PEWARISAN SIFAT
BY ERIKA WARASTUTI PURNAMI
KOMPETENSI DASAR
Menerapkan konsep pewarisan sifat dalam pemuliaan dan kelangsungan makhluk hidup
01
Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman dan hewan hasil pemuliaan
02
Indikator
Pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya disebut Hereditas
Cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang hereditas adalah Genetika.�
Key Word
Kromosom
Autosom
Genosom
Gen
Lokus
KROMOSOM
Kromosom adalah benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa
informasi genetis kepada keturunannya
Kromosom adalah struktur berbentuk batang yang terdapat dalam inti sel atau organel sel tertentu yang mengandung gen.
Sepasang kromosom yang bentuk dan ukurannya sama disebut kromosom homolog
KROMOSOM
KROMOSOM
LENGAN
SENTROMER
Metasentrik
Sub metasentrik
Akrosentrik
Telosentrik
Bentuk- bentuk Kromosom
Tipe Kromosom
01
02
Autosom
Gonosom
Kromosom Tubuh (Autosom)
yaitu kromosom yang menentukan ciri-ciri tubuh.
Kromosom Kelamin (Gonosom)
yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada individu jantan atau betina atau pada manusia pria atau wanita. Misalnya: pada kromosom lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki 4 pasang kromosom, terdiri atas 3 pasang autosom dan 1 pasang gonosom.
Kromosom pada Manusia
46
Jumlah kromosom pada sel tubuh manusia sebanyak 46 kromosom (23 pasang), sedangkan pada sel kelaminnya (sperma atau ovum) ada 23 kromosom
Inti sel tubuh dan inti sel kelamin suatu organisme mempunyai jumlah kromosom yang berbeda. Kromosom yang terletak di dalam inti sel tubuh bersifat diploid (2n) (berpasangan), sedangkan di dalam inti sel kelamin/gamet bersifat haploid (n) tidak berpasangan.
Gen
Lokus terletak pada lengan kromoson
Gen adalah sepasang DNA yang menentukan sifat tertentu atau membawa ciri tertentu
Gen terletak didalam lokus
GEN :
Segmen tertentu DNA (yang ada di kromosom) yang menentukan sifat keturunan tertentu.
Indikator
Mengenal Bapak Genetika (Gregor Johann Mendel)
Memilih menggunakan tanaman kacang ercis (Pisum sativum) karena beberapa alasan:
Seorang Biarawan, Petani
Austria 1822- 1844
Penelitian menghasilkan Hukum Mendel I : Segregasi dan Hukum Mendel II: Asortasi
Hukum Mendel
Hukum Mendel I ( Hukum segregasi)
“Pada pembentukan gamet, kedua gen induk yang merupakan pasangan alel akan disegregasikan (memisah) kedalam dua anakan, sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya.”
Hukum Mendel II
“ Jika dua individu memiliki dua atau lebih pasang sifat, maka diturunkannya pasangan sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. Alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling mempengaruhi.”
PSAP
Key Word Persilangan
Dihibrid
Persilangan dengan dua sifat beda
Gamet
Sel Kelamin
Parental
Induk
Anak/Keturunan
Filial
Persilangan dengan satu sifat beda
Monohibrid
Alela
Pasangan sifat beda dalam 1 gen
Sifat yang kuat/lebih banyak muncul pada keturunan
Dominan
Sifat yang sama-sama kuat dan muncul di keturunan
Intermedier
Sifat yang tampak dari luar, hasil perpaduan antara sifat genotif dengan lingkungan
Fenotip
Sifat yang di bawa oleh gen, tidak tampak dari luar
Genotip
Sifat yang lebih sedikit/lemah muncul pada keturunan
Resesif
Key Word Persilangan
Key Word Persilangan
Test Cross
Persilangan antara F1 dg induknya yang resesif
04
Back Cross
Persilangan antara F1 dg induknya yang dominan
05
06
Semidominan
Pasangan gen yang berinteraksi memunculkan sifat perpaduan
01
Homozigot
Pasangan gen yang sama kuat. Homozigot dominan AA/ KK/ MM. Homozigot resesif aa/kk/mm.
02
Heterozigot
Pasangan gen yang tidak sama kuat, Aa/Kk/Mm.
03
Persilangan Monohibrid
Pada persilangan ini hanya satu sifat saja yang diperhatikan, misalnya: warna bunga, tinggi tanaman, warna buah, rasa buah, dsb. Artinya sifat lain diabaikan.
Sesuai dengan Hukum Mendel I, gen dalam satu alela akan memisah secara bebas, misalnya warna bunga Merah yang dominan dapat memiliki genotip (MM atau Mm).
Persilangan dengan satu sifat beda
Monohibrid
Persilangan dengan satu sifat beda dengan kedua gen sama kuat sehingga tidak ada yang tertutupi oleh gen pasangannya
Monohibrid Dominan Tak Penuh ( Intermedier)
Persilangan dengan satu sifat beda, dimana sifat salah satu gen dominan (menutup) sifat gen pasangannya
Monohibrid Dominan Penuh
Persilangan Monohibrid Dominan Penuh
Persilangan pada kasus dominansi penuh akan terjadi apabila sifat gen yang satu lebih kuat dibandingkan dengan sifat gen yang lainnya. Akibatnya, sifat gen yang lebih kuat itu dapat menutupi sifat gen yang lemah. Dalam hal ini, gen yang memiliki sifat yang kuat disebut gen dominan dan gen yang memiliki sifat yang lemah disebut gen resesif.
Perhatikan contoh di bawah ini, ya.
Persilangan antara bunga mawar merah (MM) dengan bunga mawar putih (mm) dengan gen M bersifat dominan penuh terhadap m. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2!
Penyelesaian:
Perhatikan keturunan 1 (F1) dan keturunan 2 ( F2 )
Persilangan Monohibrid Dominan Tak Penuh ( Intermedier )
Persilangan pada kasus intermediet terjadi apabila sifat dari kedua gen sama-sama kuat. Jadi, tidak ada gen yang bersifat dominan ataupun resesif.
Perhatikan contoh di bawah ini.
Perhatikan contoh di bawah ini.
Persilangan antara bunga Mirabilis jalappa merah (MM) dengan bunga Mirabilis jalappa (mm) dengan M dan m sama-sama merupakan gen dominan. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2!
Penyelesaian:
Persilangan Monohibrid Intermedier
Perhatikan perbandingan genotip dan fenotipnya. Samakah dengan pada Monohibrid Dominan penuh? Bandingkan!
Latihan
Monohibrid Dominan
Tanaman kapri/ercis berbatang tinggi (TT) disilangkan dengan tanaman ercis berbatang pendek (tt) dimana batang tinggi bersifat dominan.Tentukan :
a.F1 dan fenotipe
b.F2 (hasil persilangan sesama F1)
c.perbandingan genotip dan fenotipe
Monohibrid Intermedier
Marmot berbulu hitam (HH) disilangkan dengan marmot berbulu putih (hh) dimana persilangan tersebut bersifat intermediet. Tentukan :
a.F1 dan fenotipe
b.F2 (jika F1 disilangkan dengan sesamanya)
c.Rasio genotipe dan fenotipe
Persilangan Dihibrid
40%
50%
60%
80%
01
02
03
04
Misalnya warna buah dan bentuk buah, warna buah, bentuk buah, dan rasa buah, dsb.
Jika pada persilangan monohibrid kita hanya memperhatikan satu sifat beda saja, maka pada persilangan dihibrid kita akan memperhatikan dua sifat beda atau lebih.
Pada persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, gen di dalam gamet yang tadinya mengalami pemisahan kemudian akan bergabung secara bebas.
Penggabungan secara bebas ini maksudnya adalah gen yang satu dapat secara bebas bergabung dengan gen yang lainnya tanpa adanya syarat tertentu.
Perhatikan contoh berikut ini.
Persilangan antara biji bulat kuning (BBKK) dengan biji kisut hijau (bbkk). Biji bulat (B) dominan terhadap biji kisut (b) dan warna kuning (K) dominan terhadap warna hijau (k). Lakukan persilangan sampai mendapat F2!
Penyelesaian:
Perhatikan tabel
Sehingga, akan diperoleh F2 = bulat kuning (B_K_), bulat hijau (B_kk), kisut kuning (bbK_), kisut hijau (bbkk).
Untuk perbandingan fenotipnya adalah sebagai berikut:
Perbandingan fenotip = bulat kuning : bulat hijau : kisut kuning : kisut hijau
= 9 : 3 : 3 : 1.
�
Persilangan marmot rambut hitam kasar (HHKK) dengan marmot rambut putih halus (hhkk) menghasilkan F1 semua berambut hitam kasar,dimana rambut hitam kasar bersifat dominan. Jika F1 disilangkan sesama tentukan:
a.Parental (P2)
b.F2
c.Perbandingan genotip dan fenotip
Latihan
Indikator
4.3.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari internet berupa artikel tentang tanaman dan hewan hasil pemuliaan
Pemuliaan Tanaman dan Hewan
Pengertian
Suatu usaha untuk mendapatkan tanaman atau hewan dengan bibit unggul sehingga kita dapat menikmati hasilnya
B
Tanaman dan Hewan
Contoh tanaman hasil pemuliaan :
Semangka tanpa biji, jagung manis, durian monthong, dsb
Pemuliaan
A
Contoh hewan hasil pemuliaan :
Lele dumbo, ayam potong, ayam petelur, sapi potong super
Bagaimana ciri bibit unggul dan cara mendapatkannya?
Kategori Bibit Unggul
Adaptif
Usia produktif
Bibit
Unggul
Anakan
Produktif
Resisten
Umur
Mampu beradaptasi dengan baik dengan kondisi lingkungan
Masa produksi lama
Mudah dikembangbiakkan
Masa pertumbuhan pendek
Tahan hama dan penyakit
Produksi tinggi dan rasanya enak
Hibridisasi / Perkawinan silang
Cara Memperoleh Bibit Unggul
Mutasi Genetik
Rekayasa Genetik
A
B
C
T
E
K
N
I
K
H
I
B
R
I
D
I
S
A
S
I
Jerpaya. Persilangan jeruk dan pepaya
Hasil Pemuliaan Tanaman Hibridisasi
Lemato. Persilangan antara lemon dan tomat
Cucamelon. Hasil persilangan mentimun dan melon
Nanas pink
Hasil Pemuliaan Tanaman Mutasi Genetis
Semangka tanpa biji
Pisang ambon mini
T
E
K
N
I
K
T
R
A
N
S
G
E
N
I
K
Kembang kol
Hasil Pemuliaan Tanaman Rekayasa
Genetis
Anggrek Bulan dengan berbagai motif dan warna
Kapas transgenik
T
E
K
N
I
K
H
I
B
R
I
D
I
S
A
S
I
I
N
S
E
M
I
N
A
S
I
B
U
A
T
A
N
Wholpin. Persilangan lumba-lumba kepala botol Atlantik dan paus pembunuh palsu
Hasil Pemuliaan Hewan
Hibridisasi- Inseminasi Buatan
Cama. Persilangan antara Unta Dromedaris jantan dan Ilama betina
Hasil persilangan domba dan babi
T
E
K
N
I
K
T
R
A
N
S
G
E
N
I
K
Hasil Pemuliaan Hewan Rekayasa
Genetis
Hewan Transgenik klik link
https://youtu.be/3J5AKk5lPI4
Kelebihan dan Kekurangan Rekayasa Genetika
1. Perubahan (mutasi) gen mempengaruhi plasma nutfah
2. Tanaman transgenik ada yang menimbulkan penyakit manusia
3. Sisipan gen dari babi membuat pro kontra ditilik dr agama
Contents
Title
Kelebihan
Dampak
2. Produksi senyawa kimia,�
1. Dalam bahan pangan serta minuman,
3. Peningkatan hasil pertanian,�
4. Peningkatan hasil peternakan,�
Thank You
See You