1 of 32

TEKNIK RADIOTERAPI

C

2 of 32

Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi adalah penanganan kanker dengan menggunakan radiasi dosis tinggi. Biasanya jenis radiasi yang digunakan adalah sinar-X, meskipun photon atau jenis energi lainnya juga mungkin digunakan.

3 of 32

Kanker

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal dan tidak terkendali.

4 of 32

Karakteristik Kanker

  • Destructive Merusak
  • Invasive Menyerbu
  • Metastatic Menyebar

5 of 32

Letak Kanker

  • Kanker primer dapat berada di seluruh organ tubuh seperti otak, paru-paru, usus, kulit, tulang kecuali jantung.
  • Kanker sekunder (metastasis) dapat berada pada jantung.

6 of 32

Pengobatan Kanker

  • Pembedahan →operasi
  • Kemoterapi →obat-obatan
  • Radioterapi →radiasi

7 of 32

Kanker Ginekologi

Sekelompok penyakit yang berkembang di organ reproduksi wanita, seperti vulva, vagina, leher rahim, rahim, ovarium, dan tuba fallopi, yang semuanya terletak di dalam panggul. Kanker ginekologi dinamai setelah organ di mana sel-sel kanker itu terbentuk.

8 of 32

Radioterapi pada Kanker Ginekologi

  • Tidak membutuhkan alat imobilisasi
  • Dapat menggunakan teknik 2D hingga teknik IMRT dan VMAT
  • OAR pada kasus kanker ginekologi (bladder dan rectum), organ sehat (tulang caput femur)
  • Dosis eksternal 40-60 Gy, boster 15-25 Gy
  • Boster dapat dilakukan internal dan eksternal

9 of 32

Radioterapi eksternal

10 of 32

11 of 32

12 of 32

13 of 32

Brakhiterapi

Menggunakan tandem yang dimasukkan ke rongga vagina

14 of 32

Kanker Mammae

Merupakan jenis kanker yang menyerang organ payudara, dimana sel dalam payudara membelah dan tumbuh diluar kendali. Kanker ini merupakan salah alah satu jenis kanker yang paling banyak diderita oleh masyarakat, khususnya wanita.

15 of 32

Anatomi Payudara

16 of 32

Radioterapi pada kanker mammae

  • Membutuhkan alat imobilisasi yaitu breast board
  • Dapat menggunakan teknik 2D hingga teknik IMRT dan VMAT
  • OAR pada kasus kanker ginekologi (paru-paru dan jantung)
  • Dosis eksternal 40-60 Gy, boster 15-25 Gy
  • Boster dapat dilakukan internal dan eksternal
  • Teknik potitioning tangan diangkat keatas

17 of 32

Immobilisasi

Breast board

18 of 32

Teknik Radioterapi

19 of 32

20 of 32

Kasus tertentu

21 of 32

22 of 32

Brakhiterapy

23 of 32

Kanker

Karsinoma atau kanker nasofaring adalah kondisi medis berupa munculnya pertumbuhan sel secara tidak normal, cepat, dan ganas di area sekitar belakang hidung dan bagian atas tenggorokan.

24 of 32

Anatomi

25 of 32

Teknik Radioterapi Kanker Nasofaring

  • Membutuhkan alat imobilisasi (Masks dan Headrests)
  • Dapat menggunakan teknik 2D hingga teknik IMRT dan VMAT
  • OAR pada kasus kanker ginekologi (cerebellum, brain stem, mandible, thyroid gland and brain)
  • Dosis eksternal 40-70 Gy 

26 of 32

27 of 32

Teknik 2D

28 of 32

29 of 32

Kanker Paru-Paru

  • Semua penyakit keganasan pada jaringan paru yang berasal dari sel-sel di dalam paru-paru (primer) maupun keganasan dari luar paru (metastasis).
  • Secara histologis, kanker paru-paru diklasifikasikan menjadi small cell lung cancer (SCLC) dan non-small cell lung cancer (NSCLC)

30 of 32

Radioterapi pada Kanker Paru-Paru

  • Membutuhkan alat imobilisasi (wing board)
  • Dapat menggunakan teknik 2D hingga teknik IMRT dan VMAT
  • OAR pada kasus kanker ginekologi (jantung, paru-paru, esofagus, dan sumsum tulang belakang)
  • Dosis eksternal 40-70 Gy 

31 of 32

Immobilisasi

Wing board

32 of 32

Terimakasih