1 of 28

Penerapan dan Evaluasi Strategi

2 of 28

Tahapan Manajemen Strategi

3 of 28

Hakikat Penerapan Strategi

4 of 28

Penerapan Strategi

5 of 28

Isu-Isu Manajemen

  1. Tujuan Tahunan

2. Kebijakan

3. Alokasi sumber daya

4. Manajemen Konflik

5. Kecocokan Struktur Organisasi dan Strategi ���

6. Restrukturisasi dan Reengineering

6 of 28

Struktur Organisasi (1)

7 of 28

8 of 28

Struktur Organisasi (2)

9 of 28

10 of 28

Struktur Organisasi (3)

11 of 28

12 of 28

Struktur Organisasi (4)

13 of 28

14 of 28

Pemasaran

• Ada beberapa contoh dari keputusan pemasaran yang membutuhkan kebijakan:

• Menggunakan dealer atau kombinasi saluran yang eksklusif dalam distribusi.

• Menggunakan iklan TV yang banyak, sedikit, atau tidak menggunakan sama sekali.

• Membatasi (tidak membatasi) kontribusi atas bisnis yang telah dilakukan dari satu konsumen.

• Menjadi pemimpin dalam penetapan harga atau menjadi pengikut.

• Menawarkan garansi yang lengkap atau terbatas.

• Memberikan penghargaan pada tenaga penjual berdasarkan gaji langsung, atau kombinasi

gaji/komisi.

• Melakukan iklan secara online atau tidak.

• Ada 2 variabel yaitu: segmentasi pasar dan penempatan (positioning) produk,

yang merupakan variabel yang penting dan sentral bagi penerapan strategi.

Keduanya menjadi kontribusi pemasaran paling penting pada manajemen

strategis.

15 of 28

Keuangan dan akuntansi

Mendapatkan modal dalam penerapan strategi

Penyusunan laporan keuangan

Anggaran keuangan

Mengevaluasi nilai dari suatu bisnis

Keputusan apakah perlu go public.

16 of 28

Isu-Isu Penilitian dan Pengembangan (1)

Personil penelitian dan pengembangan (litbang) pada umumnya akan diberi

perhargaan karena berhasil mengembangkan produk baru dan meningkatkan produk

lama sehingga penerapan strategi menjadi efektif. Beberapa kebijakan litbang yang

dapat meningkatkan pelaksanaan penerapan strategi adalah:

1. Menekankan peningkatan produk atau proses.

2. Menekankan pada riset dasar atau terapan.

3. Menjadi pemimpin atau pengikut dalam litbang.

4. Mengembangkan tipe proses robotik atau manual.

5. Mengalokasikan jumlah anggaran litbang yang tinggi, sedang, atau rendah.

6. Menjalankan litbang sendiri atau mengontrakkannya ke pihak luar.

7. Menggunakan peneliti dari universitas atau peneliti swasta.

17 of 28

Isu-Isu Penilitian dan Pengembangan (2)

Ada 3 pendekatan yang dilakukan dalam litbang, yaitu:

• Menjadi perusahaan pertama yang memasarkan suatu produk dengan

teknologi baru.

• Menjadi peniru yang inovatif dari sebuah produk yang sukses, sehingga

meminimalkan risiko dan biaya awal/permulaan.

• Menjadi produsen berbiaya rendah dengan cara memproduksi produk yang

serupa secara masal namun lebih murah dari produk yang baru ditawarkan

perusahaan lain.

18 of 28

Evaluasi Strategi

19 of 28

Hakikat Evaluasi Strategi

• Evaluasi strategi merupakan proses yang rumit, sensitive dan terdiri dari banyak

kegiatan terkait yang menghabiskan biaya sangat mahal dan terkadang

kontra produktif. Agar tujuan strategi yang ditetapkan dapat tercapai, maka

perusahaan harus melakukan evaluasi strategi terutama dengan semakin

kompleksnya masalah lingkungan (internal dan eksternal) dan sulitnya

memprediksi masa depan organisasi.

• Proses evaluasi terbagi menjadi dua; awal dan akhir. Di awal atau pretest

merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan

eksekusi yang direncanakan. Sedangkan, di akhir atau post merupakan

evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan yang dijadikan

sebagai masukan untuk analisis situasi berikutnya.

20 of 28

Kriteria evaluasi strategi

• Konsistensi; sebuah strategi harus memiliki tujuan dan kebijakan yang konsisten. Konflik

dalam perusahaan dan pertikaian antar departemen adalah gangguan manajerial

yang sering terjadi. Persoalan ini menjadi tanda bahwa strategi tidak konsisten.

• Kelayakan; sebuah strategi harus menggunakan sumber daya dengan efektif dan tidak

membebani dan membuat masalah baru yang tidak dapat diselesaikan. Maka harus

dilakukan pengamatan apakah sebuah organisasi di masa lalu telah mempunyai

kemampuan, kompetensi, ketrampilan dan talenta yang dibutuhkan untuk menjalankan

suatu strategi tertentu.

• Kesesuaian; terkait dengan kebutuhan untuk mengkaji kecenderungan (trend) termasuk

kecenderungan individual dalam mengevaluasi strategi. Sebuah strategi harus mewakili

respons adaptif terhadap lingkungan eksternal.

• Keunggulan; sebuah strategi harus dapat mendorong dalam penciptaan atau

mempertahankan keunggulan kompetitif dibidang tertentu yang dihasilkan dari sumber

daya, ketrampilan atau posisi.

21 of 28

Pengertian Evaluasi Strategi

• Menurut David (2013), evaluasi merupakan proses penilaian dan pengukuran akan

efektivitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Data

yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan untuk analisis

berikutnya. Evaluasi strategi adalah tahapan akhir dalam tahapan manajemen

strategis. Para manajer perlu mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi

dengan baik. Oleh karena itu, mereka perlu mendapatkan informasi yang akurat.

Semua strategi dapat dimodifikasi karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu

berubah. Tiga aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah (Zand, 1978):

• Meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang

sekarang.

• Mengukur prestasi.

• Mengambil tindakan korektif.

22 of 28

Fungsi Evaluasi

Ada tiga jenis fungsi pokok evaluasi (Tilles, 1963), yaitu:

1. Mengukur kemajuan.

• Evaluasi merupakan proses untuk mengukur dan menilai pelaksanaan atau pencapaian tujuan

yang telah dirumuskan. Apabila tujuan tersebut dicapai secara bertahap, maka kegiatan dapat

dimonitor dengan evaluasi yang berkesinambungan. Harus dilihat tahapan manakah yang sudah

dapat diselesaikan; yang berjalan dengan mulus; dan yang mengalami kendala dalam

pelaksanaannya.

2. Menunjang penyusunan rencana

• Dari kegiatan evaluasi ada dua jenis kemungkinan hasil yang akan diperoleh, yaitu; hasil evaluasi

ternyata menggembirakan karena tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai atau hasil yang

tidak menggembirakan dengan ditemukannya penyimpangan, hambatan atau kendala.

3. Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.

• Evaluasi yang dilaksanakan secara berkesinambungan akan membuka peluang bagi evaluator

untuk membuat perkiraan (estimation), apakah tujuan yang telah dirumuskan akan dapat dicapai

pada waktu yang telah ditentukan atau tidak. Apabila diperkirakan tujuan tidak akan dicapai,

maka evaluator akan berusaha untuk mencari solusinya.

23 of 28

Tahapan sebelum mengadakan evaluasi

• Mengembangkan konsep dan mengadakan penelitian awal.

• Mencari tanggapan dari khalayak untuk mengukur efektivitas

• Mengkaji ulang landasan strategi bisnis/perusahaan.

• Mengembangkan Matriks EFE dan EFI yang telah direvisi.

• Mengukur kinerja organisasi (membandingkan hasil yang diharapkan dengan

kenyataan)

• Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana.

24 of 28

Balanced Scorecard (BSC)

• Balance scorecard (BSC) diperkenalkan oleh Kaplan dan Norton (1992) yang dijadikan bukan

sekedar alat ukur tetapi menjadi bagian daripada strategi. Keunikan BSC terlihat dari dua dimensi,

yaitu keuangan dan non-keuangan, sehingga pengukuran operasional atau kinerja dapat dihasilkan

lebih lengkap dan komprehensif. Ruang lingkup setiap pengukuran terdiri dari visi dan strategi suatu

unit usaha. Visi dan strategi tersebut diterjemahkan ke dalam empat perspektif yang masing-masing

dinyatakan dalam bentuk tujuan yang ingin dicapai organisasi.

• BSC terkait dengan sistem manajemen strategis yang digunakan untuk mengelola strategi jangka

panjang. Banyak perusahaan yang mencari alat atau metode ukur operasional yang inovatif dan

multifungsi seperti BSC. Penggunaan BSC menghasilkan berbagai proses manajemen penting,

diantaranya:

• Menterjemahkan dan memperjelas visi dan strategi;

• Mengkomunikasikan berbagai tujuan dan ukuran strategis;

• Merencanakan dan menetapkan sasaran;

• Mempelajari dan mengkoordinir berbagai inisiatif strategis;

25 of 28

4 Perspektif Balanced ScoreCard (BSC) (1)

a. Perspektif Keuangan

Perspektif keuangan menetapkan tujuan kinerja keuangan jangka pendek dan jangka panjang yang

mengacu pada konsekuensi keuangan global dari ketiga perspektif lainnya. Perspektif ini memiliki

tiga tema strategis bagi pengembangan tujuan dan ukuran operasional yang spesifik.

Pertumbuhan Pendapatan

Penurunan Biaya

Penggunaan Aset

b. Perspektif Pelanggan

Perspektif pelanggan mengacu pada tujuan keuangan yang mendefinisikan dan memilih

pelanggan dan segmen pasar untuk digunakan perusahaan dalam bersaing.

Tujuan dan Ukuran Utama (Core Objective dan Measures)

Nilai Pelanggan (Customer Value)

26 of 28

4 Perspektif Balanced ScoreCard (BSC) (2)

c. Perspektif Proses

Proses adalah sarana menciptakan nilai pelanggan dan pemegang saham. Perspektif ini mencakup

identifikasi proses untuk mencapai tujuan pelanggan dan keuangan. Untuk memberikan kerangka

kerja yang diperlukan, perspektif ini harus mendefinisikan rantai nilai proses yang terdiri dari 3 proses,

yaitu: proses inovasi, proses operasi dan proses pasca penjualan.

Proses Inovasi: Tujuan dan Ukuran

Proses Operasional: Tujuan dan Ukuran

Proses Pelayanan Pasca Penjualan: Tujuan dan Ukuran

d. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif ini adalah sumber kemampuan pencapaian tujuan tiga perspektif lainnya yang mempunyai

tiga tujuan utama, yaitu: penigkatan kemampuan karyawan, peningkatan motivasi, pemberdayaan

dan penglibatan karyawan, dan peningkatan kemampuan sistem informasi.

Kemampuan Karyawan

Motivasi, Pemberdayaan dan Pelibatan Karyawan

Kemampuan Sistem Informasi

27 of 28

Keunggulan Balance Scorecard

Mulyadi (2009) menjelaskan tentang keunggulan pendekatan

Balanced Scorecard dalam perencanaan strategis sebagai berikut:

1. Komprehensif

2. Koheren

3. Seimbang

4. Terukur

28 of 28

Tahapan Manajemen Strategi