DEMAND MANAGEMENT & COLLABORATIVE PLANNING
Magister Manajemen Agribisnis
FAKULTAS PERTANIAN
uNTAN
By Dr. Novira Kusrini
Demand management �& collaborative Planning
Mempelajari beberapa hal :
Pola Permintaan
POLA PERMINTAAN :
Membedakan 3 kelompok perusahaan :
Pola Permintaan
Walaupun tidak berlaku sama untuk semua industry tetapi setidaknya hasil studi ini menunjukkan bahwa kalo ingin menjadi perusahaan yang kompetitif maka kemampuan untuk memforecast permintaan sangat penting
Karena permintaan adalah ujung depan dari semua aktivitas SC, apa yang diproduksi, brp yang diproduk, brp yang dikirim sepenuhnya memenuhi prediksi dari permintaan
Kalo prediksi permintaan akurat maka bisa menyesuaikan aktivitas SC seperti produksi dan pengiriman sesuai permintaan yang ujungnya menciptakan cost rendah dan responsiveness yang tinggi
Pola Permintaan
Pola Permintaan
improvement
Bagus tetapi no stop di sini
Krn begitu FA menjadi lebih baik maka mestinya ada performance lain yang juga tambah baik . Ini juga dibuktikan studi itu
1. Misalnya dengan akurasi lebih baik ternyata manufacturing performance meningkat di 87% menjadi 92%
manufacturing performance ini gabungan beberapa indicator : yang menunjukkan produktivtas dan performace lain yang ada di pabrik yaitu FASE Pembuatan produk/fase manufacturing
artinya dengan FA lebih baik , juga bisa menghasilkan kinerja pabrik lebih baik
Pola Permintaan
3. Line fiil juga lebih bagus
Line fiil ; kemampuan kita memenuhi jumlah barang yang diminta pelanggan .
Misalnya Brp persen dari quantity yang diminta pelanggan bisa kita penuhi .
Jadi naik fiil ratenya dari 80% jadi 97%.
4. Cost per case brg yang dihandle turun dari $4,25 menjadi 2,50
5. Inventory menurun dari 40 kebutuhan menjadi 35 kebutuhan
Pola Permintaan
POLA PERMINTAAN
BERBAGAI POLA PERMINTAAN YANG ADA DI PASAR
1. pola permintaan yang sifatnya stabil dari waktu ke waktu (stable demand, easy to predict, easy to fulfill)
POLA PERMINTAAN
2. seasonal demand, easy to predict, uneasy to ful fill
POLA PERMINTAAN
3. pola permintaan yang punya trend dari waktu ke waktu
POLA PERMINTAAN
4. pola permintaan yang sulit dari itu
(UNCERTAIN DEMAND, VERY DIFFICULT TO PREDICT): grafik mana ???????
POLA PERMINTAAN
5. pola permintaan sporadis (sporadic demand, very difficult to predict)
Demand Proses
Apa yang harus kita lakukan
untuk membentuk dan menciptakan
demand untuk produk kita?
Apa yang harus kita harapkan demand
Dari perencanaan demand yang
Dilakukan ?
Bagaimana persiapan kita untuk sebagai
Aksi terhadap permintaan ketika terwujud
Demand Planning
- Product & Packaging
- Promotions
- Price
- Place
Demand Forecasting
- Strategic, Tactical, Operational
- Considers internal & external factors
- Baseline, unbiased & unconstrained
Demand Management
- Balances demand & supply
- Sales & Operational Planning (S&OP)
- Bridges both side of a firm
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
Level | Horizon | Purpose |
Strategic | Year/Years | Business Planning Capacity Planning Investment Stategic |
Tactical | Quarterly Month/Weeks | Brand Plan Budgeting Sales Planning Manpower Planning Short-term capacity Planning Master Planning Inventory Planning |
Operational | Days/Hours | Transportation Planning Production Planning Inventory Deployment |
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
RAMALAN PERMINTAAN /demand forecasting
Konsep RAMALAN PERMINTAAN /demand forecast : prediksi tentang berapa kebutuhan barang/jasa yang kita deliver ke market
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
1. long term
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
2. medium range
3. short
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
CLASSIFICATION OF FORECASTING METHODS
1. Kualitatif
a. customer surveys
B jury of executive opinion
c. the Delphi method
2. Kuantitatif
a. causal
b. time series
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
membutuhkan historical data produk
CLASSIFICATION OF FORECASTING METHODS
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
ESENSI DEMAND MANAGEMENT
APA YANG BISA DILAKUKAN??????????
Metode yang secara tradisonal sudah dilakukan perusahaan
Pricing mechanise (MEKANISME HARGA)
Hal penting dalam DM
Ada 3 hal yang penting yang harus dipahami Ketika kita menggunakan instrumen DM maka hal-hal yang tadi sangat penting untuk pertimbangan
1. HARUS PAHAM SEBERAPA DAMPAK DARI INSTRUMENT YANG KITA GUNAKAN TERHADAP PERUBAHAN PERMINTAAN
2. HARUS PAHAM BAGAIMANA CARA MENGHUBUNGKAN ANTARA DM DENGAN EKSEKUSI DARI SC
MISALNYA :
kita punya rencana untuk promosi dimana harga kita cut/diskon selama 1 minggu
kita memperkirakan ada peningkatan permintaan 20% .
Hal penting dalam DM
Bagaimana kemudian menghubungkan rencana supply yang 20% lebih tinggi ini dengan :
a. kegiatan transportasi ??????
Seberapa banyak tambahan truk yang dibutuhkan apakah truk tsb tersedia , apakah harus mencari penyedia truk/jasa yang lain
b. sisi produksi ?????????
apakah misal demand naik 20% kita punya kapasitas untuk menangani permintaan yang 20% tsb
Atau kita mungin perlu menggunakan external capacity/sub kontrak dengan perusahaan lainnya
c.Rencana pembelian material
Apakah material suadah siap dari supplier ?
Jadi memang perlu diperhitungkan ketika ada perubahan pola permintaan sbg reaksi terhadap demand management
Kita harus betul menghubungkan antara proyeksi perubahan permintaan tadi dengan rencana pengiriman, produksi dsb
Tentu saja akan sangat menganggu kalo misalnya kita tahu rencana permintaan itu naik 20% dan memnag betul terjadi 20%..kita sudah siap armada transportasi, produk siap dengan kapasitas tambahan, tetapi material tidak ada dari supplier misalnya (TENTU AKAN SIA SIA)
Hal penting dalam DM
MAKA KOORDINASI MENJADI PENTING
Hal penting dalam DM
3. PERLU MELIHAT DAMPAKNYE TERHADAP COST
BILA HAL INI TERJADI BISA SAJA SIA-SIA
Program demand yang baik ditanggapi dengan persipaan yang buruk (no well prepare) sehingga cost tinggi.
CPFR�
CPFR
Ada 2 hal konsep dalam SC
CPFR
KENAPA INISIATIF SEPERTI CPFR INI PENTING ?
CPFR
CPFR
Ada beberapa prinsip yang menjadi landasan berpikir dari CPFR
1. BILA KITA KERJASAMA DALAM MERAMALKAN KEBUTUHAN MAKA INFORMASI INI AKAN MENGALIR DARI PIHAK SATU KE PIHAK LAIN
CPFR
2. Landasan cukup penting : exception management
Cara kerjanya :
MODEL CPFR
Fase pertama : Strategy & Planning
Fase kedua : Demand & Supply Management
Fase ketiga : Execution
Fase keempat : Analysis
��MODEL CPFR��
Fase pertama : Strategy & planning
Fase kedua : Demand & Supply Management
�MODEL CPFR�
Fase ketiga : Execution
Fase keempat : Analysis
Model VENDOR MANAGED INVENTORY �(VMI)