Thomas Djamaluddin
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika
Pusat Riset Antariksa, BRIN
Anggota Tim Hisab Rukyat,
Kementerian Agama RI
http://tdjamaluddin.wordpress.com/
Integrasi
Astronomi dan Sosial Humaniora
dalam Kalender Hijriyah
Astronomi
Ilmu Falak
Sosial Humaniora
Fikih Astronomi
Astronomi Membantu Ibadah
Penentuan �Awal Bulan Hijriyah
Dalil-dalil Penentuan Awal Bulan
Konfigurasi bumi-bulan-matahari menyebabkan terjadinya fase-fase bulan.
Hisab dan Rukyat setara – bisa dipertemukan
Shuumu li ru’yatihi
Data rukyat
Faqdurulahu
Formulasi hisab
Kriteria visibilitas
Verifikasi rukyat
Mengapa Harus Rukyat Hilal
Alat Bantu Rukyat vs �Masalah Kontras
Rukyatul hilal �adalah masalah kontras antara cahaya hilal �yang sangat tipis dan redup�dengan cahaya syafak (cahaya senja) yang masih cukup terang.
Bulan Sabit Siang Hari Bukan Hilal
Bulan Tua (Obs. Bosscha)
Saat Ijtimak (Legault)
Bulan muda (Elsasser)
Mengapa perlu ada kriteria dalam penentuan awal bulan?
Kriteria seperti apa �yang perlu kita adopsi?
Hisab Imkan Rukyat
Bagaimana menyatukan �kalender Islam?
Upaya Unifikasi Kalender Islam�di Indonesia
Fatwa MUI No 2/2004
Tindak Lanjut �Rekomendasi Fatwa MUI No. 2/2004
Pada pertemuan teknis MABIMS (Forum Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) 2016 disepakati kriteria baru MABIMS: tinggi bulan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Pada 2017 Kementerian Agama melaksanakan Seminar Internasional Fikih Falak yang dihadiri perwakilan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, serta Yordania. Seminar berhasil merumuskan Rekomendasi Jakarta 2017.
Salah satu rekomendasinya adalah mengusulkan kriteria baru: tinggi minimal 3 derajat dan elongasi (jarak bulan-matahari) 6,4 derajat.
Pada Pertemuan Pakar Falak MABIMS 2019 direkomendasikan untuk “Mewujudkan unifikasi kalender Hijriyah mengikuti kriteria MABIMS yang baru (tinggi 3 derajat, elongasi 6,4 derajat)
Rekomendasi Jakarta 2017�dan Kriteria baru MABIMS
Ilyas (1988))
Caldwell dan Laney (2001)
Rekomendasi Jakarta 2017
Untuk penyatuan Kalender Islam Global, diusulkan tiga hal berikut yang tidak terpisahkan:
Verifikasi �Kriteria baru MABIMS/RJ2017
Indonesia Menerapkan�Kriteria Baru MABIMS Mulai 2022
Garis Tanggal 1445 H/2024
Ramadhan 1445
Pada saat maghrib 10 Maret 2024 di Indonesia posisi bulan belum memenuhi kriteria baru MABIMS, tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat [3-6,4] (wilayah arsir hijau pada gambar atas) dan belum memenuhi kriteria Odeh (gambar bawah). 1 Ramadhan 1445 pada 12 Maret 2024.
Ada perbedaan dg kriteria Wujudul Hilal dan KHGT.
Syawal 1445
Pada saat maghrib 9 April 2024 di Indonesia posisi bulan sudah memenuhi kriteria baru MABIMS, tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat [3-6,4] (wilayah arsir hijau pada gambar atas) dan sudah memenuhi kriteria Odeh (gambar bawah). 1 Syawal 1444 pada 20 April 2024.
Seragam kriteria MABIMS, WH, dan KHGT untuk posisi bulan yang tinggi.
Dzulhijjah 1445
Pada saat maghrib 6 Juni 2024 di Indonesia posisi bulan belum memenuhi kriteria baru MABIMS, tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat [3-6,4] (wilayah arsir hijau pada gambar atas) dan belum memenuhi kriteria Odeh (pada gambar bawah). 1 Dzulhijjah 1444 pada 8 Juni 2024.
Seragam dengan kriteria Wujudul Hilal, berbeda dengan kriteria KHGT.