BAB 4
SUHU, PEMUAIAN DAN KALOR
Sumber : pixabay.com/ColiN00B
PETA KONSEP
KALOR
Perubahan suhu
Perubahan wujud
Melepas kalor
Membeku
Mengembun
Deposisi
Memerlukan kalor
Mencair
Menguap
Menyublim
Perpindahan
Konduksi
Konveksi
Radiasi
INDRA PERABA TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT PENGUKUR SUHU
Tangan tidak dapat dengan tepat digunakan sebagai alat pengukur suhu.
Alat pengukur suhu dengan tepat dan bersifat standar, dalam arti bisa dipakai secara internasional bernama termometer.
Dalam SI dinyatakan dalam Kelvin (K)
TERMOMETER SEBAGAI PENGUKUR SUHU ZAT
Termometer bekerja berdasarkan perubahan volume, yaitu zat memuai jika suhu zat naik dan zat menyusut jika suhu zat turun.
MEMBUAT TERMOMETER
Bagian-bagian Termometer
Pipa kaca yang berupa pipa kapiler
Zat cair pengisi termometer
Reservoir (tandon)
Skala
Tabung gelas
Skala Termometer
MEMBUAT TERMOMETER
Bahan Termometer
Zat Cair
Alasan air tidak digunakan untuk mengisi tabung termometer
Ciri-ciri termometer klinis
Termometer ini khusus digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia
Skala ukurnya hanya 35 – 42oC dan menggunakan zat muai raksa (Hg)
Pada pembuluh termometernya terdapat bagian yang disempitkan dengan tujuan agar raksa yang sudah memuai tidak mudah turun dan pengukuran menjadi lebih akurat
Untuk mengembalikan raksa ke dalam tandon, termometer harus diguncang-guncangkan terlebih dahulu
Merupakan termometer maksimum karena hanya dapat mengukur suhu tertinggi saja
Ciri-ciri termometer maksimum-minimum Six-Bellani
Merupakan thermometer khusus karena hanya digunakan untuk mengukur suhu tertinggi dan terendah disuatu tempat
Skala ukurnya antara -20°C sampai 50°C
Menggunakan zat muai alcohol dan raksa, dilengkapi dengan keping baja sebagai penunjuk skala
Disediakan magnet tetap, untuk menarik keeping baja turun dan melekat pada raksa
Ciri-ciri termometer ruang
Untuk mengukur suhu ruangan
Menggunakan zat muai logam, tetapi ada pula yang menggunakan raksa
Ukuran tendon dibuat besar agar menjadi lebih peka terhadap perubahan suhu
Dipasang menggantung diruangan
Merupakan jenis termometer maksimum
Ciri-ciri termometer laboratorium
Digunakan untuk mengukur suhu dalam percobaan, penelitian atau pengukuran ilmiah lainnya
Menggunakan zat muai raksa
Skala ukurnya lebar, hingga dibawah nol
Terdapat jenis termometer laboratorium yang sengaja tidak diberi skala agar dapat digunakan untuk praktik penentuan skala
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Zat Cair sebagai Termometer
RAKSA
Keuntungan | Kerugian |
Mudah dilihat karena mengilap | Harganya mahal |
Pemuaiannya teratur | Tidak dapat mengukur suhu sangat rendah (kurang dari -39oC) |
Tidak membasahi dinding kaca | Merupakan bahan beracun |
Jangkauan suhunya cukup besar (-39oC sampai 357oC) | |
ALKOHOL
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Zat Cair sebagai Termometer
Keuntungan | Kerugian |
Harganya murah | Titik didihnya rendah (78oC) sehingga tidak bisa mengukur suhu tinggi |
Lebih teliti untuk perubahan yang sangat kecil karena pemuaiannya cukup besar | Tidak berwarna sehingga sulit dilihat |
Titik bekunya rendah (-112oC) | Membasahi dinding kaca |
MEMBUAT TERMOMETER
Bahan Termometer
Zat Padat
Termometer ini menggunakan bahan logam untuk menunjukkan adanya perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan.
Termometer ini dapat mengukur suhu di atas 1.000oC. Hambatan listrik pada seutas kawat logam akan bertambah jika dipanaskan.
Permukaan yang berbeda antara dua logam yang kedua ujungnya disentuhkan akan menghasilkan gaya gerak listrik (ggl). Besar ggl ini yang dimanfaatkan oleh termokopel untuk menunjukkan suhu.
Termometer Gas
Termometer Optis
Pirometer bekerja dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda yang sangat panas. Dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (500 – 3.000oC).
Cara menggunakan yaitu dengan menekan tombol sampai menunjuk angka tertinggi sambil mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang dituju. Sinar yang diarahkan ke logam akan memantul dan pantulan tersebut direspons oleh sensor penerima hingga termometer inframerah menunjukkan angkanya.
MEMBANDINGKAN SKALA CELSIUS DENGAN SKALA LAIN
Jenis Termometer | Titik Tetap | Selisih (jumlah skala) | |
Bawah | Atas | ||
Celsius | 0oC | 100oC | 100 |
Reamur | 0oR | 80OR | 80 |
Fahrenheit | 32oF | 212OF | 180 |
Kelvin | 273 K | 373 K | 100 |
Keterangan:
tc = skala yang ditunjukkan thermometer Celcius (°C)
tR = skala yang ditunjukkan termometer Reamur (oR)
tF = skala yang ditunjukkan termometer Fahrenheit (oF)
T = skala yang ditunjukkan termometer Kelvin
tc : tR : (tF – 32) = 5 : 4 : 9
T = tC + 273 atau tR = T – 273
MEMBANDINGKAN SKALA CELSIUS DENGAN SKALA LAIN
Rumus perbandingan skala Celsius dengan skala lain
MEMBANDINGKAN SKALA CELSIUS DENGAN SKALA LAIN
Contoh Soal
Contoh Soal
PROSES PEMUAIAN ZAT PADAT, ZAT CAIR DAN GAS
Proses Pemuaian Zat Padat
Proses Pemuaian Zat Cair
Proses Pemuaian Gas
PERCOBAAN SEDERHANA PADA PEMUAIAN ZAT CAIR DAN ZAT PADAT
Percobaan Pemuaian pada Zat Cair
Percobaan Pemuaian pada Zat Padat
PENGARUH PERBEDAAN KOEFISIEN MUAI ZAT
Pemuaian pada Zat Padat
Koefisien muai panjang: bilangan yang menunjukkan pertambahan panjang zat padat jika suhunya dinaikkan 1oC.
Pemuaian pada Zat Cair
Koefisien muai ruang / muai volume: bilangan yang menunjukkan pertambahan volume setiap satuan volume suatu zat jika suhu naik 1oC.
Pemuaian Volume Gas
Koefisien muai ruang / muai volume: bilangan yang menunjukkan pertambahan volume setiap satuan volume suatu zat jika suhu naik 1oC.
L2 = L1{1 + α (T2 – T1)}
V2 = V1{1 + γ (T2 – T1)}
PRINSIP PEMUAIAN DALAM TEKNOLOGI
KALOR
Kalor adalah salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang lebih rendah jika kedua benda bersentuhan
Satu kalori (kal) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 1oC
1 kilokalori = 1kkal = 1000 kal
PENGARUH KALOR TERHADAP PERUBHAN SUHU DAN PERUBAHAN WUJUD ZAT
Kalor dapat Menyebabkan Kenaikan Suhu
Massa Zat
Kalor jenis
PENGARUH KALOR TERHADAP PERUBHAN SUHU DAN PERUBAHAN WUJUD ZAT
Kalor dapat Menyebabkan Perubahan Wujud
Perubahan wujud yang memerlukan kalor
Perubahan wujud zat yang melepaskan kalor
PENGUAPAN
Penguapan merupakan perubahan wujud dari cair menjadi gasc
Penguapan dapat dipercepat dengan cara berikut:
MERANCANG DAN MEMBUAT PERALATAN SEDERHANA YANG MEMANFAATKAN PRINSIP KALOR
Tandon raksa thermometer dibungkus kain basah
Angka suhu lebih rendah
Penguapan air mengambil panas dari tendon raksa
Suhu tidak naik
Aliran udara membantu penguapan dengan membawa udara kering kepada termometer
ASAS BLACK DAN PENERAPANNYA
Joseph Black (1728-1799) melakukan percobaan yang menghasilkan teori bahwa ketika dua benda dengan suhu yang berbeda disentuhkan (dicampur), benda bersuhu lebih tinggi akan melepas kalor dan benda bersuhu lebih rendah akan menerima kalor
Bunyi Asas Black : “Banyaknya kalor yang dilepas benda bersuhu lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima bersuhu lebih rendah”
Qlepas = Qterima
m1c1(T1 – Ta) = m2c2(Ta – T2)
PERPINDAHAN KALOR
Konduksi untuk Zat Padat
Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan partikel zat
Contoh peristiwa konduksi :
Ketika mengaduk minuman panas dengan sendok logam, ujung sendok yang kita pegang terasa panas
Penggorengan yang terbuat dari logam biasanya memiliki egangan berbahan isolator. Jika tidak diberi pegangan dari bahan isolator (kayu atau plastic) saat memasak tangan kita terasa panas
Saat membeli bakso atau soto yang kuahnya panas, mangkuknya juga akan terasa panas
✓
✓
✓
Laju aliran kalor konduksi:
PERPINDAHAN KALOR
Konveksi untuk Zat Cair dan Gas
Konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat yang disertai perpindahan partikel zat tersebut
Pada air
Pada Udara
Contoh peristiwa konveksi
Laju aliran kalor konveksi
PERPINDAHAN KALOR
Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara
Contoh peristiwa radiasi
Persamaan radiasi kalor
E = eσT4
Kecepatan total aliran kalor radiasi benda
SUHU TUBUH MANUSIA
Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh Manusia
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan suhu tubuh
SUHU TUBUH MANUSIA
Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh Manusia
SUHU TUBUH MANUSIA
Mengukur Suhu Tubuh
Pengukuran yang diambil pada posisi tubuh berlainan akan memberikan hasil yang berbeda
Pengambilan suhu di dalam mulut 37oC, di ketiak 36,5oC, di rektum (anus) 37,5oC
SUHU TUBUH HEWAN
Berdasarkan mekanisme pengaturan suhu tubuh, hewan dibedakan menjadi hewan eksoterm (berdarah dingin) dan endoderm (berdarah panas)
Sumber: pixabay.com/einszweifrei
SUHU TUBUH HEWAN
Berdasarkan mekanisme pengaturan suhu tubuh, hewan dibedakan menjadi hewan ektoterm (berdarah dingin) dan endoderm (berdarah panas).
SUHU TUBUH HEWAN
Berdasarkan mekanisme pengaturan suhu tubuh, hewan dibedakan menjadi hewan ektoterm (berdarah dingin) dan endoderm (berdarah panas).
Berdasarkan mekanisme pengaturan suhu tubuh, hewan dibedakan menjadi hewan ektoterm (berdarah dingin) dan endoderm (berdarah panas).
SUHU TUBUH HEWAN
Sumber : pixabay.com/MemoryCatcher
Kerjakan latihan pada buku IPA Terpadu SMP kelas VII jilid 1 (Tim Abdi Guru) halaman 209