1 of 21

MANAJEMENT REPRODUKSI SAPI POTONG

OLEH :

DRH. RETNO FERDAUS SRIFIATI

UPT PUSKESWAN KARANGMOJO

2 of 21

PUBERITAS

  • Pubertas diartikan sebagai suatu fase (keadaan) ketika ternak betina mulai mampu berfungsi dalam menghasilkan keturunan ditandai dengan munculnya tanda berahi, tingkah laku kawin dan ovulasi.
  • Umur pencapaian pubertas
  • Sapi dara yang diberi makanan dengan kualitas tinggi sejak lahir dapat lebih cepat mencapai pubertas dan permulaan siklus berahi.

​

​

3 of 21

  • Sapi potong betina bangsa Eropa mencapai pubertas pada umur 6-18 bulan dan untuk bangsa Zebu 12-30 bulan.
  • Sapi yang berasal dari Eropa apabila memiliki laju pertumbuhan yang cepat maka pada umur 8 bulan telah menunjukkan pubertas, namun apabila laju pertumbuhannya lambat maka pada umur 3 tahun atau lebih baru mencapai pubertas.
  • Terdapat pula sapi potong dengan ransum pakan yang baik mencapai pubertas pada umur 11-15 bulan.
  • Sapi betina Bos Indicus mencapai pubertas pada umur 18-24 bulan.
  • Apabila umur dan berat badan tertentu telah dicapai, berahi dan ovulasi pertama akan terjadi.

​

​

4 of 21

ORGAN REPRODUKSI SAPI

5 of 21

ESTRUS (BIRAHI)

  • Berahi merupakan periode yang ditandai oleh penerimaan betina terhadap pejantan.
  • Ditandai dengan Vulva bengkak dan Kemerahan serta mengeluarkan lender bening (3A)
  • Ovulasi pada sapi berlangsung sekitar 10-12 jam setelah berahi berakhir, adanya gangguan pada saat ovulasi dapat menyebabkan tidak terjadinya fertilisasi sehingga menimbulkan kegagalan kebuntingan.

​

6 of 21

7 of 21

PERIODE KEBUNTINGAN

  • Periode kebuntingan dihitung mulai dari berlangsungnya perkawinan sampai dengan sapi tersebut beranak.
  • Sapi yang telah bunting siklus berahinya terhenti, berperilaku lebih tenang serta kondisi tubuhnya menjadi semakin membaik.
  • Lama kebuntingan pada sapi rata-rata 280 hari dengan variasi 274-291 hari.

​

8 of 21

KELAHIRAN

  • Tanda-tanda sapi yang akan melahirkan adalah terjadinya pembesaran perut, pembesaran kelenjar dan keluarnya susu serta terlihat pula pembengkakan pada vulva yang mengeluarkan getah kental.
  • Hewan menjadi gelisah dan sebentar-sebentar merebahkan diri kemudian kembali bangkit yang berlangsung secara berulangkali.

​

9 of 21

10 of 21

RUMUS KELAHIRAN

  • Tanggal IB/Kawin + 10
  • Bulan IB/Kawing -3
  • Contoh : IB tgl 5 Juli 2026 maka Lahirnya tgl 15 April 2027

11 of 21

SOAL

  • 1. sapi dara di kawin tanggal 7 Mei 2024 berarti lahir ?
  • 2. sapi indukan di kawin tanggal 25 Februari 2024 berarti lahir ?

12 of 21

PERMASALAH REPRODUKSI

  • Memiliki calving interval lebih dari 400 hari.
    • Jarak dari melahiran sampai bunting kembali lebih dari 120 hari.
    • Menunggu involusi kembali uterus, maka harus dikawinkan setelah berumur 50-60 hari pasca melahirkan dan perkawinan terakhir diusahakan setelah 90 hari pasca melahirkan.
    • Angka konsepsi kurang dari 50%.
    • Service preconception lebih dari 2.

​

13 of 21

PERMASALAHAN REPRODUKSI YANG TERJADI PADA 3 PERIODE :

  • Periode pasca Melahirkan : An estrus, Pedet menyusui, defisiensi nutrisi, silent heat
  • Periode kebuntingan ( abortus…penyakit, racun,dsb )
  • Periode kelahiran(distokia, kematian pedet, prolapsus uteri), proses normal < 24 jam

​

14 of 21

GANGGUAN REPRODUKSI PADA SAPI

  1. DISTOKIA
  2. KEMATIAN EMBRIODINI
  3. KAWIN BERULANG
  4. RETENSI PLASENTA
  5. ENDOMETRITIS
  6. ANESTRUS POSTPARTUS

15 of 21

16 of 21

KEMATIAN EMBRIO

  • Genetik
  • Stress
  • Infeksi 🡺 sakit 🡺 kurus
  • Degenerasi lemak hati 🡺 mati
  • Defisiensi nutrisi
  • Defisiensi dan Ketidakseimbangan hormon
  • Agen infeksi non spesifik (Streptococcus, Staphylococcus, E coli, dll)
  • Agen infeksi spesifik (Brucella, IBR, Vibrio, dll)

​

17 of 21

KAWIN BERULANG

  • Sapi betina dengan siklus estrus normal/ mendekati normal tapi sudah dikawinkan baik alam maupun IB, tidak menunjukkan kebuntingan (kematian embrio dini serta gangguan fertilisasi 25 – 40%, merupakan penyebab umum, terutama pada sapi betina)

​

18 of 21

RETENSI PLASENTA

19 of 21

PROLAPS UTERI

20 of 21

ENDOMETRITIS

21 of 21

TERIMAKASIH