Assalamu’alaikum Wr Wb
Akidah Akhlak
Kelas XI
BAB V
Kisah Teladan
Fatimah Az-Zahrah dan Uwais Al-Qarni
01
Biografi Singkat
Riwayat hidup di masa Anak-anak
02
Biografi Singkat
Riwayat hidup di masa Remaja
03
Biografi Singkat
04
Riwayat hidup di masa Dewasa
Riwayat hidup di masa Tua
01
Keistimewaan Fatimah
Fatimah mendapatkan beberapa julukan-julukan
Biografi Fatimah Az-Zahrah
01
Teladan yang Diambil
02
03
Sederhana
Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana, bahkan sering mengalami kekurangan, sehingga beberapa kali harus menggadaikan barang barang rumah tangga untuk membeli makanan. Suatu saat kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada orang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
Berbakti kepada Orang Tua dan Suami
Fatimah selalu patuh kepada orang tuanya terutama ayahnya Nabi Muhammad SAW dan suaminya Ali bin Abi Thalib.
Sabar dan Rendah Hati
Sejak kecil, Fatimah telah menghadapi beberapa peristiwa yang menyedihkan. Dari mulai kehilangan anggota keluarga, hingga melihat bagaimana masyarakat memperlakukan ayahnya. Akan tetapi, ia tetap sabar. Ia juga bersikap rendah hati dalam menjalani kehidupan.
04
05
06
Lembut Tutur Kata danBerakhlak Mulia
Dermawan dan Gemar Membantu Sesama
Dalam suatu masa, Aisyah bahkan pernah mengatakan, "Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih mirip cara bicaranya seperti Rasulullah seperti Fatimah".
Pada suatu masa, datanglah seorang musafir ke hadapan nabi. Ia meminta bantuan karena kehabisan makanan. Mendengar hal itu, nabi meminta orang tersebut untuk mendatangi Fatimah. Seperti dugaan nabi, putrinya langsung menyambut musafir tersebut dan memberi kalung hadiah pernikahan dari sang suami. Fatimah mengatakan, "Jual lah kalung ini! Mudah-mudahan harganya cukup untuk memenuhi kebutuhanmu."
Ramah dan Tidak Sombong
Meskipun Fatimah termasuk dalam keluarga yang disegani, Ia tetap ramah dan tidak sombong kepada semua orang.
Biografi Uwais Al-Qarni
Uwais al-Qarni adalah penduduk Yaman, daerah Qarn dari kabilah Murad.�Hidup sebagian anak yatim, membuatnya sangat mencintai dan berbakti kepada�ibunya. Uwais al-Qarni pernah mengidap penyakit kusta, lalu berdoa kepada Allah�Swt. sehingga diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua�lengannya.
Teladan yang Diambil
Sederhana
Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.
Hormat dan Taat Kepada Orang Tuanya
Uwais al-Qarni juga figur yang sangat hormat dan taat kepada ibunya. Sebagian hidupnya digunakan untuk merawat dan mendampingi ibu yang sangat disayangi. Ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya.
Tawakkal dan Ramah
Walaupun ia mendapat perhatian sang penguasa waktu itu yaitu Umar bin Khattab, tetapi Uwais al-Qarni tidak memanfaatkan fasilitas dan kesempatan tersebut untuk bersenang-senang. Justru Uwais al-Qarni tidak mau diperlakukan istimewa, justru sebaliknya dia ingin diperlakukan sama dengan rakyat yang lain.
Wassalamu’alaikum Wr Wb