1 of 23

Teknologi Pengembangan �Produk Perikanan dan Kelautan�Bernilai Tambah

 MSP UNTAN

2 of 23

Sumberdaya kelautan dan perikanan merupakan salah satu sumber devisa negara, tetapi pendayagunaannya masih belum optimal, dan masih sangat konvensional, belum banyak optimasi teknologi yang digunakan yang dapat memberikan nilai tambah

Latar Belakang

3 of 23

Kesiapan Komersial relatif

Uji coba produksi

Maturity

Time

Scale up

Prototype

Riset

Ide

  • Cost Centre
  • Government Interference
  • Technology Catalyst
  • Profit Centre
  • Private/Bank/Venture

Capital

  • Innopreneur

Sertifikasi

Uji coba pasar

Feasibility Study

Comercial

Paten

Rumput Laut & olahannya

4 of 23

  1. MEMANFAATKAN NILAI NUTRISI KOMODITAS (KONVENSIONAL)

2. MEMANFAATKAN FASILITAS SIFAT FISIKA KIMIA BIOAKTIF KOMODITAS (NON KONVENSIONAL)

    • Citarasa yang spesifik
    • Mempertahankan Kualitas Nutrisi
    • Meningkatkan Keberadaannya

Contoh: Pada Produk Ikan Umumnya

Contoh:

Dari produk utuh: Rumput Laut, Spirulina Food Supplement

Dari Sponge: Bioaktif Farmakologi

Dari daging ikan: Surimi, Abon Ikan

Dari Limbah Krustasea: Khitin-khitosan

Dari Kulit dan Tulang Ikan: Gelatin, Penyamakan kulit

NILAI TAMBAH

5 of 23

6 of 23

Industri Rumput Laut

  • Perairan Indonesia yang kaya dengan mineral dan sinar matahari merupakan lahan yang subur untuk pertumbuhan rumput laut
  • Masa panen rumput laut relatif singkat yaitu 45 hari, tanpa menggunakan pupuk dan bibit, sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi tanpa merusak lingkungan
  • Rumput laut merupakan bahan dasar dari berbagai macam industri setelah diolah menjadi karagenan, alginat dan agar
  • Besarnya nilai tambah pengolahan rumput laut sesuai dengan tingkat teknologi yang diterapkan
  • Hasil riset yang mencapai tingkatan komersial

7 of 23

Gracillaria

Agarofit

Eucheuma

Karaginofit

Sargassum

Alginofit

Jenis Rumput Laut Bernilai Ekonomis Penting

di Indonesia dan Peluang Pengembangannya

8 of 23

Cangkang kepiting

Cangkang rajungan

Kulit udang

Kerang

Tulang cumi-cumi

INDUSTRI BIOKITIN

9 of 23

LIMBAH : Udang

Rajungan

Kepiting

Deproteinasi

Demineralisasi

Dekolorisasi

Stabil

Tidak larut dalam air/pelarut organik

Tidak bersifat toksik

Biodegradable

Deasetilasi

-Kimiawi

-Enzimatis

  • Kesehatan
  • Industri
  • Kosmetika
  • Limbah industri

10 of 23

Ket :

Udang

Kepiting

11 of 23

SUMBERDAYA KRUSTASEA CUKUP BERPERAN

DIDALAM KOMODITAS EKSPOR

10.6% DARI PRODUK PERIKANAN NASIONAL

US$ 94 JUTA

Jenis

Rendemen (%)

Harga

(Rp/kg)

Cangkang kepiting, rajungan (mentah)

80

1,500

Kering

20

3,000 – 5,000

Tepung

20

3,500 – 7,000

Khitin

15

50,000 – 80,000

Khitosan

12

135,000 – 225,000

Biomedis:

  • Khitin Sigma
  • Khitosan atau turunannya

US$ 175

US$ 200

H A R G A

12 of 23

  • KESEHATAN : MENURUNKAN TRIGLISERIDA DARAH

SENYAWA ANTIGASTRITIS

  • INDUSTRI PANGAN : ANTI BAKTERI DAN ANTI JAMUR

PEMBUNGKUS MAKANAN

PENJERNIH DAN DEASIDIFIKASI\

BAHAN PENJERAT PADA IMMOBILISASI ENZIM

  • LIMBAH CAIR INDUSTRI : KOAGULAN DAN FLOKULAN PADATAN

LIMBAH CAIR

  • KOSMETIK : KRIM PELEMBAB, SABUN, PERAWATAN KULIT

  • INDUSTRI TEKSTIL : MEMPERKUAT WARNA

  • INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT : SUBSTITUSI CHROM KESTABILAN KULIT

  • INDUSTRI KERTAS : MENINGKATKAN KESTABILAN

13 of 23

Pemanfaatan gelatin:

  • Industri pangan
  • Industri farmasi
  • Industri kosmetik
  • Industri fotografi sebagai bahan pembetuk film

protein yang diperoleh melalui proses hidrolisis kolagen dari kulit, tulang dan bagian tubuh berkolagen lainnya

Gelatin

GELATIN

14 of 23

Jenis Industri (pangan)

Jumlah Penggunaan (ton)

Jenis Industri

(non pangan)

Jumlah Penggunaan (ton)

  • Industri konfeksionari
  • Produk jelly
  • Industri daging
  • Industri susu
  • Produk low fat (semisal margarin)
  • Food suplement

68.000

36.000

16.000

16.000

4.000

4.000

  • Industri pembuatan film
  • Industri produksi kapsul lunak
  • Industri cangkang kapsul
  • Industri farmasi
  • Industri teknik

27.000

22.600

20.200

12.600

6.000

Penggunaan Gelatin dalam Industri Pangan dan Non Pangan

Di Dunia Pada Tahun 1999

* SKW Biosystem (Wiyono, 2001)

15 of 23

Peningkatan kebutuhan gelatin dapat dilihat dari peningkatan import gelatin pada tahun 2003 yang mencapai 6,2 juta kg dengan nilai US$ 6,9 juta. (Departemen Perindustrian dan Perdagangan)

Sedangkan produksi gelatin di Indonesia dapat dilihat dari ekspor gelatin dimana pada tahun 2003 ekspor gelatin sebanyak 128,236 kg dengan nilai US $ 133,125. (Departemen Perindustrian dan Perdagangan)

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan gelatin di Indonesia yang masih sangat banyak tidak ditunjang dengan produksinya yang masih sedikit

16 of 23

PEMANFAATAN IKAN HIU (CUCUT)

SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI

Ikan hiu Rp. 400,- / Kg daging

Kulit tersamak Rp. 80.000,- / lembar,

Sirip ikan hiu Rp. 500.000,- / Kg.

Nilai Ekonomi:

17 of 23

Kulit hiu dapat disamak untuk bahan baku pembuatan sepatu, tas, dompet, dan berbagai produk lainnya.

Selama ini dimanfaatkan oleh nelayan hanya untuk produk olahan ikan asin dan pindang.

Nilai Tambah :

  • Penyamakan kulit,
  • Industri makanan (sosis, dendeng, abon dan baso)
  • Kosmetik (squalen)
  • Farmasi (chondroitin dan liver oil)
  • Pakan ternak (silase)
  • Restoran (soup sirip).

18 of 23

Abon ikan adalah makanan yang dibuat dari daging ikan yang diolah menjadi produk kering siap dimakan.

Bahan yang diperlukan adalah ikan dan bumbu-bumbu. Ikan yang digunakan sebaiknya ikan berlemak rendah dan berdaging tebal seperti tuna, jangilus, ikan layaran, tenggiri, cakalang, remang, cucut dan sebagainya.

Skala produksi pengolahan abon perlu disesuaikan dengan ketersediaan peralatan, bahan baku, modal, tenaga dan pemasarannya

ABON IKAN

19 of 23

Ikan

sereh (2%), daun salam (2%), garam (5%)

direbus 10 menit

PEMBERSIHAN

PENYIANGAN

PERENDAMAN

AIR CUKA 2%

PEREBUSAN

(air : ikan = 1:1) ~ 3 menit

PENIRISAN & PENGEPRESAN

PENCAMPURAN BUMBU

PENGGORENGAN

PENGEPAKAN

Bumbu bumbu

PELUMATAN daging menjadi serat

20 of 23

Spesifikasi Abon Ikan Hasil Pengolahan Tanpa Minyak Dibandingkan Dengan Abon Ikan Komersial Goreng Minyak

Gizi

Abon Ikan Goreng Tanpa Minyak

Abon Ikan Komersial Goreng Minyak

Air (%)

18.82

4.13

Protein (%)

38.43

31.32

Lemak (%)

5.20

24.31

Abu (%)

3.54

15.87

Daya awet

Suhu kamar

> 50 hari

50 hari

Suhu dingin

> 6 bulan

6 bulan

21 of 23

Nilai Ekonomi

Bahan Baku : Rp. 7,500/kg

Rendemen Abon : 25 %

Harga Abon : Rp. 50,000/kg

Alat Pengolah Abon Ikan

22 of 23

adalah daging ikan lumat beku hasil proses pengolahan produk ikan yang popular

Teknologi Pengolahan

Tidak mempunyai rasa dan bau

sangat potensial untuk dijadikan tiruan makanan laut dengan penambahan “essence” ke dalam surimi.

Sebaiknya dipilih ikan yang mempunyai protein pembentuk gel yang baik, contohnya ikan laut.

Ikan air tawar dapat dipergunakan namun harus ditambahkan terlebih dahulu produk protein alami seperti AMP 600 yang dapat membantu pembentukan gel.

Bahan lain yang diperlukan antara lain gula dan polipospat.

23 of 23

Keunggulan surimi ikan beku:

1. Suplai dan harga stabil karena dapat disimpan dalam waktu yang lama.

2. Ongkos penyimpanan dan transportasi lebih rendah.

3. Penghematan tenaga kerja karena penangannya lebih mudah.

4. Masalah pembuangan limbah lebih mudah.

CENTRIFUGE