1 of 20

Kelas XII

2025

2 of 20

Informatika Kelas XII - Single Board Computer (SBC)

Selamat datang di pembelajaran Bab 2 tentang Single Board Computer (SBC). Materi ini akan memperkenalkan kalian pada dunia komputasi mini yang memiliki potensi besar untuk berbagai aplikasi cerdas. Mari belajar bagaimana teknologi kecil ini dapat menciptakan solusi besar!

3 of 20

Apa Itu SBC?

Single Board Computer (SBC) adalah komputer mini yang terintegrasi dalam satu papan sirkuit tunggal. Berbeda dengan komputer biasa, semua komponen utama komputasi terpasang dalam satu PCB (Printed Circuit Board).

SBC dirancang dengan ukuran kompak namun memiliki kemampuan komputasi yang mumpuni untuk berbagai kebutuhan aplikasi khusus.

Komponen Lengkap

Mencakup prosesor, RAM, storage, port I/O, dan konektivitas jaringan dalam satu papan

Aplikasi Luas

Digunakan untuk otomasi, kendali perangkat, monitoring, dan sistem tertanam (embedded)

4 of 20

Komponen Utama SBC

1

Prosesor ARM

Dirancang dengan arsitektur hemat daya namun tetap mampu memberikan kinerja komputasi yang cepat. Ideal untuk perangkat yang beroperasi dengan baterai atau daya terbatas.

2

RAM

Kapasitas memori yang bervariasi dari 512MB hingga 8GB, mendukung kemampuan multitasking untuk berbagai aplikasi dan sistem operasi ringan.

3

Penyimpanan

Menggunakan kartu microSD atau eMMC sebagai media penyimpanan utama. Kapasitas dapat diperluas melalui port USB eksternal untuk kebutuhan penyimpanan lebih besar.

4

Port I/O

Dilengkapi berbagai port seperti USB, HDMI, dan pin GPIO (General Purpose Input Output) untuk menghubungkan sensor dan aktuator.

5

Konektivitas

Fitur Wi-Fi dan Bluetooth terintegrasi memungkinkan koneksi ke internet atau jaringan lokal tanpa memerlukan perangkat tambahan.

5 of 20

Kelebihan SBC

Ukuran Kecil dan Portabel

Dimensi kompak memungkinkan penempatan di lokasi dengan ruang terbatas. Berat ringan dan mudah dibawa-bawa untuk kebutuhan mobilitas tinggi.

Konsumsi Daya Rendah

Hanya membutuhkan daya 5-15 watt, jauh lebih efisien dibanding PC desktop yang mengkonsumsi 65-250 watt. Ideal untuk proyek ramah lingkungan.

Biaya Lebih Murah

Harga yang terjangkau (Rp500.000-1.500.000) menjadikannya pilihan ekonomis untuk pendidikan dan eksperimen.

Fleksibilitas Pemrograman

Mendukung berbagai bahasa pemrograman populer seperti Python, C++, dan Java, memudahkan pengembangan berbagai aplikasi.

6 of 20

Contoh Penerapan SBC

Sistem Parkir Pintar

Mendeteksi ketersediaan tempat parkir, mencetak tiket otomatis, dan menampilkan status parkir di layar digital.

Smart Home

Mengontrol perangkat rumah seperti lampu, AC, dan kunci pintu melalui smartphone.

Kebun Pintar

Penyiraman tanaman otomatis berdasarkan data sensor kelembaban tanah dan prediksi cuaca.

Pakan Otomatis

Pemberian makan hewan peliharaan terjadwal dengan porsi yang tepat, bahkan saat pemilik tidak berada di rumah.

Album Digital

Layar yang menampilkan foto dan musik secara otomatis, dengan kemampuan pembaruan konten jarak jauh.

7 of 20

Raspberry Pi: SBC Populer

Raspberry Pi merupakan SBC yang paling populer dan banyak digunakan di dunia. Dikembangkan oleh Raspberry Pi Foundation, perangkat ini awalnya dirancang untuk tujuan pendidikan namun kini menjadi pilihan utama untuk berbagai proyek IoT (Internet of Things).

Sejak diluncurkan pada 2012, Raspberry Pi telah terjual lebih dari 40 juta unit di seluruh dunia, menjadikannya salah satu komputer terlaris sepanjang masa.

1

Fitur Lengkap

CPU quad-core hingga 1.8GHz, RAM 2-8GB, port HDMI dual, USB 3.0, dan 40 pin GPIO untuk koneksi perangkat eksternal.

2

Kompatibilitas Luas

Mendukung berbagai sensor (suhu, kelembaban, gerak), motor servo, kamera, layar sentuh, dan modul komunikasi.

3

Komunitas Aktif

Didukung oleh komunitas global yang aktif berbagi proyek, tutorial, dan pemecahan masalah.

8 of 20

Perangkat yang Dibutuhkan

Unit Raspberry Pi

Model 3B+ atau 4 direkomendasikan untuk performa optimal. Pastikan memilih model dengan spesifikasi sesuai kebutuhan proyek.

Kabel Power dan HDMI

Kabel micro USB/USB-C (tergantung model) untuk daya dan kabel HDMI untuk koneksi ke monitor atau TV.

MicroSD Card

Minimal kapasitas 8GB (16GB atau 32GB direkomendasikan) dengan kecepatan Class 10 untuk performa optimal.

Perangkat Pendukung

Monitor, keyboard, mouse, sensor, relay, buzzer, dan breadboard (sesuai kebutuhan proyek).

9 of 20

Instalasi Raspberry Pi OS

Persiapan

Masukkan kartu microSD ke komputer melalui card reader. Pastikan kartu sudah diformat jika sebelumnya pernah digunakan.

Instalasi Software

Unduh dan jalankan Raspberry Pi Imager dari situs resmi raspberrypi.org. Software ini tersedia untuk Windows, macOS, dan Linux.

Pilih OS

Klik "CHOOSE OS" dan pilih Raspberry Pi OS (32-bit) untuk pemula atau Raspberry Pi OS Lite untuk proyek tanpa GUI.

Konfigurasi

Atur Wi-Fi, zona waktu, dan host name melalui opsi "Advanced options" (ikon roda gigi) sebelum instalasi.

Instalasi

Klik "WRITE" dan tunggu proses selesai. Setelah muncul notifikasi "Write Successful", klik "CONTINUE" dan kartu siap digunakan.

10 of 20

Menyalakan Raspberry Pi

Masukkan SD Card

Pastikan Raspberry Pi dalam keadaan mati, lalu masukkan microSD yang sudah diinstal OS ke slot di bagian bawah board.

Hubungkan Perangkat

Sambungkan monitor via HDMI, keyboard dan mouse via USB, serta kabel ethernet jika tidak menggunakan Wi-Fi.

Nyalakan Raspberry Pi

Hubungkan kabel power terakhir. Raspberry Pi akan menyala otomatis dan memulai proses booting.

Login ke Sistem

Masukkan username (default: pi) dan password (default: raspberry) saat prompt muncul. Desktop Raspberry Pi OS akan terbuka.

11 of 20

Menambahkan Python IDE

Raspberry Pi OS sudah dilengkapi dengan beberapa IDE (Integrated Development Environment) Python bawaan seperti Geany dan Thonny. Namun, Anda juga dapat menambahkan IDE lain sesuai preferensi.

IDLE (Integrated Development and Learning Environment) adalah IDE resmi Python yang mudah digunakan untuk pemula. Untuk menginstalnya, buka Terminal dan ketik perintah:

sudo apt-get update

sudo apt-get install idle

Setelah instalasi selesai, Anda dapat menemukan IDLE di menu Programming pada desktop Raspberry Pi OS.

Tips Pemrograman

Python adalah bahasa yang ideal untuk pemula karena sintaksnya yang mudah dibaca. Pastikan untuk mengindentasi kode dengan benar karena Python menggunakan indentasi untuk menentukan blok kode.

12 of 20

Proyek 1: Pemantau Cuaca (Sensor BME280)

Tentang Sensor BME280

BME280 adalah sensor presisi tinggi yang mampu mengukur tiga parameter lingkungan sekaligus: suhu, tekanan udara, dan kelembaban relatif. Sensor ini menggunakan antarmuka I2C atau SPI untuk komunikasi data.

Koneksi Sensor

  • VCC ke 3.3V
  • GND ke Ground
  • SDA ke GPIO 3 (Pin SDA)
  • SCL ke GPIO 5 (Pin SCL)

Persiapan Sistem

Aktifkan I2C melalui menu Preferences > Raspberry Pi Configuration > Interfaces. Set I2C ke "Enabled" lalu restart.

13 of 20

Kode Python: Sensor BME280

import smbus2, bme280

port = 1

address = 0x76

bus = smbus2.SMBus(port)

bme280.load_calibration_params(bus, address)

def read_data():

data = bme280.sample(bus, address)

print(f"Suhu: {data.temperature} °C")

Penjelasan Kode

  1. Mengimpor library smbus2 untuk komunikasi I2C dan bme280 untuk mengakses sensor
  1. Mengatur port I2C (1) dan alamat sensor (0x76 atau 0x77)
  1. Membuat objek bus dan memuat parameter kalibrasi sensor
  1. Fungsi read_data() membaca dan menampilkan data sensor
  1. Loop utama membaca data setiap 2 detik

Untuk menjalankan kode ini, Anda perlu menginstal library dengan perintah:

pip install smbus2 bme280

Kode lebih lanjut dapat dilihat pada halaman 56

14 of 20

Proyek 2: Lampu Otomatis (HC-SR04 + Relay)

Konsep Proyek

Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi jarak objek di depannya. Berdasarkan jarak tersebut, sistem akan mengaktifkan lampu yang berbeda melalui relay.

  • Jika objek terdeteksi dekat (< 70 cm): lampu merah menyala
  • Jika objek terdeteksi jauh (≥ 70 cm): lampu hijau menyala

Aplikasi praktis dari sistem ini antara lain:

  • Lampu otomatis di pintu masuk rumah
  • Indikator jarak aman di area parkir garasi
  • Sistem peringatan jarak di area tertentu

Koneksi Sensor HC-SR04

VCC ke 5V, GND ke Ground, Trig ke GPIO 24, Echo ke GPIO 23

Koneksi Relay/LED

Lampu merah ke GPIO 21, Lampu hijau ke GPIO 26

15 of 20

Kode Python: HC-SR04 + Lampu

import RPi.GPIO as GPIO, time

GPIO.setmode(GPIO.BCM)

GPIO.setup(21, GPIO.OUT) # Lampu merah

GPIO.setup(26, GPIO.OUT) # Lampu hijau

trig, echo = 24, 23

GPIO.setup(trig, GPIO.OUT)

GPIO.setup(echo, GPIO.IN)

while True:

GPIO.output(trig, True)

time.sleep(0.00001)

GPIO.output(trig, False)

while GPIO.input(echo) == 0:

start = time.time()

while GPIO.input(echo) == 1:

end = time.time()

distance = (end - start) * 17150

if distance < 70:

GPIO.output(21, True)

GPIO.output(26, False)

else:

GPIO.output(21, False)

GPIO.output(26, True)

Kode lebih lanjut dapat dilihat pada halaman 60

16 of 20

Proyek 3: Pengukur Suhu Inframerah (MLX90614)

Tentang Sensor MLX90614

MLX90614 adalah sensor suhu inframerah yang dapat mengukur suhu objek tanpa kontak fisik. Sensor ini menggunakan radiasi inframerah yang dipancarkan oleh objek untuk menentukan suhunya dengan akurasi tinggi.

Pada proyek ini, sensor akan membaca suhu tubuh atau objek dan mengaktifkan

buzzer jika suhu melebihi ambang batas tertentu (30°C dalam contoh).

Aplikasi Praktis

  • Termometer non-kontak di gerbang sekolah/kantor
  • Pemantauan suhu mesin/peralatan elektronik
  • Deteksi kebakaran atau titik panas

Koneksi Sensor MLX90614

VCC ke 3.3V, GND ke Ground, SDA ke GPIO 2, SCL ke GPIO 3

Koneksi Buzzer

Pin positif ke GPIO 18, pin negatif ke Ground

17 of 20

Kode Python: MLX90614 + Buzzer

import smbus, RPi.GPIO as GPIO, time

bus = smbus.SMBus(1)

buzzer = 18

GPIO.setmode(GPIO.BCM)

GPIO.setup(buzzer, GPIO.OUT)

def read_temp():

data = bus.read_i2c_block_data(0x5A, 0x07, 2)

temp = (data[1] << 8) + data[0]

return temp * 0.02 - 273.15

while True:

suhu = read_temp()

print(f"Suhu: {suhu}°C")

if suhu > 30:

GPIO.output(buzzer, True)

else:

GPIO.output(buzzer, False)

time.sleep(2)

Penjelasan Kode

  1. Inisialisasi bus I2C dan alamat sensor (0x5A)
  1. Konfigurasi pin GPIO untuk buzzer
  1. Fungsi read_temp() membaca data suhu dari register 0x07 sensor
  1. Konversi nilai mentah ke suhu Celsius
  1. Dalam loop utama, program membaca suhu, menampilkannya, dan mengaktifkan buzzer jika

melebihi 30°C

Pada penggunaan nyata untuk termometer tubuh, nilai ambang batas perlu disesuaikan (misal 37.5°C untuk deteksi demam) dan sensor perlu dikalibrasi dengan benar.

Kode lebih lanjut dapat dilihat pada halaman 64

18 of 20

Keunggulan Proyek Berbasis SBC

Kode Sederhana & Fleksibel

Python menawarkan sintaks yang mudah dipahami dan banyak library pendukung. Kode dapat dimodifikasi dengan cepat untuk menyesuaikan kebutuhan spesifik proyek.

Komponen Terjangkau

Sebagian besar sensor dan aktuator yang digunakan berharga antara Rp20.000-100.000, menjadikan eksperimen dengan SBC sangat ekonomis untuk lingkungan pendidikan.

Skalabilitas Tinggi

Proyek sederhana dapat dikembangkan menjadi sistem kompleks dengan menambahkan lebih banyak sensor, aktuator, atau menghubungkannya ke jaringan dan cloud.

Peluang Inovasi

Platform SBC membuka peluang untuk riset dan pengembangan solusi inovatif dalam berbagai bidang seperti pertanian presisi, kesehatan, dan otomasi industri.

19 of 20

Tips Eksperimen Lanjutan

Tambahkan Layar LCD

Integrasikan layar LCD 16x2 atau OLED untuk menampilkan data sensor secara real-time

tanpa memerlukan monitor eksternal.

Kirim Data ke Cloud

Gunakan koneksi Wi-Fi untuk mengirim data ke platform IoT seperti ThingSpeak,

AWS IoT, atau Google Cloud untuk analisis dan visualisasi jarak jauh.

Penyimpanan Data Lokal

Implementasikan database SQLite untuk menyimpan riwayat pembacaan sensor dan

analisis tren dari waktu ke waktu.

Sistem Terpadu

Kombinasikan beberapa sensor (BME280, HC-SR04, MLX90614) dalam satu sistem monitoring lingkungan

yang komprehensif.

Kontrol Jarak Jauh

Buat antarmuka web sederhana dengan Flask atau Django untuk memantau dan mengontrol sistem dari

browser di perangkat apa pun.

20 of 20

Terima Kasih

Siap jadi pengembang sistem cerdas masa depan?

Dengan memahami SBC, kamu telah membuka pintu menuju dunia teknologi yang luas. Lanjutkan eksplorasi, bereksperimen, dan ciptakan solusi-solusi inovatif untuk masa depan!