BAB 9
HAJI DAN UMRAH
PETA KONSEP
HAJI DAN UMRAH
Ibadah Haji
Ibadah Umrah
Praktik Ibadah Haji dan Umrah
Hikmah Ibadah Haji dan Umrah
Haji yaitu mengunjungi Baitullah untuk melakukan ibadah dengan ketentuan tata cara, syarat, dan waktu pelaksanaan tertentu
hukum haji wajib bagi yang mampu, dan hukum wajib haji hanya berlaku sekali seumur hidup
Ibadah Haji
Syarat-syarat Wajib Haji
1. Islam
2. Berakal
3. Merdeka
4. Balig
5. Mampu
Syarat Haji
Rukun Haji
1. Ihram
2. Wukuf di Padang Arafah
3. Tawaf Ifãdah
4. Sa’i
5. Tahallul
6. Tertib
Rukun Haji
Syarat Wajib Zakat Fitrah
Wajib Haji
Sunah Haji
Bagi laki-laki : 1. Dilarang memakai pakaian berjahit 2. Dilarang memakai tutup kepala
Bagi perempuan : 1. Dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan
Bagi laki-laki dan perempuan : 1. Dilarang memakai wewangian 2. Dilarang menghilangkan rambut atau bulu badan lainnya 3. Dilarang memotong kuku 3. dilarang menikah, menikahkan, atau menjadi wali 4. Dilarang berburu dan binatang liar 5. Dilarang berhubungan suami istri
Larangan Haji
Dam adalah denda bagi seseorang yang melanggar wajib haji atau umrah
Pengertian Dam
Umrah adalah mengunjungi Baitullah untuk beribadah. Perbedaan haji dan umrah terletak pada waktu pelaksanaan , dan beberapa ibadah dalam haji yang tidak dilaksanakan dalam umrah
Pengertian Umrah
Hikmah Haji dan Umrah
.... وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَلٰمِينَ ﴿ال عمران : ٩٧﴾
” … Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan kewajiban haji ke Baitullah , yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”. (Q.S. Ãli ‘Imrãn/ 3 : 97)
Membaca Surah Ãli ‘Imrãn/ 3 : 97, Al-Baqarah/2 : 197, H.R Ahmad dan H.R Bukhari
Surah Ãli ‘Imrãn/ 3 : 97
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى ۚ وَاتَّقُونِ يٰٓا أُولِي الْأَلْبَابِ ﴿البقرة: ۱٩٧﴾
” (Musim) haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi, barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan) itu, maka janganlah berkata jorok (rafas), berbuat maksiat dan bertengkari dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat”. (Q.S Al-Baqarah/2 : 197)
Membaca Surah Ãli ‘Imrãn/ 3 : 97, Al-Baqarah/2 : 197, H.R Ahmad dan H.R Bukhari
Surah Al-Baqarah/2 : 197
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ ، يَعْنِي الْفَرِيضَةَ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لا يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ ﴿رواه أحمد ﴾
” Ibnu ‘Ãbbas radiyallãhu ‘anhu berkata : Rasullullah saw. Bersabda “Hendaklah kamu segera mengerjakan haji (yang wajib), karena sesungguhnya kamu tidak akan menyadari suatu halangan yang merintanginya”. (H.R Ahmad)
Membaca Surah Ãli ‘Imrãn/ 3 : 97, Al-Baqarah/2 : 197, H.R Ahmad dan H.R Bukhari
H.R Ahmad
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يُهِلُّ أَهْلُ المَدِينَةِ مِنْ ذِي الحُلَيْفَةِ، وَيُهِلُّ أَهْلُ الشَّامِ مِنَ الجُحْفَةِ، وَأَهْلُ نَجْدٍ مِنْ قَرْنٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ وَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَيُهِلُّ أَهْلُ اليَمَنِ مِنْ يَلَمْلَمَ ﴿رواه البخاري﴾
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallãhu ‘anhumã, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Penduduk Madinah hendaknya bertalbiyyah (memulai haji) di Zulhulaifah, penduduk Syam bertalbiyyah di Juhfah, dan penduduk Najed bertalbiyyah di Qarnul Manazil.” Abdullah bin Umar berkata telah sampai kepada saya bahwa Rasulullah saw bersabda, “Penduduk Yaman memulai ihram dari Yalamlam.”. (H.R Bukhari)
Membaca Surah Ãli ‘Imrãn/ 3 : 97, Al-Baqarah/2 : 197, H.R Ahmad dan H.R Bukhari
H.R Bukhari