FI5086 �Bumi Antariksa dan Sains Kehidupan�
Galih Restu Fardian Suwandi
KK Fisika Nuklir dan Biofisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Sains Kehidupan 3��Fisika Sistem Hidup: Bioakustik dan Biooptika�
2
Bagian 1
Pendahuluan
3
Sebelumnya …
4
Telah dipelajari tubuh sebagai sistem mekanik dan aliran fluida
kini kita tinjau sebagai sistem gelombang
Gelombang dalam sistem biologis:
Keduanya membawa informasi dan energi, diolah oleh sistem biologis dengan cara sangat efisien.
Bagian 2
Bioakustik
5
Bioakustik
6
Bidang yang mempelajari interaksi antara sistem biologis dan gelombang suara
Rantai Suara
7
Konsep Dasar Akustik
Suara
gelombang longitudinal dari variasi tekanan udara.
8
Besaran fisis utama:
Frekuensi (Hz) 🡪 tinggi nada (pitch)
Amplitudo 🡪 intensitas (loudness)
Tubuh manusia dapat membentuk dan meresonansikan gelombang ini.
Anatomi Pembentuk Suara
9
Paru-paru
“pompa tekanan”
sumber energi udara
Pita suara
“senar resonator”
osilator/vibrator utama
Rongga mulut, hidung, tenggorokan
“pipa organa / resonator”
penguat resonansi
Lidah dan bibir
“pengubah bentuk gelombang”
artikulator
“Tubuh bekerja seperti alat musik biologis: paru-paru sebagai pompa udara, pita suara sebagai sumber getar, dan rongga kepala sebagai ruang resonansi.”
Sistem Produksi Suara Manusia
10
Mekanika Pita Suara
11
Frekuensi getaran pita suara
Mekanika Pita Suara
12
Bernoulli Effect
Resonansi Suara Manusia
13
Rongga mulut, hidung, dan dada bertindak sebagai resonator Helmholtz, memperkuat frekuensi tertentu (formants).
Resonansi terjadi jika:
Traktus vocal (vocal tract) dapat dimodelkan sebagai pipa organa tertutup 🡪 tertutup di pita suara, terbuka di bibir.
Resonansi Suara Manusia
14
“Suara manusia khas karena perbedaan panjang dan bentuk rongga resonansi.”
Tiga formant utama (puncak resonansi) dalam bunyi vokal kira-kira sesuai dengan harmonik ke-1, ke-3, dan ke-5 dari frekuensi dasar.
Artikulasi Suara Manusia
15
Bergantung pada kombinasi posisi lidah dan bibir
“Fisika Menyanyi”
16
Head Voice dan Chest Voice
Suara manusia = getaran pita suara yang diperkuat oleh resonansi rongga tubuh (dada, tenggorokan, mulut, hidung, kepala).
Perbedaan warna suara (timbre) muncul karena perbedaan resonator aktif dan frekuensi resonansi.
Jenis suara | Resonator dominan | Karakter fisis | Frekuensi dominan |
Chest voice | Rongga dada & mulut bawah | Getaran kuat, amplitudo besar | Nada rendah, Formant 1-2 |
Head voice | Rongga kepala (sinus, tengkorak) | Getaran ringan, amplitude kecil | Nada tinggi, Format 3-4 |
Mixed voice | Kombinasi keduanya | Transisi halus antara kedua jenis di atas | Frekuensi menengah |
“Fisika Menyanyi”
17
Head Voice dan Chest Voice
Terkait resonansi pipa organa tertutup
(rongga kecil → frekuensi tinggi, seperti head voice).
Head voice dan chest voice merupakan pergeseran resonansi akustik tubuh pada frekuensi berbeda.�Contoh sempurna sistem bioakustik berosilasi terkopel antara paru-paru, pita suara, dan rongga resonator.
Kebiasaan 🡪 bakat
Tidak biasa 🡪 perlu dilatih
Bagian 3
Biooptika
18
Biooptika
19
Bidang yang mempelajari interaksi antara cahaya dan sistem biologis, meliputi:
“Melihat” adalah proses mengubah energi foton menjadi makna visual.
Konsep Dasar
20
Spektrum cahaya tampak: jendela penglihatan manusia
Anatomi Mata Manusia
21
Anatomi Mata Manusia
22
Kornea: pembias pertama cahaya 🡪 “lensa cembung tetap”
Pupil dan iris: mengatur intensitas cahaya 🡪 “diafragma kamera”
Lensa: mengatur fokus (akomodasi)🡪 “lensa variabel”
Retina: sensor cahaya (rods dan cones)🡪 “layar detektor”
Syaraf optik: transmisi sinyal ke otak🡪 “kabel data”
Pembentukan bayangan pada mata
23
Bayangan: nyata, terbalik, diproses otak
Mata memfokuskan cahaya pada retina dengan mengubah kelengkungan lensa.
Cacat pada mata
24
Cacat pada mata
25
Bagian 4
Penutup
26
Diskusi kelompok, hasilnya cukup dalam 1 berkas jawaban
27
Diskusi 1 – Produksi dan Resonansi Suara
Diskusi 2 – Sistem Optik Mata
Selesai
28