1 of 26

Pertemuan 1

Static route

2 of 26

Apa itu static route/routing static ?

Routing Static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual. Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.

3 of 26

Penggunaan static routing ?

Biasanya static routing digunakan untuk jaringan yang bersekala kecil,yang dimana jaringan itu tidak memiliki banyak route yang perlu di konfigurasikan kedalam router.dalam jaringan berskala kecil penggunaan static routing lebih sering ditemukan karena lebih cepat dan router tidak perlu membuang-buang waktu untuk bertukar informasi routing dinamis.

Routing static dengan menggunakan next hop cocok digunakan untuk jaringan multi-access network atau point to multipoint sedangkan untuk jaringan point to point, cocok dengan menggunakan exit interface dalam mengkonfigurasi static route.

Recursive route lookup adalah proses yang terjadi pada routing tabel untuk menentukan exit interface mana yang akan digunakan ketika akan meneruskan paket ke tujuannya.

4 of 26

Ciri-ciri routing statis

  • Jalur spesifikasi ditentukan oleh admin jaringan
  • Pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan
  • biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil

5 of 26

Cara kerja routing statis

  • Router melakukan routing berdasarkan informasi yang diterima dari tabel routing
  • Admin jaringan menggunakan perintah ip route secara manual untuk konfigurasi router dengan routing statis dan
  • routing statis berguna untuk melewatkan paket data yang ada pada jaringan.

6 of 26

Ada bebeapa parameter roting statis, yaitu

  • Destination, adalah alat tujuan dan network mask dan biasanya diisi dengan 0.0.0.0/0 untuk semua jaringan
  • Gateway adalah datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka
  • Perf.Source adalah alamat tujuan paket dan meninggalkan router melalui alamat IP
  • Distance (0-255) adalah jarak administator jaringan dari router

7 of 26

Keuntungan menggunakan Routing Static

1. Meringankan kinerja processor router

2. Tidak ada bandwidht yang digunakan untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket

3. Routing Statis lebih aman dibandingkan routing dinamis

4. Routing statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffic

8 of 26

Kerugian menggunakan Routing Static

1. Administator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan

2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan skala kecil

3. Administrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual

9 of 26

Praktikum 1

Static routing

10 of 26

Tambahkan Router-PT-Empty pada lembar kerja

Karena pada praktikum kali ini kita akan menggunakan router yang

masih kosong (belum ditambahkan interface).

Untuk menambah atau mengurangi interface pada tiap alat yang ada

di simulator cisco packet tracer,

11 of 26

maka langkah yang harus dilakukan adalah :

•Matikan alat dengan mengklik tombol power off

•Tambahkan (Drag dengan mouse) 1 interface FastEthernet (CFE)

ke slot 1 untuk koneksi ke jaringan LAN untuk PC

•Tambahkan (Drag dengan mouse) 1 interface Gigabits Fiber (FGE)

ke slot 2 yang akan digunakan untuk koneksi/UPLink antar Router

Lakuak hal yang sama pada kedua router tersebut.

12 of 26

13 of 26

Design jaringan

Untuk praktikum static routing, Koneksikan antar router dengan kabel FIBER, lalu sesuaikan dengan tampilan berikut ini :

14 of 26

KONFIGURASI IP ADDRESS

Tambahkan konfigurasi IP Address pada tiap PC sesuai dengan informasi pada tabel berikut :

NO

NODE

IP Address

Netmask

Gateway

1

PC panimbang/Fa0

172.17.1.2

255.255.255.0

172.17.1.1

2

PC labuan/Fa0

10.20.30.2

255.255.255.0

10.20.30.1

15 of 26

IP Addressing pada Router (dengan CLI)

Router panimbang

Interface

IP Address

Netmask

Fa0/0

172.17.1.1

255.255.255.0

Gig1/0

192.168.1.1

255.255.255.252

Router labuan

Interface

IP Address

Netmask

Fa0/0

10.20.30.1

255.255.255.0

Gig1/0

192.168.1.2

255.255.255.252

16 of 26

Jika semua sudah terhubung, maka indikator dalam tiap jaringan akan berwarna hijau seperti gambar berikut :

17 of 26

Perintah CLI untuk menembahkan IP Address di Router panimbang FastEthernet0/0

Router#

Router#configure terminal

Router(config)#interface fastEthernet 0/0

Router(config-if)#ip address 172.17.1.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown

Router(config-if)#exit

Router(config)#exit

Router#

Perintah CLI untuk menembahkan IP Address di Router GigabitEthernet1/0

Router#

Router#configure terminal

Router(config)#interface GigabitEthernet 1/0

Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.252

Router(config-if)#no shutdown

Router(config-if)#exit

Router(config)#exit

Router#

18 of 26

Lakukan hal yang sama pada router labuan

19 of 26

Seharusnya komunikasi antar net labuan dengan net panimbang belum bisa terjalin. Buktikan dengan menggunakan tool ping yang dilakukan pada tiap PC

PCpanimbang <=> PClabuan hasil -> Fail

PCpanimbang <=> PClabuan hasil -> Success

PCpanimbang <=> PClabuan hasil -> Success

PClabuan <=> Gateway labuan hasil -> Success

20 of 26

Kesimpulan hasil testing dengan menggunakan command ping pada tiap PC : Komunikasi antara network panimbang dan network labuan belum bisa dilakukan, Meskipun komunikasi antara tiap PC/Network ke tiap gateway sudah bisa dilakukan.

Berdasarkan hasil informasi routing tabel pada tiap router dan kesimpulan tersebut diatas maka yang harus kita lakukan adalah menambahkan static routing untuk menambahkan alamat network yang belum ada tabel routing yaitu :

Network labuan 10.20.30.0/24 tambahkan ke routing tabel router panimbang

Network panimbang 172.17.1.0/24 tambahkan ke routing tabel router labuan

Tambahkan alamat network labuan ke routing tabel panimbang dengan perintah :

PANIMBANG>en

PANIMBANG #configure terminal

PANIMBANG(config)#ip route 10.20.30.0 255.255.255.0 192.168.1.2

PANIMBANG(config)#exit

PANIMBANG #show ip route

21 of 26

Tambahkan alamat network PANIMBANG ke routing tabel labuan dengan perintah :

LABUAN>ena

LABUAN#configure terminal

LABUAN(config)#ip route 172.17.1.0 255.255.255.0 192.168.1.1

LABUAN(config)#exit

LABUAN#show ip route

22 of 26

Jika semua alamat network sudah ada di routing tabel, seharusnya komunikasi antara network PANIMBANG dengan network LABUAN sudah bisa dilakukan. Buktikan dengan menggunakan tool ping pada PC panimbang dengan tujuan packet ICMP ke PCLABUAN

PCPANIMBANG <=> PClabuan hasil -> Success

PCLABUAN <=> PCpanimbang hasil -> Success

23 of 26

selesai

24 of 26

TUGAS PRAKTIKUM

25 of 26

Tugas

Tambahkan sebuah network baru dengan nama PANDEGLANG

26 of 26

Matikan terlebih dahulu tiap router, kemudian untuk router LABUAN dan PANIMBANG tambahkan 2 interface gigabitethernet (FGE) ke slot router PANDEGLANG. untuk tambahkan 1 buah interface fastethernet0/0 dan 2 interface gigabitethernet (FGE) ke slot router kemudian sambungkan tiap port dengan kabel masing-masing sesuai jalurnya lalu nyalakan routernya.

2. Tambahkan informasi routing dengan static routing pada setiap router !

Kita lakukan setting router untuk setiap network agar nantinya bisa dapat saling berkomunikasi dengan menggunakan CLI

3. Buktikan bahwa komunikasi bisa berjalan dengan baik antar tiap PC/Jaringan