Analisis Regresi
Tingkat Lanjut
Section 5 — Bayesian Regression
44 slide • prior • likelihood • posterior • MCMC • INLA • predictive inference
Benang merah section
I Gede Nyoman Mindra Jaya
S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
Peta Pembelajaran Section 5
SECTION 5
02
• Memahami Bayesian regression sebagai inferensi distribusional atas parameter, bukan hanya estimasi titik.�• Membedakan prior, likelihood, posterior, credible interval, dan posterior predictive distribution.�• Menurunkan model konjugat Poisson–Gamma dan Normal–Inverse-Gamma untuk regresi linear Bayesian.�• Mengenal MCMC, INLA, prior/posterior predictive check, dan workflow pelaporan.
Alur Bayesian
Contoh aplikasi
Contoh: prediksi risiko kesehatan dapat memasukkan informasi studi sebelumnya sebagai prior, lalu memperbaruinya dengan data pasien lokal.
Prior
Likelihood
Posterior
Bayesian regression membuat ketidakpastian terlihat penuh—bukan hanya satu angka yang tampak percaya diri.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
02
Perubahan Cara Berpikir Bayesian
SECTION 5
03
• Parameter yang tidak diketahui diperlakukan sebagai variabel acak bersyarat pada data.�• Inferensi utama berupa distribusi posterior, bukan hanya point estimate dan p-value.�• Prior dapat menjadi regularisasi, informasi pakar, atau constraint substantif.�• Prediksi mengintegrasikan uncertainty parameter dan error model.
Objek inferensi
Contoh aplikasi
Pada data kecil, Bayesian regression memungkinkan estimasi tetap stabil melalui prior yang masuk akal secara substantif.
Uncertainty
Distribution
Evidence
Bayesian bukan “lebih mistis”; ia hanya lebih jujur menyimpan ketidakpastian.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
03
Teorema Bayes sebagai Mesin Pembaruan
SECTION 5
04
• Prior menyatakan informasi sebelum data.�• Likelihood mengukur dukungan data terhadap parameter.�• Posterior adalah informasi setelah data diamati.�• Evidence/marginal likelihood menjadi konstanta normalisasi.
Teorema Bayes
Contoh aplikasi
Jika data baru sangat informatif, posterior cenderung bergerak mendekati likelihood; jika data lemah, prior masih terlihat pengaruhnya.
Bayes
Evidence
Update
Posterior = prior yang sudah “diajak ngobrol” oleh data.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
04
Likelihood dalam Bayesian Regression
SECTION 5
05
• Likelihood adalah fungsi parameter untuk data yang sudah diamati.�• Likelihood bukan probabilitas bahwa parameter benar.�• Model sampling menentukan bentuk likelihood: Gaussian, Poisson, Bernoulli, dan lain-lain.�• Bayesian dan frequentist dapat memakai likelihood yang sama, tetapi inferensinya berbeda.
Definisi likelihood
Contoh aplikasi
Untuk jumlah kasus harian dengue, likelihood Poisson sering menjadi titik awal sebelum menguji overdispersion.
Sampling
LogLik
Model
Likelihood menjawab: seberapa kuat data mendukung nilai parameter tertentu?
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
05
Likelihood Gaussian untuk Regresi Linear
SECTION 5
06
• Respons kontinu sering dimodelkan dengan error Gaussian.�• Mean kondisional dinyatakan sebagai kombinasi linear prediktor.�• Parameter utama: koefisien β dan varians residual σ².�• Likelihood menjadi dasar posterior bersama dengan prior.
Likelihood Gaussian
Contoh aplikasi
Model skor ujian terhadap jam belajar, motivasi, dan latar belakang akademik dapat ditulis sebagai regresi linear Bayesian Gaussian.
Gaussian
Linear
σ²
OLS muncul sebagai kerabat dekat ketika prior dibuat sangat lemah.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
06
Prior: Informasi Awal dan Regularisasi
SECTION 5
07
• Prior harus dinyatakan pada skala yang substantif dan masuk akal.�• Prior dapat informative, weakly informative, diffuse, objective, atau improper.�• Prior terlalu lebar tidak selalu aman, terutama pada model nonlinear dan hierarkis.�• Prior predictive check membantu melihat implikasi prior sebelum data dipakai.
Peran prior
Contoh aplikasi
Untuk koefisien regresi terstandardisasi, prior Normal(0,1) sering lebih masuk akal daripada Normal(0,10^6).
Informasi
Skala
Regularisasi
Prior itu bukan hiasan; kalau salah skala, model bisa percaya hal yang absurd.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
07
Informative Prior
SECTION 5
08
• Mengandung informasi eksternal yang kuat dari studi terdahulu, meta-analisis, atau expert judgment.�• Cocok bila bukti sebelumnya relevan dan kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.�• Harus disertai sensitivity analysis untuk melihat pengaruh asumsi prior.�• Berbahaya bila informasi lama tidak relevan dengan populasi baru.
Contoh prior kuat
Contoh aplikasi
Dalam studi klinis kecil, prior dari meta-analisis dapat membantu menstabilkan estimasi efek terapi.
Expert
Meta-analysis
Sensitivity
Informative prior bagus jika informasinya benar; kalau tidak, ia menjadi “gosip berskala matematis”.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
08
Objective dan Improper Prior
SECTION 5
09
• Objective prior dirancang memakai prinsip formal seperti invariance atau Fisher information.�• Improper prior tidak terintegrasi menjadi satu sehingga bukan distribusi probabilitas penuh.�• Improper prior boleh dipakai hanya jika posterior proper.�• Tidak ada prior yang benar-benar netral untuk semua parameterisasi.
Contoh objective prior
Contoh aplikasi
Prior datar pada μ dapat terlihat netral, tetapi prior datar pada transformasi μ tidak selalu memberikan kesimpulan sama.
Jeffreys
Improper
Proper?
“Non-informative” bukan izin untuk berhenti berpikir.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
09
Vague Prior: Mengapa Perlu Hati-hati
SECTION 5
10
• Prior proper dengan varians sangat besar sering disebut diffuse/vague.�• Pada skala nonlinear, massa prior dapat jatuh pada wilayah substantif yang tidak masuk akal.�• Prior sangat lebar dapat memperburuk komputasi MCMC.�• Weakly informative prior sering lebih stabil daripada vague prior ekstrem.
Peringatan prior vague
Contoh aplikasi
Pada regresi logistik, koefisien sangat besar berarti probabilitas hampir 0 atau 1; prior terlalu lebar dapat memberi prediksi ekstrem sebelum melihat data.
Diffuse
Scale
Computation
Prior terlalu “bebas” kadang bukan demokratis, tapi liar.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
10
Weakly Informative Prior
SECTION 5
11
• Membatasi nilai yang tidak realistis tanpa mendominasi rentang wajar.�• Meningkatkan stabilitas pada data kecil, multikolinearitas, dan separasi.�• Skala prior harus mengikuti skala prediktor.�• Prior predictive simulation wajib dipertimbangkan.
Prior moderat
Contoh aplikasi
Untuk prediktor yang sudah distandardisasi, β sekitar ±5 sudah sangat besar; prior ini menahan koefisien agar tidak dramatis.
Shrinkage
Stabil
Realistis
Weakly informative prior itu sabuk pengaman: tidak mengemudi, tapi mencegah terpental.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
11
Posterior dan Ringkasan Inferensi
SECTION 5
12
• Posterior menggabungkan prior dan likelihood setelah data diamati.�• Ringkasan umum: mean, median, mode/MAP, varians, quantile, dan credible interval.�• Posterior probability dapat menjawab pertanyaan langsung seperti P(β>0|y).�• Kesimpulan selalu bersyarat pada model dan prior yang digunakan.
Posterior dan probabilitas
Contoh aplikasi
Alih-alih “p < 0.05”, laporan dapat menyebut: probabilitas posterior bahwa efek positif adalah 0.97.
Mean
CI
P(β>0)
Posterior memberi jawaban probabilistik yang lebih langsung—asal modelnya jujur.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
12
Credible Interval vs Confidence Interval
SECTION 5
13
• Credible interval 95% menyatakan probabilitas posterior parameter berada dalam interval tersebut.�• Confidence interval 95% merujuk pada coverage jangka panjang prosedur.�• Makna keduanya berbeda meskipun angka dapat mirip.�• Dalam Bayesian, interval dihitung dari kuantil posterior atau HPD.
Makna interval
Contoh aplikasi
Untuk λ kasus per hari, interval kredibel [2.48, 3.71] berarti berdasarkan model dan data, probabilitas posterior λ berada di rentang itu 95%.
Credible
Coverage
HPD
CI frequentist bukan “probabilitas parameter”; credible interval memang boleh berkata begitu.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
13
Formulasi Dasar Bayesian Regression
SECTION 5
14
• Regresi Bayesian menentukan model untuk y|β,σ² serta prior untuk parameter.�• Target inferensi adalah posterior bersama parameter.�• Prediksi baru diperoleh dari posterior predictive distribution.�• Model dapat linear, GLM, nonlinear, hierarkis, atau spasial.
Kerangka umum
Contoh aplikasi
Pada regresi Poisson Bayesian, θ mencakup β, dengan log λ_i = x_i^Tβ.
Model
Prior
Predictive
Bayesian regression = model data + prior + posterior + prediksi.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
14
Bayesian Linear Regression Gaussian
SECTION 5
15
• Model ini adalah fondasi untuk memahami Bayesian regression.�• Mean kondisional tetap Xβ, tetapi β dan σ² diberi prior.�• Posterior menggabungkan informasi data dan regularisasi prior.�• Jika prior sangat lemah, hasil mendekati OLS.
Model konjugat
Contoh aplikasi
Digunakan untuk memodelkan outcome kontinu seperti konsumsi energi, harga rumah, skor akademik, atau indeks kualitas hidup.
Gaussian
NIG
OLS+
Prior Normal–Inverse-Gamma membuat posterior bisa ditulis rapi tanpa MCMC.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
15
Normal–Inverse-Gamma Prior
SECTION 5
16
• Prior β bersyarat pada σ² menjaga konjugasi dengan likelihood Gaussian.�• V0 mengatur ketidakpastian awal terhadap koefisien.�• a0 dan b0 mengatur informasi awal tentang varians residual.�• Prior ini menghasilkan posterior tertutup untuk β dan σ².
Faktorisasi prior
Contoh aplikasi
Jika kita percaya slope dekat nol tetapi tidak ingin memaksakan, gunakan m0=0 dan V0 besar namun tetap realistis.
m₀,V₀
a₀,b₀
Conjugate
Konjugasi itu bukan sekadar elegan; ia sangat berguna untuk validasi komputasi.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
16
Posterior Hyperparameter untuk BLR
SECTION 5
17
• Posterior tetap Normal–Inverse-Gamma.�• Vn menggabungkan presisi prior dan informasi desain X^TX.�• mn adalah rata-rata posterior β bersyarat pada σ².�• an dan bn memperbarui informasi varians residual.
Update posterior
Contoh aplikasi
Formula ini dapat digunakan sebagai benchmark ketika memeriksa hasil MCMC untuk regresi Gaussian.
Vn
mn
an,bn
Posterior hyperparameter adalah cara data memperbarui “memori awal” prior.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
17
Posterior Tertutup: β dan σ²
SECTION 5
18
• β bersyarat pada σ² mengikuti Normal multivariat.�• σ² mengikuti Inverse-Gamma.�• Marginal β setelah σ² diintegrasikan mengikuti Student-t multivariat.�• Ekor Student-t mencerminkan uncertainty terhadap σ².
Posterior bersama
Contoh aplikasi
Interval koefisien Bayesian dapat dihitung dari marginal Student-t tanpa sampling bila model konjugat terpenuhi.
Normal
InvGamma
Student-t
Regresi linear Bayesian konjugat memberi jawaban analitik yang sangat bersih.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
18
Marginal Posterior β: Multivariate Student-t
SECTION 5
19
• Mengintegrasikan σ² menghasilkan marginal posterior β dengan ekor lebih berat.�• Derajat bebas ν=2an meningkat seiring data bertambah.�• Untuk kombinasi linear c^Tβ, distribusinya Student-t univariat.�• Ini berguna untuk interval dan probabilitas posterior koefisien.
Marginal β
Contoh aplikasi
Untuk efek slope, ambil c=(0,1)^T sehingga c^Tβ adalah koefisien prediktor pertama.
MVT
ν=2an
β
Ketidakpastian varians membuat ekor posterior β lebih realistis.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
19
Posterior Predictive untuk Observasi Baru
SECTION 5
20
• Prediktif posterior mengintegrasikan uncertainty parameter dan noise observasi.�• Interval prediktif lebih lebar daripada interval mean kondisional.�• Untuk kovariat baru x*, prediksi mengikuti Student-t.�• Ini inti Bayesian forecasting dan risk prediction.
Posterior predictive
Contoh aplikasi
Untuk mahasiswa baru dengan profil tertentu, model memprediksi distribusi skor, bukan hanya skor rata-rata.
Prediction
x*
Interval
Prediksi Bayesian tidak pura-pura parameter sudah diketahui pasti.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
20
Model Poisson–Gamma Konjugat
SECTION 5
21
• Cocok untuk data hitungan dengan satu laju λ.�• Likelihood Poisson dikombinasikan dengan prior Gamma.�• Posterior tetap Gamma sehingga mudah dihitung.�• Menjadi jembatan intuitif menuju regresi Poisson Bayesian.
Model dan prior
Contoh aplikasi
Jumlah kasus penyakit per hari selama n hari dapat dimodelkan dengan laju λ yang tidak diketahui.
Count
Gamma
Conjugate
Poisson–Gamma adalah contoh terbaik untuk melihat prior berubah menjadi posterior.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
21
Likelihood Poisson Gabungan
SECTION 5
22
• Independensi kondisional membuat likelihood menjadi produk peluang individual.�• Statistik cukupnya adalah total kejadian S=Σyi.�• Kernel likelihood hanya bergantung pada λ melalui λ^S exp(-nλ).�• Bentuk ini kompatibel dengan kernel Gamma.
Likelihood Poisson
Contoh aplikasi
Jika total kasus 93 dalam 30 hari, data membawa informasi terutama melalui S=93 dan n=30.
Sufficient
S=Σy
Kernel
Untuk model Poisson iid, total kejadian adalah ringkasan yang sangat kuat.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
22
Posterior Gamma untuk λ
SECTION 5
23
• Prior Gamma dikalikan likelihood Poisson menghasilkan posterior Gamma.�• Shape posterior bertambah oleh total kejadian.�• Rate posterior bertambah oleh banyaknya exposure/observasi.�• Parameterisasi rate harus dibedakan dari scale.
Update Poisson–Gamma
Contoh aplikasi
Dengan α0=2, β0=1, S=93, n=30, diperoleh αn=95 dan βn=31.
αn
βn
Rate
Data menambah “jumlah kejadian”; waktu pengamatan menambah “exposure”.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
23
Ringkasan Posterior Poisson–Gamma
SECTION 5
24
• Mean posterior adalah αn/βn.�• Varians posterior adalah αn/βn².�• MAP ada jika αn>1.�• Credible interval diperoleh dari kuantil Gamma.
Momen posterior
Contoh aplikasi
Untuk αn=95 dan βn=31, mean posterior λ≈3.06 kasus/hari dengan uncertainty yang dapat dihitung dari Gamma.
Mean
Variance
MAP
Ringkasan posterior harus selalu menyebut parameterisasi distribusinya.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
24
Posterior Predictive Negative Binomial
SECTION 5
25
• Prediksi hitungan baru mengintegrasikan uncertainty λ.�• Campuran Poisson–Gamma menghasilkan Negative Binomial.�• Varians prediktif lebih besar daripada plug-in Poisson.�• Ini menjelaskan overdispersion prediktif secara natural.
Prediktif Poisson–Gamma
Contoh aplikasi
Prediksi kasus besok tidak hanya memakai λ mean, tetapi juga uncertainty posterior λ.
NegBin
Predictive
Uncertainty
Posterior predictive lebih rendah hati daripada plug-in estimate.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
25
Sensitivity Analysis terhadap Prior
SECTION 5
26
• Bandingkan posterior di bawah prior informative, weakly informative, dan vague.�• Jika posterior berubah besar, data belum cukup kuat untuk mengalahkan prior.�• Laporkan sensitivitas ketika sampel kecil atau parameter lemah teridentifikasi.�• Gunakan prior predictive untuk mengecek plausibilitas sebelum data dipakai.
Skenario prior
Contoh aplikasi
Dalam Poisson–Gamma, bandingkan prior Gamma(15,5), Gamma(3,1), dan Gamma(0.1,0.1) untuk melihat pengaruh asumsi awal.
Scenario
Robustness
Prior check
Posterior yang robust terhadap beberapa prior lebih mudah dipercaya.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
26
MCMC: Ide Dasar
SECTION 5
27
• MCMC menghasilkan sampel dari posterior ketika solusi analitik tidak tersedia.�• Rantai Markov dibangun agar distribusi stasionernya adalah posterior target.�• Ringkasan posterior dihitung dari sampel setelah warm-up/burn-in.�• MCMC sangat fleksibel tetapi perlu diagnostik serius.
Monte Carlo posterior
Contoh aplikasi
Model hierarkis dengan random effects dan prior kompleks biasanya diestimasi memakai MCMC melalui Stan, JAGS, atau NIMBLE.
Sampling
Chain
Posterior
MCMC bukan tombol ajaib; ia perlu rantai yang sehat.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
27
Algoritma MCMC yang Sering Dipakai
SECTION 5
28
• Metropolis–Hastings menerima/menolak proposal berdasarkan rasio posterior.�• Gibbs sampling mengambil sampel dari conditional posterior.�• Hamiltonian Monte Carlo memanfaatkan gradien untuk eksplorasi efisien.�• Pemilihan algoritma memengaruhi mixing dan waktu komputasi.
Acceptance MH
Contoh aplikasi
Stan memakai HMC/NUTS sehingga sering lebih efisien daripada random-walk Metropolis untuk model berdimensi tinggi.
MH
Gibbs
HMC
Algoritma yang baik membuat posterior dijelajahi, bukan cuma dikunjungi sebentar.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
28
Diagnostik MCMC
SECTION 5
29
• Trace plot harus menunjukkan mixing yang baik dan tidak terjebak.�• R-hat mendekati 1 menunjukkan konsistensi antar-rantai.�• Effective sample size mengukur jumlah sampel independen ekuivalen.�• Autocorrelation tinggi menandakan sampel posterior kurang efisien.
Ukuran diagnostik
Contoh aplikasi
Jika R-hat β1 = 1.15, posterior mean terlihat ada tetapi belum layak dipercaya; jalankan ulang atau perbaiki model.
R-hat
ESS
Trace
Posterior cantik tanpa diagnostik itu seperti slide bagus tanpa isi—rawan tepuk tangan palsu.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
29
Workflow Implementasi JAGS
SECTION 5
30
• Susun data list, inits, parameter yang dipantau, dan model string.�• JAGS efektif untuk model hierarkis dengan Gibbs/Metropolis internal.�• Periksa burn-in, thinning jika perlu, dan konvergensi beberapa rantai.�• Laporkan mean/median posterior dan credible interval 95%.
Model JAGS ringkas
Contoh aplikasi
Untuk regresi Gaussian sederhana, JAGS dapat mengestimasi β0, β1, dan σ sekaligus menghasilkan prediksi posterior.
JAGS
Model string
CI 95%
JAGS rapi untuk belajar struktur model; diagnostiknya tetap wajib.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
30
INLA: Ide Utama
SECTION 5
31
• INLA dirancang untuk latent Gaussian model.�• Menggunakan aproksimasi Laplace dan integrasi numerik, bukan sampling MCMC penuh.�• Sangat cepat untuk banyak GLMM, spasial, dan spatiotemporal model.�• Hasil utama berupa marginal posterior parameter dan latent effects.
Target marginal
Contoh aplikasi
Model penyakit spasial dengan random effect wilayah sering dapat diestimasi jauh lebih cepat memakai R-INLA.
INLA
Laplace
LGM
INLA itu jalur cepat—asal modelnya memang masuk kelas latent Gaussian.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
31
Latent Gaussian Model
SECTION 5
32
• Komponen laten x memiliki prior Gaussian multivariat terstruktur.�• Likelihood observasi dapat Gaussian, Poisson, Binomial, dan lain-lain.�• Hyperparameter θ mengatur presisi, korelasi, atau struktur random effect.�• Regresi Bayesian, GLMM, BYM/BYM2, dan AR dapat masuk dalam kerangka ini.
Struktur LGM
Contoh aplikasi
Pada pemetaan risiko penyakit, x dapat berisi intersep, koefisien, efek spasial, dan efek temporal.
Latent x
θ
GLMM
INLA kuat karena banyak model kompleks dapat ditulis sebagai latent Gaussian.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
32
MCMC vs INLA
SECTION 5
33
• MCMC sangat fleksibel dan menghasilkan sampel posterior bersama.�• INLA cepat untuk latent Gaussian model dan memberi marginal posterior yang akurat.�• MCMC lebih umum untuk model di luar kelas INLA.�• INLA sangat praktis untuk model spasial/epidemiologi berskala besar.
Perbandingan target
Contoh aplikasi
Untuk BYM2 Poisson disease mapping, INLA sering menjadi pilihan efisien; untuk model kustom sangat nonlinear, MCMC mungkin lebih fleksibel.
Flexibility
Speed
Approximation
Pilih alat sesuai model; jangan semua paku dipukul dengan palu yang sama.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
33
OLS versus Bayesian Regression
SECTION 5
34
• OLS memberi estimasi titik dan standard error berbasis asumsi sampling.�• Bayesian memberi distribusi posterior parameter dan prediksi.�• Dengan prior sangat lemah, estimasi pusat Bayesian dapat mendekati OLS.�• Dengan prior informatif/regularisasi, Bayesian dapat lebih stabil pada data sulit.
Kontras estimator
Contoh aplikasi
Pada n kecil dan multikolinearitas tinggi, posterior Bayesian dengan prior shrinkage dapat lebih stabil daripada koefisien OLS.
OLS
Posterior
Shrinkage
OLS memberi jawaban cepat; Bayesian memberi peta ketidakpastian yang lebih lengkap.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
34
Bayesian GLM
SECTION 5
35
• Untuk respons non-Gaussian, gunakan likelihood sesuai keluarga distribusi.�• Link function menghubungkan mean dengan prediktor linear.�• Prior diberikan pada koefisien β dan hyperparameter lain.�• Posterior biasanya membutuhkan MCMC atau INLA.
Formulasi Bayesian GLM
Contoh aplikasi
Regresi logistik Bayesian untuk status penyakit atau regresi Poisson Bayesian untuk jumlah kejadian.
GLM
Link
β
Bayesian GLM memperluas GLM dengan prior dan posterior uncertainty.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
35
Bayesian Logistic Regression
SECTION 5
36
• Respons biner dimodelkan dengan likelihood Bernoulli.�• Koefisien memengaruhi log-odds melalui link logit.�• Prior membantu ketika terjadi separasi atau data kecil.�• Probabilitas posterior efek positif lebih informatif daripada p-value tunggal.
Logistic Bayesian
Contoh aplikasi
Model risiko gagal bayar pinjaman online dapat memberi distribusi posterior peluang default untuk setiap calon peminjam.
Binary
Logit
Separation
Pada separasi, prior bukan kosmetik; ia bisa menyelamatkan identifikasi.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
36
Bayesian Hierarchical Regression
SECTION 5
37
• Parameter dapat bervariasi antar-kelompok melalui random effects.�• Partial pooling menyeimbangkan estimasi kelompok dengan informasi populasi.�• Model ini cocok untuk data sekolah, rumah sakit, wilayah, atau waktu.�• Prior hyperparameter mengontrol variasi antar-kelompok.
Model hierarkis
Contoh aplikasi
Efek intersep berbeda antar kabupaten, tetapi kabupaten dengan sampel kecil “dipinjamkan informasi” dari kabupaten lain.
Groups
Pooling
Random effects
Partial pooling itu gotong royong statistik: kelompok kecil tidak dibiarkan sendirian.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
37
Prior Predictive Check
SECTION 5
38
• Simulasikan data dari prior sebelum melihat data aktual.�• Tujuannya mengecek apakah prior menghasilkan nilai y yang masuk akal.�• Sangat penting pada model logistik, count, nonlinear, dan hierarkis.�• Jika simulasi prior absurd, perbaiki skala prior.
Simulasi dari prior
Contoh aplikasi
Jika prior regresi Poisson menghasilkan ratusan ribu kasus per hari padahal skala realistis puluhan, prior perlu dikalibrasi.
Simulate
Plausible
Scale
Prior predictive check mencegah model berkhayal sebelum bertemu data.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
38
Posterior Predictive Check
SECTION 5
39
• Simulasikan data replikasi dari posterior predictive distribution.�• Bandingkan karakteristik yrep dengan data aktual.�• Cek mean, variance, zero count, tail behavior, pola residual, dan ekstrem.�• PPC bukan bukti model benar, tetapi membantu menemukan ketidakcocokan.
Prediktif posterior
Contoh aplikasi
Pada count data, jika model Poisson gagal mereplikasi jumlah nol, pertimbangkan zero-inflated atau negative binomial model.
PPC
Replicate
Fit
Posterior predictive check bertanya: model bisa meniru dunia data, atau hanya meniru rata-ratanya?
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
39
Model Comparison: WAIC dan LOO
SECTION 5
40
• WAIC dan LOO mengukur performa prediktif out-of-sample secara Bayesian.�• Keduanya berbasis log predictive density.�• LOO dengan Pareto-smoothed importance sampling sering dipakai pada workflow modern.�• Model terbaik bukan hanya elpd terbesar; cek juga diagnostik dan interpretabilitas.
Ukuran prediktif
Contoh aplikasi
Bandingkan model Poisson, negative binomial, dan zero-inflated dengan LOO untuk melihat model yang lebih prediktif.
WAIC
LOO
elpd
Model comparison Bayesian tetap harus jujur pada prediksi data baru.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
40
Aplikasi Kesehatan dan Epidemiologi
SECTION 5
41
• Bayesian regression cocok ketika data terbatas, heterogen, atau bertingkat.�• Prior dapat berasal dari literatur atau expert elicitation.�• Model hierarkis menangani variasi rumah sakit, wilayah, atau periode waktu.�• Posterior predictive memberi distribusi risiko individual atau wilayah.
Count disease model
Contoh aplikasi
Pemetaan risiko dengue atau stunting dapat memakai model Poisson hierarkis dengan offset ekspektasi kasus.
Disease map
Offset
Risk
Untuk epidemiologi, Bayesian kuat karena uncertainty spasial dan data kecil sering datang sepaket.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
41
Aplikasi Keuangan dan Risiko Kredit
SECTION 5
42
• Prior shrinkage menjaga koefisien tetap stabil pada fitur yang banyak dan berkorelasi.�• Bayesian logistic regression memberi distribusi peluang gagal bayar.�• Credible interval membantu mengukur uncertainty pada score.�• Posterior predictive dapat dipakai untuk stress testing.
Probabilitas posterior default
Contoh aplikasi
Model probabilitas gagal bayar pinjaman online dapat menyajikan median risiko dan interval ketidakpastian, bukan hanya satu score.
Default
Score
Risk
Dalam kredit, terlalu percaya diri bisa mahal; posterior membantu menahan ego model.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
42
Checklist Pelaporan Bayesian Regression
SECTION 5
43
• Tuliskan likelihood, link function, prior, dan parameterisasi lengkap.�• Laporkan alasan pemilihan prior dan hasil sensitivity analysis bila relevan.�• Sajikan diagnostik MCMC/INLA dan posterior predictive check.�• Laporkan ringkasan posterior, credible interval, dan prediksi pada skala substantif.
Elemen laporan
Contoh aplikasi
Kalimat laporan: “β dilaporkan sebagai median posterior dengan 95% credible interval; konvergensi dievaluasi melalui R-hat dan ESS.”
Prior
Diagnostics
PPC
Model Bayesian yang baik harus bisa diaudit: prior jelas, diagnostik jelas, prediksi jelas.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
43
Kesimpulan Section 5
SECTION 5
44
• Bayesian regression menggabungkan prior dan likelihood menjadi posterior.�• Poisson–Gamma dan Normal–Inverse-Gamma memberi contoh konjugasi yang sangat penting.�• MCMC fleksibel; INLA cepat untuk latent Gaussian model.�• Prior predictive, posterior predictive, dan sensitivity analysis menjaga inferensi tetap kredibel.
Ringkasan final
Contoh aplikasi
Benang merah: nyatakan model, pilih prior dengan sadar, hitung posterior, cek model, lalu prediksi dengan uncertainty penuh.
Posterior
MCMC/INLA
Predictive
Bayesian regression bukan sekadar metode; ia adalah disiplin berpikir probabilistik.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
44