1 of 43

PENGOLAHAN HASIL HUTAN

Dr. FARAH DIBA, S.Hut, M.Si

2 of 43

Pengolahan Hasil Hutan

  1. Kayu lapis
  2. Papan partikel
  3. Papan semen
  4. Papan lamina
  5. Papan serat

3 of 43

PAPAN SEMEN

4 of 43

PAPAN SEMEN

  • Disebut papan an-organik atau papan mineral.
  • Papan semen (cementboard) adalah papan yang dibuat dari serpih atau wol kayu yang direkat dengan perekat an­organik/semen.
  • Kayu dari berbagai jenis, terutama yang berat jenisnya tidak terlalu tinggi (berbentuk kayu bulat kecil atau lirnbah) dapat dibuat papan semen.

5 of 43

6 of 43

7 of 43

8 of 43

Kayu Sebagai Bahan Papan Semen

  • Harus lebih dulu dibuat menjadi serpih/partikel atau wol kayu (bentuk kayu seperti pita panjang).
  • Kadar zat ekstraktif di dalam kayu dapat menghambat proses perekatan kayu dan semen.
  • Mengurangi zat ekstraktif kayu dapat dilakukan dengan merendam wol kayu/serpih tersebut dalam air (air panas atau air dingin).

9 of 43

Kayu Sebagai Bahan Papan Semen

  • Berat jenis kayu dapat mempengaruhi kualitas papan semen yang dihasilkan.
  • Kayu dengan berat jenis yang lebih rendah umumnya lebih baik apabila dijadikan bahan papan semen.
  • Kadar air kayu sebelum dijadikan serpih/wol dianjurkan antara 18 – 30%, sedang kadar air kayu bila telah berbentuk serpih atau wol adalah 13 - 20%.
  • Wol kayu tidak boleh terlalu kasar dan strukturnya harus sama/seragam. Dimensi wol/serpih kayu yang dianjurkan mempunyai panjang minimal 8 cm, lebar antara 3 – 6 mm dan tebalnya antara 0,2 – 0,3 mm

10 of 43

Katalisator

  • Katalisator adalah suatu bahan yang dicampur pada semen (sebagai perekat) dengan tujuan untuk mempercepat proses perekatan dan memperkuat ikatan semen pada kayu.
  • Sebagai katalisator dapat digunakan CaCl2, MgCl2, Ca (OH)2 Na, silikat atau lime milk konsentrasi 2 – 3%.
  • Pemberian/perendaman bahan (serpih atau wol) dengan katali­sator dapat dilakukan sebelum bahan tersebut dicampur dengan perekat semen.
  • Perendaman dapat dilakukan dalam suatu bak perendaman selama 15 – 30 menit saja.

11 of 43

Perekat Semen

  • Jenis perekat : calcined gymsum, porland cement dan magnesite/magnesium oxy-sulphate cement.
  • Bahan perekat semen (portland cement) adalah bahan perekat yang berbentuk tepung halus. Penggunaannya dicampur dengan air yang memberikan reaksi hidratasi (setting dan hardening).
  • Klasifikasi baik tidaknya kayu sebagai bahan papan semen juga tergantung suhu hidratasinya lebih besar dari 600C berarti balk, jika antara 55 ‑600C berarti sedang dan jika di bawah 550C berarti kurang/tidak balk.

12 of 43

Perekat Semen

Komposisi Kimia Perekat Semen

No.

Komposisi

Persen (%)

1.

Bagian yang tidak larut

0,2 — 3,0

2.

Silikat yang tidak larut (S102)

16,0 — 26,0

3.

Aluminium (Al203)

4,0 — 8,0

4.

Feri oksida (Fe203)

2,0 — 5,0

5.

Calsium oksida ( CaO)

59,0 — 67,0

6.

Magnesium oksida (MgO)

0,3 — 5,0

7.

Kalium oksida (K20)

0,4 — 0,8

8.

Natrium oksida (Na203)

0,2 — 0,6

9.

Titanium oksida (Ti02)

0,1 — 00,2

10.

Manganium oksida (Mn203)

0,6 — 3,0

11.

Sulfat (SO4)

0,5 — 3,0

12.

Sulfit (S03)

0,0 — 2,0

13.

Phosphor pentoksida (P205)

0,0 — 1,0

14.

Kehilangan dalam

pembakaran

0,5 — 3,0

13 of 43

Kebutuhan Bahan Serpih pada Papan Semen

Tebal Papan

(mm)

Wol Kayu/Serpih

(kg/m3)

Semen (kg/m3)

15

150

230 — 280

25

140

200 —240

35

130

200 — 230

50

110

160 — 180

14 of 43

Cara Pembuatan Papan Semen

Cara Sederhana

  • Wol/serpih kayu dengan panjang 8 – 50 cm, lebar 3 – 6 mm dan tebal 0,2 – 0,3 mm direndam air bersih selama 24 jam dan diaduk.
  • Dipindahkan dalam katalisator (air kapur atau CaCl2 2 – 3%) dan direndam selama 15 – 30 menit. Kemudian dicampur dengan semen.
  • Setelah penyampuran dilakukan pencetakan papan
  • Pengepresan dalam cetakan selama 15 –30 menit untuk pengkondisian, kemudian di press pada mesin selama 18 jam. Setelah itu dilepaskan dari cetakan dan papan dibiarkan di ruangan selama 1 minggu (pengkondisian)

15 of 43

Cara Semi Mekanis/Mekanis

A. Bahan wol kayu (papan semen wol kayu)

  • Bahan berupa log (kecil) yang telah bebas kulit, dipotong menjadi ukuran panjang tertentu (biasanya tidak melebihi 50 cm).
  • Dimasukkan dalam mesin pencacah.
  • Ditimbang secara bertahap sesuai dengan berat wol kayu yang akan dibuat papan semen setiap satu kali cetak (sekitar 3 –5 kg).
  • Selanjutnya perekat semen disemprotkan dari tangki semen pada wol kayu yang telah dibasahi dengan katalisator tertentu (misal Ca(OH)2 atau CaCl2 2 — 3%).

16 of 43

Cara Semi Mekanis/Mekanis

  • Dicetak dalam cetakan (dari kayu atau besi) secara manual.
  • Ditumpuk dan dilakukan pengepresan selama satu menit. (press permulaan).
  • Dipress dalam mesin untuk hidratasi semen selama 24 jam dalam keadaan masih dijepit.
  • Jepitan (klem) dibuka, dan papan semen wol kayu yang masih lembab tersebut dikeringkan dalam ruangan terbuka selama satu minggu.
  • Pengerjaan akhir dari pembuatan papan semen wol kayu adalah pemotongan tepinya dengan gergaji mesin sirkel dan sortasi.

17 of 43

Cara Semi Mekanis/Mekanis

B. Bahan serpih kayu (papan semen serpih)

  • Bahan kayu berupa log (kecil) yang telah bebas kulit, dipotong menjadi ukuran panjang tertentu (biasanya tidak melebihi 50 cm).
  • Dimasukkan dalam mesin chip (chipper).
  • Digiling dan dilakukan penyaringan dalam mesin pengayak (loreener).
  • Ditimbang secara bertahap sesuai dengan berat wol kayu yang akan dibuat papan semen setiap satu kali cetak (sekitar 3 — 5 kg).

18 of 43

Cara Semi Mekanis/Mekanis

  • Perekat semen disemprotkan dari tangki semen pada serpih kayu yang telah dibasahi dengan katalisator tertentu (misalnya Ca(OH)2 atau CaCl2 2 —3%).
  • Dicetak dalam cetakan (dari kayu atau besi) secara manual dan dilakukan pengepresan selama satu menit.
  • Dipress untuk hidratasi semen selama 24 jam dalam keadaan masih dijepit/diklem.
  • Jepitan dibuka dan dikeringkan dalam ruangan terbuka selama satu minggu.
  • Pengerjaan akhir dari pembuatan papan semen adalah pemotongan tepinya dengan gergaji mesin sirkel dan sortasi

19 of 43

PAPAN LAMINASI

LOGO

20 of 43

  • PAPAN LAMINA DIPRODUKSI DARI PEREKATAN FINIR ATAU KAYU SEJAJAR DENGAN ARAH SERAT

21 of 43

PAPAN LAMINASI

  • Papan laminasi kelompok papan sambung/jointboard.
  • Jika dilapis lagi dengan venir (biasanya 2 lapis di atas dan 2 lapis di bawah), disebut lumber core board,
  • Lumber core board yaitu jenis papan tiruan yang bagian tengah(core)nya berupa susunan strip kayu yang disusun menjadi papan lebar (lumber core).

22 of 43

PAPAN LAMINA TIDAK BERBENTUK PAPAN, SEPERTI PADA KAYU LAPIS, TETAPI DIBENTUK DALAM BERBAGAI UKURAN DAN SESUAI DENGAN PENGGUNAAN

jointboard

23 of 43

  • PAPAN LAMINA TERBAGI DUA :
  • LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) DAN GLUED LAMINATED TIMBER (GLULAM)

24 of 43

Laminated Veneer Lumber (LVL)

25 of 43

GLUED LAMINATED TIMBER (GLULAM)

26 of 43

  • LVL is suitable for furniture
  • GLULAM is suitable for structural

27 of 43

Tipe-tipe Lumber Core Board Berdasar Ukuran Ketebalan

  • Battenboard : tebal lumber corenya lebih 25 mm,
  • Blockboard : tebal lumber corenya 7 – 25 mm,
  • Laminboard : tebal lumber corenya kurang 7 mm.

28 of 43

Bahan Baku

  • Limbah bahan baku industri, seperti : potongan log, sisa potongan kayu gergajian, sebetan/sisa pinggir kayu gergajian, log inti (sisa kupasan venir),
  • Log berukuran kecil/cabang
  • Log berkualitas rendah : kayu randu, kayu balsa, kayu sengon, kayu duren, kayu suren, merawan, khaya, pinus, mindi, leda, sonokembang, meranti putih ringan, dan sebagainya.

29 of 43

Strip Kayu

  • Individu potongan kayu kecil atau strip kayu yang apabila disusun akan menghasilkan Lumber Core = papan laminasi = papan sambung = jointboard.
  •  Ukuran strip kayu :

- Panjang = 30 –150 cm.

- Lebar = 5 – 15 cm (sekarang telah dikembangkan minimal satu in (2,54 cm),

- Tebal = 13 – 25 mm (sekarang telah dikembangkan minimal 6 mm).

30 of 43

Lumber Core

  • Strip-strip kayu disambung ke arah samping dan ke arah ujung satu dengan yang lain.
  • Papan sambung : ukuran minimal 30 x 50 cm atau kebanyakan 100 x 100 cm.
  • Blockboard : panjang/ lebarnya berukuran 3 – 9 feet.

31 of 43

Lumber Core

Bagan Lapisan-lapisan Penyusun dan Lumber Core Board yang dihasilkan (5 lapis)

32 of 43

Bentuk-bentuk Sambungan

a. Sambungan ke arah samping (arah lebar)

- plain (lurus)

- tounged & grooved (lekukan & tonjolan)

33 of 43

Bentuk-bentuk Sambungan

b. Sambungan ke arah ujung (antar ujung strip, arah panjang)

- end butt (lurus)

- plain scarf (nisi samping miring)

34 of 43

Bentuk-bentuk Sambungan

b. Sambungan ke arah ujung (antar ujung strip, arah panjang)

- vertical structural finger joint (sambungan bagian atas seperti jari)

- horizontal structural finger joint (sambungan bagian samping seperti jari)

- non structural finger

joint (sambungan

bagian samping

campuran antara

lurus & menjari)

35 of 43

PAPAN SERAT

36 of 43

PAPAN SERAT (fiberboard)

  • Jenis papan tiruan yang dibuat dari bahan pulp dan dipres secara panas.
  • Kelebihan adalah :

- Dapat menggunakan bahan baku kayu yang berasal dari limbah pengolahan, dari sisa kayu bulat kecil dan dari jenis-jenis kayu yang kualitasnya rendah.

- Prosesnya tidak menggunakan bahan penolong lain dan tanpa perekat. Perekat alami yang berasal dari bahan kayunya (lignin misalnya) sekaligus dapat dimanfaatkan.

37 of 43

Klasifikasi Papan Serat

Berdasarkan kerapatan atau berat jenisnya

  • Kerapatan kurang dari 0,40: insulation board, softboard
  • Kerapatan 0,40 –0,80 : semi hardboard (termasuk MDF)
  • Kerapatan 0,80 – 1,15 : hardboard
  • Kerapatan 1,15 – 1,45 : super hardboard

38 of 43

MEDIUM DENSITY FIBERBOARD

39 of 43

DICAMPUR PEREKAT

LOG KAYU

SERAT

DIPRESS (KEMPA PANAS)

PAPAN SERAT

Proses pembuatan papan serat

40 of 43

Proses Pembuatan �Papan Serat

  • Dibagi menjadi proses kering (smooth on two sides) dan proses basah (smooth on one sides).
  • Urutan proses pembuatan papan serat
    • Kayu dibuat serpih berukuran 2,5 cm x 2,5 cm x 1 cm.
    • Disaring.
    • Digrinda atau digilas
    • Jika proses kering/setengah kering, dikeringkan hingga kadar air 5 –15%. Jika proses basah, serat tersebut disaring dengan saringan datar.
    • Dicampur dengan bahan pengisi (bahan sizing).

41 of 43

Proses Pembuatan �Papan Serat

    • Meratakan serat tersebut di atas kasa.
    • Pemanasan pada suhu 150oC selama 5 jam.
    • Penggodokan papan serat tersebut dengan minyak kedelai/kemiri (suhu 160oC, selama beberapa waktu) dan kemudian mengeringkannya selama 5 – 9 jam).
    • Dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

42 of 43

LOGO

43 of 43

KUIS

  1. JELASKAN PROSES PEMBUATAN PAPAN SEMEN
  2. JELASKAN APA SAJA KELOMPOK PAPAN LAMINASI
  3. JELASKAN PROSES PEMBUATAN PAPAN SERAT