LENTUR PADA BALOK PERSEGI (TULANGAN TUNGGAL)
Asumsi Dasar Dalam Perencanaan
a.
b.
c.
d.
Pertemuan ke 2
Diagram Tegangan Regangan Baja
Diagram tegangan regangan baja membentuk empat daerah yaitu
Gambar 2.1 Diagram Tegangan Regangan Baja
Diagram Regangan Blok Tegangan Ekuivalen Beton
Menurut SK.SNI T-15-1991-03 Pasal 3.3.2 butir 7.(3), nilai reduksi ( ) = 0,08 untuk setiap kenaikan 10 MPa dari ( ) = 30 MPa. Ketentuan ini dirumuskan sebagai berikut:
Tabel 2.1 Koefisien Blok Beton
Koefisien Blok Strees | Mutu Beton ( ) MPa |
= 0,85 | |
| |
= 0,65 | |
Sedangkan hubungan antara dan
berikut ini:
Tabel 2.2 Nilai dan
seperti pada Tabel 2.2
( ) | | |
psi | MPa | SNI-91 |
3000 | 21 | 0,85 |
4000 | 28 | 0,85 |
5000 | 34 | 0,81 |
6000 | 42 | 0,76 |
7000 | 48 | 0,70 |
Keseimbangan Gaya
Persamaan keseimbangan gaya adalah:
Momen Nominal Penampang Balok: Mn = Cc. (d–½.a) = T (d – ½.a)
Mn = 0,85.fc’.b.k.d.(d – ½.k.d)
M = 0,85.f ’.b.d2.k.(1 – ½.k)
n c
Mn = As.fs.(d – ½.k.d)
Mn = As.fs.d.(1 – ½.k)
Tergantung nilai fs, ada 3 keruntuhan yang mungkin terjadi, yaitu:
→ Balanced reinforced
→ Under reinforced
→ Over reinforced
1. ANALISIS BALOK SEGIEMPAT BERTULANGAN TUNGGAL PADA KERUNTUHAN SEIMBANG
Baja tulangan mulai meleleh sedangkan daerah tekan beton mencapai regangan tekan maksimum
•
es = ey à fs = fy dengan ey = fy / Es
•
r = rb
Gambar 3.1 Analisis Penampang berdasarkan Blok Tegangan Ekivalen
Syarat:es = ey à fs = fy ecu = 0,003 ; r < rb
Momen Nominal Balok:
Mn = Cc.(d–½.ab) = Cc.(d – ½.kb.d) Mn = Cc.d.(1 – ½.kb)
M
c b b
= 0,85.f ’.b.d2.k .(1 – ½.k )
n
Mn = T.(d – ½.ab) = T.d.(1 – ½.kb)
Mn = Asb.fy.d.(1 – kb/d)
Lelehnya tulangan tarik diikuti lendutan yang besar
Syarat:es = ey à fs = fy ecu = 0,003 ; r < rb
Momen Nominal Balok:
n c
M = 0,85.f ’.b.d2.k.(1–½.k) atau
Mn = Cc.d.(1 – ½.k)
Mn = As.fy.d.(1 – ½.k) atau
Mn = T.d.(1 – ½.k)
Syarat penampang balok daktail:
Agar tidak terjadi keruntuhan getas, maka rasio tulangan baja
(r) harus ada pembatasan minimum & maximum dgn harga r: rmin = 1.4 / fy – fy dalam MPa
rmax = 0,75. rb
3. ANALISIS BALOK PERSEGI EMPAT BERTULANGAN TUNGGAL PADA KERUNTUHAN TEKAN
Keruntuhan diawali dengan hancurnya beton dan saat itu tegangan baja belum mencapai tegangan lelehnya.
ρ > ρb dan εc = εcu = 0,003, εs < εy
keruntuhan getas (brittle).
Berdasarkan diagram tegangan-regangan beton diatas didapat:
ε = ε
s
cu
⋅⎛ d − c ⎞ , c = k ⋅ d
⎜ ⎟
⎝ ⎠
c β1
⎛ 1− c
⎞
⎛ 1− k
⎞
ε = 0,003⋅ d ⋅⎜ d ⎟
; ε = 0,003⋅⎜ β1 ⎟ = 0,003⋅⎛ β1 − k ⎞
s
⎜
⎝
c
⎟
⎠
s
⎜
⎝⎜
k
β
⎟
⎟⎠
⎜ ⎟
⎝ k ⎠
1
ε < ε → f = E ⋅ε =Es ⋅ 0,003⋅⎛ β1 − k ⎞
s y s s y
k
⎜ ⎟
⎝ ⎠
Momen Nominal Balok: Mn = Cc.d.(1 – ½.a)
n c
M = 0,85.f ’.b.d2.k.(1–½.k)
Mn = T.d.(1 – ½.a)
Mn = As.fs.d.(1 – ½.k)
Kesimpulan:
Under Reinforced: es ³ ey diambil es = ey (leleh) Balanced: es = ey (leleh)
Over Reinforced: es < ey (belum leleh)
Under Reinforced: fs = fy (leleh) Balanced: fs = fy (leleh)
Over Reinforced: fs = Es.ey (belum leleh)
Posisi garis netral (c) untuk beberapa kondisi penulangan
•
Lanjutan Kesimpulan: Garis netral:
c1 < c2 < c3
r < rb
r > rb
•
•
•
Peraturan SK.SNI’91 telah membatasi rasio penulangan sbb.: Under Reinforced: r < 0,75.rb
Balanced: r = 0,75.rb
Over Reinforced: r > 0,75.rb
Kondisi Penulangan Kurang (Under Reinforced)
Pola Retak beban 20 kN
Pola Retak beban 25 kN
Pola Retak beban 30 kN
Pola Retak beban Ultimit 33,8 kN
Kondisi Penulangan Lebih (Over Reinforced)
Pola Retak beban 30 kN
Pola Retak Beban 45 kN
Pola Retak beban 60 kN Pola Retak Beban Ultimit Contoh soal 1:
Sebuah balok segiempat dengan ukuran
lebar (b) = 250 mm, tinggi (h) = 500 mm,
selimut beton ds = 50 mm, mutu baja fy = 400 MPa, mutu beton fc’
= 20 MPa, dan modulus elastisitas (Es) = 2.105 MPa.
Hitung Momen Nominal untuk kondisi: r = 0,5 rb
r = 0,75 rb
r = rb
r = 1,25 rb
Tabel Hasil Perhitungan
r | Kasus 1 | Kasus 2 | Kasus 3 | Kasus 4 |
0,50.rb | rmax =0,75.rb | rb | 1,25.rb | |
As (mm2) | 1.219,219 | 1.828,828 | 2.438,438 | 3.048,047 |
r (%) | 1,084 | 1,626 | 2,168 | 2,709 |
T = Cc (N) | 487.687,50 | 731.531,25 | 975.375,00 | 1.037.288,22 |
k | 0,255 | 0,383 | 0,510 | 0,542 |
j | 0,873 | 0,809 | 0,745 | 0,729 |
Mn (kN.m) | 191,478 | 266,232 | 326,994 | 340,195 |
Mn/Mb | 0,59 | 0,81 | 1,00 | 1,04 |
A =1912500 N, B=1828828 N, C=1554504 N Cc= 0,85 fc’.b.d.k= 1037288,22 N
Mn= Cc.d.j= 340,195 KN.m
Desain Penulangan Lentur Balok Persegi Bertulangan ` Tunggal
Diketahui: Md, b, d, fc’, fy Ditanya: As = ?
Prosedur Desain:
1. Menghitung Momen Nominal (Mn): Mn = Md ϕ
2.
Menentukan nilai kperlu
3. Menentukan nilai As yang diperlukan
4.
5.
Pilih tulangan dengan syarat: Ast ³ As Kontrol kapasitas momen, syarat: Mnt ³ Mn
Desain Penampang Balok Persegi Bertulangan ` Tunggal
1. Menentukan ukuran penampang
Tentukan nilai lebar (b) b/d = ½ à d = 2. b
Keterangan: ACI 95 / SNI 91
UBC/Gempa Pengalaman
: kmaks £ 0,75.kb
: kmaks £ 0,50.kb
: kmaks £ 0,30.kb
2.
Menentukan nilai kperlu
3.
Menentukan Luas Tulangan Perlu Asperlu
Check tulangan yang dipakai:
Ast ³ Asperlu dan Asmin £ Ast £ Asmaks
4. Kontrol Kapasitas Momen Nominal:
Contoh soal 2:
Sebuah pelat lantai sebuah bangunan air dengan tebal 120 mm, selimut beton ds = 20 mm, mutu baja fy = 240 MPa, dan mutu beton fc’ = 15 MPa. Momen ultimit yang bekerja pada pelat tersebut adalah sebesar 11,64x106 N.mm.
Desainlah tulangan pelat tersebut per meter. Penyelesaian:
Momen Nominal:
Rasio tulangan minimum:
ρ
min
= 1,4 = 1,4 = 0,00583
f y 240
Rasio tulangan maksimum:
Tinggi efektif pelat:
perkiraan diameter tulangan ∅ = 12 mm
Rasio Tulangan Perlu:
Luas tulangan perlu:
dicoba tulangan Ø = 12 mm
Maka dipakai tulangan Ø12–160
Cek jarak antar tulangan 160 mm < 3h = 360 mm dan < 500 mm
…. ok!
Umpan Balik Modul 3
Soal 1
Sebuah balok segiempat yang terletak diatas 2 tumpuan dengan panjang bentang balok L = 10 m dan memikul beban merata berfaktor total sebesar qu, balok tersebut berdimensi lebar 350 mm, tinggi 600 mm, diameter sengkang 8 mm dan jarak minimum antar tulangan utama 20 mm. Tulangan tarik 8D-28 dan tulangan tekan 6D-28, selimut beton 50 mm. Hitunglah besarnya beban qu yang mampu dipikul penampang balok.
Nim Ganjil: fy = 350 MPa, fc’ = 22 MPa. Nim Genap: fy = 400 MPa, fc’ = 32 MPa.
Soal 2
Sebuah balok segiempat dengan ukuran lebar (b) = 250 mm, tinggi
(h) = 500 mm, selimut beton ds = 50 mm, mutu baja fy = 400 MPa, mutu beton fc’ = 20 MPa, dan modulus elastisitas (Es) = 2.10 MPa.
5
Momen ultimit yang bekerja adalah 160 kN.m
Desainlah tulangan balok tersebut dengan kondisi under reinforced.
Soal 3
Sebuah pelat satu arah dengan tebal 150 mm, selimut beton ds = 20 mm, mutu baja fy = 300 MPa, dan mutu beton fc’ = 20 MPa. Momen ultimit yang bekerja pada pelat tersebut adalah sebesar 15 kN.m.
Desainlah tulangan pelat tersebut per meter.