1 of 40

2 of 40

LATAR BELAKANG BERDIRINYA DAULAT BANI UMAYAH

  • Daulat Bani Umayah didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sofyan
  • Bani Umayah berasal dari nama Umayah Ibnu Abdi Syams Ibnu Abdi Manaf, salah satu pemimpin dari kabilah Quraisy, keluarga bangsawan, kaya dan punya sepuluh orang putra.
  • Umayah senantiasa bersaing dengan pamannya yaitu Hasyim Ibnu Abdi Manaf untuk saling berebut pengaruh dan kekuasaan di Mekah.
  • ABDI MANAF inilah yang menurunkan Bani Hasyim dan Bani Umayah

ABDI MANAF

ABDI SYAM

HASYIM

UMAYAH

HARB

ABU SHOFYAN

MUAWIYAH

3 of 40

ABDI MANAF

ABDI SYAM

HASYIM

HARB

ABU SHOFYAN

MUAWIYAH I

YAZID

MUAWIYAH II

USMAN

ABUL ASH

HAKAM

AFFAN

YAZID II

SULAIMAN

WALID I

ABDUL MALIK

MARWAN

ABDUL AZIZ

MUHAMMAD

HISYAM

UMAR

MARWAN II

WALID II

UMAYAH

ABDUL MUTHOLIB

ABDULLAH

NABI MUHAMMAD

4 of 40

  • Sejak sebelum datangnya islam Bani Umayah dengan Bani Hasyim bersaing saling berebut pengaruh di Mekah
  • Sesudah datang agama Islam persaingan Bani Umayah dengan Bani Hasyim menjadi permusuhan. Bani Umayah dengan tegas menentang dakwah Rosulullah saw, kecuali Usman bin Affan. Sebaliknya Bani Hasim menjadi penyokong dan pelindung Rosulullah saw, baik yang sudah masuk Islam atau yang belum.
  • Bani Umayah (Muawiyah dan Abu Sofyan) baru masuk Islam setelah tidak menemukan jalan lain, ketika Nabi Muhammad Saw dengan beribu-ribu pasukannya menyerbu masuk Mekah pada FATHU MAKAH tahun 8 H.    

5 of 40

KARIR POLITIK MUAWIYAH

  • Bani Umayah setelah masuk islam, mereka ikut berjuang bersama para sahabat nabi saw.
  • Nabi saw mengangkat Muawiyah menjadi salah satu penulis wahyu
  • Pada masa khalifah Abu Bakar, Muawiyah ikut berjuang melakukan perluasan ke Syam
  • Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Muawiyah diangkat menjadi gubernur di Damaskus

6 of 40

  • Pada masa khalifah Usman, terjadilah pemberontakan yang berakibat terbunuhnya khalifah Usman oleh kaum pemberontak.
  • Peristiwa inilah yang dimanfaatkan oleh Muawiyah untuk menarik simpati kepada masyarakat Syam, dan menyudutkan Ali bin Abi Thalib dengan menuduhnya terlibat dalam pembunuhan khalifah Usman.
  • Peristiwa ini pula yang dijadikan alasan Muawiyah tidak mengakui kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, dan menjadi alasan ia menolak pemecatannya dari jabatan gubernur dan ia memberontak. Maka terjadilah perang SIFFIN

7 of 40

PERANG SIFFIN

- PERANG SIFFIN terjadi antara pasukan khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah yang dibantu Amru bin Ash.

  • Perang ini berakhir dengan perdamaian yang disebut TAHKIM yg dilaksanakan di Daumatul Jandal.
  • Setelah Tahkim, sebagian pendukung Ali keluar memisahkan diri dari Ali. Mereka disebut kaum KHAWARIJ. Kaum khawarij mengutus Abdurrohman Ibnu Muljam membunuh Ali bin Abi Thalib.

8 of 40

  • Setelah Ali wafat, para pendukung Ali di Kufah mengangkat Hasan bin Ali sebagai khalifah.
  • Muawiyah terus melakukan psywar (perang urat saraf) kepada Hasan bin Ali, sehingga Hasan akhirnya menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah karena kuatir terjadi pertumpahan darah sesama orang islam. Maka terjadilah perjanjian MADAIN tahun 41 H. Tahun ini disebut AMUL JAMA’AH (tahun persatuan).
  • Tahun 41 ini pula Daulah Bani Umayah berdiri.
  • Sistem kekuasaannya : Monarchi (rajanya turun-temurun)
  • Kekhalifahan Bani Umayyah berumur 91 tahun, terdiri dari 14 khalifah. Ibu kota di Damaskus

9 of 40

EVALUASI

Mari kita bermain Game SKI dengan cara klik/tekan www.kahoot.com yang ada pada WA kamu itu, lalu akan membuka browser, setelah terbuka KAHOOOT! lalu klik tulisan lalu masukkan nomer PIN pada dan klik ENTER, lalu masukkan (nama kamu singkat) dan ENTER.....baru kita mulai main GAME

PLAY

Game PIN

Nick Name

10 of 40

PENILAIAN

  • Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
  • Siapa pendiri daulat Bani Umayah dan kapan tahun berdirinya?
  • Apa sebab terjadi persaingan antara Bani Umayah dengan Bani Hasyim sebelum islam?
  • Bagaimana cara Muawiyah dapat meraih kekuasaan?
  • Apakah sistem monarchi itu?

11 of 40

LANJUTAN LANJUTAN LANJUTAN

PRESTASI PARA KHALIFAH

12 of 40

PARA KHALIFAH DINASTI UMAYAH

  • 1. Muawiyah bin Abu Sufyan (41-60 H / 661-680 M)
  • 2. Yazid  bin Muawiyah (60-64 H / 680-683 M)
  • 3. Muawiyah bin Yazid (64-64 H / 683-683 M)
  • 4. Marwan bin Hakam (64-65 H / 684-685 M)
  • 5. Abdul Malik bin Marwan (65-86 H / 685-705 M)
  • 6. Walid bin Abdul Malik (86-96 H / 705-715 M)

13 of 40

  • 7. Sulaiman bin Abdul Malik (96-99 H / 715-717 M)
  • 8. Umar bin Abdul-Aziz (99-101 H / 717-720 M)
  • 9. Yazid  bin Abdul-Malik (101-105 H / 720-724 M)
  • 10. Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H / 724-743 M)
  • 11. Walid bin Yazid bin Abdul Malik (125-126 H / 743-744 M)
  • 12. Yazid bin Walid bin Abdul Malik (126-127 H/ 744 M)
  • 13 Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik (127 H / 744 M)
  • 14. Marwan bin Muhammad (127-133 H / 744-750 M)

14 of 40

1. Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-680 M)

2. Abd al-Malik ibn Marwan (685- 705 M)

3. Walid ibn Abdul Malik (705-715 M)

4. Umar ibn Abd al-Aziz (717- 720 M)

5. Hisyam ibn Abd al-Malik (724- 743 M).

15 of 40

Prestasi Muawiyah

  • Dia pendiri dan khalifah pertama dinasti Umayah
  • Perluasan Wilayah Ke barat ke Tunisia. Di sebelah timur ke Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel.
  • Membangun administrasi pemerintahan dan juga menetapkan pos serta membuat pengawal khalifah (hijabah)

16 of 40

Prestasi Abdul Malik bin Marwan

  • Perluasan wilayah :Ke Timur, ke Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand serta ke India dan Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan. Ke Barat ke Maroko
  • Memadamkan pemberontakan: Abdullah bin Zubair, Kaum Syiah dll.
  • Mencetak mata uang sendiri
  • Menerapkan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara
  • Membangun Masjid Al-Aqsha/ Dome of the Rock

17 of 40

Masjid Al-Aqsha

MATA UANG ISLAM

18 of 40

Prestasi Walid bin Abdul Malik

  • Bidang Sosial:
  • Mendirikan panti asuhan dan panti jompo.
  • Membangun rumah sakit Kusta
  • Membuat sumur-sumur di sepanjang jalan di Hijaz
  • Merenovasi Masjid Aqsha, masjid Madinah, masjid Umawi Damaskus
  • Bidang Perluasan Wilayah
  • Ke Timur: Perluasan wilayah sampai ke India
  • Ke Barat: Perluasan wilayah sampai ke Andalusia (Spanyol) yang dipimpin oleh Thoriq bin Ziyad dan Musa bin Nusair

19 of 40

MASJID NABAWI MADINAH

MASJID UMAWI DAMASKUS

20 of 40

Ekspansi mulai Khulafa’ur Rosyidin sampai Bani Umayah

  • Masa khalifah Abu Bakar ekspansi ke Suriah dan Iraq
  • Masa khalifah Umar ekspansi ke Damaskus, Irak, Persia (Iran), Palestina, Iskandariyah(Mesir)
  • Masa khalifah Usman ekspansi ke Armenia & Azarbayjan, Libanon, Cyprus & Rodes, Tunisia
  • Masa khalifah Muawiyah ekspansi ke Tunisia, Khurasan & Kabul (Afganistan).
  • Masa khalifah Abdul Malik ekspansi ke Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand serta ke India dan Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan
  • Masa khalifah Walid bin Abdul Malik ekspansi keTimur: ke India. Ke Barat: al-Jazair & Maroko lalu menyeberangi selat Gibraltar (Jabal Tariq) ke Spanyol, Kordova ke Sevile, Elvira dan Toledo serta Zaragosa dan Navarre

21 of 40

22 of 40

23 of 40

Ekspansi masa klalifah Usman bin Affan

24 of 40

  • Perluasan Wilayah merupakan prestasi Dinasti Umayyah yang paling menonjol. Hingga wilayah islam saat itu mencapai 3 benua (Asia, Afrika, Eropa) yang terbentang luas dari sebelah Timur yaitu pegunungan Tian Shan di Cina sampai sebelah Barat yaitu Pegunungan Pirenia di Prancis

PERLUASAN WILAYAH

KEMAJUAN DINASTI UMAYAH

25 of 40

Ke KABUL

Ke TUNISIA

Ke Constantinople

Ekspansi masa klalifah Muawiyah

26 of 40

Ekspansi masa klalifah Abdul Malik

27 of 40

Ekspansi masa klalifah Walid bin Abdul Malik

28 of 40

= Wilayah islam masa Dinasti Umayah

Peg. Tian Shan

ASIA

Afrika

Eropa

Peg. Pirenia

29 of 40

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Di antara ilmu pengetahuan yang berkembang adalah:

  1. Ilmu agama, seperti: Al-Qur’an, Hadist, tasawuf dan Fiqih. Proses pembukuan Hadist terjadi pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz sejak saat itulah hadis mengalami perkembangan pesat.
  2. Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah Al Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.
  3. Ilmu bahasa, yaitu segla ilmu yang mempelajari bahasa, nahu, saraf, dan lain-lain.
  4. Ilmu filsafat, dari Yunani yaitu ilmu yang membahs hakikat segala sesuatu.
  5. Ilmu Sains segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti kedokteran, kimia, astronomi, ilmu hitung

30 of 40

31 of 40

32 of 40

Prestasi khalifah Umar bin Abdul Aziz

  • Membukukan Hadis.
  • Mengarahkan para ilmuwan supaya menterjemahkan buku-buku kedoktoran dan pelbagai bidang ilmu dari bahasa Greek, Latin dan Siryani ke dalam bahasa Arab
  • Mengirim 10 orang pakar hukum Islam ke Afrika Utara serta mengirim beberapa orang pendakwah kepada raja-raja India, Turki dan Barbar di Afrika Utara untuk mengajak mereka kepada Islam
  • Mengurangi pajak.
  • Menarik pasukan ke barak mereka dari perbatasan�

33 of 40

34 of 40

Peristiwa Karbela

  • Ketika Yazid naik tahta, sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah, memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. Dengan cara ini, semua orang terpaksa tunduk, kecuali Husein ibn Ali dan Abdulah ibn Zubair.
  • Bersamaan dengan itu, Syi'ah (pengikut Ali) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. Perlawanan terhadab Bani Umayyah dimulai oleh Husein ibn Ali. Pada tahun 680 M, ia pindah dari Makkah ke Kufah atas permintaan golongan Syi'ah yang ada di Irak. Mereka mengangkat Husein sebagai khalifah.
  • Dalam pertempuran yang tidak seimbang di Karbela, sebuah daerah di dekat Kufah, tentara Husein kalah dan Husein sendiri mati terbunuh. Kepalanya dipenggal dan dikirim ke Damaskus, sedang tubuhnya dikubur di Karbela

35 of 40

Pemberontakan Syiah

  • Banyak pemberontakan yang dipelopori kaum Syi'ah terjadi. Yang termashur diantaranya adalah pemberontakan Mukhtar di Kufah pada tahun 685-687 M. Mukhtar mendapat banyak pengikut dari kalangan kaum Mawali. yaitu umat Islam bukan Arab, berasal dari Persia, Armenia dan lain-lain yang pada masa Bani Umayyah dianggap sebagai warga negara kelas dua. Mukhtar terbunuh dalam peperangan melawan gerakan oposisi lainnya, gerakan Abdullah ibn Zubair. Namun, ibn Zubair juga tidak berhasil menghentikan gerakan Syi'ah.

36 of 40

Pemberontakan Ibnu Zubair

  • Abdullah ibn Zubair membina gerakan oposisinya di Makkah setelah dia menolak sumpah setia terhadap Yazid. Akan tetapi, dia baru menyatakan dirinya secara terbuka sebagai khalifah setelah Husein ibn Ali terbunuh. Tentara Yazid kemudian mengepung Makkah. Dua pasukan bertemu dan pertempuran pun tak terhindarkan. Namun, peperangan terhenti karena Yazid wafat dan tentara Bani Umayyah kembali ke Damaskus. Gerakan Abdullah ibn Zubair baru dapat dihancurkan pada masa kekhalifahan Abd al-Malik. Tentara Bani Umayyah dipimpin al-Hajjaj berangkat menuju Thaif, kemudian ke Madinah dan akhirnya meneruskan perjalanan ke Makkah. Ka'bah diserbu. Keluarga Zubair dan sahabatnya melarikan diri, sementara ibn Zubair sendiri dengan gigih melakukan perlawanan sampai akhirnya terbunuh pada tahun 73 H/692 M.

37 of 40

Kemunduran Bani Umayah

  • Sepeninggal Umar ibn Abd al-Aziz, kekuasaan Bani Umayyah berada di bawah khalifah Yazid ibn Abd al-Malik (720- 724 M) yang terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan rakyat. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian, pada zamannya berubah menjadi kacau. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis, masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap Yazid ibn Abd al-Malik. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan Khalifah berikutnya, Hisyam ibn Abd al-Malik (724-743 M). Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Dalam perkembangannya kekuatan baru ini, mampu menggulingkan dinasti Umawiyah dan menggantikannya dengan dinasti baru, Bani Abbas.

38 of 40

Kehancuran Bani Umayah

Sepeninggal Hisyam ibn Abd al-Malik, khalifah-khalifah Bani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. Akhirnya, pada tahun 750 M, Daulat Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani. Marwan bin Muhammad, khalifah terakhir Bani Umayyah, melarikan diri ke Mesir, ditangkap dan dibunuh di sana.

39 of 40

Faktor penyebab kemunduran Bani Umayah

  • Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu tidak jelas. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
  • Syi'ah (para pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
  • Pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) makin meruncing. Hal ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan. Disamping itu, golongan mawali (non Arab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas.
  • Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana
  • Golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
  • Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi'ah, dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.

40 of 40