1 of 84

Alkana

2 of 84

Unsur-unsur umum dalam senyawa organik

3 of 84

  • Karbon adalah unsur bukan logam
  • Karbon memiliki elektronegativitas sebesar 2,5 (berkisar antara 0,7 – 4,0)
  • Karbon merupakan unsur golongan 4A
  • Memiliki 4 elektron valensi

Kimia Karbon

Apa yang telah diingat mengenai atom C dan ikatan karbon?

4 of 84

A. Keunikan Atom Karbon ( C )

  • Karbon adalah unsur bukan logam
  • Karbon memiliki elektronegatifitas sebesar 2,5 (berkisar antara 0,7 – 4,0)
  • Karbon merupakan unsur golongan 4A
  • Memiliki 4 elektron valensi
  • Atom Karbon ( C ) memiliki 4 elektron valensi.

Untuk mencapai kestabilan (mencapai konfigurasi oktet) maka atom C akan membentuk ikatan kovalen tanpa adanya PEB (Pasangan Elektron Bebas).

  • Atom C membentuk ikatan kovalen dengan berbagai unsur nonlogam, terutama hidrogen (H), oksigen (O), dan golongan halogen (F, Cl, Br, I).
  • Atom C relatif kecil.

Sesuai dengan nomor pereriodenya yaitu 2, atom karbon hanya memiliki 2 kulit atom sehingga jari-jari atom C relatif kecil.

Keuntungan dengan jari-jari relatif kecil:

  • Ikatan kovalen yang dibentuk karbon relatif kuat.
  • Karbon dapat membentuk ikatan rangkap dan rangkap

5 of 84

B. Rantai Karbon ( C )

Atom C dengan 4 elektron valensi dapat membentuk ikatan antar atom C berupa ikatan tunggal, rangkap dan rangkap 3, juga lingkar (siklik) 🡪 jumlah senyawa C sangat banyak.

Berdasarkan jumlah atom C yang diikatnya, atom C dibagi:

Atom C primer (1o) :atom C yang terikat langsung pada 1 atom C lainnya

Atom C sekunder (2o) :atom C yang terikat pada 2 atom C lainnya

Atom C tersier (3o) : ........

Atom C kuartener (4o) : .......

C. Atom C Primer, Sekunder, Tersier

6 of 84

7 of 84

D. HIDROKARBON (H-C)

  • Hidrokarbon adalah senyawa karbon yang paling sederhana, terdiri atas unsur C dan H 🡪 keberadaan jumlahnya paling banyak.
  • Hidrokarbon dikelompokkan berdasarkan bentuk rantai C dan jenis ikatan rantai C nya
  • Berdasarkan bentuk rantai C:

alifatik : rantai terbuka

alisiklik : rantai lingkar

aromatik : rantai cincin dan konjugat (berselang-seling tunggal-rangkap)

  • Berdasarkan jenis ikatan C nya:

Alkana, Alkena, Alkuna

8 of 84

  • Karbon membutuhkan 4 elektron untuk menyelesaikan oktetnya
  • Membentuk 4 ikatan
  • Karbon dapat membentuk ikatan yang panjang

C

C

C

C

9 of 84

Penggolongan Hidrokarbon

10 of 84

Alkana

  • mempunyai rumus umum CnH2n+2

dimana n = 1,2,3,…

    • hanya terdapat ikatan kovalen tunggal.
    • hidrokarbon jenuh karena mengandung jumlah maksimum atom hidrogen yg dpt berikatan dg sejumlah atom yang ada.
    • namanya diakhiri dengan “-ana”

CH4

C2H6

C3H8

metana

etana

propana

……….

C

C

H

H

H

H

H

C

C

H

H

H

H

H

Alkana

11 of 84

C

Nama

1

Metana

2

Etana

3

Propana

4

Butana

5

Pentana

6

Heksana

7

Heptana

8

Oktana

9

Nonana

10

Dekana

11

Undekana

12

Dodekana

13

Tridekana

14

Tetradekana

15

Pentadekana

C

Nama

20

Eikosana

21

Henikosana

22

Dokosana

23

Trikosana

24

Tetrakosana

25

Pentakosana

30

Triakontana

31

Henkontana

32

Dotriakontana

33

Tritriakontana

34

Tetratriakontana

35

Pentatriakontana

40

Tetrakontana

41

Hentetrakontana

42

Dotetrakontana

Penamaan Rantai Alkana

12 of 84

Sepuluh Alkana Rantai-Lurus yang Pertama

Alkana

13 of 84

Isomer struktur adalah molekul-molekul yang mempunyai rumus molekul yang sama, tetapi strukturnya berbeda

14 of 84

Bagaimana menentukan apakah dua molekul adalah isomer struktur?

  • Hitung jumlah atom dari tiap ikatan untuk melihat apakah struktur memiliki rumus yang sama. (Jika jumlah atom tidak sama, mereka bukanlah isomer !)
  • Perhatikan variasi struktur:
    • Jika ditemukan perbedaan antara jumlah dan jenis ikatan pada masing2 molekul, dua struktur tsb adalah isomer untuk yang lainnya.
    • Jika tidak ditemukan perbedaan jumlah dan jenis ikatan dari masing2 dua molekul tsb., dua struktur menyatakan molekul yang sama, dan bukan isomer untuk yang lainnya.
  • Pastikan perbedaan bukan hanya karena penggambaran strukturnya.

11.2

15 of 84

Berapa banyak isomer struktur yg dimiliki pentana, C5H12?

C

C

C

C

C

H

H

H

H

H

H

H

H

H

H

H

H

C

C

C

C

H

CH3

H

H

H

H

H

H

H

H

C

C

C

H

CH3

H

H

H

H

H

CH3

n-pentana

2-metilbutana

2,2-dimetilpropana

16 of 84

Tata Nama Alkana

  1. Nama induk senyawa hidrokarbon ditentukan oleh rantai karbon terpanjang atom-atom dalam molekul.

CH3

CH2

CH2

CH

CH2

CH2

CH3

CH3

1

2

3

4

5

6

7

4-metilheptana

  1. Suatu alkana yg memiliki atom hidrogen lebih sedikit termasuk dalam gugus alkil.

CH4

CH3

metana

metil

17 of 84

Tata Nama Alkana

  1. Bila satu atau lebih atom Hidrogen digantikan dengan gugus lain, nama senyawanya harus menandai tempat atom karbon dimana penggantian itu terjadi. Penomoran selalu dimulai dari ujung rantai terpanjang yang terdekat dengan atom karbon yang mengandung gugus substituen.

CH3

CH

CH2

CH2

CH3

CH3

1

2

3

4

5

2-metilpentana

CH3

CH2

CH2

CH

CH3

CH3

1

2

3

4

5

4-metillpentana

18 of 84

Tata Nama Alkana

  1. Gunakan awalan di-, tri-, tetra-, bila terdapat lebih dari satu cabang alkil yang sama.

CH3

CH

CH

CH2

CH2

CH3

CH3

1

2

3

4

5

6

CH3

2,3-dimetilheksana

CH3

CH

C

CH2

CH2

CH3

CH3

1

2

3

4

5

6

CH3

3,3-dimetilheksana

19 of 84

Tata Nama Alkana

  1. Gunakan aturan terdahulu untuk gugus substituen lainnya.

CH3

CH

CH

CH3

Br

1

2

3

4

NO2

2-bromo-3-nitrobutana

CH2

CH2

CH

CH3

Br

1

2

3

4

NO2

1-bromo-3-nitrobutana

20 of 84

Apakah nama IUPAC untuk senyawa berikut?

1

2

3

4

5

6

7

8

CH3

CH

CH2

CH

CH2

CH2

CH3

C2H5

CH2

CH3

2-metil-4-etiloktana

21 of 84

1. Tentukan struktur dari 4-isopropiloktana dan 5-t-butildekana

4-isopropiloktana

5-t-butildekana

22 of 84

Tentukan nama IUPAC dari struktur berikut ini:

3-etil-2,4,5-trimetilheptana

23 of 84

4-isopropil-2,2,3,6-tetrametiloktana

24 of 84

Substituen Kompleks

3-etil-5-(1-etil-2-metilpropil)nonana

25 of 84

1. Tuliskan struktur dari senyawa berikut:

  1. 3-etil-3-metilpentana
  2. 3-metil-5-propilnonana
  3. 4-t-butil-2-metilheptana
  4. 5-isopropil-3,3,4-trimetiloktana

26 of 84

Apakah nama IUPAC untuk senyawa berikut?

27 of 84

6-etil-3,4-dimetiloktana

  • Penomoran dimulai dari ujung dimana perbedaan pertama kali ditemukan

28 of 84

1

2

3

4

5

6

7

8

CH3

CH

CH2

CH

CH2

CH2

CH3

C2H5

CH2

CH3

2-metil-4-etiloktana atau

Nama IUPAC yang manakah yang benar:

4-etil-2-metiloktana

  • Jika dua cabang atau lebih yang terikat pada rantai induk, awalan diurutkan secara alfabet

29 of 84

1

2

3

4

5

2,2,4-trimetilpentana

  • Karbon lebih tersubstitusi mendapat prioritas pertama

30 of 84

4-isopropil-2,6,6-trimetilnonana

atau

2,6,6-trimetil-4-(1-metiletil)nonana

31 of 84

Aturan Alfabet

Pada substituen yang kompleks, penentuan urutan secara alfabet bergantung pada huruf pertama nama tersebut

(1,2-dimetilbutil) = d

(1,1,3-trimetilbutil) = t

(1-etil-1,2-dimetil) = e

32 of 84

3-etil-3-metil-4,4-dipropildekana

33 of 84

7-(1,1-dimetiletil)-3-etil-7-metildekana atau

7-t-butil-3-etil-7-metildekana

34 of 84

7-(1,1-dimetilbutil)-3-etil-7-metilundekana

35 of 84

Tentukan struktur dari 4-isopropiloktana dan 5-t-butildekana

4-isopropiloktana

5-t-butildekana

36 of 84

Tentukan nama IUPAC dari struktur berikut ini:

3-etil-2,4,5-trimetilheptana

37 of 84

4-isopropil-2,2,3,6-tetrametiloktana

38 of 84

Substituen Kompleks

3-etil-5-(1-etil-2-metilpropil)nonana

39 of 84

40 of 84

4-etil-2-metilheksana

4-etil-3,3-dimetilheptana

metilsiklopropana

2,3,5-trimetil-4-propipheptana

5-sec-butil-2,7-dimetilnonana

3-etil-4-metilheksana

41 of 84

3-kloro-2-metilpentana

2-bromo-3-metilbutana

1,4-heksadiena

1,3-heksadien-5-una

3-penten-1-una

5,5-dimetil-1-heksena

3,4-dipropil-1,3-heptadien-6-una

1,4,4-trimetilsiklobutena

Bukan 2,3,3-trimetilsiklobutena

42 of 84

4-Ethyl-3,3-dimethylheptane

7-(1,2-Dimethylpentyl)-5-ethyltridecane

6-(1-methylbutyl)-8-(2-methylbutyl) tridecane

4-ethyl-5-methyloctana

4-isopropyl-5-propyloctane

3,3-dimethylpentane

43 of 84

Kehadiran radikal identik yang masing-masing tersubstitusi dengan cara yang sama dapat ditandai dengan awalan bis, tris-, tetrakis-, pentakis-, dll. Ungkapan lengkap yang menunjukkan rantai samping semacam itu dapat ditutup dengan tanda kurung atau atom karbon dalam rantai samping dapat ditandai dengan angka prima.

5,5-Bis(1,1-dimethylpropyl)-2-methyldecane

5,5-Bis-1',1'-dimethylpropyl-2-methyldecane

7-(1,1-Dimethylbutyl)-7-(1,1-dimethylpentyl)tridecane

7-1',1'-Dimethylbutyl-7-1",1"-dimethylpentyltridecane

44 of 84

SIFAT KIMIA

  • Alkana dan sikloalkana tidak reaktik, disebut sebagai parafin (afinitas kecil)

  • Terdapat dua reaksi utama alkana:
  • Pembakaran
  • Halogenasi

45 of 84

Reaksi–reaksi Alkana

CH4 (g) + 2O2 (g) CO2 (g) + 2H2O (l) ΔH0 = -890,4 kJ

Pembakaran

Halogenasi

CH4 (g) + Cl2 (g) CH3Cl (g) + HCl (g)

cahaya

Cl2 + energi Cl + Cl

Cl +

C

H

H

H

H

C

H

H

H

+ HCl

C

H

H

H

+ Cl Cl

C

Cl

H

H

H

+ Cl

Radikal bebas – mengandung elektron yg tdk berpasangan

=> sangat, sangat reaktif

11.2

46 of 84

Sifat-Sifat Alkana:

  1. Sukar larut dalam senyawa polar (air) tetapi larut dalam pelarut non-polar.
  2. Pada T kamar C1 – C4 berwujud gas, suku-suku berikutnya berwujud cair, suku tinggi berwujud > C18 berwujud gas.
  3. Semakin banyak rantai C 🡪 T didih semakin tinggi, untuk jumlah C yang sama semakin banyak cabang 🡪 T didih semakin kecil.
  4. Sukar bereaksi dengan senyawa lain, disebut parafin (afinitas kecil).

47 of 84

Sifat Fisika

  • Alkana adalah senyawa nonpolar

  • Tak larut dalam air

Ingat kaidah Like dissolve like

Metanol

Air

Alkana

Larut

Tidak larut = berpisah

48 of 84

  • Titik didih naik dengan bertambahnya atom C

  • Alkana rantai lurus (pada suhu kamar):

C1 – C4 : gas

C5 - C17 : cairan

C18 ≥ : padatan

  • Percabangan dalam bagian hidrokarbon akan menurunkan titik didih

49 of 84

Reaksi –Reaksi Alkana:

  • Rx. Pembakaran

menghasilkan CO2, CO, H2O dan Jelaga (partikel C)

  • Rx. Substitusi : penggantian atom H dari alkana dengan atom lain, khususnya Halogen 🡪 Rx. Halogenasi
  • Rx. Perengkahan (Cracking)

Alkana rantai panjang menjadi potongan-potongan C yang pendek. Terjadi pada P dan T tinggi tanpa O2

50 of 84

td isomer rantai lurus

>

td isomer percabangan

t.d. 36oC

t.d. 9,5oC

51 of 84

52 of 84

Bakteria dan archaea

Beberapa jenis archaea, misalnya metanogen, memproduksi metana dalam jumlah besar ketika memetabolisme karbon dioksida atau senyawa organik lainnya. Energi dilepas ketika pengoksidasian hidrogen:

CO2 + 4H2 → CH4 + 2H2O

Bidang biologi

53 of 84

  • Bahan bakar

misalnya elpiji, kerosin, bensin, dan solar.

  • Pelarut

Berbagai jenis hidrokarbon, seperti petroleum eter dan nafta, digunakan sebagai pelarut dalam industri dan pencucian kering (dry cleaning).

  • Bahan baku industri

Berbagai produk industri seperti plastik, deterjen, karet sintetis, minyak rambut, dan obat gosok dibuat dari minyak bumi atau gas alam.

PEMANFAATAN

54 of 84

  • Sumber hidrogen

Gas alam dan gas petroleum merupakan sumber hidrogen dalam industri, misalnya industri amonia dan pupuk.

  • Pelumas.

Pelumas adalah alakana suku tinggi (jumlah atom karbon tiap molekulnya cukup besar, misalnya C18H38)

55 of 84

11.2

Sikloalkana

Alkana yang atom-atom karbonnya bergabung dalam bentuk cincin dikenal sebagai Sikloalkana. Mereka memiliki rumus umum CnH2n dimana n = 3,4,…

56 of 84

Sikloalkana

11.2

57 of 84

Tata Nama Alkena

58 of 84

Alkena

Alkena memiliki rumus umum CnH2n dimana n = 2,3,…

    • memiliki setidaknya satu ikatan rangkap karbon-karbon
    • sering disebut olefin & merupakan hidrokarbon tak jenuh
    • penamaan diakhiri dengan “-ena”

CH2

CH

CH2

CH3

1-butena

CH3

CH

CH

CH3

2-butena

11.3

59 of 84

  • Nama induk senyawa hidrokarbon ditentukan oleh rantai karbon terpanjang atom-atom dalam molekul.

  • Penomoran ditentukan oleh nomor terkecil dari lokasi dimana terdapat ikatan rangkap.

  • Ikuti aturan untuk cabang dan gugus fungsional.

Tata Nama

60 of 84

Alkena

Alkena adalah hidrokarbon yang mengandung �ikatan C=C

juga disebut "olefin"

Rumus Molekul CnH2n

Senyawa tak jenuh "unsaturated"

61 of 84

Tata Nama Alkena

H2C

CH2

H2C

CHCH3

Etena

atau

Etilena�(keduanya adalah

nama IUPAC)

Propena

(Propilen kadang-�kadang digunakan �tetapi bukan nama�IUPAC)

62 of 84

1) Tentukan rantai terpanjang yang meliputi ikatan rangkap.

2) Ganti akhiran –ana dari alkana lurus dengan -ena.

3) Nomor rantai terendah diberikan kepada yang dekat dengan C=C.

H2C

CHCH2CH3

1-Butena

Tata Nama Alkena

63 of 84

Tata Nama Alkena

4) Jika terdapat substituen, identifikasi posisinya dengan angka. Ikatan rangkap lebih diutamakan daripada gugus alkil dan halogen ketika dinomori

H2C

CHCHCH2Br

CH3

4-bromo-3-metil-1-butena.

64 of 84

Tata Nama Alkena

4) Jika terdapat substituen, identifikasi posisinya dengan angka. Gugus hidroksil take precedence over ikatan rangkap ketika rantai tersebut dinomori.

H2C

CHCHCH2OH

CH3

2-metil-3-buten-1-ol.

65 of 84

Gugus Alkenil

metilena

�vinil

allil

isopropenil

CH

H2C

H2C

CHCH2

H2C

CCH3

H2C

66 of 84

SIKLOALKANA DAN SIKLOALKENA

67 of 84

11.2

SIKLOALKANA DAN SIKLOALKENA

Alkana yang atom-atom karbonnya bergabung dalam bentuk cincin dikenal sebagai Sikloalkana. Mereka memiliki rumus umum CnH2n dimana n = 3,4,…

68 of 84

Sikloalkana

11.2

69 of 84

1-sec-Butil-3-kloro-5-isobutil-sikloheksana

1-sec-Butil-3-kloro-5-(2-kloro-propil)-sikloheksana

SIKLOALKANA

70 of 84

Tata Nama Sikloalkena

1) Ganti akhiran -ana dari sikloalkana yang mempunyai jumlah C sama dengan -ena.

Sikloheksena

SIKLOALKENA

71 of 84

Tata Nama Sikloalkena

  1. Ganti akhiran -ana dari sikloalkana yang mempunyai jumlah C sama dengan -ena.
  2. Penomoran melalui ikatan rangkap pada arah yang memberikan nomor terendah ke kemunculan subtituen

6-Etil-1-metilsikloheksena

CH3

CH2CH3

1

2

3

4

5

6

72 of 84

Nama senyawa Struktur Gugus fungsi struktur

73 of 84

1,1-Dimetilsikloheksana

4-Etil-1,1-dimetilsikloheksana

1-isopropil-2-metilsikloheksana

2-metil-1-(1-metiletil)sikloheksana

2-Kloro-1,1,6-trimetilsikloheptana

3-metil-3-siklobutilpentana

2-Siklobutilbutana

74 of 84

1,1-dimetilsiklobutana

H

3

C

3

H

C

C

H

3

metilsiklopentana

Siklohexanol

Siklohexil alkohol

O

H

trans-1,2-dibromosiklohexana

H

O

O

H

Cis-1,2- sikloheksanadiol

75 of 84

76 of 84

Struktur

Nama trivial

Contoh

metilena

vinil

alil

77 of 84

Isomer alkena

  1. Isomer posisi, berdasarkan perbedaan letak ikatan rangkap

  • Isomer rantai, berdasarkan perbedaan letak cabang pada rantai

78 of 84

  1. Isomer geometri (isomer cis-trans) berdasarkan perbedaan letak gugus terikat pada C=C

79 of 84

  • Alkena disebut juga sebagai olefin (pembentuk minyak)
  • Sifat fisiologis lebih aktif (sebagai obat tidur: 2-metil-2-butena)
  • Sifat sama dengan alkana tetapi lebih reaktif:
  • Tidak larut dalam air (non polar)
  • Alkena C2-C4 berupa gas
  • Sifat-sifat: gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3-34%)
  • Terdapat dalam gas batu bara dalam proses “cracking”

Sifat-sifat alkena

80 of 84

Kegunaan alkena:

1. Sebagai feromon

2. Bahan baku industri plastik, karet sintetik dan alkohol

81 of 84

Tata Nama Alkena:

  1. Tentukan rantai induk, rantai C terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
  2. Beri nomor rantai induk, sedemikianrupa rantai ikatan rangkap memiliki nomor yang terkecil.
  3. Jika ada cabang, nama cabang sesuai dengan jumlah atom C alkilnya, jika lebih dari satu, tata nama cabang sama aturannya dengan nama alkana
  4. Urutan:

nomor cabang-nama alkil-nomor rangkap-nama induk

82 of 84

ALKUNA

  • Hidrokarbon alifatik (rantai terbuka), dan tidak jenuh dimana pada salah satu rantai C-C nya (ikatan rangkap 3)
  • Rumus Umum: Cn H2n-2

n : jumlah atom C

  • Tata nama sama seperti alkana, hanya saja akhiran “ana” diganti dengan “una”, misal : etana 🡪 etuna

  • Deret Homolog:

83 of 84

Tata Nama Alkuna:

🡪 Cara penamaan alkuna samadengan alkena

84 of 84