1 of 13

KONSEP PERENCANAAN STRATEGIS

2 of 13

  • DEFINISI DAN PENGERTIAN
  • Perencanaan strategis adalah proses untuk memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi serta perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke setiap program selama beberapa tahun ke depan. 
  • Perencanaan strategis adalah instrumen kepemimpinan yang menentukan apa yang dikehendaki organisasi di masa depan dan bagaimana usaha untuk mencapainya

3 of 13

Konsep Manajemen Strategis vs. Perencanaan Strategis

  • Manajemen strategis didefinisikan sebagai seni dan ilmu memformulasi, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya.
  • Formulasi strategi merupakan proses untuk memutuskan strategi baru, sementara perencanaan strategis merupakan proses untuk memutuskan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.
  • Proses perencanaan strategis merupakan bagian dari manajemen strategis yang terdiri dari tiga tahap yakni formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi.

4 of 13

Manfaat Manajemen Strategis

  • Menurut Fred David (2011), manfaat manajemen strategi bagi perusahaan adalah:
  • Membantu organisasi menjadi proaktif ketimbang reaktif.
  • Membantu organisasi membuat strategi yang lebih baik, dengan menggunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, dan rasional.
  • Membantu organisasi dan manajemen untuk mengetahui arah dan tujuan yang lebih jelas.
  • Membantu organisasi dalam meningkatkan koordinasi dan pemberdayaan.
  • Membantu organisasi dalam mengembangkan saling pengertian dan komitmen individu.

5 of 13

Tahapan dalam Pengembangan Rencana Strategi Agribisnis

  1. Analisis Situasi: Melakukan analisis menyeluruh tentang kondisi internal dan eksternal perusahaan.
  2. Penetapan Tujuan: Tujuan bisnis jangka pendek dan jangka panjang harus ditetapkan secara spesifik, terukur, tercapai, relevan, dan waktu-batasan (SMART).
  3. Identifikasi Strategi: Mengidentifikasi strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Pengembangan Rencana Taktis: Rencana taktis adalah langkah-langkah operasional yang lebih rinci yang akan diambil untuk menerapkan strategi.

5. Pelaksanaan dan Pengawasan: Pelaksanaan strategi memerlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antara berbagai departemen dan tim dalam perusahaan.

6. Evaluasi dan Penyesuaian: Strategi agribisnis harus dievaluasi secara berkala untuk mengevaluasi pencapaian tujuan dan kinerja bisnis

5

6 of 13

Batasan Perencanaan Strategis

  • Penggunaan perencanaan strategis yang tidak tepat . Perencanaan strategis jangan digunakan untuk mengendalikan keputusan dan sumber daya1. Selain itu, hindari melakukan perencanaan strategis hanya untuk memenuhi persyaratan akreditasi atau peraturan.
  • Kegagalan dalam komunikasi dan dukungan Penting untuk mengomunikasikan rencana kepada karyawan agar mereka tidak bekerja dalam ketidaktahuan1. Manajer puncak juga harus aktif mendukung proses perencanaan strategis.
  • Kurangnya fokus dan fleksibilitas Terlalu asyik dengan masalah saat ini dapat menyebabkan kurangnya perencanaan1. Selain itu, perencanaan yang terlalu formal dapat menghambat fleksibilitas dan kreativitas.
  • Ketergantungan berlebihan pada unit perencanaan Mengandalkan unit perencanaan tanpa melibatkan manajer dalam pembuatan keputusan adalah suatu kesalahan.
  • Kurangnya komitmen Mengembangkan rencana membutuhkan pemikiran dan waktu, sehingga kurangnya komitmen dapat menghambat proses.
  • Informasi yang tidak memadai Rencana yang baik membutuhkan informasi yang akurat dan lengkap2. Informasi yang kurang memadai dapat menyebabkan rencana yang kurang bermutu atau gagal
  • Terlalu berfokus pada masa kini Kegagalan mempertimbangkan efek jangka panjang dari sebuah rencana dapat menyebabkan kegagalan organisasi dalam mempersiapkan masa depan.
  • Tidak melibatkan karyawan kunci Kegagalan melibatkan karyawan kunci dalam semua fase perencanaan1. Selain itu, gagal menciptakan iklim kolaboratif yang mendukung perubahan.
  • Tidak menggunakan rencana sebagai standar pengukuran Gagal menggunakan rencana sebagai standar untuk mengukur kinerja.
  • Risiko Inisiatif yang Tidak Tepat: Inisiatif yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat menghambat pencapaian tujuan strategis.
  • Rencana tidak meningkatkan kinerja Rencana strategis yang tidak terkait dengan sistem penganggaran, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan tidak akan meningkatkan kinerja.
  • Komitmen yang kurang dari stakeholder Usaha perencanaan masa depan tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh stakeholder.

6

7 of 13

Efektivitas Perencanaan Strategis Dalam Konteks Agribisnis

  • Pemantauan Kinerja: Kumpulkan data dan informasi yang relevan seperti data penjualan, pangsa pasar, profitabilitas, dan efisiensi operasional. Pemantauan ini membantu mengidentifikasi tren dan perubahan dalam bisnis.
  • Analisis Kinerja: Bandingkan hasil yang dicapai dengan target yang ditetapkan. Identifikasi penyebab keberhasilan atau kegagalan, serta kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang memengaruhi strategi bisnis.
  • Identifikasi Kekurangan dan Kesenjangan: Temukan kekurangan atau kesenjangan antara hasil yang dicapai dan tujuan yang ditetapkan selama analisis kinerja.
  • Pencapaian Penjualan: Target penjualan bisa menjadi ukuran akurat untuk menentukan keberhasilan strategi bisnis.
  • Pangsa Pasar: Analisis pangsa pasar untuk mengetahui seberapa kuat perusahaan menguasai pasar. Hitung dan bandingkan ukuran perusahaan dengan ukuran pasar menggunakan perkiraan nilai dan volume penjualan serta jumlah pelanggan.
  • Likuiditas Perusahaan: Estimasi minat dan permintaan produk oleh konsumen, dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi cadangan produknya.
  • Konsistensi Strategi: Pastikan tidak ada konflik antara kebijakan dan tujuan dalam strategi yang diumumkan. Pastikan operasi internal perusahaan (pengadaan, pemasaran, penjualan, operasi, dan layanan) sesuai dengan alokasi sumber daya, dan fungsi internal konsisten dengan tujuan ekonomi pasar dan sasaran bisnis.
  • Tolok Ukur Kinerja: Tentukan tolok ukur yang akan ditetapkan, bagaimana menetapkannya, dan bagaimana mengungkapkannya. Indikator kinerja yang baik mengidentifikasi dan mengungkapkan kebutuhan khusus yang kemudian dapat ditentukan untuk digunakan dalam evaluasi. Kriteria kuantitatif (laba bersih, ROI, laba per saham, biaya produksi, tingkat perputaran) dan kualitatif (penilaian subjektif dari faktor-faktor seperti keterampilan dan kompetensi, pengambilan risiko, fleksibilitas) dapat digunakan.
  • Pengukuran Kinerja: Bandingkan kinerja aktual dengan kinerja standar. Sistem pelaporan dan komunikasi membantu mengukur kinerja. Tujuan variabel harus ditetapkan untuk mengukur kinerja, dan pengukuran harus dilakukan pada waktu yang tepat. Laporan keuangan tahunan seperti neraca dan laporan laba rugi harus disiapkan setiap tahun.
  • Analisis Varians: Tentukan tingkat toleransi antara penyimpangan antara kinerja aktual dan standar yang dapat diterima. Temukan penyebab penyimpangan dan ambil tindakan korektif untuk mengatasinya

7

8 of 13

Konsep Perencanaan Strategis Model Fred R. David

  • Menurut David proses perencanaan strategis merupakan bagian dari manajemen strategis, manajemen strategis terdiri dari tiga tahap yakni formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi.

8

9 of 13

Langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan�strategik menurut Fred R. David terdiri dari tiga tahapan besar yaitu

Tahap pertama

Tahap ini disebut dengan tahap input dan terdiri dari alat-alat:

a) Analisis lingkungan strategis. Analisis ini menggunakan matriks EFE (External Factor Evaluation) sebagai alat untuk mengaudit lingkungan eksternal.

b) Analisis internal. Analisis ini menggunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) sebagai alat untuk mengaudit lingkungan eksternal.

9

10 of 13

Langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan�strategik menurut Fred R. David terdiri dari tiga tahapan besar yaitu

Tahap kedua

  • Tahap ini merupakan tahap pencocokan dari beberapa factor eksternal dan internal yang ada dengan beberapa strategi alternative yang ditawarkan pada setiap matriks, yang terdiri dari :

a). Matriks Strengths – Weakness – Oppurtunities – Threats (SWOT), yaitu alat analisis untuk mendapatkan beberapa strategi alternatif dengan menggunakan kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakness) untuk memanfaat peluang (Opportunities) dan menghindari ancaman (Threats) yang ada

b) Matrik Strategic Position And Action Evaluation (SPACE), yaitu alat analisis yang menggunakan kekuatan administrasi, keunggulan bersaing stabilitas lingkungan dan kekuatan untuk menentukan strategi alternatif yang dapat dipilih.

c) Matrik Boston Consulting Group (BCG), yakni alat analisis yang digunakan untuk membantu memiliki multidivisi untuk menentukan posisi kecepatan perkembangan mutu sehingga dapat dihasilkan suatu strategi alternative yang dapat dijalankan.

10

11 of 13

Langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan�strategik menurut Fred R. David terdiri dari tiga tahapan besar yaitu

d) Matriks Internal Eksternal (IE), yaitu alat analisis yang hampir serupa dengan matrik BCG tetapi daya ukur pada matriks ini adalah berdasarkan total nilai EFE dan IFE yang didapat dari tiap-tiap divisi.

e) Matrik Grand Strategy, yaitu alat analisis untuk merumuskan strategi berdasarkan perkembangan yang ada saat ini dengan posisi bersaing yang dimiliki perusahaan.

11

12 of 13

Langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan�strategik menurut Fred R. David terdiri dari tiga tahapan besar yaitu

Tahap ketiga

Tahap ini merupakan tahap keputusan dimana beberapa strategi alternatif yang telah diidentifikasi pada tahap pencocokan informasi input yang diperoleh pada tahap pertama untuk secara sasaran mengevaluasi strategi alternatif yang diidentifikasi dalam tahap kedua. Adapun teknik yang akan digunakan adalah dengan menggunakan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix), yaitu alat analisis yang membandingkan beberapa strategi alternatif yang didapat pada tahap pencocokan, sehingga dapat diperoleh daftar prioritas dari alternatif-alternatif tersebut

12

13 of 13

Thank you