1 of 37

DEMAND MANAGEMENT & COLLABORATIVE PLANNING

Magister Manajemen Agribisnis

FAKULTAS PERTANIAN

uNTAN

By Dr. Novira Kusrini

2 of 37

Demand management �& collaborative Planning

  • Intinya : how kita memastikan bahwa kita memiliki kemampuan memprediksi permintaan cukup baik
  • Saat tertentu tidak hanya meramalkan saja, pola permintaan fluktuatif dsb

Mempelajari beberapa hal :

  1. Pola permintaan yang ada ( sangat fluktuatif, fluktuatif namun bisa diprediksi naik turunnya, permintaan stabil dari waktu ke waktu)
  2. Esensi demand management (membedakan antara demand forecasting /DF dan demand management/DM )
  3. Hal-hal apa saja yang penting saat melakuan aktivitas demand management /inisiatif-inisiatif dlm DM
  4. 2 model integrasi dalam SC (Collaboration Planning, Forecasting and Replenishment /CPFR) Dan Vendor Managed Inventory /VMI)

3 of 37

Pola Permintaan

POLA PERMINTAAN :

  • Stabil/mudah diramalkan
  • Fluktutif/tidak pasti/membuat sulit ramalan akurat
  • fungsi-fungsi dalam SC, SANGAT PENTING UNTUK MENGUPAYAKAN agar mengenal pola permintaan di awal waktu dan memprediksi dengan baik
  • Studi dilakukan ABERDEEN RESEARCH menunjukkan bahwa perusahaan bagus dicirikan dari kemampuannya menciptakan “demand forecast accuracy” yang tinggi

Membedakan 3 kelompok perusahaan :

  • 1. SC PERFORMANCE (masuk top 21% dari perusahaan yang disurvei)/ best in class
  • 2. kira2 setengah dari perusahaan yang disurvey (49%) / average
  • 3. Perusahaan yang berada di bawahnya kira2 30% (bottom 30%)/Laggard

4 of 37

Pola Permintaan

  • Ketika dibandingkan tingkat accuracy forecast yang dihasilkan 3 kelompok
  • Pertama 82% akurat
  • Tengah 68% akurat
  • Bawah 42% akurat

Walaupun tidak berlaku sama untuk semua industry tetapi setidaknya hasil studi ini menunjukkan bahwa kalo ingin menjadi perusahaan yang kompetitif maka kemampuan untuk memforecast permintaan sangat penting

Karena permintaan adalah ujung depan dari semua aktivitas SC, apa yang diproduksi, brp yang diproduk, brp yang dikirim sepenuhnya memenuhi prediksi dari permintaan

Kalo prediksi permintaan akurat maka bisa menyesuaikan aktivitas SC seperti produksi dan pengiriman sesuai permintaan yang ujungnya menciptakan cost rendah dan responsiveness yang tinggi

5 of 37

Pola Permintaan

  • Hasil kajian terkait premis yang telah disampaikan bahwa forecast accuracy akan menjadi starting point dari semua aktivitas SC
  • Oleh krn itu kalo mau benar diawal forecastnya harus bagus
  • Krn forecast berada di depan
  • Begitu salah di depan, dibelakang akan mengikuti sehingga forecast menjadi hal penting pertama yang harus benar (setidak2nya accuracynya harus tinggi)
  • STUDI yang dipublikasikan di SC review 2012 dimana peneliti mencoba melihat apa dampak dari improvement forecast accuracy yang dilakukan oleh perusahaan ?
  • Awalnya accuracy forecastnya 72% kemudian krn mereka melakukan improvement, accuracynya meningkat menjdi 88%

6 of 37

Pola Permintaan

  • Strategic performance

  • 72% ------------------------🡪> 88 %

improvement

Bagus tetapi no stop di sini

Krn begitu FA menjadi lebih baik maka mestinya ada performance lain yang juga tambah baik . Ini juga dibuktikan studi itu

1. Misalnya dengan akurasi lebih baik ternyata manufacturing performance meningkat di 87% menjadi 92%

manufacturing performance ini gabungan beberapa indicator : yang menunjukkan produktivtas dan performace lain yang ada di pabrik yaitu FASE Pembuatan produk/fase manufacturing

artinya dengan FA lebih baik , juga bisa menghasilkan kinerja pabrik lebih baik

7 of 37

Pola Permintaan

  • 2. Back order juga menurun dari 11% jadi 1 %
  • Back order adalah persentasi jumlah order yang kita tidak bisa penuhi saat pelanggan minta (persentase jumlah order pelanggan yang tertunda pemenuhannya)
  • Misalnya pelanggan minta minggu ini karena tidak punya barang akhirnya ditunda minggu depan
  • Dengan FA yang lbh bagus back order turun drastis

3. Line fiil juga lebih bagus

Line fiil ; kemampuan kita memenuhi jumlah barang yang diminta pelanggan .

Misalnya Brp persen dari quantity yang diminta pelanggan bisa kita penuhi .

Jadi naik fiil ratenya dari 80% jadi 97%.

4. Cost per case brg yang dihandle turun dari $4,25 menjadi 2,50

5. Inventory menurun dari 40 kebutuhan menjadi 35 kebutuhan

8 of 37

Pola Permintaan

  • FA yang baik akan mempengaruhi kinerja2 SC yang lain
  • FA BERADA pada jajaran terdepan yangmenentukan apakah di belakang ini akan bagus kinerjanya cost rendah, responsiveness tinggi dsb.

9 of 37

POLA PERMINTAAN

  • FORECAST PENTING tetapi tidak semua barang mudah untuk diramalkan

BERBAGAI POLA PERMINTAAN YANG ADA DI PASAR

1. pola permintaan yang sifatnya stabil dari waktu ke waktu (stable demand, easy to predict, easy to fulfill)

  • Permintaan tidak berubah dari waktu ke waktu
  • Contoh garam konsumsi garam setiap orang , jenis garam tidak banyak membuat pola permintaan relative stabil

10 of 37

POLA PERMINTAAN

2. seasonal demand, easy to predict, uneasy to ful fill

  • Berubah dari waktu ke waktu,
  • Pola permintaan yang naik turun ada yang mudah diprediksi kapan turun dan kapan naik, ada yang tidak
  • Misalnya bisa diprediksi kapan naik turun relative lebih gampang memforecast, tetapi belum tentu gampang dipenuhi. (Permintaan tinggi, tetapi susah untuk dipenuhi )
  • Kalo permintaan yang gampang diprediksi
  • Contoh produk payung pada musim hujan naik
  • Adanya dampak musiman dari permintaan produk tersebut

11 of 37

POLA PERMINTAAN

3. pola permintaan yang punya trend dari waktu ke waktu

  • Trend itu bisa positif dan negative
  • Trend artinya perubahan secara sistematis.
  • Ada produk dari tahun ke tahun naik 10 % per tahun (dari waktu ke waktu meningkat)
  • Atau DEMAND WITH POSITIF TREND dan sebaliknya

12 of 37

POLA PERMINTAAN

4. pola permintaan yang sulit dari itu

  • Misalnya kita banyak meluncurkan produk baru seperti produk inovatif
  • Maka pada saat meluncurkan produk baru bisa lihat ilustrasi
  • grafik 1 :permintaan kecil dan cepat hilang, (LC pendek) produk yang dijual sedikit, quantity diserap pasar sedikit,
  • grafik 2 : sedikit lebih tinggi , LF lebih lama
  • grafik 3: agak tinggi, bertahan 1 tahun

  • ATAU KITA TDK TAHU MAU IKUT POLA GRAFIK YANG MANA?
  • Ketidakpastiannya sangat tinggi

(UNCERTAIN DEMAND, VERY DIFFICULT TO PREDICT): grafik mana ???????

13 of 37

POLA PERMINTAAN

5. pola permintaan sporadis (sporadic demand, very difficult to predict)

  • Kadang-kadang dibutuhkam, lebih sering tidak
  • Saat dibutuhkan 3 , 4 setelah itu tidak ada kebutuhan lagi, kebutuhan 5, 6 setelah itu tidak ada
  • Misalnya memasok spare part dari mesin yang kebutuhan jarang, hanya dibuthkan ketika mesin rusak /dignti

  • Sparepart dibutuhkn ketika melakukan replacement part dari mesin

14 of 37

Demand Proses

Apa yang harus kita lakukan

untuk membentuk dan menciptakan

demand untuk produk kita?

Apa yang harus kita harapkan demand

Dari perencanaan demand yang

Dilakukan ?

Bagaimana persiapan kita untuk sebagai

Aksi terhadap permintaan ketika terwujud

Demand Planning

- Product & Packaging

- Promotions

- Price

- Place

Demand Forecasting

- Strategic, Tactical, Operational

- Considers internal & external factors

- Baseline, unbiased & unconstrained

Demand Management

- Balances demand & supply

- Sales & Operational Planning (S&OP)

- Bridges both side of a firm

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

15 of 37

Level

Horizon

Purpose

Strategic

Year/Years

Business Planning

Capacity Planning

Investment Stategic

Tactical

Quarterly

Month/Weeks

Brand Plan

Budgeting

Sales Planning

Manpower Planning

Short-term capacity Planning

Master Planning

Inventory Planning

Operational

Days/Hours

Transportation Planning

Production Planning

Inventory Deployment

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

RAMALAN PERMINTAAN /demand forecasting

Konsep RAMALAN PERMINTAAN /demand forecast : prediksi tentang berapa kebutuhan barang/jasa yang kita deliver ke market

16 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

  • DF akan menjadi dasar penting untuk membuat keputusan
  • Ada forecast itu menjadi dasar untuk keputusan jangka panjang (long range), jangka menengah (medium range) dan jangka pendek (short range)

1. long term

  • Kalo kita ingin mendirikan pabrik
  • Berapa kapasitas yang mau kita set apakah 2000 atau 1000 ton ? Tentu keputusan ini akan sangat tergantung dari brp besar permintaan tetapi brp besar permintaan tidak cukup hanya untuk brp bulan ke depan krn mau inves pabrik misalnya anda harus memprediksi sampai 5 thn atau lebih
  • Brp kira-kira kebutuhn brg itu 5 tahun atau lebih ?
  • SIFATNYA LONG TERM

17 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

2. medium range

  • Ada forecast yang dibutuhkan untuk jangka menengah
  • Contoh produk ini akan diproduksi brp ?
  • Dalam 2 thn atau 1,5 thn mendatang

3. short

  • Yang mendasari kegiatan-kegiatan operasional
  • Sehari-hari kita memproduk brp produk, itu didasari atas pemahaman kita brp produk itu dibutuhkan minggu depan, 2 minggu ke depan .
  • Jdi hal ini akan mendasari keputusan-keputusan operasional
  • Jadi ramalan permintaan digunakan untuk berbagai keputusan panjang pendek

18 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

  • Jenis ramalan /forecast yang kita gunakan untuk masing-masing keputusan ini bisa berbeda .
  • Untuk keputusan long butuh long term forecast, satuannya mungkin lebih umum, tidak perlu per individual produk tetapi agregasi untuk seluruh kapasitas akan disesuaikan untuk berbagai macam variasi yng akan diproduksi
  • Tetapi untuk kebutuhan operasional perlu detail : per produk kita tahu, per minggu tahu jadi ada detail dari sisi jenis dan waktu
  • Jadi berbeda forecast untuk kebutuhan jangka, panjang, pendek

19 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

CLASSIFICATION OF FORECASTING METHODS

  • Ada beberapa tipe forecast yang umum digunakan
  • Ada sifatnya kualitatif dan kuantitatif
  • TENTUNYA berdasarkan judgement, perkiraan2, yang menggantungkn pada pengalaman baik pada expert

1. Kualitatif

  • SUBJECTIVE FORECAST berdasarkan pada keputusan 2 kualitatif

a. customer surveys

B jury of executive opinion

c. the Delphi method

2. Kuantitatif

  • OBJECTIVE FORECAST berdasarkan pada data / number/ angka/FORMULA

a. causal

b. time series

  • Misal penjualan masa lalu dari tahun ke tahun berapa ?
  • Angka penjuaan masa lalu bisa pakai untuk meramalkan kebutuhan akan datang

20 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

  • Secara spesifik membahas SCM, kebanyakan forecast yang dibutuhkan adalah untuk jangka pendek dan menengah
  • Bukan untuk membuat keputusan staregis walaupun tentu saja ada beberapa. Tapi paling sering untuk kebutuhan jangka pendek dan tengah
  • Untuk jangka pendek dan menengah kebanyakan metode forecast yang digunakan adalah objective forecasting methods

membutuhkan historical data produk

  • penjualan produk masa lalu
  • Contoh regresi : adalah mencoba mengkaitkan antara brp prduk yang akan dijual dengan factor yang mempengaruhi
  • Volume penjualan dipengaruhi harga, pendapatan, jumlah keluarga/penduduk, selera, musim tertentu, dll
  • Formula nya
  • A. Model causal/kuantitatif/hubungan sebab akibat
  • B. kategori kedua time series: besaran permintaan yang akan kita ramalkan sepenuhnya disebabkan oleh waktu

CLASSIFICATION OF FORECASTING METHODS

21 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

  • DEMAND MANAGEMENT
  • Pada intinya kita mencoba mempengaruhi permintaan, kita mengelola permintaan tidak sekedar meramalkan permintaan
  • Jadi kita ingin mempengaruhi permintaan
  • Kenapa kita ingin mempengaruhi permintaan ????
  • Banyak sekali perusahaan yang kalau permintaan itu diikuti saja naik turunnya walau pun kita bisa prediksi dengan akurat, cost akan tinggi dan service level akan rendah
  • Contoh
  • Sangat banyak perusahaan yang menghadapi pola permintaan naik turun
  • PLN yang mensuplai listrik
  • Siang hari kebutuhan listrik rendah dibanding malam
  • Ada periode beban puncak dimana demand saat itu sangat tinggi
  • AIR LINE Industri jasa penerbangan ada fluktuasi naik turun pada jam-jam tertentu, kebutuhan orang untuk travel bulan tertentu tinggi

22 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

  • Pertanyaan hanya bisa memprediksi secara akurat tidak selalu menjawab persoalan
  • Karena oke kebutuhan tinggi tapi kapasitas kita tidak cukup memenuhinya
  • Maka yag perlu dilakukan secara proaktif melakukan permintaan ini supaya sebagian dari permintaan yang ada beban puncak pindah ke periode lainnya. Jadi digeser sebagian .
  • Inilah yang disebut sebagai demand management
  • Kalo demand forecast sifatnya reaktif mecoba menirukan pattern/pola
  • Kalo demand management sifatnya proaktif mencoba mempengaruhi pattern/pola

23 of 37

ESENSI DEMAND MANAGEMENT

APA YANG BISA DILAKUKAN??????????

  • KARENA KALO KITA LANGSUNG MENGELOLA demand yang fluktuatif tadi mungkin saja forecast errornya rendah, akurasi bagus namus cost di sepanjang sc akan tinggi.
  • Bagamana caranya ?

Metode yang secara tradisonal sudah dilakukan perusahaan

Pricing mechanise (MEKANISME HARGA)

  • Kalo saja tarif listrik pada jam beban puncak bisa lebih tinggi dibandingkan jam lainnya , pasti sebagian pelanggan akan menggeser kebutuhan nya dengan demikian puncak akan turun lembah akan naik
  • Dengan demikian permintaan stabil,
  • Maka kita akan cukup beroperasi dengan kapasitas lebih rendah

24 of 37

Hal penting dalam DM

Ada 3 hal yang penting yang harus dipahami Ketika kita menggunakan instrumen DM maka hal-hal yang tadi sangat penting untuk pertimbangan

1. HARUS PAHAM SEBERAPA DAMPAK DARI INSTRUMENT YANG KITA GUNAKAN TERHADAP PERUBAHAN PERMINTAAN

  • Misalnya : harga diturunkan 5 %.
  • Dampak nya berapa terhadap perpindahan customer yang tadi akan beli di periode 2 pindah ke periode 1 krn harga lebih murah di periode 1 dibanding periode 2
  • Contoh PLN :
  • memberikan discount 10% pada jam-jam tidak pic (jam beban tidak puncak)..kira brp persen demand pindah dari beban puncak menunju ke beban tidak puncak ???
  • Ini sangat penting itu membutuhkan data barangkali dari experience masa lalu , survey dsb

2. HARUS PAHAM BAGAIMANA CARA MENGHUBUNGKAN ANTARA DM DENGAN EKSEKUSI DARI SC

MISALNYA :

kita punya rencana untuk promosi dimana harga kita cut/diskon selama 1 minggu

kita memperkirakan ada peningkatan permintaan 20% .

25 of 37

Hal penting dalam DM

Bagaimana kemudian menghubungkan rencana supply yang 20% lebih tinggi ini dengan :

a. kegiatan transportasi ??????

Seberapa banyak tambahan truk yang dibutuhkan apakah truk tsb tersedia , apakah harus mencari penyedia truk/jasa yang lain

b. sisi produksi ?????????

apakah misal demand naik 20% kita punya kapasitas untuk menangani permintaan yang 20% tsb

Atau kita mungin perlu menggunakan external capacity/sub kontrak dengan perusahaan lainnya

c.Rencana pembelian material

Apakah material suadah siap dari supplier ?

Jadi memang perlu diperhitungkan ketika ada perubahan pola permintaan sbg reaksi terhadap demand management

Kita harus betul menghubungkan antara proyeksi perubahan permintaan tadi dengan rencana pengiriman, produksi dsb

Tentu saja akan sangat menganggu kalo misalnya kita tahu rencana permintaan itu naik 20% dan memnag betul terjadi 20%..kita sudah siap armada transportasi, produk siap dengan kapasitas tambahan, tetapi material tidak ada dari supplier misalnya (TENTU AKAN SIA SIA)

26 of 37

Hal penting dalam DM

MAKA KOORDINASI MENJADI PENTING

  • Apapun instrument DM yang akan digunakan kalo itu mengubah pola permintaan, membuat permintaan naik pada periode tertentu maka semua lini harus siap di setiap fungsi SC
  • SEHINGGA DIBUTUHKAN DISINI TIM LINTAS FUNGSI YANG HARMONIS
  • Org di ditribusi, produksi, penyiapan material semuanya harus bisa mengantisipasi kenaikan 20% permintaan
  • CROSS FUNCTIONAL TIM PENTING

27 of 37

Hal penting dalam DM

3. PERLU MELIHAT DAMPAKNYE TERHADAP COST

  • Cost yang kita lihat betul-betul harus holistic
  • Contoh :
  • BAGIAN PEMASARAN : melakukan promosi, Promosi yang sukses meningkatkan permintaan
  • BAGIAN PRODUKSI : kapasitas produksi kita tidak cukup , akhirnya working over time (melemburkan karyawan). Jadi karena kita memproduksi jam lembur
  • DAMPAKNYA Menaikkan COST
  • BIAYA SEPERTI INI HARUS DIPERHITUNGKAN di dalam mengevaluasi/memperkirakan cost yang akan terjadi akibat demand management ini
  • Bagaimana mengestimasi keseluruhan biaya yang terjadi dari hulu sampai hilir
  • Katakanlah permintaan itu ternyata meningkat, Tetapi inisiatif dari orang sales atau marketing tidak terkomunikasikan dengan baik ke pihak-pihak lain
  • Maka tiba-tiba pabrik itu akan menerima order dari lebih tinggi dari biasanya.
  • Maka kita akan produksi cepat2 akhirnya gunakan jam lembur cost lebh tinggi. Atau kalo tidak punya material kita minta supplier kirim lebih cepat dengan biaya kirim tinggi.

BILA HAL INI TERJADI BISA SAJA SIA-SIA

Program demand yang baik ditanggapi dengan persipaan yang buruk (no well prepare) sehingga cost tinggi.

28 of 37

CPFR�

  • Pentingnya CROSS FUNCTIONAL TEAM dalam menyikapi “INSTRUMEN DEMAND MANAGEMENT” yang sedang dilakukan oleh perusahaan
  • Misalnya :
  • perusahaan memiliki promosi, demand diperkirakan meningkat, maka semua pihak yang terkait dalam perusahaan harus tahu dan terlibat dalam perencanaan untuk antisipasi kenaikan demand yang terjadi
  • Dibutuhkan semua pihak perlu dukungan semua pihak agar rencana tereksekusi dengan baik
  • Sebenarnya tidak hanya internal perusahaan saja, kolaborasi penting untuk antisipasi terhadap perubahan demand
  • Dibutuhkan kolaborasi dengan pihak lain misalnya supplier bahan material

29 of 37

CPFR

Ada 2 hal konsep dalam SC

  • 1. COLLABORATIVE PLANNING & FORECASTING REPLENISHMENT/CPFR
  • Konsep yang dikembangkan oleh sekumpulan industri di Amerika yang menyikapi pentingnya perusahaan-perusahaan yang memproduksi (PRODUCTION) dan perusahaan yang menjual produk (SALES) untuk berkolaborasi pada level perencanaan, pada saat meramalkan permintaan dan koordinasi kan perpindahan barang/pengisian stok yang disebut sebagai REPLENISHMENT
  • REPLENISHMENT : PROSES pengiriman barang dari pabrik ke pelanggan / toko
  • Jadi ada 3 aktivitas yang penting :
  • 1. planning
  • 2. forecasting
  • 3. REPLENISHMENT

30 of 37

CPFR

KENAPA INISIATIF SEPERTI CPFR INI PENTING ?

  • Karena kita ketahui dalam sc, 1 tim mereka yang menjual tentu mengetahui informasi permintaan pasar lebih baik dibanding bagian produksi
  • Bagian pasar berhadap sehari2 dengan end customer yang membeli di toko..toko ini memahami perilaku pelangan, kebutuhan pelanggan
  • Oleh Karena itu diperlukan kolaborasi antara retail yang menjual produk paham karakteritik pelanggan dengan baik, punya data permintaan detail dari hari ke hari jam ke jam
  • Dengan pabrik yang memproduksi produk tersebut yang selama ini tidak punya akses data permintaan di end customer
  • Sikronisasi penting. Kolaborasi ini yang diatur dalam CPFR INI

31 of 37

CPFR

  • SEBELUM MODEL PFR ini ada masing punya format sendiri2
  • Retail punya perkiraan angka
  • Pabrik punya kerkiraan angka
  • bisa jadi untuk produk sama, area market yang sama, periode waktu sama angka bisa sangat berbeda
  • RETAIL MERAMALKAN 1000 UIT
  • PABRIK MERAMALKAN 500 UNIT
  • Tidak sinkron
  • Inilah yang hendak dijembatani oleh inisiatif yang disebut CPFR tadi

32 of 37

CPFR

Ada beberapa prinsip yang menjadi landasan berpikir dari CPFR

1. BILA KITA KERJASAMA DALAM MERAMALKAN KEBUTUHAN MAKA INFORMASI INI AKAN MENGALIR DARI PIHAK SATU KE PIHAK LAIN

  • Sebagai retail tidak menyimpan data sediri, juga share informasi kepada pabrik yang juga perlu untuk menentukan kapasitas dan keputusan produksi
  • Jadi ada join forecast antara keduanya
  • Dan angka itu ketika sudah disetujui menjadi dasar bagi masing2 untuk melakukan aktivitas masing2
  • Tentu saja hal ini akan menjadi penting lagi kalo ada even2 yang direncanakan seperti intrumen DM tadi
  • Katakanlah yang punya rencana DM adalah retail misalnya ultah mendiscout barang
  • PABRIK harus tahu infomasi ternyata produk kita masuk dalam list yang dipromosikan /potongan harga
  • Seperti ini yang perlu dikolaborasikan. Sehingga pabrik bisa siapkan kapasitas produksi lebih banyak ada promosi, ada kenaikan permintaan

33 of 37

CPFR

2. Landasan cukup penting : exception management

Cara kerjanya :

  • Masing2 pihak boleh meramalkan sendiri di awal
  • Retail boleh keluarkan angka 1000
  • Pabrik boleh keluarkan angka ramalan 500
  • Harus dibandingkan kalo bedanya 500 terlalu besar bedanya
  • Keduanya harus merundingkan brp yang masuk akal
  • Disitu saat merundingkan angka akan terjadi sharing informasi kenapa retail bisa mengeluarkan angka 1000, kenapa pabrik hanya 500?
  • Perundingan angka dari selisih besar menjadi kecil diterima kedua belah pihak itu disebut EM
  • TIDAK HARUS SAMA ANGKANYA PALING TIDAK KECIL SELISIHNYA MAKA AKAN JALAN

34 of 37

MODEL CPFR

Fase pertama : Strategy & Planning

Fase kedua : Demand & Supply Management

Fase ketiga : Execution

Fase keempat : Analysis

35 of 37

��MODEL CPFR��

Fase pertama : Strategy & planning

  • Dua belah pihak menyetujui kerjasama bahwa mereka akan masuk dalam framework /arrangement CPFR
  • Ada kesepakatan di level pimpinan
  • Kalo tidak ada akan sulit pada level operasional (tidak bisa dilakukan share informasi data karena tidak ada kesepakatan di level strategi/pimpinan)
  • Dilakukan joint planning 3 – 5 tahun ke depan rencana seperti apa yang akan dilakukan

Fase kedua : Demand & Supply Management

  • Dilakukan Joint Forecast : masing2 membuat ramalan sendiri yang kemudian disepakati
  • Lebih teknis
  • Menyamakan persepsi, format data
  • Meeting berkali-kali dalam 1 bulan
  • Membutuhkan komitmen

36 of 37

�MODEL CPFR�

Fase ketiga : Execution

  • Terkait kapan barang itu dikirim
  • Order 1000 kapan dikirim, order kemarin belum dating, barang berada di mana
  • Intinya adanya REFLENISHMENT PROCESS (proses pengiriman barang dari pabrik ke pelanggan/store)

Fase keempat : Analysis

  • Misalnya 3 bulan telah bersama-sama melakukan forecast secara kolaborativ dengan metode CPFR
  • Dianalisis error nya tinggi atau tidak, forecastnya rendah atau tinggi, Faktor apa yang belum masuk, assessment, evaluasi untuk perbaikan
  • Kenapa pengiriman selalu terlambat forecastnya hanya 40% apa yang perlu diperbaiki
  • dll

37 of 37

Model VENDOR MANAGED INVENTORY �(VMI)

  • Juga merupakan model kolaborasi melibatkan 2 organisasi dalam SC
  • VMI : mengalihkan tanggung jawab pengelolaan inventory kepada Vendor
  • Secara tradisional : kita sebagai pelanggan memesan barang, menentukan barang pesan brp, kapan dikirim
  • Sekarang VMI : tanggung jawab / keputusan dilakukan oleh vendor
  • Tugas buyer : hanya menyediakan data stok, berapa inventory yang tersisa, 1 hari butuh brp barang
  • Dari informasi ini vendor akan menentukan kapan dikirim, jumlahnya berapa dsb. (vendor akan mengatur lebih baik, harus lebih reaktif dan responsif)
  • DISINI : terdapat :
  • 1. pemindahan tanggungjawab
  • 2. sharing informasi data (keterbukaan informasi)