Kriminologi
Jendelailmuku.web.id
01
Pengertian Kriminologi
Definisi Kriminologi
Fokus kajian
Kajian utama adalah mengidentifikasi penyebab kejahatan untuk melahirkan rekomendasi pencegahan dan penanggulangan yang efektif.
Dasar hukum
Definisi kriminologi di Indonesia terikat oleh UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mendukung penerapan pengetahuan hukum.
Pengertian komprehensif
Kriminologi adalah ilmu multidisiplin yang mempelajari kejahatan dengan pendekatan dari hukum, psikologi, dan sosiologi untuk memahami pola dan akar masalahnya.
03
02
01
Objek Kriminologi
Kriminologi mengkaji bagaimana kejahatan terjadi, tahap perencanaannya, hingga dampaknya terhadap masyarakat dan individu.
Fenomena kejahatan
Pelaku kejahatan menjadi fokus untuk memahami faktor pendorongnya, seperti motivasi, lingkungan sosial, dan latar belakang psikologis.
Pelaku dan motif
Analisis sistem peradilan menjadi objek penting untuk mengevaluasi efektivitas penanganan kasus kejahatan di Indonesia, didasarkan pada KUHP sebagai regulasi utama.
Sistem peradilan pidana
02
Sejarah Kriminologi
Perkembangan Kriminologi di Dunia
01
Cesare Beccaria, seorang ahli hukum Italia, memberikan pemikiran penting tentang keadilan dan hukuman yang berbasis rasionalitas, yang menjadi dasar pembentukan sistem hukum modern.
Kontribusi Cesare Beccaria pada abad ke-18
02
Jeremy Bentham mengembangkan teori utilitarianisme, yang memandang hukuman harus mendatangkan manfaat terbesar bagi masyarakat dan mengurangi penderitaan.
Peran Jeremy Bentham dan utilitarianisme
03
Pada abad ke-19 dan abad ke-20, kriminologi semakin berkembang sebagai disiplin ilmu dengan pendekatan berbasis penelitian dan statistik untuk memahami penyebab kejahatan.
Evolusi pendekatan ilmiah
Teori-teori klasik dari para pemikir seperti Beccaria dan Bentham tetap menjadi panduan fundamental dalam sistem hukum pidana modern di berbagai negara.
Teori-teori klasik sebagai dasar hukum
Pemikiran darwinisme sosial turut memengaruhi perkembangan teori yang mengaitkan kriminalitas dengan karakteristik biologis dan sosial.
Pengaruh darwinisme sosial
Perkembangan Kriminologi di Dunia
01
Adaptasi teori barat
Kriminologi di Indonesia berkembang dengan menerima pengaruh teori kriminologi dari barat, tetapi disesuaikan dengan nilai dan norma lokal yang berlaku.
Peran akademisi dan institusi pendidikan
Sejak abad ke-20, sejumlah institusi pendidikan mulai mengembangkan kajian dalam bidang kriminologi untuk memahami fenomena kejahatan di Indonesia.
Pengaruh kondisi sosial budaya
Kriminologi Indonesia mempertimbangkan faktor budaya dan sosial, seperti kearifan lokal dan konflik sosial yang terjadi, dalam analisis kejahatan.
Perkembangan Kriminologi di Indonesia
02
03
Dinamika hukum dalam sistem sosial
UU dan peraturan nasional turut membentuk ruang untuk kajian kriminologi yang fokus pada keamanan publik dan penanggulangan kejahatan.
Fokus penelitian pada kejahatan lokal
Kajian kriminologi Indonesia banyak menyoroti permasalahan seperti konflik agraria, perdagangan manusia, dan kejahatan berbasis adat.
Perkembangan Kriminologi di Indonesia
03
Teori-Teori Kriminologi
Teori Sosial
Kondisi seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan ekonomi dianggap memicu individu untuk berperilaku kriminal.
Pengaruh lingkungan sosial
Ketegangan akibat norma dan nilai yang tidak sesuai dalam masyarakat dapat mendorong penyimpangan perilaku, termasuk kejahatan.
Tekanan sosial dan budaya
Pendidikan rendah dan kurangnya peluang ekonomi memperbesar potensi terjadinya tindakan kriminal.
Pendidikan dan peluang terbatas
Teori Biologis
Pengaruh sistem saraf
Kejahatan juga dapat dihubungkan dengan gangguan neurologis atau malfungsi pada sistem otak yang mengatur kontrol emosi.
03
Hormonal dan biokimia
Ketidakseimbangan hormonal atau biokimia tertentu terbukti memiliki kaitan dengan kecenderungan perilaku agresif atau kriminal.
02
01
Faktor genetis
Kelainan genetis tertentu dapat memberikan efek terhadap kemampuan seseorang dalam mengendalikan impuls dan perilaku agresif.
04
Faktor Penyebab Kejahatan
Faktor Sosial
Kondisi ekonomi yang sulit meningkatkan risiko seseorang terlibat dalam kejahatan seperti pencurian atau penggelapan, karena keinginan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kemiskinan
Kurangnya akses terhadap pendidikan menyebabkan keterbatasan dalam memahami konsekuensi hukum serta pilihan hidup yang lebih baik, sehingga meningkatkan peluang untuk melakukan kejahatan.
Pendidikan Rendah
Ketegangan dan kekerasan dalam keluarga dapat memengaruhi perkembangan psikologis individu dan mendorong keterlibatan dalam perilaku kriminal.
Keluarga Bermasalah
Gangguan Mental
Individu dengan gangguan mental seperti psikosis atau depresi berat dapat menunjukkan perilaku yang menyimpang, termasuk perilaku yang melanggar hukum.
Kepribadian Menyimpang
Karakteristik kepribadian seperti antisosial, narsisme, atau manipulatif sering dikaitkan dengan kecenderungan untuk melakukan tindakan kriminal tanpa mempertimbangkan dampaknya pada orang lain.
Trauma Psikologis
Pengalaman traumatis di masa lalu, seperti kekerasan emosional atau fisik, dapat menjadi pemicu perilaku agresif dan pelanggaran hukum di kemudian hari.
Faktor Psikologis
05
Kejahatan dan Tindak Pidana
Pengertian Kejahatan
Definisi hukum kejahatan
Kejahatan didefinisikan sebagai tindakan yang secara tegas melanggar aturan dalam sistem hukum pidana dan dapat dikenakan hukuman pidana, seperti pembunuhan atau pencurian.
Kontribusi kriminologi
Kejahatan sebagai fenomena sosial
Kajian kriminologi berperan penting dalam memahami dinamika kejahatan untuk menciptakan langkah pencegahan yang efektif.
Kejahatan merupakan bagian dari fenomena sosial yang muncul akibat faktor individual maupun lingkungan masyarakat.
1
2
3
Tindak Pidana
Untuk memenuhi syarat tindak pidana, perbuatan harus memenuhi unsur-unsur sesuai dengan pasal-pasal dalam hukum pidana.
Unsur tindak pidana
Contoh tindak pidana
Sanksi hukum
Tindak pidana mencakup berbagai tindakan, seperti pencurian (Pasal 362 KUHP), penipuan (Pasal 378 KUHP), dan pembunuhan (Pasal 338 KUHP).
Setiap tindak pidana yang memenuhi unsur kejahatan berpotensi menghadapi sanksi hukuman berdasarkan regulasi yang relevan.
06
Jenis-jenis Kejahatan
Merupakan tindakan mengambil harta benda milik orang lain secara diam-diam tanpa izin. Pencurian dapat dilakukan di berbagai lokasi seperti rumah, toko, atau kendaraan.
Kejahatan terhadap Properti
Pencurian
Perbuatan mengambil harta benda milik orang lain dengan kekerasan atau ancaman. Perampokan sering kali melibatkan penggunaan senjata tajam atau senjata api.
Perampokan
Kejahatan yang dilakukan dengan tujuan menipu orang lain melalui pengelabuan kata-kata atau tindakan sehingga korban menyerahkan harta benda secara sukarela.
Penipuan
Kejahatan terhadap Individu
Pembunuhan
Penganiayaan
Pemerkosaan
Tindakan menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja, baik karena dendam, konflik, atau motif lain. Pembunuhan adalah salah satu bentuk kejahatan paling serius yang diatur dalam KUHP.
Kejahatan seksual yang melibatkan pemaksaan atau intimidasi terhadap korban untuk melakukan hubungan fisik tanpa persetujuan. Pemerkosaan sering kali menimbulkan dampak psikologis yang besar pada korban.
Bentuk kejahatan terhadap fisik seseorang, seperti memukul, menendang, atau menyiksa, yang menyebabkan cedera fisik atau trauma pada korban.
07
Penyimpangan Sosial
Pengertian Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial adalah perilaku yang bertentangan dengan norma atau aturan yang berlaku dalam masyarakat. Bentuk perilaku ini termasuk tindakan yang tidak diterima secara moral, sosial, maupun hukum.
Perilaku menyimpang sering kali menjadi akar dari tindak kejahatan, terutama ketika penyimpangan tersebut melibatkan pelanggaran hukum yang serius.
Penyimpangan sosial memiliki dampak signifikan bagi pelaku, karena dapat menimbulkan stigma sosial yang sulit diatasi serta berdampak pada hubungan sosial individu tersebut.
Dampak Penyimpangan Sosial
01
Kualitas hidup masyarakat menurun akibat meningkatnya ketidakpercayaan sosial, ditambah dengan rusaknya hubungan antarindividu dan antar kelompok.
02
03
Dalam kasus yang lebih ekstrem, penyimpangan sosial yang meluas dapat memengaruhi sektor ekonomi, pendidikan, dan keamanan, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif untuk pertumbuhan masyarakat.
Penyimpangan sosial dapat menciptakan ketegangan dan konflik dalam masyarakat, merusak harmoni sosial, serta memicu ketidakstabilan sosial secara keseluruhan.
08
Peran Polisi dalam Kriminologi
Fungsi Polisi dalam Mencegah Kejahatan
Melaksanakan patroli secara teratur
Polisi melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan kejahatan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal.
Memberikan penyuluhan kepada masyarakat
Polisi mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan melaporkan potensi kejahatan.
Melaksanakan operasi penangkapan
Polisi berperan aktif dalam menangkap pelaku kejahatan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
Penyidikan dan Penyelesaian Kasus Kejahatan
Mengumpulkan bukti secara profesional
Proses penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan demi mengungkap fakta dari suatu kasus kejahatan.
Membawa pelaku ke pengadilan
Setelah bukti terkumpul dan proses penyidikan tuntas, polisi berperan penting dalam mendukung proses hukum dengan menyerahkan pelaku kepada otoritas yang berwenang.
Melibatkan ahli forensik
Dalam beberapa kasus, polisi bekerja sama dengan ahli forensik untuk memperoleh analisis mendalam terkait barang bukti atau fakta lapangan.
09
Proses Peradilan Pidana
Tahapan Peradilan Pidana
Penyidikan oleh aparat kepolisian
Proses awal untuk mengumpulkan bukti, mengidentifikasi pelaku, dan membangun kasus berdasarkan fakta hukum yang ditemukan.
03
02
01
Persidangan di pengadilan
Tahap di mana bukti dipresentasikan di depan hakim untuk menentukan kesalahan atau ketidakbersalahan terdakwa.
Putusan pengadilan
Hasil akhir dari proses persidangan, termasuk pengumuman hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa berdasarkan bukti dan aturan hukum.
Peran Hakim dalam Proses Peradilan
Mengevaluasi dan menilai bukti
Hakim bertanggung jawab memastikan bukti yang disampaikan memiliki validitas dan relevansi dalam menentukan keputusan.
Menjatuhkan putusan hukum
Berdasarkan analisis terhadap bukti dan interpretasi hukum, hakim memutuskan perkara dengan memperhatikan prinsip keadilan dan hukum yang berlaku.
Memimpin jalannya sidang
Hakim mengarahkan jalannya sidang agar sesuai dengan prosedur hukum dan memastikan semua pihak mendapat kesempatan yang adil untuk menyampaikan argumen.
03
02
01
10
Sanksi dalam Kriminologi
Sanksi Pidana
Hukuman penjara
Pelaku kejahatan ditempatkan dalam lembaga pemasyarakatan untuk jangka waktu tertentu guna memberikan efek jera dan mencegah pengulangan tindak kejahatan.
Denda
Pelaku diwajibkan membayar sejumlah uang tertentu sebagai ganti rugi atas kerugian yang diakibatkan oleh perbuatannya.
Hukuman mati
Hukuman ini dijatuhkan pada pelaku kejahatan berat, seperti pembunuhan berencana, untuk memberikan keadilan kepada korban dan masyarakat.
Hukuman kerja sosial
Pelaku diwajibkan melakukan pekerjaan sosial tertentu sebagai bentuk sanksi dan pembinaan.
Pembatasan hak
Sanksi berupa pencabutan atau pembatasan hak tertentu, seperti hak politik atau hak berkendara, sebagai bentuk konsekuensi atas tindakannya.
Pelaku kejahatan sering kali menghadapi pengucilan sosial sebagai bentuk penolakan terhadap perilaku jahat yang dilakukan, melibatkan penghindaran secara kolektif.
Pengucilan masyarakat
Sanksi berupa hilangnya kepercayaan dari lingkungan kerja, keluarga, atau komunitas, yang berakibat pada kesulitan dalam membangun hubungan baru.
Pelaku diberi label negatif dan menghadapi diskriminasi di lingkungan masyarakat sebagai akibat dari tindak kejahatannya.
01
03
02
Sanksi Sosial
Pelaku sering kali mengalami penurunan status sosial dalam masyarakat, sebagai bentuk hukuman atas tindakannya.
Masyarakat secara khusus melakukan pembatasan terhadap pelaku dalam bersosialisasi, untuk menjaga norma dan harmoni sosial.
04
05
Pengurangan status sosial
Stigma sosial
Pembatasan interaksi
Kehilangan kepercayaan
11
Teori Kriminologi Kontemporer
Konflik antara aspirasi dan keterbatasan sosial
Ketegangan terjadi ketika individu tidak dapat mencapai target sosial yang diharapkan secara legal, sehingga mendorong mereka untuk memilih cara tidak sah.
Teori Strain
Fokus pada ketidakadilan struktural
Ketidakadilan ekonomi dan sosial dalam masyarakat dapat menciptakan tekanan yang memicu tindakan kriminal.
Ketegangan akibat ekspektasi budaya
Perbedaan antara ekspektasi budaya terhadap kesuksesan dan kemampuan individu untuk mencapainya menjadi salah satu faktor utama kejahatan.
Teori Kontrol Sosial
Pentingnya hubungan sosial
Internalisasi nilai dan norma
Kegagalan pengawasan sosial
Kekuatan hubungan dan keterikatan sosial, seperti keluarga dan komunitas, memegang peranan penting dalam mencegah kejahatan.
Ketidakhadiran kontrol oleh institusi sosial, seperti sekolah atau pemerintah lokal, dapat menyebabkan perilaku menyimpang.
Semakin kuat keterlibatan individu dalam norma masyarakat, semakin kecil peluang untuk terlibat dalam tindakan kriminal.
12
Pencegahan Kejahatan
Strategi Pencegahan Kejahatan
Membentuk lingkungan yang mendukung norma-norma positif melalui kampanye komunitas dan kegiatan yang membangun solidaritas warga.
Pendekatan sosial
Pendidikan
Peraturan ketat
Mengadakan program pendidikan antikejahatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tindakan kriminal dan konsekuensinya.
Memberlakukan hukum dan regulasi yang lebih spesifik dengan hukuman berat untuk pelaku kejahatan, guna menekan angka kriminalitas.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan Kejahatan
Kegiatan patroli komunitas
Mengorganisasi warga untuk melakukan patroli rutin di lingkungan mereka untuk mencegah aktivitas kriminal.
Kerja sama dengan polisi
Pembentukan hubungan kerja yang kuat antara masyarakat dan kepolisian melalui pelaporan langsung dan dukungan dalam penyelidikan kasus.
Menciptakan lingkungan aman
Meningkatkan sistem pengamanan melalui pemasangan CCTV, penerangan jalan, dan sistem keamanan berbasis teknologi modern di lingkungan hunian.
13
Kejahatan Terorganisir
Pengertian Kejahatan Terorganisir
Kejahatan terorganisir dilakukan oleh kelompok yang memiliki struktur dalam organisasi untuk mencapai tujuan kejahatan tertentu.
Melibatkan kelompok atau organisasi
Segala tindakan yang dilakukan dirancang secara terencana agar pelaksanaannya lebih terarah dan efektif.
Memiliki perencanaan sistematis
Fokus kejahatan terorganisir tidak hanya dalam satu aksi, melainkan sering kali untuk membangun pengaruh dan keuntungan yang berkelanjutan.
Bertujuan kejahatan jangka panjang
1
2
3
Bentuk-Bentuk Kejahatan Terorganisir
Perdagangan narkoba
Melibatkan distribusi dan penjualan narkotika secara global yang terstruktur dan terorganisir untuk mendapatkan keuntungan besar.
Perdagangan manusia
Fokus pada eksploitasi manusia, termasuk perdagangan anak dan perempuan, untuk tujuan ekonomi maupun seksual.
Terorisme
Melakukan tindakan kejahatan terorganisir seperti kekerasan massal untuk tujuan politik, ideologis, atau sosial tertentu.
14
Kriminalitas dan Gender
Hubungan Antara Gender dan Kejahatan
Pembagian peran tradisional dalam masyarakat sering kali memengaruhi bagaimana kejahatan dilakukan serta dampaknya terhadap pelaku dan korban.
Pengaruh stereotip gender
Perempuan kerap menghadapi diskriminasi dalam proses hukum yang dapat memengaruhi perlindungan mereka sebagai korban maupun pelaku.
Representasi dalam sistem hukum
Data menunjukkan bahwa laki-laki lebih sering terlibat dalam tindak pidana serius, sementara perempuan lebih banyak menjadi korban kejahatan.
Statistik kejahatan berdasarkan gender
Kejahatan terhadap Perempuan dan Anak-anak
Kekerasan fisik, emosional, dan ekonomi terhadap perempuan dalam lingkup rumah tangga dapat menyebabkan trauma berkepanjangan dan gangguan kesejahteraan sosial.
Kekerasan rumah tangga
Perempuan kerap menjadi korban pelecehan seksual di ruang publik dan pribadi, sehingga memerlukan perlindungan hukum yang lebih kuat.
Pelecehan seksual
Anak-anak menjadi target eksploitasi, termasuk perdagangan manusia, pekerja anak, dan pornografi anak, yang membutuhkan intervensi hukum dan sosial.
Eksploitasi anak
01
02
03
Terima kasih