Menyusun Identifikasi Bahaya Yang Efektif
H. MOH. SYAIFUL ANWAR, ST., MT.
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko JSA & RA (Job Safety Analysis & Risk Assessment)
Merupakan suatu program kerja yang didalamnya terdapat proses mengenali bahaya pada suatu pekerjaan, membuat identifikasi bahaya dan nilai dari resiko bahaya tersebut kemudian melakukan pengendalian terhadap resiko bahaya yang telah teridentifikasi.
Apa Tujuan Dilakukan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko (Job Safety Analysis & Risk Assessment) ??
BAGAIMANA METODE UNTUK MELAKUKAN IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RESIKO (JOB SAFETY ANALYSIS & RISK ASSESSMENT)??�
Tentukan pekerjaan yang akan diperiksa potensi bahayanya.
- Pekerjaan yang memerlukan JSA&RA adalah pekerjaan yang potensi bahaya yang berdampak pada kecelakaan kerja
– Merupakan pekerjaan baru dengan potensi bahaya untuk terjadi kecelakaan kerja
– Pekerjaan lama dengan alat-alat baru sehingga menimbulkan perubahan pada langkah kerja.
Identifikasi Bahaya dilakukan terhadap seluruh aktivitas operasional Perusahaan di tempat kerja meliputi :
1. Aktivitas kerja rutin maupun non-rutin di tempat kerja.
2. Aktivitas semua pihak yang memasuki termpat kerja termasuk kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu.
3. Budaya manusia, kemampuan manusia dan faktor manusia lainnya.
4. Bahaya dari luar lingkungan tempat kerja yang dapat mengganggu keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja yang berada di tempat kerja.
5. Infrastruktur, perlengkapan dan bahan (material) di tempat kerja baik yang disediakan Perusahaan maupun pihak lain yang berhubungan dengan Perusahaan.
6. Perubahan atau usulan perubahan yang berkaitan dengan aktivitas maupun bahan/material yang digunakan.
7. Perubahan Sistem Manajemen K3 termasuk perubahan yang bersifat sementara dan dampaknya terhadap operasi, proses dan aktivitas kerja.
8. Penerapan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berlaku.
9. Desain tempat kerja, proses, instalasi mesin/peralatan, prosedur operasional, struktur organisasi termasuk penerapannya terhadap kemampuan manusia.
Collecting Data
1. Denah/Peta Lokasi Perusahaan.
2. Kebijakan K3.
3. Struktur Organisasi Perusahaan.
4. Diagram Alir Proses.
5. Prosedur, Instruksi Kerja serta peralatan yang digunakan.
6. Komposisi Tenaga Kerja.
7. Daftar Fasilitas Umum dan Fasilitas Penunjang Operasional Perusahaan.
8. Daftar mesin tenaga dan produksi.
9. Daftar pesawat uap dan bejana tekan yang digunakan
10. Daftar alat berat dan kendaraan operasional yang digunakan.
11. Daftar bahan baku.
12. Daftar produk.
13. Daftar sampah, limbah dan emisi yang dihasilkan.
14. Laporan Insiden sebelumnya.
15. Masukan/informasi dari tenaga kerja ataupun pihak ke-3 di luar Perusahaan.
16. Aktivitas keamanan, lalu-lintas, lingkungan dan situasi darurat.
17. Perizinan, Perundang-undangan dan kontrak dengan pihak ke tiga.
18. Daftar pihak lain yang beraktivitas di wilayah Perusahaan.
19. Perubahan Manajemen, dsj.
Uraikan prosedur pekerjaan menjadi langkah-langkah kerja (detail)
Menetapkan langkah-langkah kerja sederhana yang akan dilaksanakan
Tentukan tahap kerja kritis
Tahap kerja kritis adalah tahap kerja dimana pada tahap tersebut dinilai memiliki potensi bahaya yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja.
Kenali sumber bahaya
1. Sumber bahaya mekanik : Putaran mesin, angkat-angkut, roda gigi, rantai, beban, handling,dll.
2. Sumber bahaya fisik&kimia : Listrik, Tekanan, Vibrasi, Suhu, Kebisingan, bahan kimiadll.
3. Pertimbangkan cidera akibat Jatuh, Ledakan, Paparan gas/kimia, asap, regangan otot, dll.
4. Pertimbangkan lingkungan kerja, peralatan, rekan kerja.
5. Pertimbangkan kemungkinan personil yang dapat cidera yaitu pelaksana kerja tersebut atau rekan kerja.
Identifikasi bahaya yang dilaksanakan memperhatikan faktor-faktor bahaya�
LANGKAH-LANGKAH �PENILAIAN RESIKO
RESIKO
Merupakan suatu nilai yang ditetapkan untuk menentukan suatu tingkatan dampak/akibat berdasarkan keparahan yang disebabkan oleh kecelakaan kerja.
Merupakan suatu nilai yang ditetapkan sebagai untuk menentukan tingkat keseringan terhadap kejadian kecelakaan.
PELUANG
Pengendalian
Menentukan tindakan pengendalian bahaya berdasarkan hirarki pengendalian
Eliminasi (menghilangkan sumber/aktivitas berbahaya).
Substitusi (mengganti sumber/alat/mesin/bahan/material/aktivitas/area yang lebih aman).
Perancangan (modifikasi/instalasi sumber/alat/mesin/bahan/material/aktivitas/area supaya menjadi aman).
Administrasi (penerapan prosedur/aturan kerja, pelatihan dan pengendalian visual di tempat kerja).
Alat Pelindung Diri (penyediaan alat pelindung diri bagi tenaga kerja dengan paparan bahaya/resiko tinggi).
Pencatatan
Komunikasi
Sosialisasikan kepada pelaksana pekerjaan
Tinjau Ulang
Lakukan peninjauan ulang apabila terjadi hal-hal berikut :
1. Saat pekerjaan selesai
2. Ada sumber bahaya lain teridentifikasi
3. Ada metode pekerjaan yang berubah