1 of 33

Media Pembelajaran

IPS

untuk SMP/MTs Kelas VIII

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

2 of 33

Tujuan Pembelajaran

  • Dapat menjelaskan proses kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia dan mengidentifikasi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah.
  • Dapat mendeskripsikan perubahan dan kesinambungan masyarakat Indonesia pada masa pemerintahan kolonial.
  • Dapat menganalisis munculnya organisasi pergerakan dan tumbuhnya semangat kebangsaan.

MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN SAMPAI TUMBUHNYA SEMANGAT KEBANGSAAN

BAB 4

3 of 33

Amatilah gambar berikut:

Gambar tersebut memperlihatkan salah satu peninggalan pada masa kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Indonesia.

4 of 33

Kedatangan bangsa Eropa ke Asia, termasuk ke Indonesia, dilatarbelakangi oleh keinginan berdagang, menjelajah

daerah baru dan berpetualang, serta menyebarkan agama.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

5 of 33

  1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Dalam imperialisme kuno, penguasaan

daerah baru dimaksudkan untuk mendapatkan 3G, yaitu gold, glory,

dan gospel.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

6 of 33

Ekspedisi pertama mencari rute langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa Portugis dan Spanyol.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

2. Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

7 of 33

Awal abad ke-17, Inggris telah memiliki koloni di India dan terus berusaha mengemba ngkan pengaruhnya di Asia Tenggara,khususnya di Indonesia.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

2. Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

8 of 33

2. Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Ekspedisi Belanda yang pertama dipimpin Cornelis de Houtman dan di bawah Jan Pieterszoon Coen, VOC menetapkan Jayakarta sebagai markas besar dan pusat perniagaan VOC

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

9 of 33

Perlawanan rakyat Maluku antara lain berkobar di Pulau Saparua yang dipimpin oleh Thomas Mattulessia (Pattimura) pada tahun 1817.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

10 of 33

Perlawanan rakyat Jawa antara lain ketika Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan terhadap Belanda (1825–1830).

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

11 of 33

Perlawanan rakyat Sumatera Barat terhadap pemerintah Hindia Belanda dimulai dengan perang saudara antara kaum Adat dan kaum Paderi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

12 of 33

Perlawanan rakyat Aceh dipimpin oleh Teuku Umar. Beliau berpura-pura menyerah, tetapi melakukan perlawanan terhadap Belanda setelah diberi senjata lengkap.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

13 of 33

Perlawanan rakyat Sumatera Utara terhadap Belanda terjadi di Tapanuli. Tentara Belanda yang berkedudukan di Tarutung diserang oleh pasukan Si Singamangaraja XII yang bermarkas di Bakkara.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

14 of 33

Pada tahun 1844, Raja Buleleng merampas kapal Belanda yang

karam di wilayah perairannya. Tindakan raja Buleleng ini tidak diterima oleh pemerintah Belanda dan menyebabkan ketegangan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

15 of 33

Ketika Gubernur Jendral Van der Capellen ingin memperbarui Perjanjian Bongaya, kerajaan-kerajaan di Sulawesi, terutama Kerajaan Bone, menentang keras usaha tersebut.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

16 of 33

    • Kedatangan Bangsa Eropa dan Perlawanan Bangsa Indonesia

3. Perlawanan Bangsa Indonesia

Perlawanan rakyat Banjar terhadap Pemerintah Belanda meletus pada tahun 1859 dan dipimpin oleh Pangeran Antasari.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

17 of 33

Kaum kolonial tidak ingin kepentingan ekonomi mereka diganggu oleh kebijakan politisi lokal. Untuk itu, mereka merasa perlu ikut campur dalam masalah politik suatu daerah di mana mereka memiliki kepentingan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Kebijakan-kebijakan pemerintah Kolonial di Indonesia
    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

18 of 33

Seiring dengan perkembangan industri di Eropa, kebutuhan akan bahan baku semakin meningkat. Oleh karena itu, serikat-serikat dagang Eropa merasa perlu memonopoli perdagangan di suatu wilayah.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Kebijakan-kebijakan pemerintah Kolonial di Indonesia
    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

19 of 33

Pada masa Raffles, pemerintah kolonial memberi bantuan kepada para ahli pengetahuan, untuk menyelidiki peninggalan sejarah kuno di Indonesia.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Kebijakan-kebijakan pemerintah Kolonial di Indonesia
    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

20 of 33

Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral ke dalam kebijakan politik etis yang meliputi bidang pengajaran dan pendidikan bagi bangsa pribumi di Hindia Belanda.

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

SMP/MTs

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

  1. Kebijakan-kebijakan pemerintah Kolonial di Indonesia
    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

21 of 33

Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia berpengaruh pada kekuasaan para penguasa lokal. Pemerintah kolonial tidak jarang, secara langsung, mencampuri urusan politik suatu daerah.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial bagi

Rakyat Indonesia

22 of 33

  • Pada masa Herman Willem Daendels dikenal dengan kerja rodi
  • Pada masa Thomas Stamford Raffles, menerapkan kebijakan ekonomi liberal
  • Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch menerapkan kebijakan tanam paksa

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial bagi

Rakyat Indonesia

23 of 33

Dalam masyarakat muncul kelompok masyarakat berdasarkan golongan, yakni kelompok masyarakat Eropa, masyarakat Timur Asing (Tionghoa, India, dan Arab), dan masyarakat pribumi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial bagi

Rakyat Indonesia

24 of 33

Bangsa Barat memiliki kebiasaan dan tradisi tersendiri. Kedatangan mereka berpengaruh pada budaya lokal. Muncul berbagai tradisi barat yang kemudian berkembang dalam masyarakat pribumi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial bagi

Rakyat Indonesia

25 of 33

    • Perubahan dan Kesinambungan Masyarakat Indonesia pada Masa Pemerintahan Kolonial

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial bagi

Rakyat Indonesia

Diterapkannya Kebijakan (Politik) Etis pada masa pemerintahan kolonial Belanda memunculkan golongan terpelajar di Indonesia.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

26 of 33

Nasionalisme di Indonesia berkembang terutama setelah munculnya berbagai

organisasi pergerakan.

1. Latar Belakang Munculnya

Nasionalisme Indonesia

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

27 of 33

Faktor-Faktor Pembentuk Kesadaran Nasional

Pengaruh

Perluasan Kekuasaan Kolonial Barat

Pengaruh

Pendidikan Barat

Pengaruh Perkembangan Pendidikan Islam

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

1. Latar Belakang Munculnya

Nasionalisme Indonesia

28 of 33

Pihak-Pihak yang Berperan dalam Proses Terbentuknya Kesadaran Nasional yaitu Peranan Kaum Terpelajar, Kaum Profesional dan Peranan Pers.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

1. Latar Belakang Munculnya

Nasionalisme Indonesia

29 of 33

2. Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Organisasi Pergerakan yang Bersifat Etnik-Kedaerahan

Organisasi Pergerakan yang Bersifat Keagamaan

Organisasi Pergerakan yang Bersifat Nasional

Manifesto Politik 1925, Kongres Pemuda, dan Kongres

Perempuan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

30 of 33

3. Pergerakan Nasional pada Masa

Pendudukan Jepang

Pada tanggal 11 Januari 1942, Jepang mendarat di Indonesia dan menguasai Kalimantan, kemudian menyusul ke pusat-pusat kekuasaan Belanda di Sumatera dan Jawa.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

31 of 33

Pada mulanya kedatangan Jepang disambut gembira oleh bangsa Indonesia. Hal ini karena Jepang berusaha menarik simpati antara lain dengan melakukan sejumlah kegiatan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

3. Pergerakan Nasional pada Masa

Pendudukan Jepang

32 of 33

3. Pergerakan Nasional pada Masa

Pendudukan Jepang

Pendudukan Jepang di Indonesia memengaruhi berbagai bidang kehidupan, yakni bidang politik, ekonomi, militer, sosial,

pendidikan, dan budaya.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

33 of 33

    • Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan

Perjuangan masyarakat Indonesia terhadap Jepang dilakukan melalui kerja sama (kooperatif), nonkooperatif, dan pemberontakan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

3. Pergerakan Nasional pada Masa

Pendudukan Jepang