1 of 13

Konsep Dasar Konseling

PERTEMUAN 1

2 of 13

3 of 13

    • Pengertian Konseling

01

''Konseling adalah aplikasi berseni dari pengetahuan dan teknikpsikologis yang diturunkan secara ilmiah untuk tujuan mengubah perilaku manusia'' (Burke, 1989, hal. 12).

02

''Konseling terdiri dari aktivitas etis apa pun yang dilakukan konselor dalam upaya untuk membantu konseli terlibat dalam jenis perilaku yang akan mengarah pada penyelesaian masalah konseli'' (Krumboltz, 1965, hlm. 3).

03

''[Konseling adalah] aktivitas ... untuk bekerja dengan individu yang berfungsi relatif normal yang mengalami masalah perkembangan atau penyesuaian'' (Kottler & Brown, 1996, hlm. 7).

04

Konseling umumnya dicirikan oleh adanya kesepakatan yang jelas antara seorang konselor dengan klien (konseli) untuk bertemu dalam suasana pribadi, pada waktu tertentu, dan dalamkondisi kerahasiaan yang ketat, dengan parameter etik, waktu yang disepakati, dan untuk tujuan yang ditentukan (Palmer, 2000)

05

Konseling sebagai hubungan yang berupa bantuan satu-satu yang berfokus kepada pertumbuhan dan penyesuaian pribadi dan memenuhi kebutuhan akan penyelesaian problem dan kebutuhan pengambilan keputusan (Gibson & Mitchel, 2011).

06

Konseling bukan hanya sebuaah peristiwa yang terjadai diantara dua individu. Konseling juga merupakan intitusi social yang tertanam dalam kultur masyaraka modern. Konseling merupakan suatu hubungan profesioanl dalam bentuk pertolongan dengan menekankan ekspolrasi dan pemahaman serta proses penentuan diri (Mcleod, 2010)

07

Konseling merupakan hubungan profesional yang mem berikan kesempatan pada individu, keluarga, maupun kelompok yang berbeda-beda untuk tercapainya tujuan kesehatan mental, kehidupan yang lebihbaik, tujuan dalam bidang pendidikan, dan karier (ACA dalam Dahir, 2012). Secara lebih khusus, dalam setting pendidikan formal, konseling adalah proses pemberian bantuan bagi siswa untuk membantu mereka menata tujuan dan mencapai perubahan perilaku ke arah yang lebih positif (ASCA dalam Dahir, 2012).

4 of 13

Empat Elemen Penciri Konseling

Konseling sebagai suatu hubungan

Konseling sebagai repertoar intervens

Konseling sebagai proses psikologis

Tujuan Konseling

5 of 13

Keterampilan Dasar Konselor Profesional

    • Pelaksanaan konseling membutuhkan sejumlah keterampilan yang harus dikuasai oleh konselor. Keterampilan yang dimaksud berpengaruh pada kualitas layanan konseling yang diberikan
    • Secara garis besar, keterampilan yang harusdikuasai oleh konselor ketika memberikan Layanan konseling adalah penguasaan teori atau pendekatan konseling, keterampilan berpikir (mind-skills), dan keterampilan dasar komunikasi (Joni, 2008).

6 of 13

Keterampilan Dasar Konselor Profesional

TEORI/ PENDEKATAN KONSELING

KETERAMPILAN BERPIKIR (MIND-SKILL

KETERAMPILAN DASAR KOMUNIKASI

7 of 13

Berikut dikemukakan beberapahal yang secara umum disepakati sebagai konseling, dan beberapa hal lainnya tidak/bukan konseling.

Konseling ADALAH:

    • Tindakan membantu konseli untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas, mungkin dari sudut pandang yang berbeda. Ini dapat memungkinkan konseli untuk fokus pada perasaan, pengalaman atau perilaku, dengan tujuan memfasilitasi perubahan positif.
    • Hubungan kepercayaan. Kerahasiaan sangat penting untuk konseling yang berhasil. Konselor profesional biasanya akan menjelaskan kepada konseli kebijakan mereka tentang kerahasiaan.

Konseling BUKANLAH:

    • Memberi nasihat
    • Menghakimi
    • Mencoba menyelesaikan masalah konseli
    • Mengharapkan atau mendorong konseli untuk berperilaku sebagaimana konselor akan berperilaku jika dihadapkan pada masalah serupa dalam kehidupan mereka sendiri.
    • Terlibat secara emosional dengan konseli
    • Melihat masalah konseli dari sudut pandang konselor sendiri, berdasarkan sistem nilai yang dianut oleh konselor

8 of 13

Pengertian Keterampilan Dasar Konseling

Keterampilan dapat dimaknai dari beberapa sisi, meliputi: jenis Keterampilan, tingkat penguasaan, dan pengetahuan akan Keterampilan itu sendiri. Dilihat dari jenis Keterampilan di antaranya Keterampilan mendengarkan atau keterampilan merespons. Dari sisi tingkat penguasaan dapat dibedakan menjadi terampil, kurang terampil atau tidak terampil.

Nelson-Jones (2005) menjelaskan bahwa keterampilan konselor memegang nilai-nilai humanistik. Nilai-nilai ini termasuk menghormati setiap individu, pengakuan ketidaksempurnaan manusia, kepercayaan manusia yang bisa dididik, keyakinan akan potensi manusia untuk alasan dan kehidupan sosial, dan keinginan yang tulus untuk dunia yang lebih baik. Selanjutnya keterampilan konselor berhubungan dengan kerangka teoritis yang mengintegrasikan unsur psikologi eksistensial-humanistik dan cognitive-behavioural.

9 of 13

Keterampilan eksternal dan internal dalam

Keterampilan dasar konseling

Tindakan pada dasarnya berasal dari pikiran individu. Apa yang terjadi dalam pikiran mereka akan berpengaruh terhadap perilakunya. Bisa dikatakan bahwa tindakan atau perilaku individu sebenarnya merupakan konsekuensi dari apa yang mereka pikirkan dan bagaimana mereka mengelola pikiran tersebut (Jones, 2003). Dengan demikian, keterampilan berpikir dapat dipilah menjadi dua garis besar, yaitu: keterampilan eksternal (external skills) dan Keterampilan internal (internal skills).

10 of 13

Keterampilan Eksternal dalam Konseling

Verbal

Vokal

Bahasa Tubuh

Keterampilan verbal dapat diamati dalam beberapa dimensi di antaranya: bahasa yang digunakan, konten atau topik yang dibicarakan, pengaturan jumlah percakapan, serta penggunaan kata sapaan “aku”, “kamu”, “anda” atau “saudara”.

Pesan vokal yang disampaikan oleh individu dapat menjelasakan perasaan yang sebenarnya dirasakan, dan bagaimana kemauan mereka untuk mendengarkan atau memahami perasaan orang lain. Indikator vokal dimensinya meliputi: volume suara, artikulasi, intonasi, penekanan, dan pengaturan tempo suara

Proses konseling tidak lepas dari bahasa tubuh yang disampaikan oleh konselor. Ketika konselor mendengarkan atau berbicara keseluruhan, bahasa tubuhnya dapat diamati dengan baik. Adapun sejumlah dimensi dari bahasa tubuh meliputi: ekspresi wajah, fokus pandangan, kontak mata, gerakan, posisi tubuh, kedekatan (jarak), pakaian, dan penampilan.

11 of 13

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya bahwa keterampilan eksternal muncul sebagai konsekuensi dari keterampilan internal (mind-skills). Keterampilan berpikir (mind-skills/internal skills) merupakan keterampilan yang berhubungan dengan proses mental konselor saat melakukan layanan konseling (Jones, 2005). Mind skills dijabarkan menjadi enam komponen, meliputi:

Keterampilan Internal dalam Konseling

01

menciptakanperaturan yang membantu

02

menciptakan persepsi yang membantu

03

menciptakan wicara diri yang membantu

04

menciptakan citra visual yang membantu

05

menciptakan penjelasan yang membantu

06

menciptakan pengharapan yang membantu

Apabila konselor dapat memenuhi keenam komponen dan di internalisasi dalam dirinya, maka akan keluar dalam bentuk keterampilan eksternal yang dapat diamati pada pola komunikasi dan perilakunya seperti yang diulas sebelumnya

12 of 13

Karakteristik Utama Konselor sebagai Helper

Kondisi pertama disebu tempati, terkadang disebut sebagai kerangka acuan. Konselor mencoba memahami pikiran dan perasaan yang dialami klien, kadang-kadang disebut sebagai 'berjalan di posisi orang lain'.

Cobalah eksperimen ini: bersama seorang teman, lihatlah objek yang sama atau pemandangan keluar jendela. Apakah Anda melihat hal yang sama? Mungkin tidak , Alasannya adalah kita semua mempunyai persepsi masing-masing terhadap dunia.

Empati (Empathy)

Kondisi kedua dikenal sebagai kongruensi. Artinya konselor itu asli dan nyata. Kondisi ini penting karena memungkinkan konseli membangun hubungan saling percaya dengan konselor. Kesesuaian konselor juga dapat membantu mengalahkan sikap negatif atau kondisi berharga yang mungkin diberikan orang lain pada konseli. Pendekatan konselor yang hangat dan tulus membuat konseli merasa dihargai . Hal ini pada gilirannya membangun harga diri dan kepercayaan terhadap penilaian mereka sendiri.

Jujur saja, apakah Anda ingin membicarakan masalah Anda dengan seseorang yang bertindak salah?

Bisa jadi Tidak.

Kongruensi (Congruence)

Penghargaan Positif Tanpa Syarat (Unconditional Positive Regard)

Kondisi ketiga dikenal sebagai hal positif tanpa syarat. Penghargaan positif tanpa syarat memungkinkan konseli untuk terbuka dan berbicara tentang kesulitannya tanpa takut dikritik atau dihakimi. Bagi seorang konseli, membicarakan masalah merekatan pada yang berkata, 'Mengapa Anda melakukan ini?' bisa melegakan. atau 'Apakah menurut Anda itu ide yang bagus?'

13 of 13

THANK YOU