1 of 20

PROSES PLATING PADA

PERMUKAAN PLASTIK ABS

MODUL

2 of 20

1. PLASTIK ABS

Plastik ABS, singkatan dari Acrylonitrile Butadiene Styrene, termasuk dalam kategori thermoplastic yang mengandung acrylonitrile, butadiene dan styrene. Plastik ABS dapat dicetak untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan dengan cara injection molding dan dapat dielektroplating dengan terlebih dahulu dilakukan tahap metalisasi.

Di pasaran, jenis plastik ABS ada beberapa macam dan tidak semua plastik ABS dapat diproses elektroplating. Agar tidak mengalami kegagalan saat diproses elektroplating maka pilihlah jenis plastik ABS dengan grade electroplating.

Dibandingkan dengan jenis plastik lainnya, plastik ABS merupakan jenis plastik yang mempunyai faktor keberhasilan untuk diplating lebih besar. Hal tersebut disebabkan oleh mudahnya permukaan plastik ABS dietsa secara kimiawi. Kondisi tersebut berpengaruh pada tingginya tingkat daya lekat (adhesive) lapisan logam yang menempel pada permukaan plastik ABS.

Berikut adalah ilustrasi gambar penampang permukaan plastik dari kondisi sebelum dietsa dan telah dietsa lalu diplating khrom.

Skema di atas menunjukkan susunan lapisan diatas permukaan plastik ABS yang telah dietsa dimana:

  • Lapisan elektroles nikel diperoleh setelah diproses elektroles nikel plating. Proses elektroles nikel

plating adalah proses melapiskan logam nikel pada permukaan plastik secara kimiawi tanpa supply arus DC dari luar.

  • Lapisan tembaga diperoleh setelah diproses elektroplating tembaga. Proses elektroplating tembaganya menggunakan larutan berbasis asam (acid copper plating).
  • Lapisan nikel diperoleh setelah diproses elektroplating nikel (bright nickel).

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 1

3 of 20

2. PERBEDAAN ELEKTROLES DENGAN ELEKTRO PLATING

Dalam Bab 1, disebutkan terdapat lapisan elektroles dan electroplating. Berikut ditampilkan tabel perbedaan elektroles dengan elektro plating.

Perihal

Metoda pelapisan logam

Elektroplating Elektroles plating

Definisi

Proses menempelkan logam pada permukaan elektroda yang telah bersifat konduktor secara elektrokimia.

Proses menempelkan logam pada permukaan yang telah bersifat katalis melalui reaksi reduksi.

Kebutuhan utama

Membutuhkan supply arus listrik DC dari luar dan koneksi listrik antara anoda-katoda dengan alat pen-supply arus listrik DC.

Membutuhkan bahan kimia yang berfungsi sebagai reduktor.

Skema sistem bak

Reaksi kimia yang terjadi

Anoda (+): terjadi reaksi oksidasi (larutnya logam

logam di permukaan benda)

Contoh reaksi di elektroplating tembaga: Anoda (+):

Cu = Cu2+ + 2e-

Katoda (-):

Cu2+ +2e- = Cu

Reaksi reduksi terbentuknya lapisan logam

anoda ke dalam larutan) dipermukaan benda akibat adanya bahan reduktor. Katoda (-): terjadi reaksi reduksi (terbentuk lapisan Contoh reaksi di elektroles nikel plating:

H2PO - + Ni2+ + H2O (catalyst) = H2PO - + Ni + 2H+

2 3

H2PO - + H2O = H2PO - + H2🡭

2 3

- -

H2PO2 + H (catalyst) H2O + OH + P

Hasil lapisan

Bagian benda yang dekat dengan anoda akan lebih tebal karena mempunyai rapat arus yang lebih besar.

Tebal lapisan relatif merata di setiap bagian permukaan benda.

Parameter kondisi operasi yang sangat berpengaruh

  • Komposisi kimia
  • Suhu larutan
  • pH larutan
  • Agitasi
  • Kebersihan larutan
  • Rapat arus
  • Anoda
  • Komposisi kimia
  • Suhu larutan
  • pH larutan
  • Agitasi
  • Kebersihan larutan

Sistem bak larutannya

  • Bak
  • Larutan
  • Heater
  • Filter
  • Power supply (Rectifier)
  • Anoda
  • Benda kerja (katoda)
  • Bak
  • Larutan
  • Heater
  • Filter

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 2

4 of 20

3. TAHAPAN PROSES PLATING PADA PERMUKAAN PLASTIK ABS

Tahapan proses plating pada permukaan plastik ABS adalah sebagai berikut :

  1. Soak cleaning
  2. Rinse
  3. Chemical etching
  4. Rinse
  5. Netralisasi
  6. Rinse

PREPARASI PERMUKAAN

  1. Pre dip
  2. Rinse (singkat saja)
  3. Katalisasi palladium
  4. Rinse (singkat saja)
  5. Akselerasi
  6. Rinse
  7. Elektroles plating (nikel)
  8. Rinse
  9. Acid dip
  10. Rinse

KATALISASI PALLADIUM + ELEKTROLES PLATING (METALISASI)

  1. Elektroplating tembaga (acid copper)
  2. Rinse
  3. Lanjut proses elektroplating yang

diinginkan…..

ELEKTROPLATING

Keterangan dari masing-masing tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Soak cleaning.

Fungsi tahap soak cleaning adalah membersihkan permukaan plastik ABS dari berbagai pengotor seperti gram bekas bor, debu, oli, lemak maupun tapak tangan. Permukaan plastik ABS harus bersih agar efektifitas reaksi kimia pada tahap berikutnya dapat lebih besar sehingga peluang keberhasilan proses plating logamnya pun akan menjadi lebih besar pula. Beberapa kegagalan yang disebabkan oleh tidak sempurnanya pelaksanaan tahap soak cleaning adalah :

    • Pada daerah tertentu tidak terbentuk lapisan.
    • Lapisannya mudah terkelupas.
    • Lapisannya menggelembung (blister).

  1. Chemical etching.

Fungsi tahap chemical etching adalah mengikis permukaan plastik ABS agar terbentuk pori-pori. Fungsi dari pori-pori tersebut adalah untuk meningkatkan daya lekat lapisan dan lebih memudahkan terbentuknya lapisan.

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 3

5 of 20

  1. Netralisasi.

Fungsi tahap netralisasi adalah untuk menghilangkan bekas larutan chemical etching yang masih ada di pori-pori permukaan plastik ABS.

  1. Katalisasi palladium.

Fungsi tahap katalisasi adalah untuk menghasilkan permukaan plastik ABS yang bersifat katalis. Permukaan plastik dinyatakan telah bersifat katalis jika pada permukaan plastik tersebut telah terlapisi Palladium. Indikasi telah menempelnya Palladium adalah terdapatnya lapisan tipis kehitaman pada permukaan plastik ABS yang telah dibilas.

Permukaan plastik yang bersifat katalis sangat mutlak diperlukan agar saat benda kerja berada di tahap elektroles plating, pada permukaannya dapat terbentuk lapisan logam.

  1. Akselerasi.

Fungsi tahap akselerasi adalah :

    • Melarutkan lapisan tipis Sn (timah) yang menutupi lapisan Pd (palladium).

Lapisan tipis Sn terbentuk secara simultan pada saat proses katalisasi palladium berlangsung. Lapisan tipis Sn yang terbentuk dapat menjadi penghambat/penghalang bagi terbentuknya lapisan logam saat proses elektroles plating berlangsung. Dengan dihilangkannya lapisan tipis Sn tersebut maka permukaan plastik benar-benar bersifat katalis sehingga mudah untuk dilapisi logam saat berada di tahap elektroles plating.

    • Menghilangkan bahan pencemar logam yang masih berada di permukaan benda kerja. Keberadaan bahan pencemar logam tersebut dapat mengurangi efektivitas reaksi di tahap elektroles plating dan dapat mempercepat rusaknya larutan elektroles plating.

  1. Elektroles plating.

Fungsi tahap elektroles plating adalah untuk menghasilkan lapisan logam yang akan menjadi lapisan dasar yang konduktor agar benda kerja dapat terlapisi logam di tahap elektroplating. Metoda elektroles plating adalah cara melapiskan logam yang berlangsung pada permukaan yang telah bersifat katalis dan pelaksanannya tidak membutuhkan supply arus listrik dari luar.

Jika ada daerah/bagian tertentu dari permukaan plastik ABS yang tidak terbentuk lapisan elektroles plating maka pada daerah tersebut sudah dapat dipastikan tidak akan terbentuk lapisan logam saat tahap elektroplating dilakukan.

Jenis elektroles plating yang dapat diterapkan setelah tahap katalisasi palladium adalah:

  • Elektroles plating tembaga - produknya adalah lapisan logam tembaga.
  • Elektroles plating nikel – produknya adalah lapisan logam nikel. Lapisan logam nikelnya berupa paduan Ni-P (nikel-phosphor) yang mempunyai karakteristik lebih keras dan tahan korosi dibandingkan dengan lapisan logam tembaga produk elektroles plating tembaga. Dalam proses plating pada permukaan plastik ABS, jenis elektroles plating yang umum digunakan adalah elektroles plating nikel.

  1. Acid dip.

Acid dip adalah proses perendaman dalam larutan asam yang bertujuan untuk menghilangkan drag out (sisa larutan tahap sebelumnya yang menempel dipermukaan benda kerja) dan lapisan oksida serta mencegah terbentuknya blister pada lapisan.

  1. Rinse.

Rinse (pembilasan) adalah proses untuk menghilangkan drag out (sisa larutan tahap sebelumnya yang menempel dipermukaan benda kerja) dengan menggunakan air.

Dengan dilakukannya rinse (pembilasan) diharapkan dapat:

    • Mencegah pencemaran dan memperpanjang umur pakai larutan.
    • Mengefektifkan reaksi kimia antara permukaan benda kerja dengan larutan.

Pelaksanaan pembilasan sangat boros dalam penggunaan air. Beberapa teknik pembilasan telah dikembangkan untuk mengurangi pemakaian air dan mengefektifkan pembilasan.

  1. Elektroplating.

Elektroplating adalah cara melapiskan logam yang berlangsung pada permukaan yang konduktor dan pelaksanaannya membutuhkan supply arus listrik dari luar. Fungsi dilakukannya tahap elektroplating setelah tahap elektroles plating adalah untuk menghasilkan lapisan logam yang lebih tebal dalam waktu yang lebih singkat. Jenis elektroplating yang dapat diterapkan setelah tahap elektroles

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 4

6 of 20

plating adalah elektroplating tembaga yang menggunakan larutan berbasis asam (acid copper plating). Elektroplating tembaga yang berbasis asam sangat cocok digunakan untuk menambah tebal lapisan dengan cepat.

Jika diinginkan untuk dilakukan tahap electroplating lanjutan (misalnya electroplating bright nickel), setelah melalui tahap elektroplating tembaga, disarankan untuk menerapkan tahap acid dip/pickling guna menghilangkan lapisan oksida pada permukaan lapisan tembaga. Lapisan oksida pada permukaan tembaga ditandai dengan munculnya warna kehitaman pada permukaan lapisan tembaga. Permukaan lapisan tembaga yang teroksidasi jika tidak dibersihkan dapat mengurangi daya lekat lapisan berikutnya.

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 5

7 of 20

Bahan kimia dan kondisi operasi proses elektroplating tembaga pada permukaan plastik ABS.

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 6

No.

Tahap

Nama Larutan

Kondisi operasi

Suhu lrt.

pH lrt.

Tegangan

Rapat Arus (RA)

Arus

Eff. El.plating

Waktu rendam

Pengadukan

Penyaringan

1

Soak cleaning

Metal cleaner atau PS clean 1

50-70°C

2-10 mnt

Menggerakkan benda kerja Gelembung udara (bebas oli)

2

Rinse

Ruangan

30 dtk-1,5 mnt

Menggerakkan benda kerja

3

Chemical etching

Etching plastik ABS

60-70°C

30-60 mnt

Menggerakkan benda kerja

4

Rinse

Ruangan

30 dtk-1 mnt

Menggerakkan benda kerja

5

Netralisasi

Netralisasi

Ruangan

0,5-1 mnt

Menggerakkan benda kerja

6

Rinse

Ruangan

30 dtk-1 mnt

Menggerakkan benda kerja

7

Pre dip

Pre dip

Ruangan

0,5-1 mnt

Menggerakkan benda kerja

8

Rinse

Ruangan

30 dtk-1,5 mnt

Menggerakkan benda kerja

9

Katalisasi palladium

Palladium conc.: 7 ml/ltr

Asam khlorida 37%: 120-200 ml/lt. Air suling

Ruangan

5-10 mnt

Menggerakkan benda kerja

10

Rinse

Ruangan

< 5 detik

Menggerakkan benda kerja

11

Akselerasi

Akselerasi

Ruangan

5-10 mnt

Menggerakkan benda kerja

12

Rinse

Ruangan

< 5 detik

Menggerakkan benda kerja

13

Elektroles nikel

PS elesni 2-A / EN-A: 80 ml/lt. PS elesni 2-B / EN-B: 150 ml/lt.

65-85°C

4,6-5

5-20 mnt

Menggerakkan benda kerja

Kontinu

14

Rinse

Ruangan

30 dtk-1,5 mnt

Menggerakkan benda kerja

15

Acid dip/Pickling *)

Sulfuric acid: 50-100 ml/lt.

Ruangan

30-90 dtk

Menggerakkan benda kerja

16

Rinse *)

Ruangan

30 dtk-1 mnt

Menggerakkan benda kerja

17

Elektroplating tembaga (acid copper)

Tebal: min. 12 mikron

Acid copper plating

Ruangan

3-9 V

3-6 A/dm2

Tabel 1)

99+%

Tabel 1)

Min. 20 mnt

Gelembung udara (bebas oli) bertekanan tinggi

Menggerakkan benda kerja

Kontinu

18

Rinse

Ruangan

30 dtk-1 mnt

Menggerakkan benda kerja

19

Acid dip/Pickling *)

Sulfuric acid: 50-100 ml/lt.

Ruangan

30-90 dtk

Menggerakkan benda kerja

20

Rinse *)

Ruangan

30 dtk-1 mnt

Menggerakkan benda kerja

Keterangan :

*) Jika diperlukan.

1) Lihat lampiran Cara Pembuatan dan Penggunaan Larutan.

8 of 20

Peralatan yang dibutuhkan untuk proses elektroplating tembaga pada permukaan plastik ABS.

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 7

No.

Tahap

Anoda

Peralatan

Bahan anoda

Kantong anoda

Bak

Heater

Agitator

Exhaust

Power supply

Lain-lain

1

Soak cleaning

Mild steel, Stainless Steel

Coil steel/stainless steel

Electric immersion steel/stainless steel

Mekanik Pompa udara

Ya

2

Rinse

Plastik PVC, PP

Mekanik

3

Chemical etching

Baja lapis keramik Baja lapis Pb/Ti Hard rubber Plastik PVC

Coil stainless steel atau titanium Electric immersion heater silika

Mekanik

Ya

4

Rinse

Plastik PVC, PP

Mekanik

5

Netralisasi

Plastik PVC, PP

Mekanik

Ya

6

Rinse

Plastik PVC, PP

Mekanik

7

Pre dip

Plastik PVC, PP

Mekanik

Ya

8

Rinse

Plastik PVC, PP

Mekanik

9

Katalisasi palladium

Plastik PVC, PP

Mekanik

10

Rinse

Plastik PVC, PP

Mekanik

11

Akselerasi

Plastik PVC, PP

Mekanik

12

Rinse

Plastik PVC, PP

Mekanik

13

Elektroles nikel

Plastik PP

Coil titanium

Electric immersion heater kuarsa/silika

Mekanik

14

Rinse

Plastik PVC, PP

Mekanik

15

Acid dip/Pickling *)

Plastik PVC, PP

Mekanik

16

Rinse *)

Plastik PVC

Mekanik

17

Elektroplating tembaga (acid copper)

Tembaga phosphorized

Kain berbahan sintetis

Plastik PVC

Pompa udara Mekanik

Ya

Rectifier DC

18

Rinse

Plastik PVC

Mekanik

19

Acid dip/Pickling *)

Plastik PVC, PP

Mekanik

20

Rinse *)

Plastik PVC

Mekanik

Keterangan : *) Jika diperlukan.

9 of 20

Urutan bak proses elektroplating tembaga pada permukaan plastik ABS

1

2

3

4

6

7

8

10

12

Legend tangki:

  1. Soak cleaning
  2. Rinse
  3. Chemical etching
  4. Rinse
  5. Netralisasi
  6. Rinse
  7. Pre dip
  8. Rinse
  9. Katalisasi palladium
  10. Rinse
  11. Akselerasi
  12. Rinse
  13. Elektroles plating (nikel)
  14. Rinse
  15. Acid dip/Pickling
  16. Rinse
  17. Elektroplating tembaga (acid copper)
  18. Rinse
  19. Acid dip/Pickling
  20. Rinse

11

18 17

+

Keterangan gambar:

Heater

Anoda:

1. Tembaga untuk tahap strike plating (cyanide copper) dan acid copper

DC power supply

5

9

13

14

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 8

16

20

15

19

10 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 9

4. KONTROL LARUTAN KATALISASI PALLADIUM DAN ELEKTROLES NIKEL

A. KONTROL LARUTAN KATALISASI PALLADIUM

Kontrol terhadap

Yang dilakukan

Konsentrasi asam khlorida

  • Lakukan analisa terhadap konsentrasi asam khlorida.
  • Jika konsentrasinya kurang tambahkan bahan kimia asam khlorida 37% ke dalam larutan hingga konsentrasinya kembali sesuai dengan standar komposisi yang ada.

Konsentrasi PS Katalis 2

  • Buatlah sample standar larutan katalisasi palladium lalu simpan ditempat yang gelap dan kering.
  • Lakukan analisa larutan katalisasi palladium dengan sample standarnya.
  • Jika ada degradasi warna terhadap larutan katalisasi palladium maka tambahkanlah bahan PS Katalis 2 hingga diperoleh persamaan warna dengan sample standar.

B. KONTROL LARUTAN ELEKTROLES PLATING

Kontrol yang dilakukan pada larutan elektroles plating nikel adalah :

Kontrol terhadap

Yang dilakukan

Kandungan logam nikel

  • Lakukan analisa terhadap konsentrasi nikel.
  • Jika konsentrasi nikelnya kurang tambahkan bahan kimia PS elesni A ke dalam larutan hingga konsentrasi nikel kembali sesuai dengan standar komposisi yang ada.

Kandungan bahan reduktor sodium hypophosphite

  • Lakukan analisa terhadap konsentrasi sodium hypophosphite.
  • Jika konsentrasi sodium hypophosphite-nya kurang, tambahkan bahan kimia PS elesni C ke dalam larutan hingga konsentrasi sodium hypophosphite kembali sesuai dengan standar komposisi yang ada.

11 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 10

5. TROUBLESHOOTING PLATING PADA PERMUKAAN PLASTIK ABS

Beberapa masalah yang kerap ditemui dalam praktek plating pada permukaan plastik ABS adalah sebagai berikut :

  1. Lapisan elektroles plating tidak terbentuk.
  2. Terdapat pitting.

Penyebab dan cara penanggulangan dari beberapa permasalahan tersebut diatas adalah :

Permasalahan

Penyebab

Troubleshooting

Lapisan elektroles plating tidak terbentuk.

Permukaan plastik ABS belum teretsa dengan baik.

  • Check kondisi operasi (misalnya: suhu larutan, konsentrasi larutan dan waktu proses) tahap chemical etching.
  • Lakukan pencelupan benda kerja dalam bak chemical etching jika kondisi operasi telah memenuhi standar.

Permukaan plastik ABS belum bersifat katalis.

  • Bilas benda kerja agar bersih dari sisa larutan chemical etching.
  • Check kondisi operasi (misalnya: konsentrasi larutan dan waktu proses) tahap katalisasi palladium.
  • Lakukan pencelupan benda kerja dalam bak katalisasi palladium jika kondisi operasi telah memenuhi standar.

Konsentrasi logam nikel dan bahan reduktor sodium hypophosphite larutan elektroles plating terlalu rendah.

  • Lakukan analisa terhadap konsentrasi logam nikel dan bahan reduktor sodium hypophosphite dalam larutan elektroles plating.
  • Tambahkan bahan kimia (PS elesni A dan B) yang

dibutuhkan agar konsentrasi larutan kembali sesuai dengan standar komposisi yang ada.

  • Check kondisi operasi (misalnya: pH larutan dan waktu proses) tahap elektroles plating.
  • Lakukan pencelupan benda kerja dalam bak elektroles plating jika kondisi operasi telah memenuhi standar.

Terdapat pitting.

Substratnya sudah ada :

  • Pitting.
  • Tanda marking yang belum dihilangkan.

Perbaiki proses machiningnya.

Permukaan benda kerja tertutup gelembung gas.

Atur posisi benda kerja yang digantung agar permukaannya tidak tertutup oleh gelembung gas.

Proses preparasi permukaan benda kerja belum sempurna (masih ada pengotor dan belum aktif).

  • Lakukan tahap cleaning dan pickling dengan sempurna sesuai jenis logam dasar yang akan diplating.
  • Jika permukaan benda kerja terdapat oli, lemak dan kotoran yang sulit untuk dihilangkan maka perlu dilakukan hand cleaning.

Larutannya terdapat pengotor padat.

Bersihkan larutan secara berkala.

Proses etsa yang berlebihan.

12 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 11

6. MAKE-UP & OPERASIONAL LARUTAN

A. LARUTAN SOAK CLEANING

PERHATIAN…!!!

  • Pembuatan larutan harus dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

PS clean 1

65 gr

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan untuk membuat 1 lt larutan:

  • 1 bh - Gelas kimia plastik kapasitas 1000 ml.
  • 1 bh - Timbangan.
  • 1 bh - Sendok takaran.
  • 1 bh - Batang pengaduk.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 500 ml ke dalam gelas kimia plastik.
  • Tambahkan PS clean 1 sebanyak 65 gram lalu aduk hingga larut.
  • Tambahkan Aqua DM ke dalam gelas kimia plastik hingga volumenya menjadi 1000 ml.
  • Aduk kembali larutan hingga rata.
  • Larutan siap digunakan.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan baja atau stainless steel.
      • Alat pemanas type (pilih salah satu):
        • Electric immersion heater berbahan kuarsa/silika atau stainless steel
        • Coil berbahan baja atau stainless steel.
      • Pengaduk larutan : menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).

    • Penggunaan larutan:
      • Suhu larutan : 50-70°C.
      • Waktu proses : 2-10 menit.
      • Ruangan : berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust.

13 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 12

B. LARUTAN CHEMICAL ETCHING

PERHATIAN…!!!

  • Anda sedang menggunakan bahan asam yang masuk ke dalam kategori bahan korosif, pastikan bahwa saat pembuatan larutan dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik dan operator dilengkapi dengan sarung tangan dan masker.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.
  • Limbah larutan akan mencemari lingkungan dan berbahaya jika langsung dibuang. Konsultasikan dengan pihak berwenang untuk pembuangan limbahnya.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

Chromic acid

550 gr

Asam sulfat

180 ml

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan:

  • 1 bh - Gelas kimia plastik kapasitas 1000 ml.
  • 1 bh - Timbangan.
  • 1 bh - Sendok takaran.
  • 1 bh - Batang pengaduk.
  • 1 bh - Pipet ukur.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 500 ml ke dalam gelas kimia plastik.
  • Tambahkan chromic acid sebanyak 550 gr lalu aduk hingga larut.

Perhatian !!

Bahan chromic acid termasuk kategori bahan yang korosif.

Bahan chromic acid mudah menyerap air, oleh karenanya, segera tutup kembali tempat menyimpan chromic acid jika telah dibuka.

Bagian tubuh/lantai yang terkena chromic acid segera bilas dengan air mengalir. Bagian tubuh/lantai tersebut akan tampak kuning dan agak lama untuk menghilangkannya. Oleh karenanya, gunakan sarung tangan/alas lantai untuk menghindarinya.

Larutan chromic acid dapat mengikis plastik, oleh karenanya selalu perhatikan kondisi plastiknya untuk menghindari kebocoran akibat terkikis oleh larutan chromic acid.

  • Tambahkan asam sulfat sebanyak 180 ml secara perlahan-lahan lalu aduk hingga larut.

Perhatian !!

Akan keluar uap dari konsentrat asam sulfat pada saat penambahan asam sulfat. Suhu larutan akan meningkat saat penambahan konsentrat asam sulfat. Hindari menghirup uap tersebut dan lakukan di tempat berventilasi baik.

  • Tambahkan Aqua DM hingga volume totalnya menjadi 1000 ml lalu aduk hingga rata.
  • Larutan siap digunakan dan tutup jika larutan tidak digunakan.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan plastik PVC atau hard rubber.
      • Pengaduk larutan : menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).

    • Penggunaan larutan:
      • Suhu larutan : 60-70°C.
      • Waktu proses : 30 - 60 menit.
      • Ruangan : berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust.

14 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 13

C. LARUTAN NETRALISASI

PERHATIAN…!!!

  • Anda sedang menggunakan bahan asam yang masuk ke dalam kategori bahan korosif, pastikan bahwa saat pembuatan larutan dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik dan operator dilengkapi dengan sarung tangan dan masker.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.
  • Limbah larutan akan mencemari lingkungan dan berbahaya jika langsung dibuang. Konsultasikan dengan pihak berwenang untuk pembuangan limbahnya.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

Asam khlorida

105 ml

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan:

  • 1 bh - Gelas kimia plastik kapasitas 1000 ml.
  • 1 bh - Batang pengaduk.
  • 1 bh - Pipet ukur.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 750 ml ke dalam gelas kimia plastik.
  • Tambahkan asam khlorida sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan lalu aduk hingga larut.

Perhatian !!

Akan keluar uap dari konsentrat asam khlorida pada saat penambahan asam khlorida. Hindari menghirup uap tersebut dan lakukan di tempat berventilasi baik.

  • Tambahkan Aqua DM hingga volume totalnya menjadi 1000 ml lalu aduk hingga larut.
  • Larutan siap digunakan dan tutup jika larutan tidak digunakan.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan plastik PVC atau PP.
      • Pengaduk larutan : menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).

    • Penggunaan larutan:
      • Suhu larutan : suhu ruangan.
      • Waktu proses : 0,5 - 1 menit.
      • Ruangan : berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust.

15 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 14

D. LARUTAN KATALISASI PALLADIUM

PERHATIAN…!!!

  • Anda sedang menggunakan bahan asam yang masuk ke dalam kategori bahan korosif, pastikan bahwa saat pembuatan larutan dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik dan operator dilengkapi dengan sarung tangan dan masker.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.
  • Limbah larutan akan mencemari lingkungan dan berbahaya jika langsung dibuang. Konsultasikan dengan pihak berwenang untuk pembuangan limbahnya.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

PS katalis 1A

7 ml

Asam khlorida 37%

120-200 ml

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan:

  • 1 bh - Gelas kimia plastik kapasitas 1000 ml.
  • 2 bh - Pipet ukur.
  • 1 bh - Batang pengaduk.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 500 ml ke dalam gelas kimia plastik kapasitas 1000 ml.
  • Tambahkan asam khlorida 37% sebanyak 180 ml secara perlahan-lahan lalu aduk hingga larut.

Perhatian !!

Akan keluar uap dari konsentrat asam khlorida pada saat penambahan asam khlorida. Hindari menghirup uap tersebut dan lakukan di tempat berventilasi baik.

  • Tambahkan PS katalis 1A sebanyak 7 ml lalu aduk hingga larut.
  • Tambahkan Aqua DM hingga volume totalnya menjadi 1000 ml lalu aduk hingga larut.
  • Larutan siap digunakan dan tutup jika larutan tidak digunakan.
  • Buatlah sample utama dengan menggunakan larutan katalisasi palladium yang masih fresh untuk standar pembanding tingkat warna. Sample utama tersebut dapat digunakan saat akan melakukan perawatan larutan katalisasi palladium. Simpan sample utama dalam plastik yang tertutup dan letakkan dalam ruang gelap dan dingin.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan plastik PVC atau PP.
      • Pengaduk larutan : menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).

    • Penggunaan larutan:
      • Suhu larutan : ruangan.
      • Waktu proses : 5-10 menit.
      • Ruangan : berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust

16 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 15

E. LARUTAN AKSELERASI

PERHATIAN…!!!

  • Anda sedang menggunakan bahan asam yang masuk ke dalam kategori bahan korosif, pastikan bahwa saat pembuatan larutan dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik dan operator dilengkapi dengan sarung tangan dan masker.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.
  • Limbah larutan akan mencemari lingkungan dan berbahaya jika langsung dibuang. Konsultasikan dengan pihak berwenang untuk pembuangan limbahnya.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

PS akselerator A

210 ml

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan untuk membuat 1 lt larutan:

  • 1 bh - Gelas kimia plastik kapasitas 1000 ml.
  • 1 bh - Pipet ukur.
  • 1 bh - Batang pengaduk.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 500 ml ke dalam gelas kimia plastik.
  • Tambahkan PS akselerator A sebanyak 210 ml lalu aduk hingga larut.
  • Tambahkan Aqua DM hingga volume totalnya menjadi 1000 ml lau aduk hingga larut.
  • Larutan siap digunakan dan tutup jika larutan tidak digunakan.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan plastik PVC atau PP.
      • Penggantung benda.
      • Pengaduk larutan : menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).

    • Penggunaan larutan:
      • Suhu larutan : suhu ruangan.
      • Waktu proses : 5-10 menit.
      • Ruangan : berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust.

17 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 16

F. LARUTAN ELEKTROLES PLATING NIKEL

PERHATIAN…!!!

  • Pembuatan larutan harus dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.
  • Limbah larutan akan mencemari lingkungan dan berbahaya jika langsung dibuang. Konsultasikan dengan pihak berwenang untuk pembuangan limbahnya.
  • Bahan kimia ini berbau menyengat.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

PS elesni 2-A / EN-A

80 ml

PS elesni 2-B / EN-B

150 ml

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan:

  • 1 bh - Gelas kimia pyrex kapasitas 1000 ml.
  • 2 bh - Pipet ukur.
  • 1 bh - Batang pengaduk.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 750 ml ke dalam gelas kimia pyrex.
  • Tambahkan PS elesni 2-A sebanyak 80 ml lalu aduk hingga larut.
  • Tambahkan PS elesni 2-B sebanyak 150 ml lalu aduk hingga larut.
  • Tambahkan Aqua DM hingga volume totalnya menjadi 1000 ml lalu aduk hingga larut.
  • Larutan siap digunakan dan tutup dengan rapat jika larutan tidak digunakan.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan plastik PP.
      • Penggantung benda.
      • Pengaduk larutan : menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).
      • Penyaringan larutan. Jika menggunakan alat penyaring larutan berbentuk cartridge, pilihlah cartridge berukuran maks. 5 mikron.

    • Penggunaan larutan:

: 70-85°C.

: 4,6-5.

: 5-20 menit.

: berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust.

  • Suhu larutan
  • pH larutan
  • Waktu proses
  • Ruangan
  • Penyaringan larutan disarankan dapat dilakukan secara berkesinambungan.

18 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 17

G. LARUTAN ELEKTROPLATING TEMBAGA (ACID COPPER PLATING)

PERHATIAN…!!!

  • Anda sedang menggunakan bahan asam yang masuk ke dalam kategori bahan korosif, pastikan bahwa saat pembuatan larutan dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik dan operator dilengkapi dengan sarung tangan dan masker.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.
  • Limbah larutan akan mencemari lingkungan dan berbahaya jika langsung dibuang. Konsultasikan dengan pihak berwenang untuk pembuangan limbahnya.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

Copper sulfat

200 gr

Asam sulfat

30 ml

Asam khlorida

0,1 ml

Brightener AC-01

2 ml

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan:

  • 1 bh - Gelas kimia kapasitas 1000 ml.
  • 1 bh - Timbangan.
  • 1 bh - Sendok takaran.
  • 1 bh - Batang pengaduk.
  • 2 bh - Pipet ukur.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 750 ml ke dalam gelas kimia.
  • Tambahkan asam sulfat sebanyak 30 ml secara perlahan-lahan.

Perhatian !!

Akan keluar uap dari konsentrat asam sulfat pada saat penambahan asam sulfat. Suhu larutan akan meningkat saat penambahan konsentrat asam sulfat. Hindari menghirup uap tersebut dan lakukan di tempat berventilasi baik.

  • Tambahkan copper sulfat sebanyak 200 gr lalu aduk hingga larut.
  • Tambahkan Aqua DM hingga volume larutannya menjadi 950 ml lalu aduk kembali hingga larut.
  • Tambahkan Asam khlorida sebanyak 0,1 ml lalu aduk hingga larut.

Perhatian !!

Akan keluar uap dari konsentrat asam khlorida pada saat penambahan asam khlorida. Hindari menghirup uap tersebut dan lakukan di tempat berventilasi baik.

  • Tambahkan Brightener AC-01 sebanyak 2 ml lalu aduk hingga larut.
  • Tambahkan Aqua DM hingga volume larutannya menjadi 1000 ml lalu aduk kembali hingga larut.
  • Lakukan dummy plating dengan rapat arus rendah 0,2-0,5 A/dm2 selama minimal 8 jam.
  • Larutan siap digunakan. Tutuplah bak jika larutan tidak digunakan.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan plastik PVC atau PP.
      • Penggantung anoda. Disarankan terbuat dari bahan titanium. Jika penggantungnya menggunakan berasal dari tembaga maka :

o Lapisi penggantungnya dengan plastisol terutama pada bagian yang terendam untuk mengurangi terjadinya reaksi antara penggantung dengan larutan.

19 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 18

o Pastikan agar terdapat kontak yang baik antara benda kerja dengan penggantung supaya aliran listriknya tidak terhambat.

  • Rectifier dengan kapasitas arus DC yang disesuaikan dengan beban.
  • Pengaduk larutan : gelembung udara (bebas oli) bertekanan tinggi (air agitation) dan menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).

b. Anoda:

  • Anoda : logam tembaga jenis tembaga phosphorized.

c. Penggunaan larutan:

  • Suhu larutan
  • Tegangan
  • Rapat arus

: 20-40°C (suhu ruangan).

: 3-9 V.

: 3-6 A/dm2.

Untuk mengetahui besarnya arus yang dialirkan gunakan rumus berikut : Arus (Ampere) = Luas benda (cm2) x Rapat arus (A/dm2) x 0,01

Luas permukaan

Arus yang dialirkan *)

100 cm2

4,5 Ampere

200 cm2

9 Ampere

300 cm2

13,5 Ampere

400 cm2

18 Ampere

*) Arus tersebut ditentukan dengan asumsi rapat arus dipatok 4,5 A/dm2.

  • Waktu proses : lihat tabel berikut.

Rapat arus (A/dm2)

Waktu proses *)

3

18 menit

4,5

12 menit

5

10,8 menit

6

9 menit

*) Waktu proses tersebut diperoleh untuk menghasilkan tebal lapisan tembaga sekitar 12 mikron

dengan asumsi efisiensi elektroplating dipatok 100%.

  • Ruangan : berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust.
  • Koneksi listrik anoda dan katoda dengan rectifier:
    • Koneksi katoda/benda kerja (benda yang akan diplating) dihubungkan ke kutub negatif rectifier dengan kabel atau bus bar tembaga.
    • Koneksi listrik anoda dihubungkan ke kutub positif rectifier dengan kabel atau bus bar tembaga.

Perhatian !!

Koneksi listrik harus baik agar aliran arus tidak terhambat.

20 of 20

Proses Plating pada Permukaan Plastik ABS I 19

H. LARUTAN ACID DIP

PERHATIAN…!!!

  • Anda sedang menggunakan bahan asam yang masuk ke dalam kategori bahan korosif, pastikan bahwa saat pembuatan larutan dilakukan di dalam ruang asam atau ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik dan operator dilengkapi dengan sarung tangan dan masker.
  • Pastikan bahwa anda melakukan pembuatan larutan dengan hati-hati demi keselamatan anda.
  • Gunakan larutan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik atau dilengkapi exhaust untuk menghisap uap larutan.
  • Jika bahan kimia atau larutannya mengenai anggota badan segera bilas dengan air mengalir.
  • Limbah larutan akan mencemari lingkungan dan berbahaya jika langsung dibuang. Konsultasikan dengan pihak berwenang untuk pembuangan limbahnya.

  1. PEMBUATAN LARUTAN
    1. Bahan kimia yang digunakan:

Bahan kimia

Komposisi untuk membuat 1 liter

Asam sulfat

75 ml

Aqua DM

Ditambahkan hingga volume mencapai 1 liter

b. Alat utama yang digunakan:

  • 1 bh - Gelas kimia kapasitas 1000 ml.
  • 1 bh - Batang pengaduk.
  • 1 bh - Pipet ukur.

c. Pembuatan 1 liter larutan:

  • Masukkan Aqua DM sebanyak 750 ml ke dalam gelas kimia.
  • Tambahkan Asam sulfat sebanyak 75 ml secara perlahan-lahan.

Perhatian !!

Akan keluar uap dari konsentrat asam sulfat pada saat penambahan asam sulfat. Suhu larutan akan meningkat saat penambahan konsentrat asam sulfat. Hindari menghirup uap tersebut dan lakukan di tempat berventilasi baik.

  • Tambahkan Aqua DM hingga volume larutannya menjadi 1000 ml lalu aduk kembali hingga larut.
  • Larutan siap digunakan. Tutuplah bak jika larutan tidak digunakan.

  1. PENGGUNAAN LARUTAN
    1. Alat utama yang digunakan:
      • Bak dari bahan plastik PVC atau PP.
      • Penggantung.
      • Pengaduk larutan : menggerakkan benda kerja (mechanical agitation).

    • Penggunaan larutan:
  • Suhu larutan
  • Waktu proses
  • Ruangan

: suhu ruangan.

: 30-90 detik.

: berventilasi baik atau dilengkapi dengan exhaust.