1 of 10

Minggu 3

I LOVE MY CHURCH

Kisah Para Rasul 2:42–47

2 of 10

Gereja mula-mula menunjukkan model komunitas yang sehat, hidup, dan berdampak.

Hal ini menunjukkan kecintaan seseorang pada komunitas dimana dia tertanam.

Karakteristik jemaat yang mencintai gerejanya:

3 of 10

DEDIKASI PADA FIRMAN & PENGAJARAN RASUL

(ay. 42)

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

4 of 10

  • Jemaat bertekun dalam pengajaran sebagai fondasi iman mereka.
  • Firman Tuhan menjadi pusat kehidupan, bukan sekadar pelengkap.
  • Pertumbuhan gereja dimulai dari kedalaman firman.

5 of 10

KOMUNITAS YANG HIDUP

(ay. 44-45)

Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

6 of 10

Mereka hidup dalam persekutuan yang nyata, saling berbagi dan peduli.

Kasih tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan.

Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi keluarga rohani.

7 of 10

IBADAH & KEHIDUPAN ROHANI YANG DINAMIS

(ay. 46)

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

8 of 10

  • Mereka beribadah dengan sukacita, ketulusan, dan kesederhanaan hati.
  • Ibadah bukan rutinitas, tetapi ekspresi relasi dengan Tuhan.
  • Kehidupan rohani mereka terpancar dalam keseharian.

9 of 10

KESAKSIAN YANG BERDAMPAK KELUAR

(ay. 47)

Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

10 of 10

  • Kehidupan mereka disukai banyak orang dan menjadi kesaksian yang kuat.
  • Tuhan sendiri menambahkan jumlah mereka setiap hari.
  • Gereja yang sehat pasti berdampak keluar, bukan hanya ke dalam.