama satu minggu berdasarkan kebutuhan dan kemampuan fisik mereka. laporan mencakup aktivitas, durasi, dan hasil yang diharapkan.
TAHAPAN PEMBELEJARAN
PEDATTI
PEDATTI Merupakan akronim dari sebuah tahapan pembelajaran yang dikembangkan oleh APSI yang memadukan antara pembelajaran mendalam dan pembelajaran STEAM. Berikut adalah tahapan pembelajarannya :
PEMBELAJARAN
STEAM
STEAM adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan Sains (Science), Teknologi (Technology), Teknik (Engineering), Seni (Art), dan Matematika (Mathematics) dalam konteks yang bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Model pembelajaran ini mendorong siswa untuk berpikir secara luas tentang masalah dunia nyata. Pendidikan STEAM juga membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja modern.
KOMPONEN UTAMA
PEMBELAJARAN STEAM
Teknologi: Memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya
Engineering: Mendesain dan menciptakan produk
Art/Seni : memasukan unsur keindahan
Matematika: Menganalisis untuk pengambilan keputusan
Sains: Melakukan penelitian dan eksperimen untuk memahami dunia
CONTOH
PENERAPAN TAHAPAN PEDATTI
PEMBELAJARAN MENDALAM | STEAM |
Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kesadaran akan topik pembelajaran (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)
| Mengamati fenomena (Science), mengidentifikasi masalah (Engineering)·
|
PENDAHULUN
pendahuluan
kegiatan yang dilakukan :
PEMBELAJARAN MENDALAM | STEAM |
Memahami konsep secara mendalam dengan menghubungkan pengetahuan awal dan pengalaman (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)·
| Menganalisis data (Science), merancang solusi (Engineering, Technology), melibatkan elemen estetika (Art)·
|
DALAMI
dalami
Kegiatan yang dilakukan :
PEMBELAJARAN MENDALAM | STEAM |
Menerapkan konsep dalam situasi baru dan nyata, memecahkan masalah (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)
| Membangun prototipe/model (Engineering, Technology), menguji dan mengevaluasi (Science, Engineering)
|
TERAPKAN
terapkan
Kegiatan yang dilakukan :
PEMBELAJARAN MENDALAM | STEAM |
Mempresentasikan/menjelaskan/mengajarkan konsep kepada orang lain (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)
| Mengomunikasikan hasil (Science), mengapresiasi (Art)
|
TULARKAN
tularkan
Kegiatan yang dilakukan:
PEMBELAJARAN MENDALAM | STEAM |
Menciptakan/mengembangkan/memodifikasi produk/proses/ide baru (olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga)
| Mengembangkan inovasi (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics)
|
INOVASI
inovasi
Kegiatan yang dilakukan :
PRAKTIK
MEMBUAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
TERIMA
KASIH
Dody Adyansyah
0857-2352-2368
LANDASAN
FILOSIFIS
FILOSOFI K.H. AHMAD DAHLAN
FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA
LANDASAN
TEORITIS
KONSEP PEMBELAJARAN MENDALAM
KERANGAN PENGETAHUAN
ELEMEN
EKOSISTEM
Peran Guru adalah :
1. Guru sebagai activator
2. Guru sebagai collaborator
3. Guru sebagai culture builder