1 of 22

Program Aktifitas Pembelajaran Anak Spesial Need�

Agoeng Noegroho, STr.Kes.

2 of 22

A. Proses Sensori dan persepsi.

  • Perkembangan proses sensori dan persepsi seiring kematangan otak.
  • Pengalaman sensoris berpengaruh pada perkembangan struktur otak dan fungsi kognitif.

3 of 22

A. Proses Sensori dan persepsi.

  • Kemampuan sensori ( visual, auditori ,taktil, vestibular, proprioceptif) dan ketrampilan sosial, mempengaruhi pengalaman dan tahapan dlm berinteraksi dengan orang maupun lingkungan .

4 of 22

Aktifitas Visual & Auditori

  • ABK bisa saja memiliki kelemahan dalam perkembangan visual.
  • Bayi prematur kemungkinan mengalami ketidakmatangan sistem visualnya.
  • Respon visual diperoleh dengan bermain cahaya dan mengikuti obyek bergerak berwarna cerah.

5 of 22

Aktifitas Visual & Auditori

1. Horizontal gaze

  • Saat anak mampu mempertahankan pandangannya pada sebuah benda, buatlah gerakan horisontal pendek sambil mengobservasi dan menunggu reaksinya dalam merespon gerakan ini.

2. Vertical gaze

  • Tambahkan gerakan horisontal, vertikal dan diagonal.
  • Benda tetap berada dilapang pandang (visual field) anak.
  • Ijinkan anak memegang benda ,supaya dapat mengeksplorasi dengan tangannya setelah memperhatikan secara visual.

6 of 22

Aktifitas Visual & Auditori

3. Persepsi Dalam

( Dept Perception)

  • Meraih mainan atau mencari sumber suara atau benda, mengembangkan perasaan terhadap posisi benda yang ada didekatnya.
  • Gerakan benda mendekati wajah kemudian menjauh.
  • Jarak diatur harus dapat dilihat oleh anak.

4. Identifikasi Suara

  • Perhatian anak anak diperoleh melalui mainan dan benda bersuara.
  • Taruh benda bersuara jauh dari pandangan anak dan perhatikan reaksi anak sambil mendorong dia untuk menemukan benda tersebut.
  • Obsevasi perubahan respon, persepsinya terhadap suara.

7 of 22

B. Meniru dan dan memperhatikan obyek yang sama.

  • Bulan-bulan pertama , sistem visual bayi berkembang secara signifikan.
  • Kapasitas visual yang dihasilkan meningkatkan kemampuan dalam memusatkan pandangannya.

8 of 22

B. Meniru dan memperhatikan �obyek yang sama.

1. Ci-Lupp-Baa

  • Mengembangkan kemampuan antisipasi dan membangun kemampuan menebak obyek yang sama yang akan muncul.
  • Membatu memahami bahwa obyek dan orang tersebut tinggal di tempat yang sama, meski berpindah dari satu tempat ketempat yang lain, dan biasanya akan kembali muncul.

2. Menyembunyikan sebagian dan keseluruhan obyek

  • Sembunyikan sebagian dari mainan dan kemudian pindahkan dari pandangan anak, bantu dia mempertahankan sebanyak mungkin informasi tentang apa saja yang dilihatnya , dan segera membantu anak mengarahkan perhatiannya.

9 of 22

B. Meniru dan dan memperhatikan� obyek yang sama.

3.Ketrampilan Meniru

  • Ekspresi wajah anak mempengaruhi perkembangan kognitif dan kemampuan sosialisasi.
  • Meng-ekspresikan“mimik wajah” dan menirukan, (pertama kali berikan contoh dan pengulangan yang berurutan)

4. Aksi dan Reaksi.

  • Anak menemukan hubungan aksi dan reaksi ini dengan melibatkan diri dalam sebuah aktivitas yang menantang.

Permainan bisa menggunakan kotak yang berisi benda-benda yang mengeluarkan suara, atau dengan mainan yang memberikan reaksi tertentu ketika dimainkan ( seperti “Badut dalam kotak”)

10 of 22

B. Meniru dan dan memperhatikan obyek yang sama.

5.Problem solving sederhana.

  • Secara bertahap, kita dapat membantu anak merencanakan sebuah solusi untuk memecahkan masalah saat bermain.

Sebagai contoh, mendapatkan kembali mainan yang jauh dari jangkauan tangannya, bisa juga menggunakan benda yang lain sebagai alat bantu atau menemukan cara lain untuk meraihnya.

11 of 22

C. Body perception (persepsi tubuh) dan Self-awarenes ( kesadaran diri )�

  • Pengalaman Interpersonal, sensori, motorik dan kinestetik membantu anak mengembangkan kemampuan bodi persepsi dan self-awareness.
  • Dalam aktifitas sosial interaksinya, anak akan mengkontruksi tidak hanya image dan perasaan tentang dirinya tetapi juga pola internal atau gagasan-gagasan tentang oranglain.
  • Pandangan tentang self-awareness juga berhubungan dengan kematangan dan kepribadian serta pengalaman sosiokultural.

12 of 22

C. Body perception (persepsi tubuh) dan Self-awarenes ( kesadaran diri )�

1. Menunjuk anggota tubuh.

  • Menyebut dan menunjuk bagian dari tubuh anak.
  • Konfirmasikan nama bagian tubuh yang anak rasakan
  • Pada awalnya, cobalah menyebut bagian tubuh yang terlihat oleh anak, seperti kaki, tangan, atau perut.

2. Identifikasi bagian

tubuh secara detail.

  • Kita dapat secara bertahap memulai menyebutkan anggota tubuh yang lain yang sulit terlihat oleh anak, seperti mata, mulut, dan hidung.

  • Tergantung dari level respon anak, doronglah dia untuk mengidentifikasi bagian tubuh orang lain.

3.Menunjuk bagian tubuh orang lain.

13 of 22

C. Body perception (persepsi tubuh) dan Self-awarenes ( kesadaran diri )�

4. Bermain di depan cermin.

  • Anak suka bergerak, memperhatikan ekspresi wajah & mengeksplorasi tubuhnya didepan cermin.
  • Anak secara progresif menghubungkan gerak tubuh dengan apa yang dilihat dicermin.
  • Penggunaan cermin juga memberikan feedback pada gerakan, seperti penyesuaian postur (postural adjusments), itu memotivasi untuk berpartisipasi dalam aktifitas fungsional.

5. Keseimbangan diatas ayunan

  • Stimulasi persepsi kinestetic dan vestibular penting bagi anak-anak dengan brain injury.
  • Disfungsi vestibular seringkali terjadi pada anak-anak dengan TBI dan gangguan perkembangan anak yang berat.

14 of 22

C. Body perception (persepsi tubuh) dan Self-awarenes ( kesadaran diri )�

6. Bermain Air.

  • Bermain di air membantu anak untuk mengintegrasikan gerakan-gerakan halus dengan sensai proprioceptif.
  • Ini dapat dilakukan baik di kolam terbuka maupun tertutup, atau di bak mandi, asalkan anak bisa mengikuti permainan di air.

7. Bermain Pasir.

  • Bermain di pasir dapat diintegrasikan dalam kegiatan keseharian anak .
  • Mengeksplorasi persepsi taktil pada bagian tubuh mereka yang lain dan memberikan pengalaman dalam merasakan tubuh sebagai sebuah kesatuan.
  • Aktifitas ini juga penting buat anak CP hemiplegi dan diplegi, yang memiliki kelemahan persepsi pada letak anggota tubuhnya yang bermasalah.

15 of 22

D. Representasi

  • Pikiran simbolis seorang anak kapasitas mental dalam membuat konsep tentang benda, orang atau kejadian.
  • Anak mendemonstrasikan kemampuan membayangkan benda yang disembunyikan.

  • Memecahkan masalah: dengan permainan-permainan simbolis, dan menirukan aktifitas yang sebelumnya sudah ditunjukkan.

  • Pikiran simbolis mengajarkan anak menggunakan benda, kejadian, atau orang mengembangan kapasitas pada anak untuk menemukan cara-cara baru dalam berpatisipasi dan berhadapan dengan lingkungan sekitarnya.

16 of 22

D. Representasi

1. Hide and Seek

  • Sembunyikanbenda dan mintalah anak mencarinya.Anak akan mem perkiraan dan menyimpulkan berdasar pengalaman dan observasi yang dilakukan.
  • Arahkan perhatian anak kemana sebuah mainan dan benda-benda yang familier , pastikan dia melihat benda tersebut saat disembunyikan.

2. Mencari Benda Yang Dipindahkan

  • Ini penting,berikan anak petunjuk verbal yang dapat membantu dia memformulasikan perkiraannya dan, pada saat yang sama, mendorong dia melakukan pencarian.

17 of 22

D. Representasi

3. Simple Role-playing

  • Menyuapi boneka dan menidurkan boneka.

  • Melalui pikiran simbolis, melibatkan dalam aktifitas “Pura-pura” , seperti komunikasi melalui telepon mainan dan kemudian ajak anak berbicara di telepon sungguhan

18 of 22

D. Representasi

4. Belajar Konsep-Konsep Dasar

  • Berikan bola besar dan kecil.
  • Memberikan benda bervariasi , anak belajar membedakan ukuran sebuah benda.
  • Konsep posisi ruangan ( Spatial location ) menolong anak memiliki kemandirian
  • Minta anak meraih benda yang berada diatas-dibawah furniture atau mintalah anak untuk mengambil kembali benda-benda yang telah ditaruh didalam kotak.

5. Identifikasi Gambar Anggota Tubuh

  • Awalnya, tunjukkan sebuah foto keluarga atau gambar macam-macam binatang, gambar orang dan diminta mengidentifikasi bagian tubuhnya.

19 of 22

D. Representasi

  • Tunjukkan beberapa benda ketika anak sedang belajar konsep satu, dua dan banyak;
  • Lanjutkan dengan konsep satu, dua, tiga dsb sampai berhasil.
  • Berikutnya menghitung jari-jari anak dengan bersuara keras, hitung juga kancing bajunya,dll

6. Memahami Kwantitas.

20 of 22

E. Perkembangan Konsep

  • Kegiatan aktivitas sosial yang terstruktur menolong anak memperkuat kemampuan dalam mengorganisasi kemampuan kognitifnya.
  • Keikutsertaan anak dalam kegiatan sehari-hari yang berbeda-beda,terekam sebagai kegiatan kehidupan berkeluarga yang kontekstual.
  • Anak secara bertahap menjadi trampil pada aktivitas tertentu dan memiliki peran besar dalam proses tersebut. Pengalaman ini adalah petunjuk setiap aktifitas, gambaran mental yang anak gunakan untuk memprediksi dan merencanakan urutan kemungkinan setiap kejadian.

21 of 22

E. Perkembangan Konsep

  1. Kegiatan-kegiatan Harian.

  • Dari sejak usia dini, anak memulai keterlibatannya, dan memahami, hubungan timbal balik kejadian – kejadian sehari-hari.
  • Dia mulai merumuskan asosiasinya berdasarkan pada kegiatan harian dirumah; contoh, bahwa ketika dia dibaringkan di tempat tidur dan lampu dimatikan artinya waktunya untuk tidur.

2. Orientasi.

  • Doronglah anak untuk memperhatikan suara-suara didalam dan diluar rumah, menamai satu persatu, tanyakan yg didengar, dan kemudian bantu dia mengasosikan semuanya dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi disekitarnya.
  • Bantulah dia untuk mengasosiasikan bau dan aroma yang keluar dari orang-orang atau benda-benda.

22 of 22

�E. Perkembangan Konsep

3. Matching Pasangan.

  • Awali dengan benda yang sama identik dan tidak memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.
  • Memasangkan benda-benda yang cukup familier.

4. Mengenalkan Fungsi Benda

  • Saat pemahaman anak mengalami kemajuan, doronglah dia untuk menggunakan dan meningkatkan kemampuanya dalam mengidentifikasi benda-benda.
  • Sangat penting untuk berbicara dengan anak selama melakukan aktifitas sehari-hari, bantulah menamai dan mengelompokan benda-benda yang berbeda sesuai dengan kegunaannya.
  • Dia akan secara bertahap mengasosiasikan bentuk antara benda tersebut sesuai dengan fungsinya.
  • Tunjukkan apresiasi dan lanjutkan dengan berbagai macam benda dan fungsinya terutama benda-benda yang berhubungan dengan kebutuhan pribadinya.