1 of 47

Faal Paru Difusi

Alfian Nur Rosyid

DLCO

PKB PARU SURABAYA 2024

Hotel Bumi, 20 Januari 2024

2 of 47

Daftar Isi

  • Definisi
  • Indikasi – Kontra Indikasi
  • Teknik Pemeriksaan
  • Hasil Pemeriksaan
  • Intepretasi Hasil

3 of 47

Faal Paru Difusi

  • Pemeriksaan untuk mengukur fungsi pertukaran gas melalui membrane alveolicapiler.
  • Metode faal Difusi: DLCO (Diffusion limited gas CO)
  • Satuan DLCO = mL CO/menit/mm Hg pada suhu 00C, tekanan 760mm Hg (STPD = Standard Temperature, Pressure, Dry)
  • DLCO = TLCO (transfer factor for carbon monoxide) 

4 of 47

Sejarah DLCO

Pemeriksaan dikenal >100 tahun

    • American Thoracic Society (1987),
    • updated American Thoracic Society / European Respiratory Society (2005) dan (2017)

Panduan:

DOI: 10.1113/jphysiol.2014.287573

5 of 47

Alat DLCO

+2000S, DLCO Single Breath

6 of 47

Pertukaran O2 – CO2

  • Pertukaran O2 – CO2

(Kapasitas Difusi = DL)

  • Ditentukan :
    1. membran alveoli-kapiler (A)
    2. ketebalan membran (T)
    3. perbedaan tekanan antara alveoli dan arteri (ΔP).

Mengukur Difusi O2?

Hukum Fick’s

7 of 47

8 of 47

Komponen Difusi

Membrane conductance: process of diffusion across alvolocapillary membrane

Chemical reaction:

Interaction CO – Hb accrding to reaction rate (Θ) and pulmonary capillary blood volume (vc)

Faal Difusi dipengaruhi:

  1. Ketebalan membran
  2. Perubahan Hb
  3. Volume darah kapiler

9 of 47

Difusi

  • Pertukaran Gas O2 dari luar dengan CO2 dari kapiler yang terjadi pada membran alveoli-kapiler.
  • Pengukurannya Difusi 02 sulit, sehingga digantikan dengan penambahan gas CO. Mengapa dipilih gas CO?

10 of 47

Difusi dengan gas CO

  1. Ikatan Hb-CO lebih kuat 210x ikatan Hb-O2
  2. Peran Diffusion limited daripada perfusion limited.
  3. Difusi CO sedikit dipengaruhi faktor lain
  4. CO tidak ada pada alveoli/darah

(Malhotra, 2004)

CO

CO

11 of 47

Pengukuran DLCOs

  • VCO = milliliters of CO transferred/minute (STPD)
  • PAco = mean alveolar partial pressure of CO
  • PCco = mean capillary partial pressure of CO, assumed to be zero

Unit SI : 1 mmol/menit/kPa = 2,986 mL gas/menit/mm Hg

12 of 47

Indikasi DLCO

Penyakit parenkim paru termasuk ILD

Emfisema dan kistik fibrosis

Penyakit Jantung (PHT primer, tromboemboli, edema paru)

Penyakit sistemik (RA, SLE, Sklerosis)

Obat (amiodarine, bleomicin)

Perdarahan paru

Pneumocytis pneumonia

Evaluasi kecacatan

13 of 47

Kontra Indikasi DLCO

  • Keracunan CO
  • Kebingungan mental, inkordinasi otot
  • Makan>> & olahraga berat sebelum tes
  • Rokok dalam 24 jam
  • Lung volume reduction
  • Alat tes tidak dikalibrasi
  • Operator tidak terlatih

(AARC, Respir Care 1999;44(5):539-546)

14 of 47

Efek Samping DLCO

  1. Manuver DLCO mengganggu sirkulasi
  2. Gangguan suplemen oksigen
  3. Penularan infeksi

(AARC, Respir Care 1999;44(5):539-546)

15 of 47

Metode Pengukuran DCLO

  1. Single-Breath DLCO (DLCOsb) 🡪 sering dipakai
  2. Rebreathing DLCO (DLCOrb)
  3. Intra-breath DLCO (DLCOib)
  4. Membrane Diffusion Capacity
  5. Steady-state DLCO
  6. Three-equation Single-breath DLCO

(Ruppel, 1975; Cotton, 1986)

16 of 47

DLCOsb

Teknik: Analsis CO dan tracer gas relatif mudah, tahan napas 10 detik

Kelebihan: Mudah, sederhana, cepat, efek balik COHb minimal, teknik standar

Kekurangan: Sensitif terhadap distribusi ventilasi, tidak praktis saat Latihan

Penggunaan: Screening dan aplikasi klinis

(Modified Krogh’s Technique)

17 of 47

Persiapan Tes

  • Kalibari dan persiapan alat
  • Perkenalan diri
  • Penjelasan & demo tes
  • Cek hasil spirometri (VC>2 L)
  • Hasil Hb dan penyesuaian COHb
  • Pasien posisi duduk

Tunda 10 menit sebelum tes bila pasien menggunakan suplementasi Oksigen (ATS 2017) 🡪 suplementasi O2 akan menurunkan DLCO

Tidak perlu inhalasi Salbutamol sebelum tes DLCO, tidak ada perbedaan bermakna termasuk pasien PPOK

18 of 47

Memulai Tes

  • Mouthpiece diatas lidah, digigit dan dikatup bibir (tidak bocor)
  • Memakai klip hidung

19 of 47

Teknik

  1. Pasien bernapas biasa (Tidal Volume) beberapa kali
  2. Lalu ekspirasi sampai RV (hembuskan sampai habis)
  3. Lalu inspirasi dengan cepat (≤4 detik) sampai TLC
  4. Tahan napas 10 detik, hitung mundur (10, 9, 8 … 1)
  5. Hembuskan semua sampai habis

1

2

3

4

5

Pasien PPOK, ekshalasi (no.2) tidak boleh lebih dari 12 detik

20 of 47

Teknik DLCOsb

10 s

4 s

4 s

volume

Time

Print dan tempel !

21 of 47

Grafik Volume / time

  • VI = Vital Capacity Inspiration

22 of 47

Ulangan Tes

  • Istirahat: Jarak tiap manuver 4 menit

(agar gas CO hilang, dapat dilakukan inspirasi berulang sebelum tes ulangan), pasien PPOK, diulang setelah 10 menit.

  • Diulangi sampai acceptable dan reproducible
  • Maks 5x manuver
  • Catat kualitas tes dalam bagian komentar

23 of 47

Penghitungan DLCO

  • VA = alveolar volume, mL (STPD)
  • 60 = correction from seconds to minutes
  • PB = barometric pressure, mm Hg
  • 47 = water vapor pressure at 37°C, mm Hg
  • T = breath-hold interval, seconds
  • Ln = natural logarithm
  • FAco0 = fraction of CO in alveolar gas at beginning of breath hold
  • FAcoT = fraction of CO in alveolar gas at end of breath hold
  • VI = volume gas inspired, mL
  • VD = dead space volume (anatomic and instrumental), mL
  • FAtracer = fraction of tracer in alveolar gas sample
  • FItracer = fraction of tracer in inspired gas (depends on tracer used)

24 of 47

  1. Komponen DLCO

DM= kapasitas membran alveoli

  • = laju ambilan CO & kecepatan

reaksi ikatan CO-Hb.

Vc = volume darah kapiler

(Hughes, 2001)

DLCO dipengaruhi

25 of 47

Fick’s Law

Vg=[k*(A)(ΔP)] / T

Faktor

DLCO naik

DLCO turun

Luas Permukaan membrane (A)

Bertambah

Berkurang

Beda gradien tekanan (ΔP)

Meningkat

Menurun

Ketebalan membrane (T)

Berkurang

Bertambah

Kelarutan gas

Meningkat

Menurun

26 of 47

2. Hb

3. CO-Hb (Rokok)

DLCO dipengaruhi

anak <15 thn & wanita, 10,22 diganti 9,38 (Rupple’s, 2023)

(Rupple’s, 2023)

Anemia 🡪 DLCO turun

Polisitemia 🡪 DLCO naik

COHb naik 10% 🡪 DLCO turun 10%

27 of 47

4. Ketinggian

5. Ventilasi Alveolar

DLCO dipengaruhi

(Rupple’s, 2023)

(Ruppel, 1975)

volume gas yang berpartisipasi dalam pertukaran gas di paru

28 of 47

Ventilasi Alveolar

  • Ventilasi alveolar mengacu pada jumlah udara segar yang mencapai alveoli setiap menit 🡪 parameter penting untuk memahami fungsi paru dalam mengatur difusi.
  • Ventilasi Alveolar=(Volume Napas−Volume Mati Ruang)×Frekuensi Napas
  • Volume Napas (Tidal Volume): Ini adalah jumlah udara yang masuk atau keluar dari paru pada satu siklus napas normal.
  • Volume Mati Ruang (Dead Space Volume): Ini adalah jumlah udara yang tetap di saluran napas yang tidak mencapai alveoli 🡪 tidak berpartisipasi dalam difusi.
  • Ventilasi alveolar memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kemampuan paru untuk mengatur difusi daripada hanya melihat ventilasi total (total volume udara yang masuk atau keluar dalam satu menit). Tidak semua udara inspirasi mencapai paru yang terlibat dalam difusi.
  • Ventilasi alveolar yang efektif penting untuk menjaga keseimbangan O2 dan CO2. Gangguan dalam ventilasi alveolar berkontribusi pada masalah pernapasan dan perubahan keseimbangan gas darah arteri.

29 of 47

Pengaruh Hb terhadap DLCO

  • Kalkulator koreksi DLCO terhadap Hb

30 of 47

Kriteria Acceptable DLCO

Kalibrasi dan prosedur sesuai

Tahan napas 8-12 detik

Inspirasi cepat dari RV ke TLC <4 detik

Tidak bocor, tidak manuver Valsava / Muller.

VI ≥ 90% VC terbesar pada sesi tes yang sama

Ekshalasi cepat ≤ 4 detik (sistem klasik), <12 detik (sistem RGA / Rapid Gas Analyzer)

Manuver maksimal 5x tiap tes

VI≥ 85% VC terbesar pada sesi tes yang sama dan VA dalam 200mL atau 5% (mana yang lebih besar) VA terbesar dari manuver lain yang dapat diterima

Jarak antar manuver >4 menit

Rata-rata hasil DLCO dilaporkan

Repeatable 2mL/mnt/mm Hg

31 of 47

Manuver Valsava dan Muller

  • Valsalva maneuver dan Müller maneuver adalah dua teknik berbeda yang digunakan dalam pengujian fungsi paru-paru dan sistem kardiovaskular.
  • Valsalva Maneuver: 🡪 capillary blood volume turun 🡪 menurunkan DLCO
    1. Definisi: Valsalva maneuver adalah teknik dimana seseorang menahan napas dan mengejan, seperti yang terjadi saat mengejan ketika buang air besar atau bersin.
    2. Proses: Selama Valsalva maneuver, seseorang menghembuskan udara ke dalam rongga dada dan menutup saluran napas atas, sehingga tekanan di dalam dada meningkat secara tiba-tiba.
    3. Penggunaan Klinis: Valsalva maneuver digunakan dalam berbagai uji klinis untuk mengevaluasi respons jantung dan vaskular terhadap perubahan tekanan intratorakal. Contohnya termasuk pengujian fungsi autonim dan mengevaluasi reaksi tubuh terhadap stres.
  • Müller Maneuver: 🡪 capillary blood volume turun 🡪 Meningkatkan DLCO
    • Definisi: Müller maneuver adalah teknik dimana seseorang menghela napas dengan kuat dan menahan napas, sehingga menimbulkan obstruksi aliran udara melalui saluran napas atas.
    • Proses: Selama Müller maneuver, seseorang mencoba untuk menghela napas dengan kuat sambil menutup rongga belakang tenggorokan, menyebabkan penyempitan saluran napas atas.
    • Penggunaan Klinis: Müller maneuver digunakan untuk mengevaluasi obstruksi saluran napas atas, terutama pada penderita sleep apnea. Pada saat teknik ini dilakukan, dokter dapat memantau perubahan dalam aliran udara dan mengidentifikasi apakah terdapat obstruksi yang mempengaruhi pernapasan.

32 of 47

Kriteria Reproducibility DLCO

  • Grading ini belum tervalidasi namun disebutkan dalam panduan ATS/ERS

33 of 47

Intepretasi DLCO

DLCO N = 20-30 ml/menit/mmHg

Nilai prediksi DLCO N

(Hughes, 2001)

(McIntyre, Eur Respir J 2005; 26: 720–735)

25 ml CO/menit/mmHg

DLCO wanita lebih rendah

34 of 47

KCO

  • KCO = DLCO / VA
  • KCO = konstanta laju penyerapan CO dari gas alvolar dan volume alveolar

35 of 47

Intepretasi Hasil DLCO

Manuver baik ?

Repeatable 2ml/menit/mmHg ?

Koreksi nilai prediksi (Hb, CO, Ketinggian, VA) ?

Nilai referensi sesuai (usia, TB, seks) ? 🡪 Pedoman GLI (Global Lung Initiative)

36 of 47

Intepretasi Hasil DLCO

Hasil

Intepretasi

DLCO < LLN

Gangguan Difusi

  • KCO normal

Penurunan Difusi karena masalah parenkim, penyakit vaskuler paru, atau Hipertensi Pulmonal (bandingkan dengan klinis)

  • KCO turun

Penurunan Difusi karena Obstruksi (distribusi ventilasi tidak merata, VQ mismatch atau Dead Space meningkat. Selisih VA dan TLC yang besar 🡪 distribusi ventilasi tidak merata

Cek klinis bila hasil abnormal

37 of 47

Intepretasi Hasil DLCO

Hasil

Intepretasi

DLCO > LLN

Kemungkinan peningkatan aliran darah pulmoner, perdarahan, obesitas, shunt L-R, asma

DLCO < 60% prediksi

Cek lanjutan: AGD, tes desaturasi latihan

Cek klinis bila hasil abnormal

38 of 47

Penurunan DLCO

  • Sering berhubungan dengan:
    • Pengurangan volume paru
    • Pengurangan permukaan alveoli
    • Pengurangan capillary bed
    • Penebalan membran alveoli kapiler

sering

39 of 47

Penurunan DLCO

Derajat penurunan DLCO

(Pellegrino, Eur Respir J 2005; 26: 948–968)

40 of 47

  1. Emfisema
  2. Reseksi Paru
  3. Obstruksi Bronkus (PPOK)
  4. Emboli Paru Multiple
  5. Anemia
  6. Penyakit dg penebalan membrane
  7. Radiasi (Pneumonitis)
  8. Kemoterapi (Bleomicin)
  9. Obat (Amiodaron) 🡪 DLCO untuk monitor drug toxicity
  10. Hipertensi Pulmonal

DLCO ↓

(Hyatt, 2009)

41 of 47

Penebalan alveolar-capillary membran:

  • Fibrosis Paru (Restrictive Lung Diseases: Asbestosis, Beriliosis, Silikosis, IPF)
  • Gagal Jantung Kongestif
  • Sarcoidosis, SLE, Scleroderma
  • Penyakit Kolagen Vaskuler, Pulmonary vasculitis
  • Drug/Toxic gas Inhalation induced alveolitis
  • Pneumonitis hipersensitif
  • Histiositosis X
  • Proteinosis Alveolar

DLCO ↓

(Hyatt, 2009)

42 of 47

  1. Posisi Supine
  2. Kondisi Latihan (aliran darah bertambah)
  3. Asma
  4. Obesitas berat
  5. Polisitemia
  6. Perdarahan Intra Alveolar
  7. Shunt Jantung Kanan-Kiri

DLCO ↑

(Hyatt, 2009)

43 of 47

44 of 47

  • membantu dalam menentukan diagnosa
  • Ventilasi N, DLCO ↓:

anemia, gx vaskuler paru, ILD, emfisema awal

  • Restriksi , DLCO N :

curiga gx dinding dada, gx neuromuskuler

  • Obstruksi , DLCO ↓ : emfisema

Faal Ventilasi & Difusi

(Pellegrino, Eur Respir J 2005; 26: 948–968)

45 of 47

Faal Ventilasi & Difusi

(Pellegrino, Eur Respir J 2005; 26: 948–968)

46 of 47

47 of 47

Terima kasih