Meningkatkan Aspek Perkembangan dan kemampuan sosial pada anak usia dini
Hardiyanti Rahmah, M.Psi., Psikolog
Dimulai ketika anak berusia 0-2 tahun, dimana stimulasi yg penting pada tahapan ini adalah stimulasi sensori.
Pada fase ini stimulasi sensori harus sesuai, tidak boleh overstimulasi atau kekurangan stimulasi.
TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK
Latar Belakang
Tahap sensorimotor (0-24 bulan) : Kemampuan bayi terbatas pada gerak refleks dan panca inderanya.
Tahap pra operasional (2-7 tahun) : Sudah dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri.
Tahap operasioanl konkret (7-11 tahun) : Mampu memahami konsep sebab-akibat secara rasional dan sistematis.
Tahap operasional formal (11 tahun ke atas) : Anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Ia dapat menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.
Perkembangan sensori : Maksimal dalam perkembangan 5 indra yaitu, penglihatan, pendengaran, penciuaman, perasa dan peraba, serta keseimbangan.
Kemampuan motorik kasar : Berjalan, berlari dan melompat dg seimbang dll
PENCAPAIAN USIA 2 TAHUN
1
Kemampuan motorik halus : Mencoret, mengambil benda-benda kecil, memegang, menggenggam, menyusun keatas dan memindahkan benda.
Bahasa : Memperhatikan, mendengarkan, memahami, mengikuti (melafalkan) dan berbicara minimal 50 kata (nama anggota tubuh, hewan dan benda di sekitar).
2
PENCAPAIAN USIA 3 TAHUN
Motorik Kasar:
Motorik Halus:
Bahasa:
Motorik Kasar : Naik turun tangga sendiri, Mampu berdiri 1 kaki dg waktu minimal 6 detik, melompat dg satu kaki, melompat
Motorik Halus : Menggambar garis, persegi dan lingkaran, menggambar orang, mengenal dan mengambar macam-macam ukuran (besar kecil, Panjang pendek, dll)
Bahasa : Berbicara lancar dan dapat difahami, bisa mengartikan kata (sinonim), memahami lawan kata, menghitung lebih dari 5, mengetahui dan bisa menyebutkan kata sifat, menyebutkan macam-macam warna, menceritakan kembali aktivitas sehari-hari, mengetahui kegunaan benda sehari-hari
PENCAPAIAN USIA 4 TAHUN
SEBAB TERJADINYA MASALAH PERKEMBANGAN & SARAN PENDAMPINGAN
Overstimulasi/ kurang stimulasi
1
3
4
2
Kurang interaksi 2 arah dan diberikan tontonan sejak bayi
Pola asuh yang salah, dimana anak terlalu dilayani dan tidak diajarkan kemandirian
Pola asuh yang tidak konsisten atau berbeda antara ayah dan ibu
Identifikasi dan kenali tahapan perkembangan mana yang anak bermasalah atau belum selesai, kemudian tentukan target pencapaian, cukup 1 target saja yang terus menerus dilatih sampai anak mampu melakukan
PROSES PENDAMPINGAN
1
2
Fokus untuk melihat potensi apa yang dapat dimaksimalkan pada kondisi anak saat ini, jadi proses pendampingan lebih bisa terarah dan mampu memberikan kemajuan pada perkembangan anak yang masih belum optimal
Anak-anak yg memiliki masalah perkembangan biasanya memiliki diagnosa yang berbeda-beda seperti Autism, ADHD, Speech delay, developmental delay, dll dimana beberapa kondisi ini bisa disebabkan oleh bawaan sejak hamil atau proses pengasuhan yang tidak tepat, maka setiap diagnosa tersebut perlu penanganan yang berbeda-beda pula seperti dengan terapi perilaku, terapi wicara, role play therapy, terapi remedial dll sesuai dg kondisi anak.
PENANGANAN
KEMATANGAN PERSONAL SOSIAL
Masalah Hambatan Sosial
Bentuk Permasalahan Sosial pada Anak Usia Dini
Faktor-faktor Penyebab Hambatan Sosial
Dampak dan Pentingnya Penanganan
Permasalahan dalam perkembangan sosial dapat mempengaruhi hubungan anak dengan lingkungan dan berpengaruh pada perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang tepat dari orang tua, guru, dan lingkungan untuk memberikan dukungan dan bimbingan agar anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang sehat.
Kesimpulan
Tahapan perkembangan anak adalah sesuatu yang harus dimaksimalkan prosesnya oleh orang tua, dimana jika ada hambatan perkembangan di salah satu fase akan menghambat kemampuan anak berikutnya, seperti jika anak terlambat bicara maka perkembangan kognitif, emosi dan perilaku sosial anak juga akan ikut terhambat, karena komunikasi kunci utama melanjutkan ke tahap perkembangan berikutnya.
Terima Kasih