1 of 11

Al Mustafa

Open

University

Perempuan dalam Islam 1

Siti Zinatun, M.A.

2024

2 of 11

11. Tema Pembahasan:

Pandangan Barat tentang Perempuan

3 of 11

Pengantar �

    • Barat yang dimaksud adalah "Barat epistemik dan budaya," yaitu pemikiran yang bersifat non-Islami, terutama yang berpusat pada manusia dalam pengertian negatifnya, dan bukan semata-mata wilayah geografis Barat.
    • Pada kesempatan ini, akan kita bahas mengenai pandangan Barat mengenai kedudukan perempuan dalam tatanan penciptaan dan kehidupan manusia.

4 of 11

Perspektif Barat tentang Perempuan dan Kedudukannya

  • Dalam beberapa budaya, perempuan dianggap makhluk inferior atau bahkan bukan manusia.
  • Pepatah kuno menyatakan, "Baik ayam muda maupun perempuan tidak disebut sebagai manusia.“
  • Murtadha Muthahhari menyatakan pemikiran Barat masa lalu lebih merendahkan perempuan dibanding pemikiran Timur.
  • Gereja Kristen pernah menganggap perempuan: Harus merasa malu menjadi perempuan, "Berambut panjang, tetapi berakal pendek, “Makhluk liar terakhir yang berhasil dijinakkan oleh laki-laki.“
  • Konferensi Tahun 586 M di Prancis menyatakan bahwa perempuan sebagai "manusia sekunder" yang diciptakan untuk melayani laki-laki.
  • Perempuan hanya memiliki jiwa hewaniah, berbeda dengan laki-laki yang dianggap memiliki jiwa rasional.

5 of 11

Manusia dalam Tatanan Eksistensial (Kedudukan Ontologis Manusia)

  • Manusia dipandang sebagai makhluk yang terputus dari Sang Pencipta, terlempar ke dalam dunia, serta dibiarkan dalam keadaan bebas dan kebingungan.
  • Manusia sering dipandang sebagai makhluk satu dimensi.
  • Materialisme mengabaikan dimensi spiritual, sementara pengejaran spiritual sering mengesampingkan realitas materi.
  • Upaya pemaduan aspek manusia dalam beberapa agama sering bersifat tidak utuh dan terfragmentasi.
  • Manusia dianggap memiliki kemandirian penuh dalam mengatur hidupnya. Hal ini membuat gagasan campur tangan Tuhan dalam kehidupan manusia, termasuk melalui hukum-hukum-Nya, sulit diterima.

6 of 11

Kondisi Perempuan di Barat

    • Perempuan tidak diperlakukan sebagai makhluk dengan nilai spiritual dan emosional yang seimbang.
    • Perempuan di Barat dianggap sebagai "makhluk kelas dua" dan berada di lingkungan yang paling tidak aman di dunia. Negara-negara Barat, seperti Prancis, memiliki tingkat perzinaan dan pemerkosaan yang tinggi.
    • Pemikiran sekular dan humanis Barat menyebabkan prostitusi, kebebasan tak terkendali, dan eksploitasi perempuan untuk keuntungan kapitalis.
    • Perempuan hanya dilihat sebagai alat, bukan sebagai individu yang utuh. Ateisme di Barat memicu meningkatnya pemerkosaan, perdagangan manusia, prostitusi, dan penyimpangan seksual.

6. Kebijakan tertentu di Barat membolehkan hubungan homoseksual dan perzinahan bahkan dalam keluarga dekat. Media Barat menggambarkan perempuan seolah-olah hidup dalam "surga," meskipun kenyataan berbeda.

7. Kekerasan terhadap perempuan meningkat secara signifikan (48%) antara tahun 2008-2015.

7 of 11

Poin-poin Pidato Rahbar dalam Pertemuannya dengan sekelompok Perempuan Terpilih pada 20 April 2014-1

  • Barat telah salah memahami dan bertindak keliru dalam isu perempuan.
  • Pemahaman yang salah dan tindakan yang menyesatkan serta merugikan ini mereka jadikan sebagai standar yang umum di dunia.
  • Mereka juga menggunakan alat propaganda yang luas untuk menyerang siapa saja yang berpendapat berbeda dengan mereka dan tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.
  • Pemikiran dan pandangan Barat tentang perempuan sama sekali tidak dapat menjadi sumber kebahagiaan
  • Pertama, pemikiran mereka didasarkan pada epistemologi materialistik dan non-ilahiah. Kebijakan-kebijakan yang mendasari situasi saat ini di Barat umumnya berorientasi pada keuntungan material dan ekonomi.
  • Kedua, dalam pendekatan Barat terhadap isu perempuan—sebagaimana yang jelas terlihat dalam sejarah revolusi industri—terdapat sudut pandang yang materialistik, ekonomis, dan berorientasi keuntungan.

8 of 11

Poin-poin Pidato Rahbar dalam Pertemuannya dengan sekelompok Perempuan Terpilih pada 20 April 2014-2

    • Dosa besar peradaban materialis adalah perlakuan buruk terhadap perempuan.
    • Mereka mengklaim membela hak-hak perempuan, tetapi pada kenyataannya mereka justru menjadikan perempuan sebagai objek pandangan Laki-laki untuk kesenangan.
    • Dalam situasi formal atau resmi, Laki-laki diharapkan mengenakan pakaian yang lengkap dengan dasi kupu-kupu, jas, dan celana panjang, sementara perempuan semakin dipaksa untuk tampil terbuka, bahkan dalam pertemuan politik.
    • Hijab perempuan dianggap sebagai bentuk perbudakan, padahal sebenarnya itu adalah bentuk penghormatan dan perlindungan bagi perempuan.

9 of 11

Salah Satu Ciri Budaya Barat: Normalisasi Dosa

  • Salah satu karakteristik budaya Barat adalah normalisasi dosa; mereka menormalisasi dosa-dosa seksual.
  • Hari ini, situasi ini di Barat telah mencapai titik kehinaan. Awalnya di Inggris, kemudian di beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat. Dosa besar seperti homoseksualitas kini telah menjadi sebuah nilai!
  • Mereka bahkan memprotes seorang politisi tertentu karena menentang homoseksualitas atau karena tidak mendukung kelompok homoseksual! Kemerosotan moral telah mencapai tingkat seperti ini. Inilah budaya Barat.

Pidato rahbar pada 14 Oktober 2012 dalam pertemuan dengan para pemuda Provinsi Khorasan Utara.

10 of 11

Dampak Pandangan Barat terhadap Perempuan dalam Keluarga dan Masyarakat:

  • Salah satu dampak buruk dari pandangan ini adalah kehancuran keluarga, yang merupakan fondasi utama dalam masyarakat.
  • Ketika keluarga melemah dan hancur, keluarga akan mengalami kerusakan dalam masyarakat tersebut.
  • Barat, melalui kebijakan dan undang-undang yang salah terkait isu seksual, mendorong kehancuran mereka sendiri.
  • Peradaban Barat berada di jalur kehancuran yang tak terhindarkan.
  • Proses kemunduran ini tidak bisa dihentikan, karena peradaban ini sudah kehilangan arah dan pengendalian (diibaratkan rem kendaraan yang rusak).
  • Kehancuran ini bersifat bertahap, dan generasi sekarang maupun mendatang akan menyaksikan proses tersebut.

Pidato rahbar pada 1 Mei 2013 dalam sebuah pertemuan dengan sekelompok pembaca puisi keagamaan.

11 of 11

Sekian dan Terima kasih