1 of 45

Disampaikan pada Kegiatan

“Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum pada Madrasah

Oleh Pokjawas Madrasah Nasional”

Konsep

IKM PADA MADRASAH

Didin Hadiat

“Tim Penyusun IKM Pada Madrasah“

19 Januari 2023

2 of 45

Curiculum Vitae

Nama : Didin Hadiat, , M.Pd

NIP : 197005041997031002

TTL : Bandung, 04 Mei 1970

Jabatan : Pengawas Sekolah Madya

No. HP : 08129818355

Unit Kerja : Kantor Kemenag Kab.Tangerang Banten

Pengalaman : Guru (1992-2019), Kepala (2010 – 2018), Pengawas (2019 - )

Instruktur Nasional

TIM Pengembang PKB GTK Madrasah

Tim Pengembang kurikulum Direktorat KSKK

Assesor BAN SM

Tim Penilai Angka Kredit

Pengurus Pokjawasnas

Tim Penyusun KMA 347/2022

3 of 45

BIODATA

Nama : Martatik

Tempat/Tgl lahir : Ponorogo, 28 Desember 1975

Unit Kerja/Instansi : Pusdiklat Tenaga Teknis pendidikan dan

Keagamaan

Pendidikan Terahir : S1 Bahasa dan Sastra Arab IAIN Jakarta

Kurikulum Merdeka

4 of 45

CURAH PENDAPAT

Menurut Bapak dan Ibu, Kenapa kurikulum senantiasa berubah ? (18504515)

5 of 45

DUNIA BERUBAH!!!!!!

6 of 45

REVOLUSI PEMBELAJARAN

Regurgitating

Learn as receptacles of knowledge

Responding

Teacher centered

Collaboration and

Interactive

Accessing Global Expertise

Project and Inquiry Based Learning (PBL)

Social Networking

Teacher as facilitator

Learners as Content Producers and Sharers

Educators as Resource

Guide

Open Access to

Information

The web as

curriculum

Access to Expert

Diversity of Network

Learners as Teachers

Learner as Connection-makers

Learners as Connectors,

Creators, and Constructivist

7 of 45

7

Penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran

2024

Kurikulum 2013,

Kurikulum Darurat,

dan Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi satuan pendidikan

Pemulihan pembelajaran

2022 - 2024

Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Prototipe di SP dan SMK PK

Pandemi

2021 - 2022

Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan)

Pandemi

2020 - 2021

Kurikulum 2013

Pra pandemi

Kurikulum merdeka diberikan sebagai opsi bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

8 of 45

MERDEKA BELAJAR

9 of 45

CURAH PENDAPAT

Apa yang Bapak dan Ibu ketahui tentang merdeka belajar ? (34423463)

Merdeka Belajar adalah belajar yang diatur sendiri oleh pelajar. Pelajar yang menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya.

Dari Sudut pandang Pengajar , merdeka belajar berarti belajar yang melibatkan murid dalam penentuan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar

10 of 45

KEMERDEKAAN DALAM BELAJAR

KI HADJAR DEWANTARA

“……hidup tumbuhnya anak-anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik. Anak-anak itu sebagai makhluk, sebagai manusia, sebagai benda hidup, teranglah hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri…..”

“…..kekuatan kodrati yang ada pada anak-anak itu tiada lain ialah segala kekuatan dalam hidup batin dan hidup lahir dari anak-anak itu, yang ada karena kekuasaan kodrat….”

“...kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu ‘dipelopori’, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahaun dengan menggunakan pikirannya sendiri...”

11 of 45

Belajar bukan dikendalikan pengajar

Belajar bukan dengan cara yang seragam

Belajar bukan hanya menghafal rumus

Belajar bukan untuk dinilai pengajar

Tapi disepakati bersama antara Pengajar dan Pelajar

Tapi cara diferensiasi cara Belajar

Tapi menalar dan menyelesaikan masalah

Tapi belajar bersama untuk membangun kesadaran

Tapi untuk mencapai tujuan belajar yang bermakna

Belajar Bukan untuk Ujian

MERDEKA BELAJAR

Belajar bukan dinilai oleh besarnya angka

Tapi oleh karya yang bermakna

12 of 45

KONSEP GURU MERDEKA BELAJAR

Guru merdeka belajar adalah guru yang senantiasa berefleksi untuk menyesuaikan pemikiran dan perbuatannya terhadap perubahan dalam upaya mencapai tujuan

13 of 45

KOMITMEN PADA TUJUAN

  1. Melakukan praktek yang membuatnya sadar utuh terhadap Pembelajaran yang esensial
  2. Memahami dan memprioritaskan murid sebagai subjek
  3. Menetapkan tujuan dan target yang menantang tapi realistis

14 of 45

CARA 5M PADA PEMBELAJARAN MERDEKA BELAJAR

  1. Memanusiakan hubungan
  2. Memahami Konsep
  3. Membangun Keberlanjutan
  4. Memilih Tantangan
  5. Memberdayakan konteks

15 of 45

MEMAHAMI HUBUNGAN

  1. Siswa yang akan mengalami proses sehingga desain belajar apapun harus disesuaikan dengan profil Siswa
  2. Melakukan Upaya memahami murid sebelum merancang dan melakukan Pembelajaran
  3. Membangun relasi positif dengan murid sebelum pengajaran

16 of 45

MEMAHAMI KONSEP

  1. Kurikulum maupun desain belajar terdiri dari 3 konsep yaitu:
  2. Cita, Tujuan belajar yang mau dicapai beserta bukti dan asesmennya
  3. Rasa, Rangkaian strategi dan kegiatan belajar yang dilakukan guru
  4. Cakupan, Konten yang dipelajari murid
  5. Memandu siswa menemukan pemahaman terhadap suatu konsep

17 of 45

MEMBANGUN KEBERLANJUTAN

  • Proses mendesain strategi Pembelajaran sebagai proses yang literaasi, berulang secara berkelanjutan, proses mendesain. Maksudnya setiap elemen merupakan bagian yang saling terkait, dapat dikaji dan diperbaiki berulang sampai menemukan desain belajar yang komprehensif
  • Memberi Umpan Balik terhadap cara dan hasil belajar siswa

18 of 45

MEMILIH TANTANGAN

  • Desain belajar hendaknya menetapkan tujuan dan aktivitas belajar yang menantang bagi siswa, sedikit diatas kemampuan awal siswa untuk membantu siswa melakukan penguasaan kompetensi
  • Aktivitas Pembelajaran dibuat beragam agar siswa dapat menentukan pilihan

19 of 45

MEMBERDAYAKAN KONTEKS

  • Mendesain strategi Pembelajaran memperhatikan potensi dan sumber belajar yang ada di sekitar sekolah, yang akan memperkaya proses belajar siswa sekaligus Pembelajaran menjadi bermakna
  • Melibatkan Orang tua dalam pengajaran dengan memberi pilihan beragam peran

20 of 45

20

Keunggulan Kurikulum Merdeka

Lebih Sederhana dan Mendalam

Fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.

1

21 of 45

21

Lebih Merdeka

2

Peserta didik: Peserta didik menentukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan profil pelajar.

Guru: Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

Sekolah: memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

22 of 45

22

Lebih Relevan dan Interaktif

Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

3

23 of 45

KURIKULUM MERDEKA�KMA 347 TAHUN 2022

24 of 45

BAB I

  • Latar Belakang
  • Maksud dan tujuan
  • Sasaran
  • Ruang Lingkup
  • Pengertian Umum

25 of 45

Tujuan Pendidikan Nasional

Tingkat perkembangan Peserta Didik

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

Jalur, Jenjang, dan Jenis pendidikan

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Raudhatul Athfal

Standar Kompetensi Lulusan pada Madrasah Ibtidaiyah

Standar Kompetensi Lulusan pada Madrasah Tsanawiyah

Standar Kompetensi Lulusan pada Madrasah Aliyah

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Dasar

BAB II, STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

SLIDE25

26 of 45

BAB III, STANDAR ISI PAI DAN B. ARAB

DASAR

LANDASAN

  1. Standar Kompetensi Lulusan
  2. Standar Nasional Penddikan (PP 57/2021 –PP 4 /2022)
  • muatan wajib sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan
  • konsep keilmuan; dan
  • jalur, jenjang, dan jenis pendidikan

STANDAR ISI

Standar Isi PAI Dan Bahasa Arab RA, MI, MTs, MA

SLIDE26

27 of 45

Bab IV, Struktur Kurikulum

Kurikulum 2013

  • Struktur kurikulum berpedoman pada KMA 184 Tahun 2019

Kurikulum Merdeka

  • Pembelajaran instrakurikuler (70 – 80 %)
  • Pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan karakter profil pelajar pancasila (20-30%)

SLIDE27

28 of 45

Pembagian Fase MI, MTs dan MA

1

2

3

Struktur kurikulum MTs

  1. Fase D untuk kelas VII, VIII dan IX

Struktur kurikulum MA

  1. Fase E untuk kelas X
  2. Fase F untuk kelas XI dan XII

Struktur kurikulum MI

  1. Fase A untuk kelas I dan kelas II;
  2. Fase B untuk kelas III dan kelas IV; dan
  3. Fase C untuk kelas V dan kelas VI

29 of 45

Kemenag

Capaian Pembelajaran

Keputusan Dirjen Pendis No. 3211 tahun 2022 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan B. Arab Kurikulum Merdeka Pada Madrasah

Kemendiknasristek

Keputusan Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD, Jenjang Dasar dan Jenjang Menengah Pada Kurikulum Merdeka

Keputusan Kepala BSKAP No. 009/H/KR/2022 Tentang Dimensi, Elemen dan Sub Elemen Profil Pelajar pancasila pada Kurikulum Merdeka

30 of 45

Struktur Kurikulum Merdeka MI

30

Mata Pelajaran

Alokasi Waktu Per Tahun

I

II

III - V )

VI

Pendidikan Agama Islam*;

a. Al Quran Hadis

72 (2)

72 (2)

72 (2)

64 (2)

b. Akidah Akhlak

72 (2)

72 (2)

72 (2)

64 (2)

c. Fikih

72 (2)

72 (2)

72 (2)

64 (2)

d. SKI

72 (2)

64 (2)

Bahasa Arab

72 (2)

72 (2)

72 (2)

64 (2)

Pendidikan Pancasila

144 (4)

144 (4)

144 (4)

128 (4)

Bahasa Indonesia

216 (6)

252 (7)

216 (6)

192 (6)

Matematika

144 (4)

180 (5)

180 (5)

160 (5)

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

180 (5)

160 (5)

Pendidikan Jasmani

Olahraga dan Kesehatan

108 (3)

108 (3)

108 (3)

96 (3)

Seni dan Budaya**:

  1. Seni Musik
  2. Seni Rupa
  3. Seni Teater
  4. Seni Tari

Prakarya (Budidaya, Pengolahan, Kerajinan, dan Rekayasa)

108 (3)

108 (3)

108 (3)

96 (3)

Bahasa Inggris

72 (2)

72 (2)

72 (2)

64 (2)

Muatan Lokal ****

72 (2) ***

72 (2) ***

72 (2) ***

64 (2) ***

Total*****:

1152 (32)

1224 (34)

1440 (40)

1280 (40)

31 of 45

Struktur Kurikulum Merdeka MTs

31

Mata Pelajaran

Alokasi Per Tahun

VII -VIII

IX

Pendidikan Agama Islam*;

a. Al Quran Hadis

72 (2)

64 (2)

b. Akidah Akhlak

72 (2)

64 (2)

c. Fikih

72 (2)

64 (2)

d. SKI

72 (2)

64 (2)

Bahasa Arab

108 (3)

96 (3)

Pendidikan Pancasila

72 (2)

96 (3)

Bahasa Indonesia

180 (5)

192 (6)

Matematika

144 (4)

160 (5)

Ilmu Pengetahuan Alam

144 (4)

160 (5)

Ilmu Pengetahuan Sosial

108 (3)

128 (4)

Bahasa Inggris

108 (3)

128 (4)

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

72 (2)

96 (3)

Informatika

72 (2)

96 (3)

Mata pelajaran Seni dan Prakarya **:

  1. Seni Musik
  2. Seni Rupa
  3. Seni Teater
  4. Seni Tari Prakarya (Budidaya,

Kerajinan, Rekayasa, atau Pengolahan

72 (2)

96 (3)

Muatan Lokal

72 (2)

64 (2)

Total****:

1440 (40)

1568 (49)

32 of 45

STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA MA

32

Mata Pelajaran

Alokasi Intrakurikuler per tahun (pekan)

X

XI

XII

Kelompok Mata Pelajaran Umum:

        • Pendidikan Agama Islam*:

 

 

 

  1. Al Quran Hadis

72 (2)

72 (2)

64 (2)

  1. Akidah Akhlak

72 (2)

72 (2)

64 (2)

  1. Fikih

72 (2)

72 (2)

64 (2)

  1. SKI

72 (2)

72 (2)

64 (2)

    • Bahasa Arab

144 (4)

72 (2)

64 (2)

3. Pendidikan Pancasila

72 (2)

72 (2)

64 (2)

4. Bahasa Indonesia

108 (3)

108 (3)

108 (3)

  1. Matematika

108 (3)

108 (3)

108 (3)

  1. Ilmu Pengetahuan Alam: Fisika, Kimia, Biologi

216 (6)

 

  1. Ilmu Pengetahuan Sosial: Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi

288 (8)

 

  1. Bahasa Inggris

72 (2)

72 (2)

64 (2)

  1. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

72 (2)

72 (2)

64 (2)

  1. Sejarah

72 (2)

64 (2)

  1. Informatika

72 (2)

  1. Seni dan Budaya***:
    1. Seni Musik
    2. Seni Rupa
    3. Seni Teater
    4. Seni Tari

72 (2)

72 (2)

64 (2)

  1. Muatan Lokal

72 (2)****

72 (2)****

64 (2)****

Mata Pelajaran Umum

33 of 45

STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA MA

33

Kelompok Mata Pelajaran Pilihan

Kelompok Mata Pelajaran Agama:

 

792 (22)

704 (22)

1.

Ilmu Tafsir

2.

Ilmu Hadits

3.

Usul Fiqih

4.

Bahasa Arab

Kelompok Mata Pelajaran MIPA:

1.

Biologi

2.

Kimia

3.

Fisika

4.

Informatika

5.

Matematika tingkat lanjut

Kelompok Mata Pelajaran IPS:

1.

Sosiologi

2.

Ekonomi

3.

Geografi

4.

Antropologi

Kelompok Mata Pelajaran Bahasa dan Budaya:

1.

Bahasa Indonesia tingkat lanjut

2.

Bahasa Inggris tingkat lanjut

3.

Bahasa Korea

4.

Bahasa Arab

5.

Bahasa Mandarin

6.

Bahasa Jepang

7.

Bahasa Jerman

8.

Bahasa Prancis

Mata Pelajaran Kelompok Vokasi dan Prakarya:

1.

Prakarya dan kewirausahaan (budidaya, kerajinan, rekayasa, atau pengolahan)

Total per tahun*******:

1584 (44)

1800 (51)

1624 (51)

Mata Pelajaran Pilihan

  • Siswa memilih minimum 2 kelompok pilihan hingga syarat minimum jam pelajaran terpenuhi
  • memilih 4 - 5 mata pelajaran
  • Maksimal pilihan yang diambil dari 1 kelompok mata pelajaran pilihan adalah 3 mata pelajaran

34 of 45

BAB V

PEMBELAJARAN DI MADRASAH

Perencanaan

Pelaksanaan

Penilaian

35 of 45

BAB VI�IMPLEMENTASI KURIKULUM PADA MADRASAH

  1. Kurikulum merdeka diterapkan pada RA, MI, MTs, MA dan MAK secara terbatas pada madrasah percontohan/piloting mulai TP 2022/2023
  2. Tahun pertama pelaksanaan terbatas diterapkan pada peserta didik RA usia 4 sampai 5 tahun, kelas 1 dan 4 MI, kelas 7 MTs dan kelas 10 MA/MAK.
  3. Tahun kedua diterapkan pada peserta didik RA usia 5 sampai 6 tahun, kelas 1, 2, 4, dan 5 MI, kelas 7 dan 8 MTs, dan kelas 10 dan 11 MA/MAK.
  4. Tahun ketiga diterapkan pada peserta didik semua tingkatan

  1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran selain PAI dan Bahasa Arab berdasarkan ketetapan dari Kemendikbud
  2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab berdasarkan KMA 83 Tahun 2019.
  3. Struktur kurikulum RA berdasarkan KMA 792 Tahun 2018.
  4. Struktur kurikulum MI, MTs, MA dan MAK dan pedoman implementasinya berdasarkan KMA184 Tahun 2019.

kurikulum 2013

Kurikulum Merdeka di Madrasah

36 of 45

MEKANISME IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

  1. Madrasah secara mandiri melakukan persiapan implementasi kurikulum merdeka.
  2. Madrasah menyusun dan mengembangkan kurikulum operasional tingkat satuan pendidikan
  3. Madrasah yang sudah siap menerapkan Kurikulum Merdeka mengajukan usulan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  4. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota mengusulkan madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
  5. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi mengusulkan madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk mendapat penetapan.
  6. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menetapkan madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka.
  7. Madrasah yang telah ditetapkan sebagai pelaksana Kurikulum Merdeka dapat memilih 2 (dua) pilihan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
  8. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melakukan penyesuaian EMIS dan SIMPATIKA atau penyesuaian kebijakan GTK pada madrasah yang sudah ditetapkan sebagai pelaksana Kurikulum Merdeka.
  9. Direktorat Jenderal berhak menunjuk madrasah untuk menjadi piloting pelaksana kurikulum Merdeka.

Alur Pelaksana Kurikulum Merdeka

37 of 45

BAB VII

PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA MADRASAH

Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar

Rahmatan lil alamin

pelajar yang memiliki pola pikir, bersikap dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila yang universal dan menjunjung tinggi toleransi demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian dunia

profil pelajar Pancasila di madrasah yang mampu mewujudkan wawasan, pemahaman, dan perilaku taffaquh fiddin sebagaimana kekhasan kompetensi keagamaan di madrasah, serta mampu berperan di tengah masyarakat sebagai sosok yang moderat, bermanfaat di tengah kehidupan masyarakat yang beragam serta berkontribusi aktif menjaga keutuhan dan kemulyaan negara dan bangsa Indonesia.

38 of 45

PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR

  • Kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter
  • beriringan dan dapat disatukan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • Pelaksanaan dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan
  • Proyek penguatan dirancang terpisah dari intrakurikuler
  • Madrasah dapat melakukan secara terpadu dengan pembelajaran intrakurikuler
  • Dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek

  • Kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter
  • Pelaksanaan proyek dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan
  • Proyek dapat dirancang secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran intrakurikuler.
  • Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran proyek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler
  • Dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

39 of 45

PROYEK PENGUATAN PROFIL PANCASILA

Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin yang dapat dipilih dari nilai-nilai moderasi beragama :

  1. Berkeadaban (ta’addub),
  2. Keteladanan (qudwah),
  3. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah),
  4. Mengambil jalan tengah (tawassuṭ),
  5. Berimbang (tawāzun),
  6. Lurus dan tegas (I’tidāl),
  7. Kesetaraan (musāwah),
  8. Musyawarah (syūra),
  9. Toleransi (tasāmuh),
  10. Dinamis & inovatif (tathawwur wa ibtikâr)

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila pada MI, MTs, MA, MAK mengambil alokasi waktu 20-30% dari total jam pelajaran selama 1 tahun dengan tema:

  1. Hidup Berkelanjutan,
  2. Kearifan Lokal,
  3. Bhinneka Tunggal Ika,
  4. Bangunlah Jiwa & Raganya
  5. Demokrasi Pancasila
  6. Berekayasa & Berteknologi untuk membangun NKRI
  7. Kewirausahaan
  8. Kebekerjaan
  • 3 proyek dengan 3 tema berbeda untuk MTs dan MA kelas X,
  • 2 proyek dengan 2 tema berbeda untuk MI dan MA kelas XI&XII

40 of 45

BAB VIII

KURIKULUM OPERASIONAL MADRASAH

  1. Dikembangkan dan dikelola oleh madrasah dengan mengacu struktur kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah.
  2. Dikembangkan menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan daerah/kearifan lokal.
  3. Dalam mengembangkan dan mengelola melibatkan instansi terkait, komite Madrasah dan masyarakat.
  4. Komponen kurikulum terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan dan kekhasan madrasah, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan Pembelajaran serta pelaksanaan pembelajaran.
  5. Pada dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran, madrasah dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, modul ajar lain yang memiliki kesesuaian dan ketepatan, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran.
  6. Madrasah memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah.
  7. Ketentuan lebih lanjut dalam panduan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

41 of 45

BAB IX�SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM �MERDEKA PADA MADRASAH

  1. memberi penguatan dan bantuan teknis pelaksanaan kurikulum
  2. Pendampingan meliputi perencanaan dan pengembangan kurikulum operasional pada madrasah, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta penilaian atau asesmen pembelajaran, serta hal-hal teknis lainnya yang dibutuhkan madrasah.
  3. Teknis pelaksanaan pendampingan dilakukan oleh Direktorat Jendral, Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Perguruan Tinggi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
  4. Dilakukan sesuai dengan kondisi madrasah/ daerah

  1. Dilaksanaan oleh Kementerian di tingkat pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal, Badan Litbang dan Balai Diklat, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  2. Dilaksanakan oleh KKM, KKRA, MGMP, dan KKG sesuai dengan kondisi madrasah/ daerah
  3. Memberi pemahaman kepada pemangku kepentingan di madrasah tentang aspek konseptual dan teknis implementasi
  4. Mengondisikan seluruh pemangku kepentingan di madrasah mampu mengimplementasikan kurikulum

Pendampingan

Sosialisasi

42 of 45

BAB X�MONITORING DAN EVALUASI �PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA PADA MADRASAH

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kurikulum merdeka di madrasah bertujuan untuk menjamin bahwa implementasi kurikulum merdeka di madrasah berjalan optimal sesuai dengan harapan.

Monitoring dan evaluasi implementasi kurikulum merdeka pada Madrasah merupakan serangkaian kegiatan terencana, sistematis dalam mengumpulkan dan mengolah informasi data yang valid dan reliabel dari semua tahapan pelaksanaan kurikulum merdeka pada madrasah.

Evaluasi bertujuan untuk menguji efektivitas, efisiensi, relevansi, kelayakan (feasibility) rancangan, implementasi kurikulum dan pembelajaran pada Madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi dapat dijadikan referensi dalam memperbaiki dan menentukan tindak lanjut pengembangan kurikulum pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka selanjutnya

43 of 45

KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI

Materi Monev

Petugas Pelaksana

  1. Struktur kurikulum;
  2. Dokumen capaian pembelajaran;
  3. Pelaksanaan pembelajaran dan asesmen;
  4. Penggunaan perangkat ajar;
  5. Kurikulum operasional Madrasah.
  6. Dampak tengah waktu atau akhir program implementasi kurikulum Merdeka terhadap mutu kompetensi dan capaian pembelajaran pada madrasah.
  1. Badan Litbang dan Balai Diklat;
  2. Kanwil Kementerian Agama Provinsi;
  3. Kantor Kemenag Kabupaten/Kota;
  4. Komite Madrasah/masyarakat; dan
  5. Madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka
  6. Jabatan fungsional tertentu yang terkait
  7. Pengawas
  8. Pengembang teknologi pembelajaran

44 of 45

PENUTUP

Pedoman Kurikulum Merdeka pada madrasah ini sebagai acuan madrasah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum pada madrasah.

Madrasah diberi keleluasaan untuk melakukan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum sesuai dengan visi, misi, tujuan dan kondisi masing-masing madrasah. Dengan demikian diharapkan madrasah dapat meningkatkan kualitasnya dan mencapai kemajuan dengan senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan serta mengikuti perkembangan zaman.

Akhir dari Cerita

45 of 45

Maju Bersama

Madrasah Unggul Karena Kolaborasi antara guru, Kepala dan Pengawas

Guru Cerdas karena Kepala Cerdas

Guru Cerdas, Siswa Hebat, Madrasah Bermartabat