1 of 24

Manajemen Stratejik�Pertemuan Kedua �Membangun Keunggulan Kompetitif

REFERENSI :

WALKER, GORDON (2007). MODERN COMPETITIVE STRATEGY. 2ND ED. NEW YORK:MCGRAW HILL.

2 of 24

Outline

  • Pendahuluan
  • Competitive Positioning
    • Value –Cost Framework
    • Generic Strategies
    • Value vs Cost Advantage
    • Value and Cost Driver
  • Melawan pesaing
    • Mencegah imitasi sumber daya dan kapabilitas
    • Meningkatkan retensi konsumen

3 of 24

Pendahuluan

  • Kepemimpinan dan organisasi menjadi elemen penting dalam strategi.
  • Keduanya akan berfungsi bila manajemen dipandu oleh fundamental ekonomi bisnis untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
  • Keunggulan kompetitif akan menghasilkan kinerja ekonomi yang superior.
  • Untuk mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan harus melakukan dua hal :
    • Harus memiliki penyerangan yang kuat dan harus menetapkan suatu tujuan untuk mencapai posisi pasar (market position) yang dominan.
    • Mengembangkan pertahanan yang kuat untuk melindungi perusahaan dari efek kompetisi.

Porter Diamons

4 of 24

Competitive Positioning

  • Value-Cost Framework
    • Competitive positioning yang efektif berarti penawaran produk yang cocok dengan preferensi pembeli.
    • Nilai produk bagi konsumen adalah harga tertinggi yang konsumen bersedia membayar (willingness to pay).
    • Kesediaan untuk membayar bagi konsumen dapat dihitung dengan beberapa cara yaitu internal engineering, persepsi konsumen terhadap kesediaan membayar dan analisis kuantitatif terhadap atribut produk dan perilaku pembelian.

5 of 24

Generic Strategies

  • Generic Strategies – Menurut Porter bisnis bisa dikembangkan untuk mengarah kepada competitive advantage dengan salah satu strategi :
    • Differentiation – melakukan investasi dalam menawarkan nilai yang tinggi kepada konsumen.
    • Cost Leadership – biaya yang rendah dibandingkan dengan kompetitornya.
    • Focus – Memilih segmen pasar yang tepat

6 of 24

Competitive Advantage

  • Differentiation:
    • Apple, misalnya, telah sukses menciptakan produk dengan desain eksklusif, ekosistem yang terintegrasi, dan pengalaman pengguna yang superior. Hal ini membuat pelanggan tetap loyal meskipun harga produknya lebih tinggi dibandingkan kompetitor.
  • Kepemimpinan biaya (cost leadership):
    • Strategi yang diterapkan oleh perusahaan seperti Walmart dan IKEA, yang mampu memberikan harga lebih rendah melalui skala ekonomi dan efisiensi distribusi. Namun, strategi ini harus diterapkan dengan cermat agar perusahaan tetap mendapatkan keuntungan tanpa mengorbankan nilai yang diberikan kepada pelanggan.

7 of 24

Competitive Advantage

  • Kolaborasi strategis:
    • Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan sektor perbankan telah menghasilkan berbagai inovasi dalam layanan keuangan digital.
    • Dengan adanya sinergi ini, perusahaan dapat mengakses sumber daya yang lebih luas dan meningkatkan daya saing mereka di industri
  • Efisiensi operasional:
    • Perusahaan ritel yang menerapkan teknologi otomatisasi dalam rantai pasokannya dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kecepatan layanan kepada pelanggan
  • Talenta terbaik dan budaya kerja yang inovatif :
    • Perusahaan yang memiliki talenta terbaik dan budaya kerja yang inovatif cenderung lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
    • Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, termasuk pengembangan keterampilan dan kepemimpinan, menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

8 of 24

Competitive Positioning

  • Value vs Cost advantage
    • Semakin sensitif peningkatan nilai konsumen dan konsumen kurang terikat kepada kompetitor maka nilai yang semakin meningkat tersebut mempengaruhi konsumen untuk membeli produk.
    • Pengurangan biaya akan memberikan return yang tinggi ketika marginal konsumen sensitif terhadap harga.
    • Pengurangan biaya akan kurang menarik ketika semua perusahaan dalam industri memiliki akses ke proses dan praktik yang menurunkan biaya input.

9 of 24

Competitive Positioning

  • Value and Cost Driver
    • Value driver – faktor yang menentukan nilai konsumen (customer value)
    • Cost driver – faktor yang menentukan biaya perusahaan.
    • Value dan cost driver memiliki pengaruh langsung kepada posisi pasar perusahaan dan tingkat competitive advantage perusahaan.
  • Value Driver terdiri dari teknologi, kualitas, pengiriman, lini produk, jasa, kustomisasi, geografi, asumsi risiko, brand/reputasi, jaringan eksternalitas, kebijakan lingkungan, barang komplemen.
  • Cost Driver terdiri dari economies of scale, economies of scope, kurva pembelajaran, biaya input rendah, praktik organisasi, integrasi vertikal.

10 of 24

Porter’s Five Forces Model

11 of 24

Melawan Pesaing

  • Untuk mempertahankan posisi pasar yang superior, perusahaan harus mencegah pesaingnya dari meniru aset inti dan praktik perusahaan serta mempengaruhi konsumen untuk tidak merubah ke produk lain.
  • Untuk memahami bagaimana perusahaan melindungi posisi pasarnya, kita harus memahami konsep sumber daya dan kapabilitas.
  • Perusahaan harus menyatukan antara value dan cost driver serta sumber daya dan kapabilitas dengan faktor yang mengurangi imitasi dan meningkatkan switching cost konsumen (isolating mechanisms)

12 of 24

Mencegah Imitasi Sumber Daya dan Kapabilitas

  • Terdapat dua cara mencegah imitasi sumber daya yaitu :
    • Jika perusahaan memiliki sendiri sumber daya tersebut dapat menggunakan hak kekayaan intelektual (property right).
    • Jika sumber daya berasal dari eksternal perusahaan, perusahaan dapat mengubah sumber daya tersebut menjadi dedicated asset.
  • Terdapat dua cara mencegah imitasi kapabilitas yaitu :
    • Causal ambguity mengenai bagaimana kapabilitas dijalankan. Causal ambiguity memaksa perusahaan untuk mengembangkan kapabilitas diatas rata-rata pesaing.
    • Pengembangan biaya pesaing akan terjadi untuk mereplikasi kapabilitas.

13 of 24

Meningkatkan Retensi Konsumen

  • Perusahaan akan terancam dengan produk substitusi. Produk substitusi memiliki value cost profile berdasarkan sumber daya dan kapabilitas yang berbeda dari produk yang disubstitusikan.
  • Contoh moda transportasi – kereta, mobil, pesawat terbang – yang merupakan produk substitusi. Setiap produk memerlukan sumber daya dan kapabilitas yang berbeda dalam memberikan value kepada konsumen.

14 of 24

Meningkatkan Retensi Konsumen

  • Untuk mencegah berkurangnya competitive advantage oleh produk substitusi dan produk baru yang diproduksi oleh pesaing, perusahaan dapat melakukan dua hal yaitu :
    • Meningkatkan surplus konsumen relatif terhadap barang substitusi dengan meningkatkan nilai yang ditawarkan atau menurunkan harga.
    • Meningkatkan biaya perpindahan (switching costs).
  • Biaya perpindahan (switching costs) terdiri dari tiga tipe biaya.
    • Biaya pencarian (search costs). Semakin pembeli melakukan pencarian untuk alternatif produknya saat ini semakin besar biaya pencariannya.
    • Biaya Transisi (transition costs). Semakin luas dan kompleks proses perpindahan dari satu produk ke produk lain maka semakin tinggi biaya transisinya.
    • Biaya pembelajaran (learning costs). Semakin banyak informasi baru dan keterampilan yang harus dipelajari oleh pembeli dalam mengadopsi produk baru, semakin besar biaya pembelajarannya.

15 of 24

Membangun Keunggulan Kompetitif di Era Digital

  • Di era digital, perusahaan perlu memahami dan mengembangkan keunggulan kompetitif digital yang berkelanjutan.
  • Hal ini penting untuk menghadapi para pesaing baru yang muncul lebih cepat, lebih fleksibel, dan lebih berorientasi pada pelanggan.
  • Oleh karena itu, perusahaan harus menjawab pertanyaan penting:
    • Apa yang benar-benar membuat mereka unggul di dunia yang terdigitalisasi?

16 of 24

Membangun Keunggulan Kompetitif di Era Digital

Sumber utama keunggulan kompetitif digital, yaitu: 

  • Content: informasi, produk, atau layanan yang bernilai dan dibutuhkan pelanggan
  • Customer Experience: Kemampuan perusahaan dalam memberikan pengalaman yang mulus, terintegrasi, dan personal kepada pengguna
  • Platform: fondasi teknologi yang memungkinkan efisiensi operasional serta kolaborasi internal dan eksternal
    • Kombinasi dari ketiganya dapat menjadi senjata ampuh untuk mengalahkan kompetitor dalam ekosistem digital.
    • Amazon unggul dalam content dan platform, menawarkan berbagai produk dan infrastruktur yang mendukung inovasi mitra-mitranya,
    • BBVA dan USAA, di sisi lain, dikenal karena kemampuannya membangun customer experience digital, yang sangat personal dan solutif, terutama dalam konteks kebutuhan hidup pelanggan seperti membeli rumah atau kendaraan

17 of 24

Membangun Keunggulan Kompetitif di Era Digital

  • Bab ini juga menekankan pentingnya penyesuaian strategi dengan kekuatan utama perusahaan.
  • Tidak semua perusahaan perlu unggul di ketiga dimensi sekaligus. Justru, memahami keunggulan dominan dan mengembangkannya secara konsisten merupakan pendekatan yang lebih realistis dan efektif. Perusahaan juga harus berinvestasi pada infrastruktur digital dan talenta yang mampu mengoptimalkan nilai dari content, experience, dan platform mereka. Kunci suksesnya adalah menyelaraskan kekuatan internal dengan kebutuhan digital pelanggan secara berkelanjutan.
  • Dengan memahami keunggulan kompetitif digital, perusahaan dapat merancang strategi yang lebih fokus dan berdampak.
  • di era digital, keunggulan tidak hanya datang dari apa yang dimiliki, tetapi dari bagaimana perusahaan menggunakan sumber daya digitalnya untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi pelanggan. Evaluasi jujur atas posisi perusahaan dan penyesuaian strategi yang cepat menjadi langkah krusial untuk tetap relevan dan unggul di era disrupsi ini.

18 of 24

Apple VS Xiaomi!.. Mana Yang Lebih Unggul?

19 of 24

iPhone VS Xiaomi!.. Mana Yang Lebih Unggul?

iPhone

Xiaomi

1. Sistem Operasi

  • Menggunakan iOS, sistem operasi eksklusif milik Apple
  • Antarmuka simpel, konsisten, dan stabil
  • Update sistem rutin selama 5–6 tahun
  • Keamanan dan privasi lebih ketat
  • Menggunakan MIUI atau HyperOS berbasis Android
  • Antarmuka lebih fleksibel dan bisa dikustomisasi
  • Fitur bawaan lebih beragam
  • Update sistem bergantung pada model dan seri

  • Kesimpulan:�iPhone unggul dalam stabilitas dan keamanan, sedangkan Xiaomi menawarkan fleksibilitas dan fitur melimpah.

2. Harga dan Value for Money

  • Produk premium dengan harga tinggi
  • Performa konsisten dalam jangka panjang
  • Nilai jual kembali tinggi
  • Terkenal dengan harga yang kompetitif
  • Memberikan spesifikasi tinggi di harga yang jauh lebih rendah
  • Pilihan banyak mulai dari entry-level hingga flagship

  • Kesimpulan:�Kalau kamu punya budget terbatas dan ingin spesifikasi tinggi, Xiaomi lebih cocok. Tapi jika kamu menginginkan investasi jangka panjangiPhone punya nilai lebih.

20 of 24

iPhone VS Xiaomi!.. Mana Yang Lebih Unggul?

iPhone

Xiaomi

3. Kamera dan Hasil Foto

  • Warna natural, detail stabil, video sangat baik
  • Cinematic Mode, ProRAW, dan ProRes (untuk seri Pro)
  • Performa kamera konsisten, terutama dalam video
  • Resolusi kamera sangat tinggi (hingga 200MP di seri flagship)
  • Fitur AI dan editing bawaan melimpah
  • Hasil foto sangat tajam, meskipun kadang terlalu saturated

  • Kesimpulan:�Untuk video dan konsistensi kameraiPhone unggul. Tapi jika kamu suka eksplorasi fotografi dengan zoom besar dan resolusi tinggi, Xiaomi punya banyak opsi menarik.

4. Performa dan Daya Tahan

  • Chipset A-series sangat efisien dan cepat
  • Kinerja optimal untuk gaming, editing, dan multitasking
  • Penggunaan baterai lebih hemat karena optimasi iOS
  • Menggunakan Snapdragon atau MediaTek
  • Performa gaming sangat baik di seri seperti POCO dan Xiaomi 13
  • Baterai besar dan fast charging hingga 120W

  • Kesimpulan:�Keduanya sangat kuat. iPhone lebih efisien dan stabil, sedangkan Xiaomi lebih agresif dengan kecepatan dan kapasitas charging besar.

21 of 24

iPhone VS Xiaomi!.. Mana Yang Lebih Unggul?

iPhone

Xiaomi

5. Desain dan Build Quality

  • Material premium (kaca, stainless steel, atau titanium)
  • Desain minimalis dan simetris
  • Umumnya lebih ringkas dan nyaman digenggam
  • Desain beragam sesuai seri
  • Beberapa flagship seperti Xiaomi 14 Pro juga menggunakan material premium
  • Banyak model menawarkan desain futuristik

  • Kesimpulan:�iPhone tampil lebih konsisten dan elegan, sedangkan Xiaomi menawarkan variasi desain sesuai selera dan anggaran.

6. Ekosistem dan Dukungan Jangka Panjang

  • Terintegrasi dengan iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods
  • Dukungan update lebih lama
  • Pengalaman pengguna lebih mulus antar perangkat
  • Ekosistem Mi Home, Smart TV, dan wearable
  • Dukungan update lebih terbatas (kecuali seri flagship)
  • Interkoneksi perangkat belum sekuat Apple

  • Kesimpulan:�Jika kamu menggunakan banyak perangkat Apple, iPhone akan terasa lebih nyaman. Xiaomi cocok bagi kamu yang mengandalkan perangkat Android dan smart home ecosystem berbasis Google.

22 of 24

iPhone VS Xiaomi!.. Mana Yang Lebih Unggul?

iPhone

Xiaomi

KESIMPULAN

Pilih iPhone jika kamu:

  • Menginginkan sistem yang stabil dan aman
  • Suka desain simpel dan build premium
  • Butuh dukungan jangka panjang dan ekosistem Apple
  • Fokus pada kualitas video dan kemudahan penggunaan

Pilih Xiaomi jika kamu:

  • Punya budget terbatas tapi ingin spesifikasi tinggi
  • Suka fleksibilitas Android dan fitur canggih
  • Ingin kamera resolusi besar dan fast charging
  • Lebih suka mengeksplorasi fitur dan kostumisasi

23 of 24

Membangun Keunggulan Kompetitif Yang Berkelanjutan

Value Drivers

Cost Drivers

Superior Market Position

Sustainable Competitive Advantage

Resources Capabilities

Preventing Imitation

Retaining Customers

Defendable Market Position

24 of 24

Selesai